Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
48. Pria Kaya


__ADS_3

Brakkk…


Pintu terbuka menghantam dinding dengan keras. Gadis kecil yang tidak tahu apa-apa hanya bisa berdiam diri melihat seorang wanita yang tiba-tiba masuk tanpa izin ke dalam rumahnya.


“Tante ada apa?” seru gadis kecil itu.


“Miki ayo ikut denganku,”


Tanpa izin wanita itu menarik tangan Miki kecil dengan kasar sehingga tubuh kecil Miki terseret dengan mudah. Tangan wanita itu menggenggam kuat pergelangan tangan Miki kecil setiap langkahnya.


“Tante lepaskan Miki,”


“Kau diam, dasar anak tidak tahu diri!!”


Wanita itu terlihat sangat marah sekali sehingga Miki kecil ketakutan saat melihat tatapannya seakan ingin membunuhnya.


“Tante lepaskan, kau menyakiti Miki.” Miki meringis kesakitan di pergelangan tangannya.


Wanita itu tidak menggubris perkataan dari Miki kecil, dia terus menarik Miki hingga di sebuah ruangan yang di penuhi oleh orang-orang yang sangat Miki kenal. Setiba di ruangan, wanita itu menghentikan langkah kakinya seraya menyeret tubuh Miki dengan Kuat sehingga terdorong ke tengah-tengah orang-orang yang berkumpul di sana.


“Aaahh…” teriak Miki terjerumus di lantai.


Miki kecil tidak mengerti mengapa dia di perlakukan seperti ini di hadapan semua orang. Miki melihat orang-orang tersebut dengan rasa takut.


“Emily apa yang kau lakukan pada Miki?”


Steven datang dan membatu Miki kecil berdiri dari lantai. Saat Steven membantu Miki berdiri membuat wanita yang bernama Emily itu marah.


“Steven lepaskan tanganmu dari anak itu!”


Steven tidak memperdulikan apa yang di katakan Emily padanya, dia tetap saja membatu Miki. “Sayang apakah kau baik-baik saja?”


“Em…” angguk Miki perlahan.


“Miki sayang, ayo Ikut dengan Paman.”


Steven memegang tangan kecil Miki dengan lembut mereka melangkah keluar dari rumah itu untuk menghindari amarah dari istrinya Emily.


“Berhenti!!!”


Emily merebut Miki dari tangan Steven. Dengan kasar dia kembali melemparkan Miki di atas lantai hingga tersungkur.


“Emily apa yang kau lakukan? Dia hanya anak kecil.” Ucap Steven dengan tegas.

__ADS_1


Semua orang yang berada di sana hanya bisa diam dan menyaksikan apa yang di lakukan Emily di hadapan mereka.


“Kenapa? Apakah kau takut jika aku akan melukai anak harammu ini?”


Emily menyergapi seraya memaksa Miki untuk berdiri di dekatnya. Dia mencengkeram bahu kecil Miki dengan sangat Kuat seakan menuangkan semua amarahnya terhadap gadis kecil itu.


“Tante, kau menyakiti Miki.” Tubuh kecil Miki bergetar hebat.


“Emily cukup! Lepaskan Miki sekarang, dia tidak bersalah.” Pinta Steven seraya menggenggam kedua tangannya hingga pucuk kukuhnya memutih.


“Tidak akan aku lepaskan sebelum kau mengakui perbuatan kotormu dengan wanita yang telah melahirkan anak sialan ini.”


“Cukup Emily, kita bicarakan ini secara pribadi antara kau dan aku saja, jangan bicarakan hal ini di hadapan semua orang.”


“Owh…jika kau tidak bicara sekarang aku tidak menjamin jika anak ini akan baik-baik saja.” Ancam Emily.


“Oke baiklah, jika kau ingin aku mengatakan semuanya di sini akan aku katakan sekarang.”


Emily semakin mencengkeram erat bahu kecil Miki dengan sangat kuat. Miki yang merasakan cengkeraman kuat Emily hanya bisa meringis kesakitan.


“Katakan sekarang, jika anak ini adalah anak harammu bersama Lona?” terdengar suara Emily sangat mengerikan.


“Benar, Miki adalah anakku bersama Lona.” Steven mengakuinya.


