
New York.
Pertemuan antara keluarga Sea dan keluarga Gibson untuk membahas perjodohan Mike Sea dan Agatha Gibson, yang di laksanakan di sebuah restoran mewah yang terletak di hotel milik keluarga Sea.
Pertemuan yang di hadiri hanya orang penting antara dua belah pihak saja, yang mana dari pihak keluarga Sea yang di hadiri oleh Dalton Sea, Darwin Sea, dan yang terakhir Mike Sea. Sedangkan pihak keluarga Gibson ada Robert Gibson, Amanda Blossom, dan yang terakhir bintang dari acara ini adalah Agatha Gibson.
Pertemuan ini terjadi setelah Mike menyetujui untuk menikahi Agatha mengatas namakan perusahaan SEA. Tidak ada cinta dalam diri Mike untuk Agatha, tidak kurang dan lebih Mike hanya menganggap Agatha sebagai sahabatnya.
Sebaliknya Agatha adalah orang yang paling bahagia saat ini. bagaimana tidak, dia adalah orang yang sangat menginginkan Mike menjadi suaminya. Jika buka karena wasiat dari kakeknya Cullen Gibson, dia tidak akan bisa menikahi pria idamannya itu.
“Sesuai dengan yang sudah di rencanakan sebelumnya, pertemuan hari ini adalah untuk membahas tentang penyatuan keluarga besar Gibson dengan keluarga besar Sea.” Ucap Robert membuka pembicaraan.
“Tentu saja, seperti yang sudah di sepakati olehku dan mendiang Cullen Gibson sebelumnya adalah untuk menikahkan keturunan dari keluarga Sea dengan keturunan dari keluarga Gibson.” Jawab Dalton.
Mendengar apa yang di bicara oleh kedua orang tersebut membuat Mike tersenyum singkat dan tidak percaya dengan apa yang mereka bicarakan saat ini.
“Agatha sayang, bagaimana, apakah kau menyetujui perjodohan antara kau dan cucu saya Mike?” Tanya Dalton.
Dengan tersenyum sangat lebar, Agatha menganggukkan kepalanya seraya berkata, “Apa pun yang di inginkan oleh keluargaku akan aku lakukan,” ucapnya tersenyum bahagia.
Bagaimana bisa dia menerima perjodohan ini begitu saja? Bukannya dia sudah tahu jika aku sudah menikahi wanita lain? Sungguh tidak bisa di percaya, ternyata Agatha sama saja dengan wanita di luaran sana. Batin Mike.
“Baiklah, jika anak saya Agatha sudah bilang menyetujui perjodohan ini, maka kita langsung saja merencanakan pertunangan secepat mungkin dan kemudian melaksanakan pernikahan dalam waktu satu bulan.” Timpal Amanda.
Cih…ternyata ibu dan anak sama saja, sama-sama rubah licik seperti yang dikatakan orang-orang. Batin Mike.
“Saya sangat setuju dengan apa yang di Anda katakan, lebih cepat lebih baik.” Sahut Dalton.
“Sebelum kalian merencanakan pertunangan dan pernikahannya, ada yang ingin saya katakana pada kalian semua.” Timpal Mike.
Semua mata tertuju pada Mike, dengan sangat santai Mike melepaskan kancing jasnya sembari duduk dengan membusungkan dadanya.
“Katakan saja, apa yang ingin kau katakan, karena sebelum pernikahan ini terjadi saya ingin mendengarkan pendapat dari pria yang akan menikahi putri saya.” Ucap Robert menanggapi perkataan Mike.
“Sebelum pernikahan ini terjadi saya ingin mengatakan jika saya sudah menikahi seseorang wanita.” Ucap Mike yang berhasil membuat Robert dan Amanda terkejut.
“Apa katamu! Bagaimana bisa kau ingin menikahi putri saya jika sudah menikah?!” bentak Amanda.
