
Santa Monica
Dua minggu kemudian.
Sore itu Miki selesai kelas memasaknya. Saat itu, keadaan kelasnya sepi hanya ada dirinya dan Junior di sana. Suasana ruangan terasa mencengkam di leher Miki saat ini, gerakan tubuhnya tertatih karena pria itu berdiri tepat di hadapannya.
Tak tik tuk. Suara denting jam dinding yang memenuhi ruangan kelas tersebut.
Kali ini Miki tidak bisa lari lagi dari situasi seperti ini. junior yang berdiri tegap dan tubuhnya lebih besar dari pada Miki saat ini terlihat sangat putus asas.
“Miki saya mohon, untuk kali ini saja kita berbicara sebentar.” Ucap Junior memohon.
Satu langkah Miki mundur ke belakang dari posisinya saat melihat Junior mulai berjongkok di depannya. “Chef apa yang kau lakukan?” tanyanya.
“Saya mohon padamu Miki,” Ucap Junior sembari berjongkok di hadapan Miki.
“Chef berdiri sekarang,”
“Tidak, saya tidak akan berdiri sebelum kau mau mendengarkan saya.”
“Baiklah saya akan memberikan kesempatan kepadamu untuk berbicara sekarang, tapi kau berdiri dulu sekarang.” pinta Miki.
Terlintas wajah Junior mulai memberikan senyuman lega saat mendengar perkataan Miki padanya. Junior mulai menekan telapak tangannya di atas lantai kemudian mendorong tubuhnya untuk berdiri.
“Baiklah katakan sekarang,” kata Miki saat melihat junior sudah berdiri.
“Sebenarnya kejadian sepuluh tahun yang lalu…”
“Kejadian sepuluh tahun yang lalu, kau berbohong kepada ku.” kata Miki yang menyenlah.
Mulut Junior terbuka, tetapi dia tidak kaget saat mendengar perkataan Miki. Setelah itu dia kembali menyambung perkataannya yang terputus.
“Maafkan saya Miki, saya terpaksa melakukan itu padamu karena sangat sulit sekali membuatmu untuk mendengarkan perkataan saya. Sekali lagi saya minta maaf.”
“Baiklah, Chef katakan sekarang apa yang ingin kau jelaskan pada saya.”
Junior mulai mempersiapkan dirinya untuk mengatakan sesuatu pada Miki. Dengan santai dan tenang Junior mulai membuka mulutnya, “Miki, saya ingin meminta bantuanmu untuk membuat Daddy saya melupakan semua tentang kejadian sepuluh tahun yang lalu. Setelah kejadian hari itu, dia kehilangan sosok wanita yang sangat dia cintai dan wanita itu adalah Mami saya. Setelah kematian Mami, Daddy menyalahkan dirinya sendiri selama sepuluh tahun ini. tidak sehari pun dia tidak melupakan apa yang terjadi pada sepuluh tahu yang lalu, jadi aku mohon padamu Miki, bisakah kau membatu saya untuk berbicara kepada Daddy supaya dia bisa melepaskan semuanya dan tidak menyalahkan dirinya sendiri.”
Perkataan Junior bergema di telinga dan di kepalanya Miki, tiba-tiba saja dia mengingat potongan kecil kejadian hari itu di kepalanya.
“Aw…” Miki menekan kepalanya yang terasa sakit.
“Miki apakah kau baik-baik saja?”
Miki melepaskan tangannya dari kepalanya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya pelan untuk menjernihkan rasa sakit di kepalanya.
“Saya baik-baik sa__” kata-kata Miki terhenti, tiba-tiba dia mulai merasakan kepalanya yang semakin berat dan penglihatnya juga memburam.
“Miki apakah kau baik-baik saja?” Tanya Junior kembali.
Tidak ada jawaban dari Miki, wanita itu terlihat sangat pucat sekali dan tubuhnya berdiri tidak seimbang seakan ingin ambruk begitu saja.
“Miki,” panggil Junior.
Miki bisa mendengar suara Junior di telinganya, tetapi dia tidak bisa melihat wajah pria itu dengan jelas. Beberapa kali Miki berusaha menekan rasa sakit kepalanya dan berusaha menjernihkan penglihatannya yang semakin kabur dan mengelap.
__ADS_1
“Chef…” ucap Miki dalam hitungan detik langsung ambruk terjatuh di lantai, dalam sekejap penglihatan Miki gelap dan juga dia tidak sadarkan diri lagi.
***
Saat Miki membuka mata, dia mendengar ada seseorang yang berkata padanya,” Nona, Anda sudah sadar?” tanyanya.
Beberapa kali Miki mengerjapkan matanya untuk menjernihkan penglihatannya yang kabur. Setelah semua cahaya di mata Miki mulai menerangi penglihatannya, Miki bisa melihat wajah Bret yang berdiri di sampingnya.
“Nyonya Bret, saya berada di mana sekarang?”
“Nona, Anda berada di Rumah sakit sekarang,” jawab Bret.
“Kenapa saya bisa berada di rumah sakit Nyonya Bret?”
“Nona, Tiga puluh menit yang lalu Anda pingsan di kelas Kursus memasak Anda.” Jawab Bret.
Miki melepaskan oksigen yang terpasang di hidungnya sembari beranjak duduk.
“Nyonya Bret apakah kau memberitahu Mike?” Tanya Miki dengan lemah.
“Belum Nona, karena saya belum sempat untuk memberitahukannya pada Tuan.”
“Kalau begitu jangan beritahukan padanya tentang keadaan saya saat ini.” Pinta Miki.
