
Baru tiga puluh menit berada di klub malam, Miki merasa tidak betah. Dia melihat Lucy sang kakak sudah menghabiskan lima gelas Bir. Tidak ada kesempatan bagi Miki untuk menghentikan kakaknya itu.
“Kak, cerita sama ku apa yang sebenarnya terjadi pada kakak?” Miki mengambil gelas yang berada di tangan Lucy.
“Miki kembalikan gelasnya pada kakak sekarang,” pinta Lucy.
“Tidak akan aku kembalikan, kak Lucy sudah terlalu banyak menghabiskan minuman ini.” Miki meletakkan gelas Birnya di sisi yang sedikit jauh dari Lucy.
Miki mendekati Lucy dan menatap mata sang kakak dengan lembut. “Kak, ada apa denganmu? Tidak biasanya kakak minum begitu banyak seperti ini?”
“Miki kakak tidak apa-apa.” Ucap Lucy tersenyum.
Sepenuhnya Lucy masih sangat sadar, dia tidak mabuk sama sekali. Sebenarnya Lucy ingin mabuk tetapi toleransi kadar alkoholnya begitu tinggi sehingga tidak mudah baginya untuk mabuk walaupun menghabiskan minuman beralkohol begitu banyak.
“Kakak yakin tidak apa-apa?” tanya Miki khawatir, dia takut jika sang kakak mabuk.
Lucy hanya tersenyum melihat adiknya yang khawatir padanya. Dia sangat ingin bercerita kepada adiknya tentang masalah pernikahannya, tetapi dia tidak bisa. Jika dia bercerita pada Miki, malah yang ada bikin masalah baru.
Maafkan kakak Miki, kakak tidak bisa cerita tentang masalah pernikahan kakak padamu. Batin Lucy.
“Miki kemari, ikut dengan kakak,” Lucy beranjak dari duduknya dan menarik Miki ikut dengannya ke tengah-tengah kumpulan orang yang menari. Seiring dengan musik Lucy mengerak tubuhnya untuk menari menikmati Musik. “Miki ayo gerakan tubuhmu, nikmati musiknya.” Pinta Lucy pada Miki.
“Kak, aku tidak bisa.” Miki hanya berdiam diri di tempatnya. Sedangkan Lucy terus mengerakkan tubuhnya menikmati alunan Musik.
“Sini biar kakak ajarkan,” kata Lucy meninggikan nada suaranya karena suara Musik yang semakin mengeras. “Kau hanya perlu gerakan tangan dan kakimu seperti ini,” Lucy memperlihatkan gerakan tubuhnya pada Miki.
Dengan malu-malu Miki mulai mengerakkan tubuhnya. “Seperti ini?” Miki melakukan gerakan loncat-loncat karena dia melihat orang-orang yang di sekitarnya melakukan gerakan seperti itu sejak dari tadi.
“Yah, seperti itu.” Lucy tertawa karena adiknya ini sangat kaku sekali.
Tanpa sadar keduanya bersenang-senang dan melupakan semuanya, termasuk orang-orang yang ada di sekitarnya.
lima menit kemudian.
“Kak aku capek,” teriak Miki pada Lucy.
“Baiklah Miki kembali duduk saja di sana, dan jangan ke mana-mana sebelum kakak kembali.” Ucap Lucy dengan suara keras.
“Baik kak, aku mengerti.” Miki berjalan menjauhi Lucy dan kumpulan orang-orang yang sibuk menari.
__ADS_1
Setelah duduk kembali Miki langsung meminum orange jusnya yang belum sempat dia minum. Tanpa menyisakan setetes pun Miki merasa lega sekaligus puas melepas dahaganya.
Miki berusaha duduk dengan tenang, tetapi entah kenapa hatinya gelisah seperti ada sesuatu yang dia lupakan. Dia terus berpikir apa yang dia lupakan.
Astaga…aku lupa memberitahu orang Villa jika aku akan pulang telat. Miki memukul jidatnya dengan pelan.
Dengan cepat Miki meraih tasnya dan mengeluarkan Ponselnya untuk memberikan kabar jika dirinya akan terlambat kembali ke Villa.
“Miki…” teriak Lucy yang berlari menghampirinya.
Miki mendongkrak melihat Lucy memanggilnya. Lucy terlihat sangat panik dan nafasnya terengah-engah. “Ada apa kak?” seru Miki seraya mengembalikan ponselnya ke dalam tas.
“Miki kita harus cepat pergi dari sini sekarang,” ucap Lucy tergesa-gesa dan terputus-putus.
