
SELESAI membersihkan diri di kamar mandi Miki baru menyadari jika dirinya tidak mempunyai baju. Koper miliknya tidak tahu ada di mana, dengan mengedap-ngedap Miki keluar dari kamarnya dan masuk ke kamarnya Mike. Tidak ada pilihan lain selain meminjam bajunya Tuan Mesum. Batin Miki.
Miki berjalan ke arah lemari pakai Mike, saat dia membuka pintu lemari mata Miki terbelalak melihat lemari pakai Mike yang begitu besar dan luas. Ukuran lemarinya lebih besar dari pada kamarnya. “Apakah ini benar-benar lemari seorang pria?” seru Miki seraya melihat-lihat.
Setelah berputar-putar akhirnya Miki menemukan baju yang pas untuknya. T-shirt putih dengan Big size di tubuhnya dan Miki pergi meninggalkan kamar Mike secepat kilat karena dia takut jika ada yang melihatnya.
Ketika Miki berada di kamarnya seraya bernapas lega di balik pintu karena tidak ada orang yang melihatnya masuk ke dalam kamarnya Mike.
“Apakah kau menemukan T-shirt yang pas untukmu?” seru Mike yang duduk santai di tempat tidurnya.
Miki sangat terkejut dan matanya terbelalak melihat Mike yang ada di kamarnya. “Bukanya tadi kamu bilang akan pergi kerja dan kenapa kamu bisa ada di sini?” seru Miki seraya menunjuk ke arah Mike.
“Ya aku memang pergi bekerja di ruangan kerjaku yang berada di dalam kamarku dan aku melihat kau masuk ke dalam kamarku tanpa seizinku.” Saut Mike yang beranjak berdiri dari tempat tidur dan dia berjalan mendekati Miki secara perlahan yang bersandar di pintu.
Miki sangat mengenali situasi sekarang, jika pria ini berjalan ke arahnya dengan tatapannya itu pasti pikiran mesum yang ada di kepalanya. Cepat-cepat Miki menghindar darinya dengan berkata. “Apakah kau tidak bekerja sekarang?” seru Miki yang menghindari Mike.
Mata Mike melirik Miki dengan kesal karena menjauhinya. Dia berhenti mendekati Miki tetapi itu hanya tipuannya supaya wanita itu berhenti menghindar darinya.
“Semua pekerjaanku sudah selesai, jadi aku tidak punya pekerjaan sekarang.” jawab Mike.
Sepertinya aku akan susah membuatnya pergi dari sini. Batin Miki.
Miki terus berjalan menjauhi Mike dengan berjalan ke arah kamar mandi. Secara perlahan dia berusaha agar bisa masuk ke dalam kamar mandi tetapi Mike menyadari jika wanita ini ingin kabur ke dalam kamar mandi.
Dasar wanita ini, berani-raninya dia berpikir untuk kabur dariku sekarang. sangat tidak sopan. Batin Mike yang melihat Miki sudah hampir masuk ke dalam kamar mandi.
“Sebenarnya aku ke kamarmu ingin memberitahumu jika aku mendapat pesan dari Tante Lona untuk di sampaikan padamu.” Bohong Mike seraya mengeluarkan ponselnya untuk ditunjukkan pada Miki.
Seketika Miki berhenti dan melangkah mendekati Mike. Dia sudah tertipu dengan mudah, dia percaya apa yang di katakan Mike padanya.
“Mana boleh aku lihat sekarang.” ucap Miki yang sudah berada dekat di depannya Mike.
Wanita ini sangat mudah di tipu dengan mudahnya dia percaya apa yang aku katakan padanya. batin Mike yang tersenyum karena berhasil membuat Miki menyerahkan dirinya padanya dengan mudah.
Ini kesempatanku untuk menangkapnya sekarang. Mike langsung menarik pinggang Miki dalam pelukannya. Sedangkan Miki terkejut karena pria ini selalu bersikap seperti ini padanya.
“Sangat mudah sekali menipumu Nona Chloe.” Ucap Mike yang mengeratkan pelukannya di pinggangnya Miki.
“Lepaskan aku Tuan mesum,” ucap Miki yang memberontak.
