Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
41. Gadis Pemalu


__ADS_3

Pernikahan sudah terjadi dan di sahkan secara legal. Miki masih tidak percaya jika dia sudah menikah dengan Mike. Sebagian jiwa Miki entah pergi ke mana, sedangkan tubuhnya terduduk di atas ranjang dengan mulut terbuka.


“Miki kau kenapa?”


Lucy datang memasuki kamarnya dan langsung melihat wajah sang adik yang seperti orang bodoh yang tidak bernyawa.


“Tidak ada apa-apa kak?”


Seketika Miki bersikap seakan tidak terjadi apa-apa. Dengan tersenyum kecut Miki langsung beranjak berdiri dari duduknya dan memasuki kamar mandi untuk menghindari Lucy sang kakak.


Setelah berada di dalam kamar mandi Miki mulai menujukan wajah kekhawatirannya, di dalam kamar mandi dengan bebasnya Miki bisa memperlihatkan rasa khawatirnya yang sejak dari tadi melanda dirinya.


Drrrt…ponsel Miki bergetar. Dia mendapat pesan dari Mike yang sudah sah menjadi suaminya.


Mike: Datanglah ke kamarku sekarang.


Miki: Untuk apa?


Mike: Kau tidur bersamaku malam ini.


Astaga apa yang dia pikirkan? Apakah dia sudah gila! Bisa-bisanya dia memintaku tidur bersamanya. Batin Miki.


Miki: Maaf aku tidak bisa.


Mike: Kenapa?


Miki: Karena kak Lucy tidur bersamaku, jadi aku mohon jangan bersikap aneh-aneh.


Miki langsung mematikan ponselnya dan meletakannya sembarangan di atas meja wastafel kamar mandi.


Hati Miki semakin gelisah setelah Mike memintanya untuk tidur bersamanya. Sebelumnya Miki tidak pernah segelisah ini, Mungkinkah kegelisahan ini karena pernikahannya dengan Mike? Rasanya tersenyum saja Miki tidak bisa, setiap kali dia tersenyum dia pasti langsung teringat dengan pernikahannya. Seketika senyumnya memudar dari wajah cantiknya.


“Miki kau sedang apa di dalam sana?”


Lucy mengetuk pintu kamar mandi. Dia khawatir dengan Miki yang tidak keluar-keluar dari sana sejak dia datang ke kamar adiknya itu.


Miki yang berada di dalam kamar mandi mulai melatih ekspresi wajahnya dengan cepat. Dia bersikap baik-baik saja dan kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan memasang wajah yang tersenyum cantik untuk menutupi apa yang dia pikirkan.


“Kau sedang apa di dalam sana?”


“Maaf kak, aku sakit perut.” Miki berbohong.


“Miki kakak lapar, buatkan kakak nasi omelet.”


“Sekarang?"


“Ia sekarang, sudah sangat lama sekali kakak tidak merasakan nasi omelet buatan adikku ini. mau ya buatkan kakak nasi omelet?”


“Hem…baiklah, aku akan buatkan walaupun sudah tengah malam Miki akan buatkan demi kak Lucy.”

__ADS_1


“Terima kasih adikku sayang, ayo buat sekarang biar kakak temani.”


Mereka keluar dari kamar dan turun ke lantai dasar menuju dapur. Saat melewati ruangan tengah Miki dan Lucy bertemu dengan Joe yang sedang duduk bosan di sofa.


“Kalian mau pergi ke mana?” seru Joe.


“Mau makan,” jawab Lucy.


“Boleh Ikut? Suamimu ini juga sangat lapar sekali.”


Joe memasang wajah memelas seraya mengelus-ngelus perutnya berulang kali di hadapan Lucy dan Miki.


“Oke baiklah, kau boleh ikut.”


Joe melompat girang seraya memeluk Lucy yang berada tidak jauh darinya. Dengan cepat Lucy mendorong jauh tubuh Joe darinya.


“Kau berat menjauh dariku.”


Lucy langsung menarik Miki menuju dapur. Setiba di meja makan, Joe bingung melihat Miki masuk ke dalam dapur dan bukan duduk di meja makan untuk makan.


“Miki, mau apa ke sana?”


“Aku mau masak.”


“Kan sudah ada koki profesional untuk menyiapkan makanan, untuk apa repot-repot masak?”


“Aku yang memintanya untuk masak, memang tidak boleh?”


