
Tiba-tiba Mike membuka matanya, dengan sangat cepat dia mengangkat tubuh Miki duduk di atas meja wastafel. Miki sangat terkejut tiba-tiba dia sudah berada di atas wastafel, yang lebih membuat Miki terkejut adalah tubuh Mike sudah berada di antara kedua pahanya dengan tangan melingkari pinggang kecilnya dengan erat.
“Aku akan melakukannya sekarang, jika tidak mau kau boleh menolak atau menghindar."
Mike menatap dalam mata Miki, dia menunggu jawaban dari wanita itu. Hingga satu menit Mike menunggu tidak ada penolakan atau pun menghindar Miki tidak bergerak sedikit pun. Dia membuku seraya menatap balik mata Mike dengan dalam dan lembut.
“Jika kau diam begini, akan aku anggap kau menyetujuinya.”
Mike meraih tengkuk Miki dan menekannya hingga wajah mereka berdua berada sangat dekat sekali, bahkan hidung mancung keduanya bersentuhan satu sama lain. Mike mulai memiringkan sedikit kepalanya untuk menyesuaikan bibirnya untuk mengecup lembut bibir Miki, tapi saat dia hendak membuka bibirnya tiba-tiba Miki menghentikannya.
“Tanda tangan Kontrak perjanjian dalam pernikahan dulu, jika tidak kau tidak bisa menyentuhku.”
“Untuk apa tanda tangan kontrak? Aku menolaknya, kau adalah istri sahku.”
“Kau boleh menolak, tapi kau tidak akan pernah bisa menyentuhku.”
“Apa kau mengancamku?”
“Aku tidak mengancammu, tapi itu sebuah syarat dalam pernikahan kita. Kau tahu jika tidak ada perjanjian dalam pernikahan ini akan sangat merugikan pihak wanita.”
Mike menghelakan nafas panjangnya dan melepaskan kedua tangannya dari pinggang Miki, tetapi tubuhnya masih tetap berada di antara kedua paha Miki.
“Apakah kau tidak percaya dengan pernikahan ini?”
Mike mendekatkan wajahnya dengan wajah Miki hingga kening keduanya bersentuhan satu sama lain.
“Aku percaya dengan pernikahan ini, yang tidak aku percayai adalah dirimu.”
Mike menjauhkan wajahnya dari wajah Miki dan juga melangkah mundur dari posisi wanita itu. Dia sedikit kecewa dengan perkataan Miki padanya, dia hampir lupa jika pernikahan mereka tidak akan berjalan semudah yang dia bayangkan. Apa yang di pikirkannya dan apa yang di pikirkan Miki berbeda, dia tidak akan mengira jika menganggap pernikahan ini akan berjalan sesuai dengan keinginannya.
“Oke baiklah, kita buat kontrak perjanjian dalam pernikahan kita.”
Mike melangkah mendekat ke arah Miki dan membatu wanita itu turun dari wastafel dengan memeluk pinggang Miki dengan erat dan kemudian menurunkannya perlahan.
“Ikut aku ke ruangan kerjaku sekarang, kita buat kontrak perjanjian dalam pernikahan kita.”
Miki mengikuti Mike dari belakang melewati pintu rahasia yang sebelumnya pernah dia lewati. Setelah berada di ruangan kerja, Mike duduk di kursi kerjanya sedangkan Miki duduk di kursi yang di sediakan Mike di sampingnya tepat di depan komputernya.
__ADS_1
“Kau buat kontrak perjanjian yang kau inginkan, setelah itu aku juga akan menandatanganinya.”
“Baiklah,”
Miki mulai mengetikan isi kontrak perjanjian yang dia inginkan, setelah itu dia berikan pada Mike untuk di baca.
Jika suatu saat pihak pertama menyakiti atau menghianati pihak kedua, maka pihak pertama harus melepaskan atau membebaskan pihak kedua apa pun yang terjadi jika pihak kedua yang menginginkan berarti pihak pertama tidak bisa menolaknya.
“Apakah hanya ini isi dari kontrak pernikahan yang kau inginkan?”
“Ia, hanya itu.” Miki menganggukkan kepalanya.
“Oke baiklah aku setuju, tetapi aku juga akan menambahkan beberapa persyaratan di dalam kontrak ini.”
“Baiklah kau tambahkan sekarang,” suruh Miki.
Mike dan Miki bertukar posisi duduk, Mike duduk di depan Komputernya untuk mengetik beberapa syarat yang dia inginkan dalam kontrak tersebut.
Pertama, pihak kedua tidak boleh membantah atau menolak apa yang di inginkan pihak pertama.