“Tidak akan pernah aku lepaskan sebelum aku mendapatkan yang aku inginkan.” Kata Mike yang semakin memeluk erat Miki dalam dekapannya.
Miki mendengar apa yang di katakan Mike, terlintas di benaknya jika pria ini selalu menciumnya pada saat dia terperangkap dalam pelukannya. Ingin melepaskan diri Miki tidak bisa karena tubuh Mike lebih besar darinya. Percuma saja jika dia memberontak, malah yang ada dia semakin terjerat dalam pelukan pria mesum ini.
“Baiklah apa yang kau inginkan dariku?” tanya Miki pada Mike.
“Aku sangat suka dengan pertanyaanmu.” Ucap Mike dengan tersenyum senang karena wanita ini sangat mengerti apa yang dia inginkan.
“Katakan apa yang kau inginkan sekarang?” seru Miki dengan wajah datarnya.
“Pertama-tama panggil aku Mike bukannya Tuan mesum dan yang kedua aku ingin kau ikut denganku sekarang.” ucap Mike yang masih memeluk Miki.
“Baiklah Mike, tolong lepaskan aku sekarang juga.” Kata Miki ketus.
__ADS_1
Kemudian Mike langsung melepaskan Miki dari dekapannya seraya berkata. “Ngomong-ngomong kau sangat cocok memakai T-shirt itu, kau terlihat sangat menggodaku.” Seru Mike seraya menatap Miki dari atas kepala hingga kaki.
Melihat tatapan mesum Mike membuat Miki menutupi tubuhnya menggunakan ke dua tangannya. Sedangkan Mike hanya tertawa seraya berkata. “Kau tidak bisa menutupi tubuhmu dengan menggunakan kedua tangan kecilmu itu.”
Miki sangat kesal karena Mike selalu saja mengganggunya, dia tidak ingin melihatnya lagi tetapi dia tidak bisa karena pria ini akan selalu berada di dekatnya di mana pun dan kapan pun. “Terserah,” ucap Miki yang hendak masuk ke dalam kamar mandi.
Tetapi Mike menahan tangannya dengan berkata. “Kau mau ke mana? Kan aku sudah bilang kalau ikut aku sekarang juga.” Mike langsung menarik Miki keluar dari kamarnya.
“Apakah kau Gila, dengan pakai seperti ini,” Ujar Miki yang tangannya di tarik terus oleh Mike.
“Tentu saja, kau terlihat sempurna.” Mike tersenyum karena dia memang menyukainya.
🍁🍁🍁
Setelah keluar dari Villa, Mike mengajak Miki berjalan-jalan di pantai di belakan Villa. Terlihat ada dua kursi pantai serta payung yang melindunginya, di tengah-tengah kedua kursi pantai ada meja kecil dengan Wine dia atasnya. Sekilas seperti kencan di atas tumpukan pasir dengan lautan yang terbentang luas dengan air laut berwarna biru.
“Apakah semua ini Mike yang buat?” seru Miki yang takjub.
“Apakah kau menyukainya?” seru Mike balik pada Miki.
“Tentu saja aku suka,” jawab Miki tersenyum lebar pada Mike. “Apakah Boleh aku duduk di sini?” seru Miki yang membuat Mike tertawa geli karena pertanyaan dari Miki.
“Tentu saja,” Mike mempersilakan wanita polos ini duduk.
Setelah duduk Miki melihat di atas meja ada gelas dengan air berwarna merah gelap dia atasnya. “Ini air apa?” seru Miki polos.
Apakah dia benar-benar tidak tahu ini air apa? Seru batin Mike. dia menatap Miki dengan jahil, dia sangat ingin menggoda wanita ini.
“Benarkah, boleh aku minum?” seru Miki seraya menunjuk gelas yang berisi Wine.
“Di minum saja,” Mike mengambil gelas tersebut dan memberikannya pada Miki.
Dengan cepat Miki mengambil gelas tersebut, awalnya dia ragu-ragu untuk meminumnya saat bibirnya menyentuh air merah gelap itu terasa sangat manis dan dia sangat menyukainya. Karena terasa sangat enak Miki langsung meminum semuanya hanya dengan satu kali tegak. Mata Mike terbelalak melihat wanita ini meminum Wine hanya dengan satu kali tegak dan yang lebih membuat Mike terkejut wanita ini mengambil dan meminum sebotol penuh yang berisi Wine. Dengan cepat Mike merebut botol Wine tersebut tetapi sudah terlambat karena semua isinya sudah habis di minum oleh Miki.
