
Pikiran Mike hanya di penuhi oleh Miki setiap langkah kakinya memasuki klub malam untuk menjemput Agatha. Saat tiba di sana ternyata wanita itu berbohong pada Mike jika dirinya dalam keadaan mabuk. Saat Mike datang, Agatha tersenyum lebar saat melihat Mike benar-benar datang.
“Sayang kau benar-benar datang menjemputku ya?” Tanya Agatha yang langsung menempel pada Mike.
“Bukannya temanmu bilang kau sedang mabuk?” Tanya Mike balik.
“Maaf sayang, sebenarnya itu hanya sandiwara yang kami mainkan untuk melihat seberapa cintanya dirimu padaku.” Kata Agatha sembari berpura-pura tersenyum senang.
“Benar sekali, kami meminta Agatha untuk membuktikan betapa cintanya dirimu Mike terhadapnya, dan terbukti kau benar-benar datang untuknya.” Timpal salah satu teman dari Agatha.
Mike mengepal kedua tangannya dengan kuat. Saat ini dia benar-benar di buat marah oleh sekelompok wanita yang tidak berguna. Permainan bodoh yang di buat Agatha berserta teman-temannya itu, sudah benar-benar keterlaluan.
“Apakah kalian semua sudah gila?” seru Mike dengan nada tinggi dan dingin.
Agatha yang menyadari ke marahan Mike, kembali bersandiwara di hadapan semua orang. “Sayang, Maafkan aku. Tolong jangan marah ya.” Katanya manja.
“Lepaskan tangan mu dariku.” Pinta Mike pada Agatha.
“Sayang jangan marah,” kata Agatha yang tidak mendengarkan apa yang di katakana Mike padanya.
“Aku bilang lepaskan tanganku sekarang!” bentak Mike sembari menepis tangan Agatha darinya.
“Mike…” panggil Agatha yang menahan malu.
“Hentikan musiknya!!” teriak Mike dengan sangat keras di dalam klub malam itu.
Seketika musik di hentikan, dan manajer klub malam tersebut menghampiri Mike dengan berkata. “Maaf Tuan, ada apa?” tanyanya menunduk tak berani menatap Mike.
“Suruh semua pengujung di sini keluar, termasuk semua karyawannya.” Perintah Mike.
“Baik Tuan, saya mengerti.” Jawab manajer tersebut yang langsung menjalan perintah Mike.
Setelah semuanya pergi, kini hanya Mike dan Agatha yang tertinggal di dalam klub malam tersebut. Dengan suasana yang mencengkeram, Mike mulai mengeluarkan aura yang mematikan.
“Kau, apa yang kau inginkan dariku?” Tanya Mike dengan nada dingin.
“Aku ingin kau menceraikan istri gilamu itu sekarang juga.” Cetus Agatha.
“Jangan sebut dia gila,”
“Kenapa? Memang benar istrimu itu memiliki penyakit mental yang sangat parah, apakah aku salah menyebutnya gila.” Timpal Agatha.
“Tutup mulutmu!” marah Mike sembari mencengkeram kera baju Agatha.
“Ceraikan saja wanita itu, dan kita akan hidup bahagia dalam pernikahan kita nanti jika kau menceraikan wanita gila itu.” Agatha kembali mengatakan hal-hal yang membuat Mike semakin marah.
Mike melepaskan kera baju Agatha begitu saja, dia mulai bersikap tenang untuk menghadapi wanita gila versi tidak tahu malu sama sekali ini. “Kau, boleh katakan apa pun yang kau inginkan, tapi ingat kau harus tahu batasan dari mulut busukmu itu.” kata Mike yang menahan emosinya.
__ADS_1
“Mike, aku beritahukan kepadamu, jika orang kaya seperti diriku ini tidak memiliki batasan dalam berkata. Aku bebas mengatakan apa pun pada semua orang termasuk dirimu.”
“Hahaha…Agatha kau harus ingat, di atas langit masih ada langit. Dia atasmu masih ada aku yang bebas melakukan apa pun padamu, mengerti!” bentak Mike di depan wajah Agatha.
