
“Cindy,”
“Mike,”
Mata keduanya saling bertemu dan saling pandang dengan sorot mata yang sama-sama terkejutnya saat melihat satu sama lain.
“Apakah Liam adalah anak mu?” tanya Mike tanpa melepas pandangannya pada Cindy.
Cindy menelan ludahnya seketika saat Mike bertanya dengan menatap tajam ke arahnya. “I-a, Liam adalah anak saya.” Jawab Cindy yang kembali menelan ludahnya.
“Oh…benarkah, Liam boleh Paman meminjam ponselmu?” tanya Mike yang berali menatap anak kecil itu.
“Tentu saja Paman, kau boleh meminjamnya.” Liam berlari menghampiri Mike sembari mengulurkan ponselnya kepada pria itu. “Ini paman, kau boleh memakainya.”
“Liam, apa yang kau lakukan? Cepat kemari.” Kata Cindy yang gugup.
Liam tidak menggubris apa yang di katakan Cindy kepadanya, dia tetap berada di dekat Mike dengan memandang pria itu penuh kebahagiaan saat kedua sudut bibirnya melengkung ke atas. Sedangkan Mike mengambil ponsel tersebut sembari berjongkok di hadapan Liam, dan beberapa detik kemudian Mike menyalahkan layar ponsel yang dia pinjam dari anak kecil itu.
“Liam, boleh Paman bertanya padamu?” tanya Mike sembari menatap layar ponsel yang ada di tangannya itu.
“Em…” angguk Liam dengan tersenyum pada Mike.
“Liam siapa wanita di wallpaper mu ini?” tanya Mike dengan menatap serius mata Liam.
Sekilas Liam mengalihkan matanya menatap Cindy yang berada beberapa meter darinya itu. dia terlihat ragu-ragu untuk mengatakan apa yang di tanyakan pria besar di hadapannya itu. sebaliknya Cindy menggelengkan kepalanya pelan saat Liam menatapnya, seakan dia tidak mengizinkan Liam untuk menjawab apa yang di tanyakan Mike pada anak itu.
“Liam, Paman tanya siapa wanita di wallpaper mu ini?” tanya Mike kembali dengan nada suara yang sedikit tinggi.
Liam merasa sedikit ketakutan saat menatap Mike yang sedikit kehilangan kontrol. Anak itu melangkah mundur dari Mike dengan menutup rapat mulut kecilnya itu.
“Liam tidak mengenal siapa wanita itu,” terdengar suara pria yang menjawab pertanyaan dari Mike.
Mike mendongkak mencari arah suara yang menjawab pertanyaannya itu. Saat menemukan sosok pria yang menjawab pertanyaannya itu, Mike beranjak berdiri dan menatap serius pria itu. “Junior,” ucap Mike dengan wajah bingungnya.
“Senang bertemu denganmu kembali Mike.” Kata Junior. Kehadiran Junior mengalihkan pandangan Mike kepadanya dan berali menginterogasi pria itu.
“Jika Liam tidak mengenalnya kenapa dia memasang foto wanita ini di wallpaper-Nya?” tanya Mike dengan menujukan fakta yang ada.
“Ponsel itu adalah miliki saya Mike dan bukan Milik Liam, saya meminjamkan ponsel itu kepada Liam supaya mudah di hubungi saat kami tidak bisa menemukannya.” Jawab Junior dengan tenang.
“Oh…benarkah, kalau begitu maafkan Paman Liam karena lepas kendali. Paman sungguh minta maaf Liam, Paman bersikap seperti ini karena wanita ini adalah istri Paman yang meninggal enam tahun yang lalu, oleh karena itu Paman sangat sensitif sekali saat melihat fotonya di dalam ponsel ini.” kata Mike sembari menunjukkan foto wallpaper tersebut pada Liam.
Liam tetap diam dan berdiri dengan tegap di tempatnya, tidak ada suara yang keluar dari mulut kecilnya itu.
“Maafkan Paman Liam, ini Paman kembalikan ponselmu.” Kata Mike kembali dan memberikan ponsel tersebut kepada Liam.
__ADS_1
“Liam kemarilah,” pinta Junior pada anak kecil itu.
Liam tetap diam dan tidak mendengarkan apa yang dikatakan Junior padanya. Dia terus menatap Mike dengan tatapan sedihnya itu, seakan dia sedih melihat pria yang berdiri di hadapannya itu.
“Baiklah kalau begitu Liam Paman pergi dulu, senang bertemu denganmu.” Kata Mike yang hendak melangkahkan kakinya pergi meninggal tempat tersebut.
“Liam kemarilah, kita pulang sekarang.” pinta Cindy pada anak kecil itu.
Liam terlihat ragu-ragu saat hendak melepas tatapannya dari Mike untuk kembali pada Cindy. Dia tidak ingin melepas pandangannya terhadap pria itu sedetik pun, tetapi di sisi lain Cindy dan Junior sudah menantinya.
“Come on Liam,” ucap Junior.
Liam menatap Junior dan Cindy, tetapi dia juga menatap Mike yang pergi menjauhinya. dia terlihat sangat bingung sekali, dengan memejamkan matanya Liam berpikir keras dan menggenggam erat kedua tangannya. “Mami, maafkan Liam.” Ucapnya menyesal sembari menatap sedih ke arah Cindy.
“Liam, apa yang akan kau lakukan?” seru Cindy dengan ekspresi wajah khawatirnya.
“Maaf, Liam harus lakukan apa yang menurut Liam benar, jika tidak Liam akan menyesalinya untuk selamanya.”