“Apakah kau tidak apa-apa?” seru Mike yang menghampiri Miki di kursinya.
“Kenapa kau ada tiga?” seru Miki seraya menunjuk ke arah Mike yang berdiri di depannya.
“Aku rasa kau mabuk, sini aku lihat wajahmu.” Kata Mike yang menarik tangan Miki sehingga jatuh ke dalam pelukannya.
Mike memegangi pinggang Miki dengan menggunakan satu tangannya sedangkan tangan satunya lagi menyentuh wajah Miki untuk memeriksa suhu wajahnya yang panas akibat dari Wine tersebut.
“Kau sudah benar-benar sudah sangat mabuk,” ujar Mike pada Miki yang sudah tak sadarkan diri.
Tetapi tiba-tiba Miki kembali membuka matanya dan mulai berdiri dengan postur tubuh yang tak seimbang dia mulai berjalan secara perlahan dengan tubuhnya yang seakan ingin terjatuh tetapi tidak benar-benar jatuh. Sedangkan Mike hanya mengikutinya dari belakang tanpa melepas pandangannya dari Miki.
Miki berhenti berjalan kemudian dia berjongkok dia atas pasir pantai seraya memandangi sesuatu yang berasal dari laut. Mike yang penasaran apa yang membuat wanita itu berjongkok begitu lama di depannya dan akhirnya dia memutuskan untuk ikut berjongkok di dekatnya dengan berkata. “Apa yang kau lakukan?” seru Mike.
“Ini benda apa?” tanya Miki dengan suara khas orang mabuk seraya menunjukkan benda tersebut.
Kemudian Mike melihat ke arah benda tersebut dan saat dia melihatnya ternyata benda itu adalah hanya batu koral yang berwarna putih.
“Apakah kau tahu benda apa ini?” tanya Miki kembali seraya mengambil batu koral tersebut dan memberikan pada Mike.
__ADS_1
Mike tersenyum karena wanita ini terlihat sangat polos dan seperti anak kecil saat sedang mabuk begini. Kemudian Mike mengambil batu koral tersebut dari tangannya Miki dengan berkata. “Ini adalah batu koral keberuntungan,”
“Benarkah?” seru Miki dengan polosnya.
“Em...bagi siapa yang menemukan batu ini maka keinginannya akan terkabulkan.” Kata Mike yang berbohong dan tentu saja kebohongan tersebut di percayai oleh Miki.
“Sini kembalikan batu itu padaku. karena aku yang menemukannya maka orang yang berhak atas batu itu adalah aku.” Kata Miki seraya merebut batu Koral tersebut dari tangannya Mike.
Mike tersenyum karena wanita ini sangat di luar dugaannya karena mempercayai apa yang dia katakan.
“Keinginan apa yang kau harapkan dari batu itu?” seru Mike yang penasaran.
“Aku ingin hidup bebas seperti burung yang terbang bebas tanpa ada kekhawatiran dan penyesalan.” Miki termenung seraya matanya yang tertutup dengan tangan yang menopang dagu.
Mike sangat meresapi apa yang di katakan Miki tentang apa yang dia inginkan. Keinginan yang sangat sederhana, Mike selalu berpikiran jika hidup seperti itu tidak ada artinya sama sekali. Tetapi wanita ini sangat menginginkan kehidupan seperti itu di dalam hidupnya.
“Apa ada keinginan lain yang kau inginkan?” tanya Mike lagi pada Miki yang hampir tertidur.
“Ada, tapi aku tidak ingin memberitahukannya,” jawab Miki perlahan dan pelan.
“Kenapa?” seru Mike yang memandangi wajah Miki dari dekat.
“Karena aku malu...” saut Miki yang tertawa kecil dengan mata yang tertutup.
“Kenapa harus malu?” seru Mike berulang kali karena ini adalah kesempatan baginya untuk mengenal wanita ini lebih jauh lagi.