“Maaf sebelumnya, Anda tidak perlu marah seperti itu. Lebih baik Anda tanyakan kepada putri Anda sendiri, kenapa dia bisa mau menikah dengan saya walaupun dia sudah mengetahui jika saya sudah menikah.” Ucap Mike dengan tenang.
“Mike!” bentak Dalton.
“Kakek tolong, biarkan Mike mengatakan semuanya, agar tidak ada yang di tutup-tutupi lagi.” Jawab Mike.
Amanda langsung melempar pandangannya pada anaknya Agatha dengan tajam. “Agatha apakah benar kau sudah mengetahui jika Mike sudah menikah?” tanyanya.
“Em…Agatha sudah mengetahuinya,” angguk Agatha.
__ADS_1
Amanda meremas kedua tangannya dengan sangat kuat, dia tidak tahu harus melakukan apa lagi, karena sepertinya yang salah di sini adalah pihak dari keluarganya sendiri.
“Agatha, kenapa kau menyetujui pernikahan ini jika kau mengetahui Mike sudah menikah?” Tanya Robert pada Putrinya itu.
“Dad, Agatha ingin menikahi Mike karena Agatha mencintainya.” Jawab Agatha sembari beranjak berdiri dari kursinya.
“Tapi maaf Agatha, aku tidak ingin menikahimu” timpal Mike.
“Mike tutup mulutmu!” bentak Dalton.
“Dad, tenang.” Darwin menyenlah.
“Dad, Agatha mohon…biarkan Agatha menikahi Mike.” Kata Agatha yang berhasil membuat semua terfokus padanya.
Apa yang di katakana wanita ini? seru batin Mike.
“Agatha, apakah kau tidak sadar jika Mike sudah menikahi wanita lain!” bentak Robert.
“Dad, Agatha mohon…biarkan pernikahan ini terjadi. Mom, tolong bujuk Daddy agar mengizinkan Agatha menikahi Mike.” Ucap Agatha yang semakin membuat semua orang tidak bisa berkata-kata lagi.
Astaga…kenapa aku bisa tahan berteman dengannya selama ini. Batin Mike.
Mike mulai geram saat melihat Robert yang mulai luluh saat terbujuk oleh anaknya itu.
Jangan bilang dia akan menuruti permintaan anaknya itu. Ya tuhan tolong buat dia mengatakan tidak. Batin Mike.
Lama Robert berpikir sembari menatap Agatha yang memohon dengan memperlihatkan wajah sedihnya. Dengan sangat terpaksa sembari menghelakan nafas panjangnya, “Baiklah, Daddy menyetujui pernikahan ini,” ucapnya terpaksa.
Ketika mendengar apa yang di katakana Robert, membuat wajah Mike berubah sangat menakutkan. Tidak sedikit pun dia menujukan wajah tersenyumnya pada Agatha saat wanita itu menatapnya dengan penuh kebahagiaan.
Apa yang kau senyumkan? Apakah kau tahu wajahmu terlihat sangat mengerikan saat tersenyum begitu. Batin Mike.
“Baiklah kita sepakat jika pernikahan ini di lanjutkan.” Kata Dalton.
“Baiklah, mulai minggu depan kita atur acara pertunangannya,” ucap Amanda.
“Baiklah semua urusan saya serahkan pada keluarga Gibson.” Timpal Dalton.
Hah…aku rasa kalian butuh persetujuanku terlebih dahulu. Jika aku tidak menyetujuinya jangan harap pernikahan ini akan terjadi. Batin Mike.
“Mike bagaimana dengan pendapatmu tentang pernikahan ini?” Tanya Darwin membuka suaranya.
“Kita tidak perlu pendapat dari Mike, jika aku menyetujui pernikahan ini maka Mike harus menikahi Agatha.” Timpal Dalton.
Mike hanya diam saja, tidak sedikit pun dia membuka suaranya. Untuk membuka mulutnya saja dia merasa sangat malas, apalagi untuk menujukan apa yang di rasakan saat ini. kebisuan Mike bukan berarti dia tidak bisa melakukan apa-apa, tetapi untuk menolak atau pun menentang pernikahan ini sekarang percuma saja.