“Kenapa tiba-tiba kakak ingin pergi dari sini?” tanya Miki bingung, dia merasa aneh kenapa tiba-tiba Lucy ingin pergi dari klub malam ini dengan tergesa-gesa.
“Miki kita tidak punya waktu lagi, jika tidak kita berdua akan tertangkap.” Lucy mengambil tasnya dan meminta adiknya untuk berdiri sekarang juga.
“Tertangkap oleh siapa?” Miki terus bertanya, dia tidak tahu apa yang di katakan Lucy padanya.
Tiba-tiba keadaan klub malam ini menjadi sangat ramai dan padat oleh pengunjung.
“Di mana mereka kak?” seru Miki panik. Matanya sibuk mencari sosok Mike.
“Miki mereka ada di sana, kita harus bersembunyi sekarang juga.” Mata Lucy menelusur semua sudut klub malam ini untuk mencari tempat persembunyian.
Saat menemukan tempat yang bisa di jadikan untuk bersembunyi Lucy hendak mengajak Miki, tetapi saat dia melihat Miki sudah tidak ada. Dia bersembunyi di balik meja yang bahkan tidak bisa menutupi tubuhnya itu.
“Miki, kau sedang apa di sana?” seru Lucy pada Miki.
“Aku sedang bersembunyi,” Miki berjongkok seraya menutupi telinganya.
“Astaga…Miki, kau tidak bisa bersembunyi di sana, cepat kemari ikut dengan kakak ke tempat yang lebih aman.” Lucy menghampiri Miki dan menariknya memasuki ruangan VIP.
Setelah berhasil bersembunyi, Miki dan Lucy terlihat sangat panik. Di antara mereka berdua tidak boleh ada yang ketahuan, dan jika mereka berdua ketahuan berada di klub malam ini akan terjadi masalah besar.
“Kakak bagaimana ini?” seru Miki panik, kedua tangannya bergetar.
“Miki tenang dulu, kita pasti bisa keluar dari sini tanpa ketahuan oleh mereka.” Lucy berpikir keras seraya berjalan bolak balik.
__ADS_1
“Kak, duduk di sini jangan berdiri terus seperti itu.” Ajak Miki.
Lucy terlihat lebih panik dari pada Miki. “Kak, boleh Miki katakan sesuatu?” Miki terlihat tenang dan tidak terlalu panik.
“Katakan,” Lucy terus menggetarkan kedua kakinya tanpa dia sadari.
“Kenapa kakak terlihat sangat panik di bandingkan aku?” Miki mendekati Lucy dan duduk di sampingnya.
“Sebenarnya kakak kabur dari rumah,” jujur Lucy.
“APA!!!” pekik Miki keras.
“Pelankan suaramu, nanti kita akan ketahuan.” Lucy menutup mulut Miki dengan tangannya.
Terdengar di balik pintu suara ribut yang menyebutkan nama kedua pria yang di takuti oleh Miki dan Lucy.
“Kak bagaimana ini mereka berada tepat di ruangan sebelah kita.” Seketika tubuh Miki bergetar karena terlalu panik. Sekarang keadaan berbalik kini Miki yang terlihat sangat cemas di bandingkan Lucy.
“Miki tenang, kakak akan cari jalan supaya kita bisa keluar dari sini secepatnya.” Lucy berpikir keras untuk mencari jalan keluar.
Hampir lima menit berpikir. Dasar bodoh mereka tidak akan menyadari keberadaanku dan Miki jika ada banyak orang di klub ini. Tidak mungkin mereka bisa mengenaliku dan Miki. Batin Lucy.
“Miki ikut dengan kakak sekarang,” pinta Lucy pada Miki.
“Ke mana kak?” tanya Miki polos.
“Kita keluar dari sini sekarang.” Lucy terlihat percaya diri jika mereka tidak akan ketahuan.
“Bagaimana jika kita tertangkap?” Miki masih merasa takut.
“Tidak akan. Di sini banyak orang tidak mungkin mereka menyadari kehadiran Kita di sini.” Ucap Lucy dengan yakin.
Dengan mengendap-endap Miki dan Lucy bertekat keluar dari klub malam ini tanpa di ketahui oleh Mike dan Joe. Hampir setengah jalan Miki dan Lucy berpegangan tangan berusaha melewati kerumunan orang-orang untuk keluar. Tapi karena terlalu padat pengunjung Miki dan Lucy terpisah. Keduanya terpisah karena ada seseorang yang menarik tubuh mereka masing-masing dari arah yang berbeda, entah siapa orangnya Miki dan Lucy tidak bisa melihatnya karena terlalu banyak orang.
.
.
.
__ADS_1