Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
40. Pria Kaya


__ADS_3

Beberapa pria bertubuh besar itu mulai bergerak mencegat Miki yang melarikan diri meski pun mustahil baginya untuk bisa bebas dari Mike.


“Maaf Nona, Anda tidak boleh pergi.”


“Menyingkir dari hadapan saya sekarang juga!”


“Maaf Nona, kami tidak bisa. Mohon Anda kembali ke Tuan Muda sekarang.”


Mike datang lalu mengendong Miki di atas pundaknya dengan paksa, bagaimana pun Mike membuat Miki harus mengikuti keinginannya.


“Apa yang kau lakukan? Turunkan aku sekarang juga.” Miki mengamuk di atas pundak Mike.


Mike tidak bergeming dengan amukan Miki di atas pundaknya, semakin kuat amukan Miki semakin kuat dan kekar Mike menahan beban berat tubuh Miki yang tidak stabil di atas pundaknya. Bug, suara pukulan ringan yang di daratkan Mike di pantatnya Miki.


“Dasar mesum, berani sekali kau!”


Miki tidak terima Mike memukul pantatnya itu. Bug, Mike kembali mendaratkan pukulan ringan di pantat Miki untuk membungkam mulutnya.


“Jika kau memanggilku mesum lagi, aku akan memukulmu kembali.” Ancam Mike.


“Kau memang pria mesum.”


Bug! Bug! Bug!


Mike kembali mendaratkan pukulan di pantat Miki berulang kali tanpa sela sedikit pun.


“Tidak, tidak, tidak, jangan pukul lagi.”


Mike menghentikan tangannya untuk memukul pantat Miki. Miki yang berada di atas pundaknya tidak bergerak sedikit pun. Merasa khawatir Mike menurunkan Miki dari pundaknya. “Apakah kau baik-baik saja?”


Miki tidak menjawab, dia membisu dengan kepala tertunduk.


“Miki, coba kau lihat aku,”


Mike mengangkat dagu Miki dengan jarinya sehingga mata mereka bertemu.


“Kau jahat, kau sungguh menyentuhnya,”


Wajah Miki memerah, dia malu karena Mike menyentuh bagian tubuh sensitifnya yang sangat dia lindungi dari siapa pun.


Mike meletakkan kedua hati tangannya di wajah Miki dengan lembut dan penuh perhatian. Dia mencoba memahami wanita itu dengan memberikan sebuah kenyamanan melalui kelembutan tangannya saat menyentuh bagian wajah Miki.


“Maafkan aku,” terucap di bibir Mike.


“Kenapa kau menyentuhnya, Hiks.”

__ADS_1


“Kau jangan menangis, aku akan bertanggung jawab.”


“Bagaimana kau akan bertanggung jawab?”


Kenapa dia begitu manis, sungguh aku sangat ingin memilikinya secepat mungkin. Menikah adalah hal yang tepat untuk di lakukan sekarang. batin Mike.


“Miki menikahlah denganku.”


Sungguh saat ini detak jantung Miki semakin kencang dan semakin kencang saat Mike mengucapkan kata ‘Menikahlah denganku’. Kata-kata itu terdengar begitu indah dan membuat seluruh tubuh Miki tertatih. Usaha yang bagus untuk meluluhkan hatinya.


“Apakah begitu mudah mengatakannya? Sehingga kau berani mengucapkannya dengan suara lantang?”


“Tentu tidak, untuk mengatakannya butuh keberanian dan waktu begitu lama bagiku untuk mengakuinya.”


Apakah aku tidak salah mengatakan? Kenapa aku bisa berkata seperti itu? Batin Mike.


Seperti sebuah keajaiban, tanpa berpikir terlebih dahulu Mike menyatakan sesuatu yang bukan menggambarkan dirinya. bisa di katakan suara hatinya meloloskan diri melalui bibinya.


Tidak mudah bagi Miki untuk menerima yang di katakan Mike. Dia tahu betul jika pria ini tidak akan pernah serius menyangkut soal sebuah hubungan, terutama jika menyangkut seseorang wanita.


“Apa kau yakin dengan yang kau katakan?”


Mike terteguh diam sesaat, apa yang di katakan Miki sedikit membuat Mike meragukan dirinya sendiri. Tapi, maaf semua itu tidak membuat Mike mengurungkan niatnya untuk menikahi Miki.


“Apa yang membuatmu tidak yakin dengan diriku?”


“Apa yang kau pikirkan tentang diriku?”


