
Aku tidak akan pernah mau tinggal di Villa itu bersamanya. Batin Miki seraya berjalan meninggalkan Villa.
Sesaat Miki menoleh ke belakangnya dengan perasaan lega karena terbebas dari pria brengsek. Tetapi saat dia menyadari jika dirinya tidak memiliki uang sepeser pun Miki ragu-ragu untuk pergi meninggalkan Villa tersebut. Tetapi terlambat baginya untuk kembali karena jarak yang di tempuhnya sudah sangat jauh sekali sehingga dia tidak bisa mengingat jalan untuk kembali ke Villa.
“Miki mau pergi ke mana sekarang?” gerutu Miki yang duduk di pinggir jalan seraya menyekat keringat di wajahnya.
Hari semakin gelap dan aku tidak tahu harus ke mana. Tidak ada tujuan dan baterai ponselku juga habis, tidak ada pilihan selain aku tidur di jalanan malam ini. Batin Miki.
Sura perut Miki terus berbunyi minta di isi. “Miki sangat lapar.” Keluh Miki menggosok-gosok perutnya secara lembut.
Ada sebuah halte berjarak dua meter dari posisinya Miki. Tanpa berpikir panjang Miki langsung duduk di sana dan melepas penatnya. Sesaat Miki memejamkan matanya dan merasakan ketenangan dari suara ombak lautan yang menerjang batu karang.
Saat Miki membuka matanya ada sebuah mobil berhenti dan menghampirinya. “Nona cantik apakah kau sendirian?” seru pria yang keluar dari mobil tersebut.
“Saya tidak sendirian,” ujar Miki yang beranjak berdiri dari duduknya.
“Tentu saja kau tidak sendirian karena ada aku di sini untuk menyenangkanmu.” Ujar Pria tersebut yang menatap Miki dengan pandangan mesumnya.
“Maaf Tuan Anda mau apa? Jika Anda macam-macam saya akan teriak sekarang.” ancam Miki, tetapi pria ini tidak termakan sama sekali dengan ancaman Miki karena di sekitar mereka tidak ada seorang pun kecuali mereka berdua.
“Nona kau jangan takut karena aku akan melakukannya dengan lembut jika kau tidak melawanku.” Pria itu mendekat seraya tangannya meraih sisi pinggulnya Miki.
“Jangan mendekat!!” bentak Miki yang langsung memukul wajah pria tersebut dengan keras.
“Dasar wanita tidak tahu diri!!” bentak pria tersebut dengan marah.
Miki yang ketakutan berlari meninggalkan semua barang-barangnya dan pria tersebut tidak menyerah begitu saja, dia terus mengejar Miki.
Dengan sekuat tenaga Miki berlari tanpa memperhatikan jalannya sehingga kakinya tersandung batu. Tubuh Miki mendarat dan lututnya terluka karena mengores aspal, tetapi tetap saja Miki tidak menyerah begitu saja. Dia bangkit dan terus berlari walaupun ke dua kakinya terpincang-pincang saat berlari. Miki tidak merasakan sakit sama sekali pada lututnya yang terluka, dia terus berlari tetapi tubuhnya berkata lain.
__ADS_1
Miki kembali terjatuh dan tubuhnya kembali tergores aspal. Kali ini Miki bisa merasakan sakit yang luar biasa pada lututnya. Karena terluka di tempat yang sama Miki tidak bisa berdiri lagi, kedua lututnya lemas tak bertenaga dan darah berlumuran di lututnya.
Pria tersebut tersenyum melihat Miki yang tak berdaya dengan satu kali tarikan pria tersebut berhasil menyeret Miki kembali dengan menarik rambutnya. Tanpa belas kasihan Pria ini memukuli Miki habis-habisan karena telah memukul wajahnya.
“Wanita tidak tahu diri!” bentaknya seraya menghantam Miki dengan kedua tangannya.
“Tolong lepaskan aku,” pinta Miki yang kesakitan.
“Kau ingin aku melepaskanmu setelah kau memukul wajahku ini, HAH!!!” pria itu semakin marah dan semakin keras dia memukuli Miki yang tergeletak di atas aspal yang tak berdaya.