Ketiga, pihak kedua harus memenuhi keinginan hasrat pihak pertama kapan pun dan di mana pun jika di minta.
“Apa-apaan ini, aku tidak setuju dengan syarat yang kau ajukan.”
Miki menolak setelah membaca syarat dari Mike. Dia tidak mengira jika pria ini mengambil keuntungan dari kontrak tersebut.
“Kau tidak bisa menolak, karena aku juga tidak keberatan dengan syarat yang kau ajukan.”
“Tapi syarat yang aku inginkan berbeda dengan syarat yang kau inginkan.”
“Jika kau tidak setuju dengan syaratku kau boleh menolak, tapi jangan harap aku mau menanda tangani kontrak perjanjian ini.”
Dasar pria licik, bisa-bisanya dia mengancamku. Jika aku tidak setuju dengan syaratnya berarti kontraknya batal, aku tidak punya pilihan lain selain menyetujuinya. Batin Miki.
“Oke baiklah aku setuju dengan ketiga syaratmu, tapi ingat kau tidak boleh memaksaku jika aku bilang tidak.”
“Baiklah, kita tanda tangan sekarang kontraknya.”
__ADS_1
Kemudian Mike dan Miki menanda tangani kontrak perjanjian dalam pernikahan mereka. setelah itu mereka menyimpan kontrak itu satu orang satu salinan, sebagai bukti sah.
“Oke baiklah, kita sudah menanda tangani kontraknya. Selanjutnya kau harus memenuhi hasratku sebagai istri sahku.”
“Sekarang?”
“Tentu saja sekarang,”
Mike mulai melangkah mendekati Miki. Sedangkan Miki berjalan mundur untuk menghindari pria itu. Dia tidak siap jika melakukannya saat ini juga, dia butuh waktu.
“Mike tidak bisakah nanti saja kita melakukannya?”
Miki meringis ngeri melihat Mike yang terlihat sangat buas saat menatapnya dengan nafsu yang begitu besar.
“Tidak bisa, aku sudah sangat lama menahan diriku untuk ini.”
Mike terus melangkah maju mendekati Miki. Tidak ada pilihan lain Miki mencoba kabur dari Mike, tetapi apalah daya Mike bergerak lebih cepat darinya. Seketika tubuhnya sudah terangkat di atas tubuh Mike dengan kedua kaki menyilang melingkari pinggang pria itu.
“Kau mau kabur ke mana sayang?”
Dengan lembut Mike menyiakan beberapa helai rambut panjang bergelombang miliki Miki di telinga wanita itu, dengan tangan yang menekan tengkuk Miki hingga menunduk mendekati wajahnya yang berada sedikit lebih redah dari posisi wajah Miki. Perlahan-lahan bibir mereka semakin dekat dan semakin dekat hingga bersentuhan, bibir lembut Miki berhasil Mike kecup. Satu kali kecupan mata Miki masih terbuka, dua kali kecupan Miki merasakan wajahnya mulai memanas, tiga kali kecupan detak jantung Miki mulai berdetak kencang, empat kali kecupan Miki menutup matanya, dan lima kali kecupan Miki tidak bisa bernafas karena Mike tidak memberinya sela untuk bernafas.
Dengan sangat kasar Mike mencium bibir Miki tanpa henti, dia menikmati bibir lembut wanita itu tanpa melepaskan bibirnya. Karena tubuh Miki semakin merosot dari tubuhnya, Mike berjalan dengan cepat menuju meja kerjanya, sebelum dia mendudukkan Miki di atas meja tersebut dia lebih terdahulu mengibaskan semua barang yang ada di atas meja tersebut dengan sekali kibas. Brukk…suara barang yang berjatuhan dari meja.
Kemudian Mike mendudukkan Miki di atas meja kerjanya dan sesaat dia melepaskan ciumannya dari bibir Miki. Satelah Miki terduduk di atas meja kemudian Mike kembali mendaratkan bibirnya ke bibir Miki dengan kasar. Tak berhenti di bibir saja, Mike juga menikmati leher mulus Miki dengan menciuminya, dan tangan yang Mulai membuka kancing baju Miki dengan cepat. Saat semua kancing baju Miki terlepas.
“Miki apakah kau ada di dalam?” teriak Lucy yang berada di balik pintu ruang kerja Mike.
Seketika Mike menghentikan aksinya, tetapi posisinya masih tetap sama. Bibirnya masih menempel di leher mulus Miki.
Sialan kenapa dia selalu datang pada waktu yang tidak tepat. Kenapa dia selalu mengganggu waktuku saat bersama Miki. Batin Mike.
.
.
.
__ADS_1