
MIKE yang tidak bisa tertidur karena sudah terbiasa setiap malam dia pasti berada di klub malam pada jam segini. Gelisah membuat Mike beranjak dari tempat tidurnya dan mengganti pakaiannya untuk pergi ke klub malam. Sebelum pergi dia berjalan ke kamarnya Miki untuk memastikan keadaannya.
Saat Mike membuka pintu kamar Miki, dia melihat wanita itu tertidur dengan wajah lembab serta luka di sekujur tubuhnya. Mike berjalan mendekati Miki dan memastikan wanita ini baik-baik saja sebelum dia tinggal pergi ke klub malam. Setelah memastikan keadaan Miki baik-baik saja kemudian Mike pergi meninggalkan Miki yang tertidur pulas di kamarnya.
Mata Miki terbuka setelah Mike pergi dari kamarnya. Secara perlahan dia beranjak duduk dari tidurnya dan tiba-tiba matanya menatap pintu kaca dengan tirai putih yang beterbangan karena embusan angin laut terbentang luas di balik pintu kaca tersebut. Tanpa sadar Miki berjalan keluar melewati pintu kaca besar di kamar yang dia tempati.
Beberapa saat menikmati embusan angin, Miki melihat Mike keluar mengendarai mobilnya. Dia mau ke mana malam-malam begini?. Seru batin Miki. Kemudian Miki masuk kembali ke dalam kamarnya dan kembali tidur.
❤❤❤
Kembali dari bersenang-senang di klub malam Mike pulang dengan keadaan setengah sadar. Dia tahu betul saat dia pulang jam menunjukkan pukul 2 malam. Mike yang berjalan di dalam kegelapan dia merasa ada seseorang yang tengah duduk di kursi tamu, kemudian dengan cepat Mike menghidupkan lampu di ruangan tamu dan ternyata seseorang tersebut adalah Miki.
“Kau kenapa belum tidur jam segini?” seru Mike yang sedikit terkejut.
“Aku tidak bisa tidur,” saut Miki pelan seraya menahan pinggangnya yang terasa nyeri saat dia sedikit bergerak.
“Kenapa kau tidak bisa tidur?” seru Mike seraya berjalan mendekati Miki yang sedang duduk.
“Aku mimpi buruk dan aku takut untuk tidur lagi.” ucap Miki yang sedikit gelisah.
“Terus Miki mau aku temani sampai bisa tidur lagi?” seru Mike berterus terang Seraya menatap Miki.
“Jika tidak keberatan aku mau di temani,” kata Miki yang polos. Sedangkan Mike tersenyum lebar saat mendengar perkataan Miki padanya.
“Oke baiklah, mari kita Tidur,” ucap Mike yang tanpa basa-basi pada Miki.
Miki menatap aneh Mike karena dia bingung dengan ucapan Mike padanya. Yang di maksudnya tidur sekarang apa? Seru Batin Miki.
“Kenapa kau diam saja di situ? Ayo kita masuk ke dalam kamar.” Seru Mike pada Miki yang masih duduk di tempatnya.
“Untuk apa masuk ke kamar?” seru Miki bingung.
“Kan tadi bilang ingin aku temani Miki sampai bisa tertidur.” Kata Mike yang berhasil membuat Miki tertawa. “Kenapa kau tertawa?” seru Mike kembali pada Miki.
“Apa aku pernah bilang ingin tidur bersamamu?” seru Miki yang tersenyum geli melihat Mike yang celingukan.
“Jadi apa maksudmu minta di temani sampai tertidur?” seru Mike pada Miki yang tertawa geli.
“Maksud aku itu adalah minta temani mengobrol hingga aku bisa tertidur lagi.” jawab Miki yang masih tertawa geli.
“Kenapa kamu tidak bilang?” seru Mike yang tensin.
“Kamu saja yang pikirannya mesum, dasar Tuan Mesum.” Ucap Miki yang terus tertawa.