“Kau pria kaya yang suka memaksa orang untuk menuruti perintahmu. Kau hanya pria kaya sombong.”


“Kau sungguh sangat mengenal diriku.”


Mike tersenyum, dia merasa senang karena ucapan Miki. Tangannya mulai melingkari pinggang kecil Miki, dengan lembut dia menarik pinggang Miki merapat ke pinggangnya. Mike berusaha menciptakan suasana lembut saat dia akan bertindak.


“Apa yang ingin kau lakukan?


Miki mulai bernafas berat dan tubuhnya terasa bergetar karena sentuhan yang di lakukan Mike pada tubuhnya.


“Untuk memaksamu ikut denganku masuk ke dalam sana mendaftarkan pernikahan kita.”


Mike langsung mengendong tubuh Miki dengan sekali angkat. “Tidak, aku tidak mau.”


Miki menolak dan mengamuk. Sedangkan Mike tidak bergeming, dia tetap kukuh dan berjalan dengan tegap walaupun Miki mengamuk. Saat tiba kemudian Mike menurunkan Miki seraya merangkul pinggang kecilnya tanpa melepaskan Miki sedikit pun darinya.


“Maaf Tuan, ada yang bisa saya bantu?” ucap seorang wanita yang duduk di tempat pendaftaran.

__ADS_1


“Tid__”


“Menurutlah jika tidak,”


Mike mengancam Miki dengan menggunakan tangannya yang terus meraba di pinggang dan pahanya, seakan itu adalah sebuah ancaman Mike kepada Miki.


Seketika Miki membungkam mulutnya, dia mengerti maksud yang di lakukan Mike padanya saat ini. Dia bisa merasakan jika ancaman pria ini benar-benar nyata dan akan terjadi jika dia tidak menurut.


“Jika kau akan terus menurut seperti ini, aku janji tidak akan membuatmu malu di hadapan mereka semua.” Bisik Mike di telinga Miki.


“Maaf Tuan Nona, ada yang bisa saya bantu?”


Dengan tersenyum seraya mengeratkan rangkulannya di pinggang Miki, dia berkata. “Kami ingin mendaftarkan pernikahan.”


“Silakan Tuan dan Nona isi dulu formulirnya, setelah itu kalian baru bisa mendaftarkan pernikahan.”


Apakah dia tidak mengerti dengan bahasa manusia? Bagaimana bisa dia tetap mendaftarkan pernikahan sedangkan aku menolaknya. Batin Miki.


Mike mengisi formulir dengan penuh senyuman, sedangkan Miki terus memasang wajah kesal yang terkesan datar. Tetapi tangannya terus bergerak dengan tertatih mengisi formulir tersebut karena dia terus dia ancam oleh pria itu untuk mengisi formulir tersebut.


“Sayang apakah kau sudah selesai?” bisik Mike.


Seakan Mike bersikap mesra terhadap kekasihnya yang segera akan dia nikahi. Dia berusaha menciptakan suasana yang bahagia baginya dan Miki di hadapan semua orang. Ada yang merasa iri melihat keduanya, dan ada yang bahagia melihat Mike dan Miki yang terlihat bahagia.


“Aku akan menikah denganmu, tetapi ada beberapa syarat yang harus kau setuju,” bisik Miki di telinga Mike.


“Tentu katakan.”


“Pertama Mike harus merahasiakan pernikahan Kita dari siapa pun termasuk kak Lucy dan Mami. Kedua Jika aku bilang tidak berarti kau tidak boleh memaksa dan harus menghormati keputusan ku, dan Ketiga Kita harus membuat kontrak perjanjian pernikahan.”


“Untuk apa membuat kontrak perjanjian pernikahan?”


“Kontrak untuk menjaga jika suatu saat akan terjadi sesuatu di dalam pernikahan Kita, seperti kau mulai bosan padaku dan menemukan wanita lain di masa depan maka kau harus melepaskan ku saat itu juga.”


Wanita kecil ini cukup pintar juga, dia sangat berhati-hati sekali. Jika aku tidak menyetujui syaratnya itu, aku yakin seratus persen dia akan terus menolak pernikahan ini. Dari pada aku pusing nantinya lebih baik aku setuju saja dengan syaratnya itu. Batin Mike.


“Oke baiklah aku setuju, tapi sebelum itu kita daftarkan pernikahan terlebih dahulu.”


“Baiklah.”


Kemudian mereka menyerahkan formulir pernikahan mereka. Setelah beberapa saat mereka sah menjadi pasangan suami istri dengan sertifikat sah yang di keluarkan oleh kantor sipil.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2