“Tapi Nona,”
“Nyonya Bret, saya Mohon.”
“Baiklah Nona.” Bret menuruti apa yang di katakana Miki padanya.
“Nyonya Bret apakah dia?”
“Benar Nona, dia adalah dokter pribadi Tuan Mike. Tuan meminta saya untuk menghubungi dokter pribadinya jika terjadi sesuatu pada Nona selama Tuan tidak ada.”
Miki hanya mengangguk pelan menanggapi perkataan Bret padanya. Setelah Bret berbicara dokter pribadi tersebut mulai membuka hasil pemeriksaan dari Miki.
“Nona sudah berapa lama Anda tidak Haid?” tanyanya.
“Sekitar dua Minggu,” jawab Miki.
“Biasanya Nona mengalami Haid di awal bulan atau akhir bulan?” Tanya dokter itu kembali.
“Biasanya awal bulan, tetapi sepertinya bulan ini agak terlambat.”
“Nona, dari hasil pemeriksaan kami Anda sedang mengandung saat ini, dan usia kandungan Anda baru menginjak dua minggu.” Kata dokter tersebut.
“Oh, Astaga…selamat Nona.” Ucap Bret dengan wajah senangnya.
Sedangkan Miki hanya terdiam dan tidak berkata apa-apa. Dia terkejut dengan apa yang di katakana dokter tersebut padanya, dia tidak percaya jika dia akan secepat itu mengandung anaknya Mike.
“Dokter apakah Anda tidak salah?” Tanya Miki yang meyakinkan kembali.
“Nona, penyebab Anda pingsan adalah Kurangnya zat besi pada tubuh Anda sehingga menyebabkan tubuh Anda tidak bisa menghasilkan sel darah merah yang cukup akibatnya tubuh dan kehamilan Anda kekurangan oksigen. Itulah kenapa Anda tiba-tiba saja pingsan.”
“Dokter boleh saya bertanya?”
__ADS_1
“Tentu saja Nona, silakan.”
“Kenapa sebelumnya saya mengalami kepala saya terasa sangat sakit sekali saat mengingat potongan kecil dari ingatan yang saya lupakan?” Tanya Miki.
“Itu juga salah satu penyebab dari Anda kehilangan kesadaran. Tubuh hamil Anda tidak kuat menahan sesuatu kejutan yang datang dari otak Anda sehingga menambah besar kemungkinan tubuh Anda semakin lemah. Jadi saya sarankan Nona harus mengecek kandungan Anda setiap bulannya, karena tubuh Anda terlalu lemah untuk mengandung.”
“Baiklah dokter terima kasih,” ucap Miki tersenyum.
“Baiklah Nona, saya permisi dulu jika tidak ada pertanyaan lagi.” Kemudian dokter tersebut pergi meninggalkan bangsal di mana Miki di rawat dan menghilang begitu saja setelah melewati pintu.
Bret yang sejak dari tadi tersenyum karena kehamilan Nonanya itu, kemudian dia melangkahkan kakinya untuk keluar.
“Nona Bret mau pergi ke mana?” Tanya Miki.
“Nona saya mau memberitahu Tuan tentang kehamilan Anda,” jawab Bret yang antusias.
“Nyonya Bret jangan beritahu Mike sekarang, biar saya saja yang memberitahukannya padanya setelah saya keluar dari rumah sakit.”
“Baiklah Nona jika itu adalah keinginan Anda.” Kata Bret yang kembali duduk di samping Miki ranjang Miki.
Setelah Bret duduk, Miki berkata padanya, “ Nyonya Bret tolong urus kepulangan saya hari ini, setelah makan siang.” Pinta Miki.
“Tapi Nona, Anda harus di rawat tiga hari lagi.”
“Nyonya Bret tidak perlu khawatir saya baik-baik saja, nyonya Bret lakukannya saja apa yang saya katakana.”
“Tapi Nona,”
“Nyonya Bret, saya mohon lakukan apa yang saya katakana.”
“Tapi kenapa Nona mau pulang terburu-buru seperti ini?” Tanya Bret yang tidak mau kalah.
“Karena saya ingin pergi ke New York menemui Mike secara langsung dan memberitahukan tentang kehamilan saya padanya.” Kata Miki yang tersenyum sipu.
“Baiklah Nona, saya akan mengurus kepulangan Anda secepat mungkin dan Anda tidak perlu khawatir, nanti saya akan mengurus semua keperluan Nona untuk keberangkatan Anda ke New York.” Kata Bret yang semakin bersemangat.
“Satu lagi Nyonya Bret,”
“Ada apa Nona?” Tanya Bret.
“Nyonya Bret jangan beritahukan tentang keberangkatan saya ke New York pada Mike, oke.” Kata Miki dengan tersenyum.
“Baiklah Nona, saya tidak akan memberitahukannya pada Tuan.” Jawab Bret sembari membalas senyuman Miki.
Kemudian Bret beranjak berdiri dan melangkahkan kakinya pergi keluar untuk mengurus kepulangan Nonanya itu secepat mungkin. Dengan sangat antusias Bret pergi dengan berlari kecil meninggalkan bangsal di mana Miki di rawat. Sementara itu Miki hanya bisa tersenyum saat melihat tingkah Bret yang di luar dugaannya.
Kenapa Nyonya Bret terlihat lebih bahagia dari pada Miki. Apa pun yang terjadi, kabar kehamilan ini Miki harus memberitahukannya sendiri kepada Mike secara langsung. Batin Miki.
.
.
.
.
__ADS_1
.