Mike yang mendengar ejekan Miki hanya bisa diam saja karena kondisinya sekarang dalam keadaan setengah sadar. Bisa jadi memang dia yang salah mengartikan kata-kata dari Miki karena keadaannya sekarang.
“Baiklah kali ini aku akan Biarkan kau bilang seperti itu, jika lain kali aku tidak akan melepaskanmu karena telah memanggilku Tuan mesum.” Ucap Mike seraya duduk di samping Miki.
Setelah duduk Miki mencium bau alkohol di tubuhnya Mike, dia yakin jika pria ini habis dari bersenang-senang di klub malam seperti waktu itu. “Apakah kau habis dari klub malam?” seru Miki seraya mengendus.
“Iya.” Jawab Mike dengan santai. Miki yang menatap Mike dengan tatapan yang tak percaya jika pria ini sangat terang-terangan kalau saat berbicara.
“Apakah kau selalu berterus terang saat mengatakan sesuatu pada orang lain?” seru Miki pada Mike.
“Tidak, hanya padamu saja aku lakukan itu.” Jawab Mike singkat tapi berhasil membuat Miki tersipu.
“Benarkah?” tanya Miki malu-malu.
__ADS_1
Mike yang menatap wajah Miki, dia merasa ada yang aneh pada dirinya. Setiap kali dia menatap wajah polosnya Miki ada getaran yang tidak bisa dia artikan. Getaran ini seperti saat dia mendapatkan sesuatu yang sangat dia inginkan dalam hidupnya.
“Halo...apakah kau baik-baik saja?” seru Miki seraya melambai-lambaikan tangannya di depan wajahnya Mike.
Mike yang sadar dari lamunannya dengan cepat dia menggoyang-goyangkan kepalanya seraya mengacak-acak rambutnya hingga berantakan. “Apakah kau baik-baik saja?” seru Miki kembali pada Mike.
Dengan gugup Mike menjawab. “Iya aku baik-baik saja.” Mike langsung mengusap wajahnya dengan menggunakan kedua telapak tangannya.
“Jadi?” seru Miki yang membuat Mike bingung dengan perkataannya.
“Maksudnya?” seru Mike kembali pada Miki, tetapi Miki hanya tertawa geli melihat Mike yang kebingungan.
“Kenapa kau tertawa? Apakah ada yang lucu?” tanya Mike berulang kali.
“Tidak ada, hanya saja kamu terlihat sangat tidak bisa berkomunikasi dengan benar sekarang akibat dari Alkohol yang kamu minum.” Kata Miki yang berhasil membuat Mike mengerti arah dari pembicaraan mereka.
“Maafkan aku, karena terlalu banyak meminum Alkohol jadi pembicaraan kita tidak menyambung begini." Kata Mike yang tertawa pengaruh dari Alkohol.
“Kau benar-benar sudah mabuk,” ujar Miki yang menggeleng-gelengkan kepalanya.
Mike hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan Miki padanya. dia menatap Miki dengan tatapan yang berbeda dari tatapannya saat menatap wanita lainnya. Tatapan ini seperti rasa kemurnian dari dalam diri seorang Mike Sea. Rasa lembut yang di rasakan seperti telah menyebar di dalam tubuhnya Mike sehingga mengambil ahli pikiran dan tubuhnya secara perlahan tanpa di sadari Mike.
“Baiklah kamu tidur saja sekarang karena aku sudah sangat ngatuk sekali.” ujar Mike yang mengalihkan pikirannya. Dengan sangat tergesa-gesa Mike beranjak dari duduk dan hendak melangkahkan kakinya, tetapi Miki menarik ujung jasnya sehingga membuat Mike menoleh ke belakang dan melihat ke arah Miki.
“Ada apa?” seru Mike pada Miki.
“Di sini ku terasa sangat sakit sekali.” Ucap Miki seraya menahan pinggangnya yang terasa sangat sakit sekali.
Seketika Mike mengingat apa yang di katakan dokter padanya. Jika Miki akan merasakan rasa sakit yang luar biasa karena tulang rusuknya yang retak. “Kamu tunggu sebentar di sini, aku akan mengambilkan obat pereda rasa sakit yang di berikan dokter padaku.” kata Mike yang pergi dengan cepat mengambil obat tersebut.
