
Sebelum pergi aku harus melihat keadaan Miki terlebih dahulu. Pikir Mike.
Dia berbelok arah menuju kamar Miki. Sedangkan dirinya harus menuju mobil untuk ke bandara.
Tok…tok…tok. Mike mengetuk pintu kamar Miki, seperti sebelumnya tidak ada jawaban dari wanita itu. Mike tidak mempunyai waktu lagi untuk menunggu Miki membukakan pintu. Mike memanggil Bret pelayan Villa. “Nyonya Bret,” teriak Mike.
“Tuan memanggilku?” seru Bret yang sudah berada di hadapan Mike.
“Nyonya Bret aku titip Nona Chloe padamu. Pastikan kau mengurus semua keperluannya selama aku tidak ada.” Mike melirik jam tangannya sesaat. “Satu lagi pastikan dia tidak kelaparan dan jika dia keluar dari kamarnya kasih tahu aku secepatnya, Ingat kau harus menjaganya selama aku tidak ada.”
“Baik Tuan aku mengerti.” Jawab Bret hormat. Mike berlalu lalang melewati Bret. Sudah waktunya bagi dirinya untuk pergi.
Melewati pintu utama, mobil dan sekretarisnya Mr. Freddy sudah siap menunggu Mike. “Silakan masuk Tuan,” Mr. Fred membukakan pintu mobil untuk Mike.
“Terima kasih Mr. Fred,” ucap Mike lalu masuk ke dalam mobilnya. Mereka pergi meninggalkan Villa menuju New York untuk kembali ke diaman Sea karena ada pertemuan penting antar keluarga besar.
♥♥♥
“Berapa lama lagi kami harus menunggu Mike?” seru seorang pria tua. Dia terlihat sangat tidak suka dengan sikap Mike yang datang terlambat di pertemuan keluarga.
Suasana menjadi mencengkam karena semua orang yang ada di ruangan tersebut sudah tidak betah lagi berada di sana.
“Sebentar lagi Mike akan datang mohon bersabar,” ucap Darwin dengan tenang. Sikap tenang yang di miliki Darwin menggambarkan sangat dermawan dirinya.
Tuan Mike silakan masuk. Ucap pelayan membuka pintu secara pribadi untuk Mike. Semua yang berada di dalam ruangan tersebut mendongkak sombong melihat Mike yang datang.
“Bagaimana bisa orang sepertinya menjadi pemimpin perusahaan Sea,” kata wanita paru baya yang bersikap angkuh.
Semua orang yang berada di dalam ruangan ini hampir tidak menyukai Mike. Hanya sang ayah Darwin yang sangat bahagia melihat Mike datang dalam pertemuan ini. Mike duduk samping Darwin yang merupakan pemegang saham terbesar, dan pemegang saham terbesar kedua adalah Mike, Oleh karena itu semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut sangat tidak menyukai keluarga Sea.
“Maaf Pa, Mike telat.” Ucap Mike pelan pada Darwin.
__ADS_1
“Tidak apa-apa. Papa tahu jika kau sangat sibuk.” Darwin melengkungkan bibirnya melihat Mike. Baiklah mari kita mulai pertemuan Ini. Darwin membuka pembicaraan.
Selama pertemuan berlangsung pikiran Mike tidak terfokus pada pertemuan ini. Di benaknya hanya ada Miki, dia khawatir dengan keadaan wanita itu selama dia tinggal. Kenapa Nyonya Bret tidak mengabariku juga. Batin Mike.
Layar ponsel yang sejak dari tadi Mike pandangi tidak ada satu pun kabar dari Bret. Kadang-kadang layar ponselnya menyala tetapi bukan Bret yang mengabarinya melainkan Katie mengiriminya pesan. Mike tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi sehingga wanita itu mengurung dirinya di dalam kamar terus menerus.
Saat melihat Joe yang duduk di hadapannya semakin membuat Mike kesal melihatnya. Pandangan Mike membuat Joe meringis ngeri.
Setelah pertemuan selesai, Joe menghampiri Mike dengan berkata. “Ada apa denganmu?” Joe menatap lekat-lekat sang kakak.
Mike mengabaikan Joe, dia sibuk berbicara di ponselnya. “Nyonya Bret apakah Nona Chloe sudah makan?” tanya Mike berjalan keluar dari ruangan pertemuan. Dia menyepi tanpa memperhatikan di sekitarnya.
Lucy yang baru keluar dari kamarnya mendengar pembicaraan Mike di dalam telepon. “Apa! Nona Chloe masih belum mau keluar dari kamarnya,” Mike mengeraskan suaranya. “Apakah dia sudah makan?” Tanya Mike.