Seketika Agatha membisu, dia kehilangan kata-katanya saat mendengar apa yang di katakana Mike padanya. Dia mengerti arti dari perkataan pria itu, jika posisinya masih rendah di bandingkan dengan posisi Mike saat ini.
“Agatha, lebih baik kau persiapkan dirimu untuk pernikahan yang kau rencanakan itu. berdoa saja tidak terjadi apa-apa saat sebelum pernikahan itu terjadi. Kau tahu betul jika pernikahan yang kau inginkan sangat mustahil akan terjadi, jika kau terus-terusan bersikap seperti ini.” kata Mike dan kemudian dia pergi meninggalkan Agatha sendirian di Klub malam tersebut.
Berani sekali dia mempermainkan aku, dia kira siapa dirinya berani mengatur kehidupanku. Kali ini aku akan melepaskanmu, jika lain kali kau masih bersikap seperti ini aku tidak akan pernah bisa melepaskanmu. Batin Mike.
Dengan arogan Mike melangkahkan kakinya keluar dari klub malam tersebut. Saat berada di pintu keluar semua karyawan menunduk hormat kepadanya. Mike menghentikan langkah kakinya sembari berkata pada manajer klub malam. “Jangan biarkan wanita itu masuk ke dalam klub malam ini lagi, jika tidak saya akan memecatmu.” Katanya.
“Baik Tuan, saya mengerti.” Ucap manajer tersebut sembari menunduk.
Kemudian Mike kembali melangkahkan kakinya menuju mobil sport yang terparkir di depan pintu keluar tersebut. Setelah masuk ke dalam mobil, Mike menghidupkan mesin mobilnya dan kemudian menginjak gas penuh meninggalkan klub malam.
Setelah berada cukup jauh dari klub malam, tiba-tiba Mike mengerem mobil sportnya begitu saja sembari kedua tangannya meremas stir mobilnya dengan kuat. Beberapa detik kemudian Mike memukuli stir mobilnya berulang kali dengan keras. “Shit!” cetusnya dan kembali memukuli stir mobil berulang kali.
Mike mengeluarkan semua amarahnya setelah menahannya begitu lama. Hampir saja dia kehilangan kendali atas dirinya sendiri di hadapan semua orang di klub malam barusan. Baru kali ini dia tidak bisa menahan amarahnya, dan semua itu berkat Agatha yang terang-terangan ingin mengaturnya di depan umum. Jika bukan sikap tenang yang di miliki oleh Mike, wanita itu sudah mati saat itu juga.
Hampir lima menit Mike mengutarakan amarahnya di dalam mobil. hingga saat ini dia berusaha untuk merendam amarahnya kembali secepat mungkin dengan menarik nafas dalam-dalam dan kemudian dia menghembuskannya kembali. “Tenangkan dirimu Mike, jangan biarkan kau kehilangan kendali.” Kata Mike pada dirinya sendiri.
Setelah berhasil merendam amarahnya dan kekesalannya, Mike kembali menyalahkan mesin mobilnya dan kemudian dia menjalankan mobil sportnya kembali menuju Rumah sakit.
***
Sesampai di Rumah Sakit Mike langsung menuju kamar rawat inap di mana Miki berada. Perlahan Mike melangkahkan kakinya sembari merapikan dirinya serapi mungkin agar tidak terlihat berantakan saat dia menemui wanita yang dia cintai.
Setiba di kamar rawat inap tempat Miki di rawat Mike memegang hendel pintu dan kemudian menekannya hingga pintu tersebut terbuka. Saat pintu terbuka, Mike melihat Lona ibu dari istrinya itu. seketika Mike memasang wajah tersenyum saat melihat ibu mertuanya sudah tiba.
“Tante Lona, apa kabar?” seru Mike sembari memeluk Lona sekilas.
“Tante baik,” jawab Lona dengan tersenyum kepada Mike.
“Tante sudah lama tibanya?”
“Tidak terlalu lama, sekitar tiga puluh menit yang lalu.” Jawab Lona.