Mike yang mendengar Miki menyebut namanya dengan benar tanpa kata Tuan mesum membuat hati Mike tersentuh dan terasa seperti ada yang menggelitikinya. “Baiklah Miki tidur dan beristirahat sekarang.” ujar Mike tersenyum seraya mengusap kepala Miki dengan lemah lembut.
Mike yang melihat pintu kaca besar kamar Miki terbuka dengan perlahan dia berjalan menuju pintu tersebut untuk di tutup tetapi Miki menghentikannya dengan berkata. “Biarkan pintu itu terbuka,”
“Kenapa?” seru Mike yang melihat ke arah Miki.
“Karena aku tidak bisa tertidur jika semua pintu kamar ini ditutup.” Jawab Miki yang beranjak duduk dari tidurnya.
Mike menoleh ke arah Miki dengan tatapan penasaran. “Kenapa bisa begitu?” seru Mike kembali pada Miki.
Sesaat Miki hening tetapi matanya terus melihat ke arah Mike yang berada di depan pintu kaca. “Maaf, aku tidak bisa memberitahukannya.” Ucap Miki menolak menceritakannya.
“Baiklah tak apa, kamu tidur saja,” ujar Mike tertawa canggung seraya meninggalkan Miki di kamarnya.
❤❤❤
“Bret, apakah kau melihat Miki?” tanya Mike pada Bret.
“Tidak Tuan, bukannya Nona ada di kamarnya?” seru Bret seraya menunjuk arah kamar Miki.
“Dia tidak ada di kamarnya,” ucap Mike seraya matanya menelusuri segalah arah untuk menemukan sosok Miki.
“Tuan coba Anda cari di balkon kamar Nona Chloe karena saya sempat melihat Nona di sana tadi malam.” Ucap Bret memberi tahukan pada Tuannya.
“Baiklah saya akan cari di sana dan kau cari dia di luar Villa,” ucap Mike yang langsung berjalan masuk ke kamar Miki. Setelah berada di balkon ternyata Miki juga tidak ada di sana dan Mike kembali masuk ke dalam kamarnya Miki seraya berkata. “Di mana dia sekarang” Mike mengusap kepalanya dengan kasar.
“Tuan, Nona Chloe juga tidak ada di luar Villa,” ujar Bret yang datang menghampiri Mike yang berada di dalam kamarnya Miki.
__ADS_1
“Baiklah Bret, coba kamu cari lagi di sekitar Villa kali saja ketemu.” Perintah Mike pada Bret.
“Baiklah Tuan,” saut Bret yang langsung membalikkan badannya menghadap tempat tidur dan saat itu juga Bret melihat sebuah kaki yang berada di bawah kolong tempat tidur. Secara perlahan Bret mendekati kaki tersebut dan menundukkan tubuhnya untuk melihat di bawah kolong tempat tidur, ternyata kaki tersebut adalah kaki dari Miki.
“Tuan, Nona Chloe berada di bawah kolong tempat tidurnya,” ucap Bret seraya menundukkan kepalanya melihat ke bawah tempat tidur.
Mike kaget mendengar apa yang dikatakan Bret padanya, dia tidak percaya jika Miki berada di sana. Tapi saat Mike melihat di bawah kolong tempat tidur ternyata memang benar ada Miki di sana yang tertidur pulas tanpa bantal dan selimut. Miki tertidur dengan memeluk ke dua kakinya yang tertekuk di perutnya hampir mirip bayi dalam kandungan.
Kemudian Mike langsung masuk di bawah tempat tidur dan menarik tubuh Miki dengan perlahan. Saat Mike menarik tubuh Miki untuk keluar, dia pun terbangun dan terkejut melihat Mike yang juga berada di bawah tempat tidurnya.
“Kenapa kau bisa ada di sini?” seru Miki dengan suara lembutnya.
