Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
42. Pria Kaya


__ADS_3

Mike berjalan menuju meja makan dengan kesal, dia duduk di kursi makan dengan wajah kusut yang tidak bisa dia kendalikan saat melihat Joe. Dia kesal dengan wajah menyebalkan itu karena sejak dari tadi terus tersenyum saat melihat Lucy. Sedangkan dia sangat tidak menyukai Lucy.


“Ada apa denganmu Mike?”


“Diam Kau!”


Ada apa dengannya, kenapa dia terlihat sangat kesal? Seru batin Joe.


“Berhenti menatapku seperti itu.”


“Oke baiklah.”


Joe mengalah, dia berhenti menatap Mike dengan Intens. Tidak lama itu Miki dan Lucy datang dengan membawa Nasi omelet buatan Miki.


“Silakan di makan nasi omelet-Nya,”


Lucy meletakkan piring yang berisi nasi omelet di hadapan Joe. Sedangkan Miki meletakan nasi omelet bawaannya di hadapan Mike.


“Terima kasih sayang,”


Mike mengerakkan bibirnya seraya menatap Miki dengan genit tanpa mengeluarkan suara. Seketika wajah Miki memerah saat melihat gerakan bibir Mike.


Semoga aku bisa melewati makan malam ini dengan tenang, jangan sampai pria ini membuatku hilang kendali. Batin Miki.


“Duduk di sini.”


Mike menunjukkan kursi di sebelahnya dan semua mata langsung tertuju ke arah Mike.


“Tidak aku duduk di samping kak Lucy saja.”


“Aku bilang duduk di sini.” Perintah Mike.


“Miki kau duduk saja di samping Mike, jangan membuat suasana makan malam ini hancur.” Ucap Joe.


“Tapi,”


“Duduk di sini.”


Mike menajamkan matanya menatap Miki. Sadar akan kemarahan pria itu, Miki berjalan ke kursi di samping Mike. Dia duduk dengan perlahan tanpa bersuara lalu memakan nasi omelet-Nya dalam kebisuan.


Ayo cepat habiskan, jika tidak pria ini akan selalu mengganggumu. Batin Miki.


Satu suapan, dua suapan, dan tiga suapan nasi omelet masuk ke dalam mulut Miki. Saat suapan ke empat tiba-tiba tangan Mike meremas paha Miki dengan lembut.


“Uhuk…Uhuk.” Miki terbatuk. Dia kaget Mike meremas pahanya.


“Miki apakah kau baik-baik saja?” Dengan cepat Lucy memberikan air minum kepada Miki.


“Aku baik-baik saja kak,”


Miki menyekat sisa makanan yang menempel di sudut bibirnya, dan kemudian dia meminum air yang di berikan Lucy padanya.


“Pelan-pelan makannya.”

__ADS_1


“Baik kak.”


Miki menunduk, dia melihat tangan Mike yang terus berada di atas pahanya.


Apa yang dia lakukan sekarang? singkirkan tanganmu dariku pria mesum. Batin Miki.


Miki menepis tangan Mike dari pahanya, dan dia juga menginjak kaki Mike yang berada di bawah meja makan dengan Kuat.


“Aw…” suara kesakitan Mike.


Satu sama. Batin Miki.


Kau ingin bermain denganku ya, oke baiklah akan aku ikuti permainanmu. Batin Mike.


Mata mereka saling bertemu menatap satu sama lain dengan tajam, seakan mereka berbicara satu sama lain tanpa bersuara.


“Miki tolong ambilkan aku saus sambalnya,” pinta Mike.


Kau bisa mengambilnya sendiri, kau punya dua tangan. Batin Miki.


Dengan sangat terpaksa Miki beranjak berdiri untuk mengambilkan saus sambal yang berada sedikit jauh darinya. Plak…Mike menampar pantat Miki.


“Suara apa itu?” Seru Lucy.


Miki yang kaget hanya bisa menggigit bibirnya dengan kesal sekaligus menahan malu. Miki duduk kembali ke kursinya dengan memegang saus sambal di tangannya.


“Sini biar aku bantu tuangkan saus sambalnya di piringmu.”


Miki membuka penutup botol saus sambal tersebut, dan kemudian dia memencet botol saus tersebut ke arah Mike. Srett…saus sambal mengenai sisi wajah Mike.


“Maaf Mike, sungguh aku tidak sengaja.”