Mike melihat ke arah Miki yang sudah terbangun, dia mendekati wanita itu sembari berkata. “Sayang kau sudah bangun.” Katanya yang hendak mendaratkan ciumannya, tetapi Miki terlebih dahulu menarik wajahnya menolak ciuman pria itu. Mike yang mendapat penolakan hanya bisa tersenyum kecut sembari menarik wajah kembali ke atas.
“Mami tolong suruh Mike keluar dari sini, karena aku butuh waktu beristirahat sekarang.” kata Miki secara tidak langsung mengusir Mike dari kamar rawat inapnya.
“Tapi saya,” kata Lona yang ragu-ragu untuk meminta Mike keluar.
“Mami lakukan saja apa yang aku minta, dan bilang padanya tidak usah datang lagi untuk menemui ku.” Kata Miki yang kembali menolak kehadiran Mike.
“Sayang, Mike adalah suamimu, kenapa dia tidak boleh datang menemuimu?” Tanya Lona.
__ADS_1
“Tante, boleh tinggal kami berdua.” Kata Mike pada Lona.
“Baiklah,” kata Lona yang langsung pergi saat di minta Mike. Lona bersikap positif saat ini karena ini adalah urusan rumah tangga anaknya dan dia tidak boleh ikut campur di dalamnya. Kecuali, jika dia harus ikut campur maka dia akan turun berada di dalamnya tanpa di minta sekali pun.
“Katakan padaku kenapa kau bersikap seperti ini?” Tanya Mike pada Miki setelah Lona pergi keluar.
“Pergi, aku tidak ingin berbicara denganmu.” Kata Miki yang membelakangi Mike.
“Apakah kau bersungguh-sungguh ingin aku pergi dari sini?”
“Ya aku bersungguh-sungguh ingin kau pergi dari sini.”
“Baiklah aku akan pergi dari sini, tapi sebelum aku pergi ijin kan aku bertanya padamu.” Kata Mike.
“Katakan,”
“Apakah kau bersungguh-sungguh ingin pergi dariku?” Tanya Mike sembari menggenggam erat kedua tangannya.
Miki tersentak saat mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Mike. Dia sedikit ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan dari pria itu, hingga akhirnya dia hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan tersebut.
“Katakan Miki, apakah kau serius ingin bebas dariku?” Tanya Mike kembali pada Miki.
Miki meremas selimut yang menutupi sebagian tubuhnya sembari menelan ludahnya dalam-dalam. “Untuk apa lagi aku berada di sisimu jika kau sudah menemukan wanita yang lebih baik dariku. Percuma saja jika aku bertahan, dan pada akhirnya kau tidak membutuhkan aku lagi di sisimu.”
“Miki dengarkan aku, walaupun ada begitu banyak wanita di dalam hidupku hanya kau seorang yang aku inginkan. Aku membutuhkanmu tetap berada di sisiku untuk selamanya.” Kata Mike.
“Sangat mudah kau berkata seperti itu, apakah kau tidak menyadari jika tetap berada di sisimu, semua yang aku miliki akan pergi dan tak tersisa lagi.”
“Walaupun kau berkata seperti itu aku tidak akan pernah melepaskan mu dariku. Kau adalah wanita milikku Miki, kau tidak bisa pergi meninggalkan aku.” Kata Mike berkeras hati tidak ingin melepaskan Miki begitu saja.
“Kenapa kau begitu egois Mike, apakah kau tidak mengerti jika aku saat ini tidak bisa terus bersama denganmu. Jika kau terus-terusan begini, aku benar-benar tidak bisa bebas dari tekanan ini. Aku tidak bisa tetap berada di sisimu, demi janin di dalam perut ini kau harus lepaskan diriku.” Mohon Miki dengan sangat kepada Mike.
“Tidak, demi janin itu kau tidak bisa meninggalkan aku. Jika kau meninggalkan aku, siapa yang akan merawatmu dan janin itu?” Tanya Mike yang tidak mau kalah.
Miki tidak menjawab, dia mengalah dalam perdebatan ini. bagaimana pun dia mencoba dia tetap tidak akan bisa menang melawan Mike.
“Baiklah, kau istirahatlah sekarang, aku akan pergi dan besok aku akan kembali lagi untuk menemuimu.” Ucap Mike yang kemudian pergi begitu saja.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.