“Seharusnya aku yang bertanya kenapa kau bisa berada di sini?” seru balik Mike yang khawatir.
“Tuan dan Nona keluar dulu dari sana, setelah keluar baru kalian bisa berbicara dengan nyaman.” Ucap Bret pada keduanya.
“Baiklah kita keluar dulu baru kita berbicara” saut Mike yang langsung menarik tubuh Miki keluar dari sana.
“Terima kasih,” ucap Miki dengan tersenyum pada Mike.
“Kalau begitu saya permisi dulu Tuan,” izin Bret pergi keluar dari kamar tersebut.
Mike hanya menganggukkan kepalanya pada Bret, kemudian dia menatap Miki dengan serius. “Jelaskan padaku kenapa kau bisa ada di bawah sana?” seru Mike pada Miki.
“Sebenarnya semalam aku mimpi buruk lagi, setelah pindah tidur di bawah sana aku tidak bermimpi buruk lagi. Oleh karena itu aku bisa ada di sana.” Cerita Miki pada Mike.
Mike hanya diam saja setelah mendengar cerita dari Miki, dia tidak tahu bagaimana rasanya bermimpi buruk. Dari cerita Miki, dia bisa merasakan jika wanita ini sangat ketakutan semalam sehingga tidur di bawah kolong tempat tidur.
“Apakah kau sering bermimpi buruk?” tanya Mike yang penasaran.
“Sebenarnya aku jarang sekali bermimpi buruk, tetapi aku sering tidak bisa tidur jika di malam hari. Tapi jika aku pindah di bawah kolong tempat tidur aku pasti bisa tertidur walaupun tidak terlalu nyenyak.” Jawab Miki seraya tersenyum kecut.
Mike berpura-pura seakan bersikap biasa saja di depan Miki setelah mendengar cerita Miki padanya. walau sebenarnya dia merasa kasihan pada wanita itu. Apa dia bermimpi buruk karena kejadian kemarin? Seru batin Mike.
“Apakah kau lapar?’ seru Mike yang berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.
Dengan tersenyum Miki menjawab “Iya, aku sangat lapar.”
“Baiklah kamu mandi dulu nanti Bret yang akan mengantarkan makanan ke sini dan aku akan pergi bekerja.” Kata Mike yang melangkahkan kakinya untuk keluar. Tetapi saat hendak keluar Miki menghentikan langkahnya Mike dengan berkata. “Terima kasih Mike,” Miki tersenyum saat Mike menoleh padanya.
“Terima kasih untuk apa?” seru Mike seraya mengencangkan dasinya ke lehernya.
“Terima kasih telah menyelamatkan aku kemarin.” Ucap Miki yang tersenyum manis. Sedangkan Mike tersipu karena dia merasa dirinya bagaikan pangeran penyelamat bagi Miki.
“Sama-sama.” Jawab Mike yang melanjutkan langkah kakinya untuk keluar dari kamar Miki. Dengan tersenyum puas Mike merasa dirinya lengkap setelah mendengar ucapan terima kasih, selama ini tidak ada yang mengucapkan kata terima kasih padanya. Miki orang yang pertama kali mengucapkan itu dengan senyuman yang tulus untuknya.
Seperti ini rasanya mendengar orang yang mengucapkan terima kasih secara langsung. Selama ini aku selalu menerima ucapan terima kasih melalui barang mewah yang di berikan orang-orang padaku. batin Mike.
Miki tersenyum melihat Mike pergi, dia tidak menyangka jika pria itu tidak buruk sama sekali walaupun terkadang mesum. Sisi kepedulian Mike membuat Miki sedikit terpesona padanya, walaupun terkadang dia sering merasa kesal dengan sikap Mike yang menurutnya sedikit berlebihan.
“Jika dia pria jahat mana mungkin Mami membuatku tinggal bersamanya, sebagai pria yang di percayai Mami aku akan memberinya kesempatan untuk menjadi penganti Mami.” Ucap Miki pada dirinya sendiri seraya menatap kosong pintu kamar yang telah tertutup rapat.
.
.
.
__ADS_1