“Kenapa kau lakukan itu padaku!!” teriak Emily.


Di waktu yang sama Lona datang memasuki ruangan tersebut dengan nafas tersengal-sengal. Terlihat wajah khawatirnya saat melihat tubuh anaknya Miki bergetar hebat dan luka-luka di lututnya.


“Emily tenang, aku bisa jelaskan” ucap Lona.


“Lona, kau adalah sahabatku, kenapa kau sangat tega lakukan itu padaku?!” seru Emily yang frustasi.


“Emily dengarkan kami,” timpal Steven seraya mendekati Emily dengan hati-hati.


“Mundur! Jika tidak anak ini akan mati!” Emily histeris, dia menjadikan Miki sebagai sanderanya.


“Mami, Miki sangat takut. Hiks, Hiks.” Tangis Miki seraya menahan sakit.


“Tenang sayang, percaya sama Mami.” Ucap Lona.


“Hahaha, sungguh ibu yang baik. Aku tidak mengira jika kau sepicik ini Lona!”


Seketika Emily menarik rambut bergelombang Miki di hadapan Lona. Rasa marahnya membuatnya melupakan semuanya termasuk jati dirinya.

__ADS_1


“Emily, aku mohon lepaskan Miki sekarang,” Pinta Lona.


“Hahaha, kita lihat sampai di mana rasa sayangmu itu terhadap anak haram ini.”


Emily menarik tubuh kecil Miki ke atas tangga, dia ingin membuat Lona hancur melihat anaknya jatuh dari atas tangga.


“Emily apa yang akan kau lakukan pada Miki ku?” ucap Lona yang panik.


“Emily jangan lakukan itu, dia tidak bersalah.” Timpal Steven.


Emily hanya tertawa melihat wajah suami dan sahabatnya yang ketakutan melihat anak haram mereka terluka. Rasa khawatir yang di tunjukkan suami dan sahabatnya itu semakin membuatnya ingin melukai Miki, saat dia sudah siap mendorong gadis kecil itu dari atas tangga, Miki menangis dan tubuhnya bergetar ketakutan saat tubuhnya mengantung di atas tangga.


“Mami…” Lirih Miki meneteskan air matanya.


“Ucapkan selamat tinggal pada Mamimu gadis kecil,” Kemudian Emily mendorong Miki dengan sekuat tenaga.


“Tidakk…” teriak Miki terbangun dari mimpi buruknya.


Mike yang tertidur di sampingnya ikut terbangun, dia kaget mendengar Miki berteriak. “Miki ada apa?” serunya.


Miki hanya diam saja dan nafasnya tersengal-sengal sekan kekurangan udara. Tubuhnya penuh dengan keringat, dan air matanya mengalir begitu saja dari mata yang memancar rasa takut akan mimpi buruk yang menghantuinya selama ini. kenangan masa lalu yang di lupakan Miki selama ini menjadi mimpi buruk yang terus menghantui tidurnya.


“Miki apakah kau baik-baik saja?” tanya Mike yang khawatir melihat Miki .


Miki tidak menjawab pertanyaan dari Mike, tetapi dia memeluk Mike dengan sangat erat. Tubuhnya bergetar, rasa takut akan mimpi buruk membuat Miki sangat membutuhkan rasa terlindungi dari pria yang dia peluk sekarang.


“Apakah kau bermimpi buruk lagi?”


“Em…” Miki menganggukkan kepalanya perlahan.


Kemudian Mike memeluk erat tubuh Miki di dalam dekapannya. Dia bisa merasakan tubuh Miki yang bergetar hebat karena rasa takut akan mimpi buruk yang di alaminya.


Baru kali ini aku melihat Miki bermimpi buruk. Apakah dia selalu mengalami mimpi buruk separah ini?. seru batin Mike.


Mike semakin mengeratkan pelukannya. Dia berusaha membuat wanita itu tenang berada di dalam pelukannya. “Tidak apa-apa, aku di sini bersamamu,” ucap Mike seraya mengelus lembut rambut bergelombang milik Miki yang berantakan.


Sementara itu Miki terus menangis dalam diam, dia tidak mengeluarkan suara sedikit pun berada di dalam pelukan Mike. Namun, Mike tahu jika istrinya itu sedang menangis di dalam dekapannya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2