“Tentu saja boleh, memang Miki mau masak apa?” Joe meringis ngeri melihat Lucy.


“Aku mau masak makanan kesukaan kak Lucy, nasi omelet.”


“Sudah jangan banyak bicara, Miki cepat masak sana dan Kamu panggil kakakmu untuk bergabung bersama kita untuk makan.”


Kakak jangan panggil dia. Batin Miki.


“Oke siap Bos.”


Joe pergi memanggil Mike di lantai atas, sedangkan Miki memasak dan Lucy duduk manis di kursi makan.


Setelah beberapa menit kemudian Joe datang bersama Mike. Mereka bergabung duduk di kursi makan yang biasanya mereka duduki saat makan.


“Di mana Miki?” tanya Mike.


“Dia sedang memasak di dapur.” Jawab Joe.


“Kenapa kalian biarkan dia yang memasak?” Mike marah seraya beranjak berdiri dari duduknya.


“Kau duduk, jangan bersikap berlebihan. Miki tidak akan meracunimu, dia sangat pro kalau berada di dapur.” Jawab Lucy dengan menatap tajam Mike.

__ADS_1


Mike yang berdiri kembali duduk di kursinya. Dia tidak tahu kenapa setiap kali melihat Lucy marah dia tidak bisa berkutik. Apa karena dia adalah kakaknya Miki sehingga membuatnya tidak bisa menjawab.


“Bagaimana bisa kau menikah dengannya?” bisik Mike di telinga Joe.


Joe yang mendengar bisikan Mike di telinganya hanya bisa menjelitkan matanya ke arah Mike. Dia tidak bisa menjawab perkataan Mike karena Lucy juga dapat mendengar apa yang di bisikan Mike di telinganya.


“Kalian berdua bisa tenang tidak?” suara Lucy terdengar mengerikan di telinga Kedua pria itu.


“Hem… baiklah.”


Seketika Mike dan Joe membungkam mulut mereka. Dengan duduk tenang tanpa bersuara membuat keduanya bosan. Apalagi Mike yang tidak bisa melihat istrinya itu, malah melihat kedua sejoli saling tatap satu sama lain di depannya.


“Hem…hem, aku permisi sebentar untuk memeriksa keadaan dapur. Takutnya Miki akan merusak dapurku.”


Mike langsung beranjak berdiri seraya melihat ke arah Lucy dan Joe. Dia memastikan jika kedua pasangan itu tidak menyadari niatnya untuk menemui Miki di dapur sana.


Oke baiklah, ini waktunya aku menemui Miki sekarang. batin Mike.


Mike menyelinap masuk ke dapur untuk menemui Miki. Dengan perlahan dia mendekati Miki yang sedang sibuk memasak, sedangkan Miki tidak menyadari kedatangan Mike di belakangnya.


Mike mulai mendekati Miki dengan tangan yang mulai bergerak ingin menyelusuri pinggang kecil istrinya itu. Hampir sedikit lagi Mike berhasil mengapainya secara perlahan-lahan hingga menyentuh pinggang itu dengan lembut dan romantis pikir Mike.


“Miki, apa ada yang perlu kakak bantu?” seru Lucy.


Kedatangan Lucy yang tiba-tiba membuat Mike menarik kembali tangannya menjauh dari Miki. Dia bersikap seakan tidak melakukan apa-apa di depan Lucy.


“Kapan kau datang ke sini?” Lucy menatap Mike yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya Miki.


“Barusan,” jawab Mike dengan tenang.


Mendengar suara Mike sangat dekat di belakannya, Miki refleks terkejut dan membalik badannya menghadap ke arah Mike yang berada di belakannya.


“Kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Miki grogi.


“Apakah kau tidak dengar apa yang tadi aku katakan?” jawab Mike sewot.


Mike mulai merasa risi mendapat pertanyaan yang sama dari kedua wanita yang ada di hadapannya ini.


“Kenapa kau marah? aku hanya bertanya.”


“Hem, aku tidak marah. Kau lanjutkan saja memasaknya, aku sudah sangat lapar sekali.”


Mike mengalihkan pembicaraan, dan dengan canggung dia melangkah kakinya keluar dari dapur meninggalkan kedua wanita bersaudara itu di dapur.


Lucy, Lucy, Lucy. Kenapa dia selalu muncul di saat-saat yang tidak tepat. Kesal batin Mike.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2