
Villa, pukul 07.00 p.m.
Di ruangan tengah, Joe sangat bosan menonton televisi semenjak kembali ke Villa, begitu juga Mike yang tengah berada di ruangan kerjanya seharian. Tidak ada yang bisa mereka lihat dan lakukan karena sejak dari pagi tadi kedua wanita yang mereka tunggu dan berharap dapat di lihat wajahnya tidak juga keluar.
“Apa yang mereka lakukan di dalam sana?”
Mike beranjak keluar dari ruang kerjanya menuju ruang tengah di mana di sana ada Joe yang juga merasakan hal yang sama.
“Apa yang kau lakukan di sini?” Mike duduk di sampingnya Joe.
“Entah, apa yang aku lakukan di sini sampai berjam-jam.”
Kedua pria itu saling pandang dan menghelakan nafas panjang secara bersamaan. Rasa bosan membalut suasana ruangan. Bret yang lewat menjadi bahan pertanyaan oleh kedua pria kakak beradik itu.
“Nyonya Bret kemari sebentar,” pinta Joe.
“Ya Tuan, ada apa?” Bret menunduk hormat.
“Apakah Nyonya Bret tahu apa yang di lakukan Lucy di kamar Miki?”
Mike terperanjat duduk dengan tegap mendengar pertanyaan Joe yang tidak pernah terpikirkan olehnya.
“Nona Muda dan Nona Chloe sedang bersenang-senang di dalam tenda milik Nona Chloe.” Bret menatap kedua Tuannya itu kemudian dia kembali menundukkan kepalanya.
“Baiklah Nyonya Bret terima kasih, kau boleh pergi sekarang. Mike kau ikut aku ke kamar Miki sekarang.” ajak Joe.
Mendengar apa yang di katakan Tuannya itu Bret menghentikan langkah kakinya dan kembali menghadap kedua Tuannya itu.
“Maaf Tuan, pesan Nona Muda tidak ada yang boleh masuk ke dalam kamar Nona Chloe, termasuk Tuan Joe dan Tuan Mike.” Bret menundukkan kepalanya tak berani menatap secara langsung kedua Tuannya itu.
“Ayo Joe kita masuk saja, tidak usah pedulikan mereka.” Mike bersikap seakan dia bisa melakukan apa pun di Villa Miliknya.
“Maaf Tuan, kalian benar-bebar tidak boleh masuk ke dalam sana. Kata Nona Muda, jika Tuan tidak mendengarkan apa katanya, dia akan membantu Junior untuk mendapatkan Nona Chloe.” Bret menyampaikan apa yang di katakan Lucy padanya.
Seketika langkah kaki Mike terhenti saat mendengar apa yang di katakan Bret padanya. Tidak heran jika dia juga mengetahui pria itu menyukai Miki. Batin Mike.
“Mike jangan dengarkan apa yang dia katakannya, kita masuk saja.” Ajak Joe.
“Berhenti, tetap di sana.” Perintah Mike.
“Kenapa?” Joe memutar badanya menghadapi Mike.
“Jangan masuk ke sana.” Mike mengulangi perkataannya.
Joe yang melihat wajah Mike yang mulai berubah bengis, tidak lagi membantah perkataannya. Dia kembali ke tempatnya semula.
“Oke baiklah,” Joe duduk di sofa dengan kedua kaki tersilang.
__ADS_1
“Nyonya Bret kau boleh pergi sekarang.” perintah Mike dingin.
“Baik Tuan,” dalam sekejap Bret menghilang dari pandangan Mike.
Sepertinya akan semakin rumit jika Lucy ikut campur. Untuk saat ini aku harus menuruti apa yang di katakan Lucy, jangan lakukan apa pun yang membuatnya membantu pria itu. Batin Mike.
“Mike bagaimana jika kita pergi bersenang-senang, dari pada kita duduk ngak jelas di sini.”
Tanpa berpikir panjang Mike langsung menyetujui ajakan Joe. “Kita berangkat sekarang.”
Saat melangkah menuju pintu keluar, sekretaris Fred datang dari pintu tersebut dan menghampiri Mike dengan wajah seriusnya.
“Tuan, ada yang ingin saya laporkan pada Anda,” Fred berdiri di hadapan Mike.
“Katakan,”
“Tuan, Nona Katie membuat masalah di bisnis hiburan Milik keluarga SEA.”
“Dasar wanita tidak tahu diri! Berani sekali dia.” Sekilas Mike memperlihatkan wajah menakutkannya, tetapi setelah itu dia kembali menunjukkan wajah tenangnya. “Katakan apa yang telah dia perbuat?”
“Nona Katie mengelapkan dana sebesar seratus juta dolar, dan juga dia menyediakan wanita penghibur bagi pelanggan VIP di klub malam secara ilegal.”
“Mr. Fred siapkan semua bukti kejahatan wanita itu dalam sepuluh menit, kita lihat apa yang akan dia perbuat setelah ini.”