Miki sudah menyerah dan pasrah untuk terus di pukuli. Miki merasa sangat menderita karena seluruh tubuhnya terasa sakit saat terkena pukulan. Bertubi-tubi pukulan mendarat di tubuhnya Miki, perut adalah sasaran utama pria itu mendaratkan tendangannya. Pria ini kehabisan seluruh tenaganya dan dia hendak mendaratkan tendangannya yang terakhir kalinya tetapi Mike datang memukulnya hingga wajahnya menyentuh aspal.
Setelah memukul pria tersebut Mike melihat seluruh tubuh Miki terluka berlumuran darah dan memar di mana-mana membuat Mike sangat marah. Sedangkan Pria yang menyiksa Miki tidak terima dan merasa sangat marah, pria tersebut beranjak berdiri dan hendak memukul kepala Mike dengan menggunakan batu tetapi Mike tidak akan membiarkan Pria itu menyentuhnya sedikit pun. Sudah cukup baginya melihat Miki terluka karena pria ini.
Dengan satu kali pukulan Mike menghancurkan batu yang ada di tangan pria tersebut, kemudian dia melayangkan pukulan bertubi-tubi pada pria tersebut tanpa ampun. Emosi Mike semakin menjadi-jadi saat memukuli pria tersebut sehingga dia kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Mike terus mengingat betapa menderitanya Miki saat di pukul oleh pria ini, Mike ingin pria ini juga merasakan apa yang Miki rasakan saat dia memukulnya. Kemudian Mike berhenti memukul pria tersebut.
“Kau akan menyesal melakukan ini padaku,” ucap pria tersebut seraya meludah.
“Tidak ada kata menyesal di dalam duniaku dan aku pastikan hidupmu akan hancur karena telah melukai wanitaku.” Kata Mike seraya melayangkan pukulan di wajah pria tersebut hingga tidak sadarkan diri.
Setelah menyelesaikan urusannya Mike datang menghampiri Miki yang tergeletak lemah tak berdaya. Miki merintih kesakitan saat Mike hendak mengendong tubuhnya. “Aaahh...” terdengar suara Miki yang kesakitan.
“Maafkan aku Miki, seharusnya aku tidak membiarkanmu pergi,” Mike menyesal karena tidak langsung menghentikan Miki untuk pergi dari Villa. Sedangkan Miki tidak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Mike padanya. dia tidak sadarkan diri saat Mike berbicara padanya.
Setelah meletakan Miki di dalam mobil Mike terlebih dahulu menghubungi bawahannya. Tidak menunggu lama-lama beberapa mobil bawahannya datang menghampiri Mike.
“Tuan maaf keterlambatan kami,” ujarnya seraya menunduk.
“Kalian bereskan saja pria ini dan jangan sampai dia muncul di hadapanku lagi.” ucap Mike dengan nada dinginnya.
__ADS_1
“Baik Tuan,” saut anak buahnya dan kemudian Mike masuk ke dalam mobilnya dan menuju Villa.
Setelah tiba di Villa, semuanya sudah siap untuk merawat Miki. Dokter pribadi yang di datang Mike adalah dokter terbaik dari California.
Setelah mengambil tindakan dokter ingin berbicara pada Mike. “ Tuan Sea, bisakah kita berbicara sebentar mengenai keadaan Nona Chloe?” seru dokter pada Mike.
“Tentu saja, silakan katakan saja padaku.” ujar Mike.
“Sebenarnya Nona Chloe mengalami keretakan pada tulang rusuknya,” ucap Dokter pada Mike.
“Apa ada yang lain selain keretakan pada tulang rusuknya?” tanya Mike.
“Selain memar dan luka-luka, hanya Keretakan pada tulang rusuk. Tapi,” dokter menghentikan kata-katanya.
“Tapi apa?” seru Mike yang sedikit khawatir.
‘Sebenarnya Nona Chloe akan mengalami rasa sakit yang luar biasa karena keretakan tulang rusuknya, oleh karena itu saya akan memberikan obat pereda sakit untuk Nona Chloe.”
“Berapa lama dia akan pulih?” tanya Mike.
“Keretakan tulang rusuk yang di alami Nona Chloe akan membaik dalam jangka waktu satu bulan dan selama itu Nona Chloe tidak boleh melakukan aktivitas yang berat-berat.” Jawab Dokter seraya membetulkan kaca matanya. “Baiklah Tuan Sea, saya permisi dulu.” Sambung Dokter.
“Baiklah terima kasih untuk hari, sopirku akan mengantarmu pulang.” Ucap Mike seraya berjabat tangan.
.
.
.
__ADS_1