Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
24. Pria Kaya


__ADS_3

Miki terlambat di hari pertama memulai kelas kursus memasaknya. Dia masuk kelas memasak dengan nafas terengah-engah, sekilas Chef tutor memasak yang mengajar kelas memasak menatap Miki tajam karena tidak suka melihat Miki yang datang terlambat.


“Kau yang baru datang, siapa namamu?” Chef tutor tersebut menunjuk Miki.


Belum sempat bagi Miki untuk bernafas dengan benar, dia sudah di timpal masalah saat pertama kali masuk kelas memasak.


“Nama saya Miki, Miki Chloe Chef.” Jawab Miki dengan nafas pendek.


“Baiklah Miki, karena ini adalah hari pertamamu masuk, saya akan memaafkan keterlambatanmu tetapi sebelum itu kau harus menjawab pertanyaan dariku terlebih dahulu.”


“Baik Chef,” jawab Miki seraya menggenggam erat kedua tangannya, dia terlihat sangat gugup sekali saat menyiapkan diri untuk pertanyaan yang akan dilontarkan Chef tersebut padanya.


“Baiklah kau dengarkan baik-baik pertanyaan ini, pertanyaan sangat mudah jika memang kau benar-benar tahu dasar-dasar memasak.” Chef tutor seakan memandang redah kemampuan dasar memasak Miki.


“Baik Chef.” Dengan tegas Miki menjawab, dia percaya diri jika menyangkut soal memasak.


“Pertanyaannya adalah bagaimana cara yang tepat untuk menyimpan bumbu segar?”


Sesaat Miki menelan ludahnya, mengumpulkan keberaniannya untuk menjawab pertanyaan dari Chef-Nya itu. Sebaliknya Chef tersebut tersenyum tipis menunggu jawaban dari Miki.


“Sebagian besar setiap dapur memiliki stok bumbu segar, akan tetapi untuk menyimpan bumbu segar tersebut memerlukan sedikit trik khusus. Sebagai contoh Bumbu segar seperti seledri atau daun bawang bisa disimpan dalam kulkas, akan tetapi agar bisa bertahan lebih lama simpanlah dalam air.” Spontan Miki menjawab pertanyaan Chef-Nya itu dengan sangat mudah.


Setelah meremehkan kemampuan Miki, Chef tersebut tersenyum pada Miki. Seketika dia mengubah pandangannya terhadap Miki.


“Baiklah Miki, aku akui kau sungguh percaya diri sekali. Maaf telah memandangmu remeh sebelumnya.”


“Tidak apa-apa Chef, saya juga salah karena datang terlambat di hari pertama saya.” Miki tersenyum pada Chef tersebut.


“Baiklah semua, hari ini adalah kelas pertama kalian mengikuti kelas memasak dengan saya. Perkenalkan nama saya Junior Steven, kalian bisa panggil saya dengan sebutan Chef Junior.”


Chef Junior terlihat sangat tampan sekali. Apakah dia sudah memiliki pacar?. Terdengar orang-orang di sekitar Miki saling berbisik satu sama lain. Dan Miki hanya tersenyum mendengar apa yang di bisikan orang-orang yang ada di sampingnya itu.

__ADS_1


Selama kelas berlangsung Miki tidak banyak berbicara dengan orang-orang satu kelasnya, sampai kelas berakhir dia pun tidak memiliki teman untuk berbicara. Setelah kelas memasak selesai, Miki keluar dari gedung di mana kelasnya berada.


“Miki,” panggil seseorang saat Miki baru keluar.


Miki mencari arah suara tersebut, saat melihat orang yang memanggilnya, dia terlihat tersenyum bahagia. “Kak Lucy.” Miki berlari menuju Lucy dengan senyum semeringah di wajahnya. “Kak Lucy tahu dari mana kalau aku ada di sini?” tanya Miki tanpa melepas senyumnya itu.


“Kakak tahu semua tentang Miki, tidak sulit menemukan di mana adikku ini berada.” Lucy tersenyum lalu memeluk lembut sang adik untuk melepas rindu.


“Kak, aku sangat merindukanmu.” bisik Miki di telinga Lucy.


“Kakak juga sangat merindukan Miki, oleh karena itu kakak datang menemui Miki sekarang.” Lucy melepas pelukannya.


“Kakak berbohong,” Miki menatap kakaknya. Dia tahu jika Lucy sang kakak berbohong padanya.


“Kenapa Miki bilang kakak berbohong?” tanya Lucy bingung.