Dengan tersenyum Miki berpura-pura panik dan mendekat ke arah Mike, dia beranjak berdiri untuk membatu Mike membersihkan saus sambal di wajahnya. Dengan menggunakan lap meja yang kotor Miki mengelapkannya di wajah Mike.


“Apa yang kau gunakan itu?”


“Ah…maafkan aku. Sungguh aku tidak sengaja menggunakan lap meja ini untuk membersihkan wajahmu.”


“Singkirkan benda itu dariku!”


Mike langsung membalik badannya seraya melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Dia tahu jika Miki melakukannya dengan sengaja.


Tiga satu, aku menang. Itu adalah akibat atas perbuatan mesum yang kau lakukan padaku. Batin Miki.


Miki kembali duduk di kursinya dengan tersenyum kemenangan. Melihat wajah kesal Mike membuat Miki tidak bisa berhenti tersenyum.


“Miki kemari!” teriak Mike di atas tangga.


“Ada apa dengannya?”


Lucy terperanjat kaget dan langsung beranjak berdiri saat mendengar suara teriakan Mike yang bergema.


“Miki cepat kau lihat apa yang terjadi dengannya.”

__ADS_1


Joe ikut berdiri dari duduknya. Dia meminta Miki untuk melihat keadaan kakaknya Mike.


“Tapi,”


Miki menatap ke arah Lucy untuk memohon pertolongan.


“Sudah kau pergi lihat dia, kau harus bertanggung jawab.” Pinta Lucy.


Dengan terpaksa Miki berjalan menghampiri Mike di atas tangga. Saat berada di dekat pria itu, Miki melihat mata Mike sudah tertutup dan di kelopak matanya terkena saus sambal yang menempel di wajahnya.


“Apakah kau baik-baik saja?”


Miki panik melihat Mike tidak bisa membuka matanya. Dengan kedua tangan bergetar Miki mencoba menyentuh tangan Mike, tetapi dia menghentikannya.


“Ini semua salahmu!”


Dengan mata tertutup Mike mencari keberadaan tubuh Miki. Dia berencana untuk menjadikan Miki sebagai panduan arah sekaligus sebagai tempat berpegangan selama dia tidak bisa melihat.


“Maafkan aku,” lirih Miki.


“Kau harus bertanggung jawab, kau harus mengurusku sampai aku bisa melihat kembali.”


“Baiklah apa yang harus aku lakukan?”


Tersenyum kemenangan Mike berkata. “Pertama-tama kau bawah aku kembali ke kamarku untuk membersihkan wajahku.”


“Baiklah, mari aku antar kau ke kamarmu.”


Miki meraih salah satu tangan Mike. Dia memegang erat tangan Mike dengan sangat hati-hati, tetapi Mike tidak akan menyia-nyiakan kesempatannya untuk mengambil keuntungan dari haknya atas istrinya itu.


“Ah…apa yang kau lakukan?”


Mike merangkul pinggang kecil Miki dengan erat. “Sebagai pegangan agar tidak terjatuh.”


Miki mendengus kesal, dia tidak bisa menolak karena apa yang di lakukan Mike sekarang memang sudah sepatutnya dia lakukan.


Menahan diri untuk menuntun Mike ke kamarnya, setiba di sana Mike meminta Miki membawahnya ke dalam kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.


“Maju sedikit lagi aku tidak bisa membersihkan wajahmu kalau begini.”


Mike tersenyum seraya mengikuti arahan Miki padanya. Dia sangat menikmati suara istrinya itu, bisa Mike rasakan jika saat ini istrinya itu sedang kesal sekali padanya.


“Bisakah kau menunduk sedikit, aku tidak bisa mengapai wajahmu karena kau terlalu tinggi.”


“Em…baiklah.”


Mike menundukkan wajahnya sedikit lebih rendah, lalu Miki meraih handuk basah untuk mengusapkan dengan lembut di wajah Mike. Perlahan-lahan Miki membersihkan wajah Mike dengan hati-hati agar tidak melukai wajah tampan suaminya itu.


Dag…dig…dug. Detak jantung Miki. Dia menghentikan gerakan tangannya untuk membersihkan wajah Mike. Dia memandang wajah tampan Mike tanpa berkedip sedikit pun.


“Sayang, apakah aku begitu menawan sehingga kau tidak berhenti menatapku?”


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2