“Kakek Mike pamit pergi dulu, masih banyak pekerjaan yang harus Mike selesaikan sekarang.” kata Mike sembari beranjak berdiri dari kursinya.
__ADS_1
“Mike, pembicaraan Kita masih belum selesai, tidak sopan main tinggal pergi saja.” Tegur Dalton.
“Kalian lanjutkan saja pembicaraannya, lagi pula kalian tidak perlu pendapat dari Mike juga kan.” Timpal Mike kemudian pergi begitu saja meninggalkan ruangan tersebut.
Setelah menghilang di balik pintu, Agatha ikut pergi keluar menyusul Mike di luar sana.
“Mike tunggu…” terika Agatha menahan lengan Mike.
Melihat tangan Agatha memegang lengannya, dia langsung menyingkirkan tangan wanita itu begitu saja dari lengannya. Mike menunjukkan rasa tidak sukanya saat Agatha menyentuhnya.
“Apa yang kau inginkan?” terdengar nanda suara Mike yang dingin.
“Boleh kita berbicara sebentar?”
“Apa lagi yang ingin kau bicarakan sekarang?”
“Ceraikan istrimu sekarang,” cetus Agatha yang tidak tahu malu sedikit pun di hadapan Mike.
Seketika Mike menajamkan matanya, saat mendengar apa yang di katakan Agatha padanya, “Apa katamu barusan?” Tanya Mike yang semakin kehilangan kesabaran.
“Aku minta kau ceraikan wanita yang bernama Miki itu, sebentar lagi kita akan menikah jadi aku tidak ingin kau masih menikah dengannya saat kita menikah nanti.”
Mike menggenggam erat kedua tangannya hingga puncak kukuhnya memutih karena menahan amarahnya. Ingin rasanya saat ini Mike membunuh wanita yang ada di hadapannya ini, tapi tidak dia lakukan.
“Lebih baik kau tidak mengucapkan kata-kata itu padaku,” ucap Mike dengan suara rendahnya yang menakutkan saat di dengar oleh siapa pun.
“Kenapa aku tidak boleh mengatakannya? Sudah seharusnya kau menceraikan wanita rendahan itu, setelah kau menikahiku.” Jawab Agatha.
Mike mendengarkan apa yang di ucapkan Agatha semakin membuatnya kehilangan kesabarannya. Mike membuka kedua kepalan tangannya kemudian dia mencengkeram kera Agatha dengan kedua tangannya. Dengan sangat marah Mike mendorong tubuh Agatha hingga terkandas di dinding.
“Sekali lagi kau mengatakannya akan aku buat kau menyesal! Kau tidak perlu ikut campur dengan urusan pribadiku, jika tidak kau akan malu nantinya. Sebaiknya kau ingat dengan perkataanku itu.” kata Mike sembari melepaskan cengkeramannya pada kera wanita itu dan pergi begitu saja meninggal Agatha.
Tubuh Agatha bergetar hebat saat melihat sikap Mike padanya. Baru kali ini dia melihat ekspresi wajah Mike yang sangat menakutkan, karena selama ini Mike tidak pernah menujukan kemarahannya pada Agatha.
Di waktu bersamaan, Mike pergi dengan kedua tangannya terkepal kuat, dan dadanya menggebu-gebu menahan amarah yang hampir meledak di kepalanya. Dia tidak tahu kenapa wanita yang selama ini dia kenal, ternyata rubah licik yang menyembunyikan identitas aslinya selama ini.
Apakah dia sudah bosan hidup, berani sekali dia mengaturku. Batin Mike.
Setiap langkahnya, Mike meninggalkan kemarahannya bersama telapak kakinya, seakan dia membuang jauh-jauh kemarahan yang tidak ada gunanya bagi dirinya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.