“Baik Tuan.” Bret pergi untuk melaksanakan perintah Tuannya.
Setelah sekretaris Fred pergi, Mike menatap Joe. Matanya mulai berbicara pada Joe. Namun, pria itu tak ingin menanggapinya dan dia lebih memilih untuk tidak ikut dengan kakaknya itu.
“Kau mau pergi ke mana? Ikut dengan aku sekarang.” Mike menarik adiknya itu ikut dengan masuk ke dalam mobilnya menuju klub malam.
***
“Katie mana wanita penghibur yang kau janjikan padaku?”
“Kau tenang dulu, sebentar lagi dia akan datang.”
Beberapa saat Katie berbicara wanita penghibur yang dia sediakan secara ilegal datang memasuki ruangan VIP.
“Bagaimana, apakah kau suka dengan wanitanya?” Katie berdiri di samping wanita muda yang masih terlihat polos.
“Aku sangat suka dengan wanita yang masih murni dan pres seperti ini.” Pria itu mendekati wanita muda itu seraya memeluknya dengan sesuka hati.
“Baiklah jika kau suka dengan wanitanya, aku pergi dulu. Nikmati saja waktumu dengannya.”
Setelah Katie pergi meninggalkan ruangan VIP tersebut, wanita muda itu mulai memberontak dan ingin melepaskan diri dari pria hidung belang yang telah membelinya dengan harga sangat mahal.
“Lepaskan aku,” wanita muda tersebut berusaha untuk melarikan diri, tetapi tidak mudah baginya untuk lepas dari pria tersebut.
__ADS_1
“Gadis cantik kau tidak perlu takut, aku akan melakukannya dengan lembut. Aku janji kau akan menyukainya. Hahaha.”
Dengan sangat bergairah pria itu mulai melakukan aksinya untuk merebut kesucian wanita muda itu. Namun, saat pria itu hendak membuka baju wanita itu tiba-tiba pintu terbuka.
Brakkk.
“Siapa yang berani menganggukku!”
Saat Mike menampakkan wajahnya pria itu langsung menutup mulutnya. Joe yang berada di belakangnya Mike mendahuluinya masuk ke dalam ruangan tersebut seraya duduk dengan santai di sofa.
“Kau sungguh berani sekali melakukan hal mesum di klub malam milik keluarga SEA.”
Dengan santai Joe mengambil bir di atas meja yang ada di depannya. Setelah meneguk sedikit bir tersebut dia melirik wanita muda yang terlihat masih polos sedang menangis terduduk di atas lantai yang dingin dengan baju yang robek.
“Gadis kecil siapa namamu?” seru Joe.
“Alexa, Hiks...Hiks.”
“Baiklah Alexa, kau tidak perlu takut. Paman itu akan membantumu keluar dari sini.” Joe menunjukkan Mike yang sedang berdiri di depan pintu dengan wajah dinginnya.
“Benarkah?” wanita muda itu mulai menghapus air matanya seraya menatap ke arah Mike dengan penuh harapan.
Melihatnya Mike melepaskan jasnya dan melangkah maju untuk mendekati wanita muda itu. “Kau tahu Alexa, kau mengingatkan aku pada seorang wanita. Walaupun dia lebih tua darimu tetapi kalian sangat mirip sekali.” Mike memakaikan jasnya itu pada wanita muda tersebut dan membantunya untuk berdiri.
“Dia pasti sangat cantik sekali,”
“Bagaimana kau bisa tahu jika dia sangat cantik?”
“Jika paman bilang dia sangat mirip denganku, berati dia sangat cantik sepertiku.” Dengan polosnya Alexa menyebutkan dirinya cantik.
“Hahaha, kau sangat benar sekali.” Tawa Mike.
Mendengar tawa Mike yang bergema membuat pria hidung belang tersebut merinding ketakutan.
“Mr. Fred, tolong kau bawah Nona kecil ini ke tempat yang aman.” Perintah Mike.
“Baik Tuan.” Fred langsung membawa wanita kecil itu ke tempat yang lebih aman.
Setelah itu, Mike duduk di sofa dengan santai. “Katakan padaku, berapa kau membayar Katie untuk mendapatkan Gadis kecil tadi?”
“Maaf Tuan Mike, saya tidak bisa memberi tahukannya pada Anda.” Pria itu menolak.
“Tentu saja kau bisa menutup mulutmu itu, tapi jangan salahkan saya jika mulutmu itu tidak bisa berbicara selamanya.” Terdengar suara dingin mengerikan milik Mike.
Seketika tubuh pria tersebut membeku saat mendengar kata-kata yang di katakan Mike padanya. Memilih tetap diam berarti sama dengan memilih untuk mati di tangan pria berdarah dingin itu. selagi bisa menyelamatkan diri, larilah sekuat tenaga jika tidak ingin mati di tangannya.
.
__ADS_1
.
.