Seketika Lucy sudah ada di sampingnya Mike. “Bisa ulangi apa yang barusan kau katakan tadi,” pinta Lucy. Mike terkejut secara mendadak Lucy ada di sampingnya.
“Sejak kapan kau ada di sini?” tanya Mike pada Lucy.
Mike menutup ponselnya, dan memasang wajah seriusnya saat saling berhadapan dengan Lucy. “Akhir-akhir ini Miki bersikap aneh,” ucap Mike.
“Bersikap aneh seperti apa?” tanya Lucy berkacak pinggang.
Mike menelan ludahnya kemudian mengulangi perkataannya. “ Dua hari ini Miki mengurung dirinya di dalam kamar tanpa makan dan minum. Apakah kau tahu kenapa dia tiba-tiba bersikap seperti itu?” tanya Mike pada Lucy.
Nafas Lucy berat, dia khawatir dengan keadaan Miki sekarang. “Apakah dia rutin meminum obatnya?” tanya Lucy.
Mike bingung, dia tidak tahu apa-apa. Obat apa yang Lucy maksudkan. Selama ini dia tidak pernah melihat Miki mengkonsumsi obat apa pun selain obat pereda rasa sakit karena tulang rusuknya retak. “Obat apa maksudmu?” tanya Mike bingung.
“Apakah Mami tidak memberitahumu tentang keadaan Miki?” tanya Lucy.
“Memberitahukan apa?” Mike berbalik bertanya pada Lucy. Dia benar-benar tidak tahu sama sekali.
__ADS_1
Mami sungguh tidak memberitahunya tentang keadaan Miki. Batin Lucy. “Sebenarnya Miki menderita Depresi berat selama ini. Jika Miki tidak rutin meminum obatnya dia akan susah tidur.” Kata Lucy yang membuat Mike terbelalak.
“Depresi.” Mike sungguh tidak percaya jika wanita yang dia anggap ceria ternyata menderita Depresi berat.
“Jika dia sudah mengurung dirinya berarti ada hal yang memicu Depresinya muncul.” Lucy yakin jika ada sesuatu yang membuat Miki merasa tertekan dan khawatir pada dirinya sendiri. “ Apakah kau tahu apa yang di lakukan Miki akhir-akhir ini? Atau terjadi sesuatu yang berhubungan dengan fisik?” tanya Lucy pada Mike.
“Tidak ada,” jawab Mike seraya mengingat-ingat.
“Apakah kau yakin?” Lucy berusaha meyakinkan Mike.
Setelah berusaha mengingat, Mike teringat pada kejadian Miki hampir mati di jalanan karena pria brengsek. “Ah, aku ingat Miki di pukuli oleh seseorang pria brengsek.” Kata Mike membuat Lucy terkejut karena dia tidak tahu jika sang adik di pukuli.
“Apakah dia baik-baik saja?” tanya Lucy khawatir. Sedangkan Mike menyadari jika tidak ada yang tahu tentang Miki di pukuli.
“Dia baik-baik saja,” perkataan Mike sedikit membuat Lucy sedikit lebih tenang. “Apakah mungkin karena kejadian itu memicu Depresinya?” tanya Mike pada Lucy.
“Mungkin saja, tetapi biasanya jika Miki mengalami luka fisik dia hanya akan tidak bisa tidur. Pasti ada hal lain selain itu yang membuat Miki tertekan.” kata Lucy yang tahu betul, dia sangat mengenal adiknya itu.
Mike melonggarkan dasinya, dia sungguh tidak tahu jika Miki memiliki keterbatasan mental. Selama ini dia mengira jika wanita itu hanya polos dan pemalu. Tetapi kenyataannya di balik sikap polos dan pemalunya ada penderitaan yang begitu besar.
“Apa yang harus aku lakukan?” tanya Mike pada Lucy.
“Kau harus bisa membujuknya supaya mau mendengarkanmu. Bujuk dia agar mau keluar dari rasa khawatirnya.” Lucy memberitahu Mike cara membuat Miki bisa keluar dari Depresinya. “Yang aku khawatirkan saat ini adalah bisa tidak kau membuatnya keluar dari rasa khawatirnya. Butuh waktu begitu lama bagiku dan Mami membantunya keluar dari Depresi yang dia alami.”
Mike meresapi apa yang di katakan Lucy. Biasakan dirinya membantu Miki keluar dari masalahnya saat ini? Apa yang akan terjadi pada wanita itu jika dia tidak mampu membujuknya? Banyak hal yang di pertanya Mike, tidak ada satu pun yang bisa Mike jawab dengan yakin.
.
.
.
__ADS_1