“Kakak, aku sangat mengenalmu. Jadi aku tahu jika kakak sedang berbohong saat ini.” Miki mendekatkan wajahnya dengan wajah sang kakak. “Kakak datang kemarin pasti terjadi sesuatu, iyakan?” seru Miki dengan tersenyum jahil.


Lucy hanya bisa tersenyum kaku karena Miki sang adik mengetahui kebohongannya itu. “Bagaimana Miki tahu jika kakak berbohong?” seru Lucy tertawa canggung.


“Baiklah nanti kakak bercerita, tetapi Miki harus temani kakak pergi jalan-jalan seharian penuh.” Lucy memegang tangan Miki kemudian mengajak adiknya itu masuk ke dalam mobilnya.


“Kakak kita mau pergi ke mana?” tanya Miki.


“Kita akan bersenang-senang hari ini, pertama kakak harus mengganti bajumu ini.” Lucy menghidupkan mesin Mobilnya. ”Kita berangkat sekarang.” Lucy berteriak di dalam Mobil seperti yang dia lakukan saat mereka bersenang-senang seperti dulu.


“Ya, ayo kita berangkat.” Miki menyahut teriakan sang kakak dengan keras, dia tersenyum karena dia bisa merasakan momen-momen membahagiakan ini kembali bersama sang kakak.


***


“Kak, kenapa membawah aku ke tempat seperti ini lagi sih?” seru Miki menolak masuk.

__ADS_1


“Ayo keluar sekarang,” Pinta Lucy yang berada di luar mobil.


“Pokoknya aku tidak mau masuk,” tegas Miki yang teguh tetap berada dalam mobil.


“Miki kapan kau dewasanya sih?” seru Lucy berkacak pinggang.


“Kakak yang kapan berubahnya? Sudah menikah tetap saja masih suka tempat beginian.” Miki balas sewot.


“Menikah bukan berarti kakak harus berubah, sedangkan suami kakak saja setiap malam datang ke tempat seperti ini. Kenapa kakak harus berubah, Miki harus tahu kakak akan terus menyukai dunia malam seperti sebelumnya.” Terlihat wajah Lucy yang kecewa.


“Kak, apa yang terjadi?” tanya Miki yang menyadari sikap aneh sang kakak.


Melihat Miki yang khawatir padanya, Lucy memanfaatkan keadaan sekarang. Tidak mudah bagi Lucy untuk membujuk Miki. Dia perlu rencana supaya sang adik mau ikut dengan masuk ke dalam sana.


“Baiklah jika Miki tidak ingin menemani kakak masuk ke dalam sana, biar kakak cerita pada orang lain saja kalau begitu.” Lucy memelas, dia memasang wajah yang seakan sedih dan kecewa terhadap penolakan Miki.


Tanpa menunggu lama. “Baiklah aku ikut kakak masuk ke dalam sana, tapi janji kakak akan cerita padaku.” Suara Miki terdengar merendah, dia terpaksa mengikuti Lucy masuk ke dalam Klub malam.


“Oke, kakak janji. Mari kita masuk sekarang.” Lucy tersenyum senang karena bisa membujuk adiknya dengan begitu mudah.


Setiap kali Miki masuk ke dalam Klub malam, dia pasti langsung menutup telinganya seraya mengedipkan matanya beberapa kali. Dia merasa risi berada di tempat seperti ini, baik suara musik, pencahayaan, dan orang-orang yang berada di sana membuatnya tidak nyaman berada di tempat seperti ini.


“Miki cepat sedikit jalannya.” Lucy menarik tangan Miki dan mengajaknya menghampiri Bartender. “Tolong Bir dan orange Jus untuk adikku ini.” Kata Lucy pada pelayan.


“Baik Nona,” pelayan tersebut mengambilkan apa yang di minta Lucy. “Nona ini minuman Anda.” dalam waktu singkat pelayan sudah meletakkan Bir dan orange jus yang di minta Lucy.


“Terima kasih.” Ucap Lucy seraya mengambil kedua gelas minuman yang mereka pesan. “Miki ikut kakak.” Lucy mengajak Miki menuju Kursi kosong yang berada di sudut ruangan.


Lucy memilih duduk di kursi paling ujung karena dia tahu jika sang adik tidak suka duduk di tempat yang ramai. Demi keamanan dan kenyamanan sang adik Lucy harus berhati-hati memilih tempat duduk, jangan sampai ada orang yang mengganggu adiknya yang polos ini.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2