Liam memutar tubuhnya dan melangkahkan kaki kecilnya itu secepat mungkin menyusul langkah kaki Mike yang sudah berada sedikit jauh dari posisinya. Mike yang terus melangkahkan kakinya tiba-tiba berhenti melangkah, karena sebuah tangan kecil yang menyelinap memegang tangannya dengan erat. Perlahan Mike memutar tubuhnya menghadap ke belakangnya, dia terkejut saat melihat tangan kecil Liam memegang tangannya.
“Liam, ada apa?” tanya Mike sedikit menunduk.
Liam menatap Mike dengan sorot mata yang memancarkan kerinduan terhadap pria itu, tanpa berbicara Liam melepaskan pegangannya dan kemudian dia memeluk kaki jenjang Mike dengan erat. Sedangkan Mike hanya bisa diam dan membiarkan anak kecil itu memeluk kakinya.
“Liam ada apa?” tanya Mike sembari ingin melepaskan pelukan Liam dari kakinya.
“Liam, katakan pada Paman ada apa?”
Liam tetap diam dan terus memeluk erat kaki Mike sampai-sampai pria itu tidak bisa bergerak. Sehingga untuk beberapa detik Mike membiarkan anak kecil itu terus memeluk kakinya hingga puas.
“Liam, lepaskan kaki paman sekarang. Paman harus pergi sekarang.” kata Mike sembari mengelus lembut kepala Liam yang menempel di kakinya itu.
“Tidak, kau tidak boleh pergi.”
“Kenapa?”
“Kau tidak boleh pergi meninggalkan Liam dan Mami,” ucap Liam yang berhasil membuat Mike terkejut dengan perkataan anak itu.
Mike menarik tubuh Liam hingga terlepas dari kakinya, dan dia langsung berjongkok di hadapan Liam untuk menyejajarkan tinggi mereka. “Liam apa yang kau katakan barusan?” tanya Mike sembari menatap serius mata kecil Liam.
“Kau tidak boleh pergi, kau tidak boleh pergi.” Kata Liam berulang kali tanpa menjawab pertanyaan dari Mike.
“Liam, katakan apa yang barusan yang kau katakan tadi?” tanya Mike yang ke sekian kalinya.
“Kau tidak boleh pergi, Mami…membutuhkanmu.” Ucap Liam yang semakin membuat Mike bertanya-tanya.
__ADS_1
“Liam katakan, siapa kau sebenarnya?” tanya Mike memegang bahu kecil Liam dengan erat.
Liam menangis saat Mike bertanya padanya. Sedangkan Mike memandanginya dengan penuh harapan pada anak kecil itu.
“Liam, katakan siapa sebenarnya dirimu?”
Liam terus menangis dengan kedua tangannya terkepal kuat, hingga kedua bibirnya terbuka untuk mengatakan sesuatu pada pria besar yang ada di hadapannya itu. “Daddy,” kata Liam.
Mendengar Liam memanggilnya seperti itu, seketika Mike langsung memeluk tubuh kecil Liam dengan sangat erat dalam dekapannya. “Katakan sekali lagi Liam,” Pinta Mike pada anak kecil itu.
“Daddy, jangan tinggalkan Liam dan Mami lagi. Liam mohon.” Ucap Liam di dalam dekapan Mike.
Mike meneteskan air matanya saat mendengar apa yang di katakan Liam padanya. Dia tidak menyangka jika anak kecil yang ada di dalam pelukannya ini adalah sosok yang sangat dia rindukan selama enam tahun ini.
“Daddy jangan tinggalkan kami,” ucap Liam kembali di dalam pelukan Mike.
Mike semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh kecil Liam sembari mengatakan. “Daddy di sini Liam, jangan khawatir Daddy tidak akan pergi meninggalkan kalian.”
“Daddy janji,”
“Ya, Daddy janji.” Jawab Mike sembari melepaskan pelukannya dari Liam.
Setelah itu Mike memperhatikan Liam dari ujung kaki hingga kepala, dia menatap Liam dengan sangat dekat untuk memastikan jika Liam benar-benar nyata dan bukan khayalan. “Liam, di mana Mami mu?” tanya Mike.
Liam menghapus air matanya dengan kasar menggunakan punggung tangannya sembari berkata. “Mami,”
“Ia, di mana Mami mu berada saat ini?” tanya Mike kembali pada anaknya itu.
“Kau ikutlah dengan kami Mike,” timpal Cindy yang datang mendekati Mike dan Liam.
Mike mulai berdiri dan menghadapi Cindy dan Junior yang berdiri di belakangnya itu. “Katakan di mana Miki berada?” tanya Mike kepada Cindy dan Junior.
“Kau ikut saja dengan Kami, nanti kau akan tahu di mana Miki berada.” Timpal Junior.
“Baiklah, saya akan ikut kalian. Ayo kita pergi sekarang.” Ajak Mike sembari menggenggam erat tangan kecil Liam yang berada di sampingnya itu.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Cindy dan Junior mengajak Mike pergi untuk menemui Miki. Selama di dalam perjalanan Mike menyimpan semua pertanyaan yang muncul di benaknya itu, tetapi tanpa bertanya Cindy menceritakan semua apa yang telah terjadi. Namun Cindy tidak menceritakan apa pun tentang Miki pada Mike saat ini, Cindy hanya menceritakan jika dia adalah ibu angkat dari Liam dan Junior adalah ayah angkat yang di maksudkan Liam beberapa waktu lalu pada Mike.
Entah apa yang terjadi kenapa bisa Cindy dan Junior menjadi orang tua angkat Liam saat ini. pertanyaan akan hal tersebut mulai memenuhi kepala Mike saat ini, walaupun tidak bertanya Mike akan mendapatkan jawabannya setelah bertemu dengan Miki nantinya.
.
.
.
__ADS_1
.
.