“Karena aku ingin bertemu dengan pria baik dan mencintaiku.” jawab Miki dengan sangat jujur karena mabuk.
“Jika kau menemukan pria yang kau inginkan apakah kau akan menikah dengannya?” tanya Mike kembali.
“Em...” angguk Miki yang pada akhirnya sepenuhnya kehilangan kesadaran.
Dengan cepat Mike meraih tubuh Miki yang hendak terjatuh di atas pasir. Mike tersenyum karena baru kali ini dia akan mengurusi wanita mabuk, biasanya dia selalu tidak peduli dan meninggalkan semua wanita yang mabuk setelah bersenang-senang dengannya. dengan sangat mudah Mike mengangkat tubuh Miki dengan berkata. “Tubuhnya terlihat sangat profesional seperti seorang model, tapi kenapa terasa sedikit berat saat aku gendong?” seru Mike.
Mengendong tubuh Miki membuat Mike sangat kelelahan. Saat tiba di kamar Mike langsung meletakkan Miki di atas tempat tidurnya, dia sengaja menidurkan Miki di kamarnya bukannya di kamar Miki sendiri karena Mike ingin wanita ini tidur bersamanya malam ini.
🍁🍁🍁
Setelah selesai mandi Mike beranjak ke atas tempat tidurnya dan berbaring di sampingnya Miki tertidur. Hampir tiga puluh menit Mike memandangi Miki yang tertidur dan tanpa di sadari dia menarik Miki ke dalam pelukannya begitu saja kemudian dia juga memejamkan matanya untuk tidur seraya memeluk erat Miki dalam dekapannya. Sesaat Mike sadar apa yang telah dia lakukan sekarang.
Apa yang aku lakukan sekarang? kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku jika saat bersamanya. Seru batin Mike.
Menyadari apa yang dia lakukan Mike tetap terus memeluk Miki dalam dekapannya. Dia tidak ingin melepaskan pelukannya walaupun dia tahu jika sebelumnya dia tidak pernah begini terhadap wanita mana pun selain Miki. Apa yang Mike lakukan menggambarkan ini bukan bagian dari kedua sikap yang dia miliki selama ini.
Miki bergerak dalam tidurnya yang nyenyak. Dia tidak menyadari jika dirinya sedang berada di dalam pelukan Mike. tanpa membuka matanya Miki terus mengerakkan wajahnya hingga mencium leher Mike. Sedangkan Mike hanya memperhatikannya dan dia merasakan ada getaran yang membuat dirinya terus terjebak dalam perasaan yang seperti lingkaran hitam yang dibuat oleh dirinya sendiri. Dia tidak bisa keluar dari lingkaran hitam tersebut karena lingkaran hitam itu terus berputar tanpa berhenti sehingga sulit bagi dirinya untuk keluar dari sana.
Aku sudah tidak bisa menahannya lagi. Batin Mike. Dia mengerakkan tangannya untuk menarik wajah Miki hingga sejajar dengan wajahnya, sesaat Mike menelan ludahnya seraya menatap wajah Miki hingga matanya tertuju pada bibir, dengan sangat sadar Mike langsung mengecup bibir Miki satu kali. kemudian dia kembali mengecup bibir Miki yang tertidur berulang kali hingga secara perlahan tangan Mike menekan lehernya Miki seraya mencium bibirnya dengan lembut. Miki yang tertidur kemudian terbangun dan dia membuka matanya. Saat membuka matanya Miki melihat dan merasakan ******* yang lembut pada bibirnya. Karena masih dalam pengaruh Wine Miki tidak bisa berbuat apa-apa, tubuhnya tidak bisa menolaknya ada gairah yang tidak bisa dia jelaskan secara langsung. Tubuh Miki mulai merespons ciuman Mike di bibirnya. Secara perlahan Miki mengerakkan bibirnya membalas ciuman Mike yang sedari tadi terus bergerak menciumnya. Semakin lama ciuman Mike semakin panas dan kasar, bibirnya Mike terus bergerak hingga ke leher-lehernya Miki. Setelah puas dia kembali mencium bibir Miki untuk beberapa saat dan akhirnya dia menghentikannya.
.
.
.
__ADS_1