Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
46. Pria Kaya


__ADS_3

“Junior cukup!” bentak Steven.


Sungguh saat ini Miki merasa seperti berada di tempat yang tidak seharusnya dia berada. Semua yang terjadi di ruangan ini seperti sebuah kebohongan yang di mainkan Junior dan keluarganya.


“Tidak seharusnya aku berada di sini dan tidak seharusnya juga kalian melibatkan aku di dalam masalah keluarga kalian. Maaf aku harus pergi dari sini.”


Miki melangkah keluar dari ruangan tersebut, dia ingin bebas dari masalah yang tidak tahu tiba-tiba melibatkan dirinya di dalamnya.


“Miki tunggu sebentar, kau harus mendengarkan semuanya.” Ucap Junior.


“Maaf aku tidak bisa.”


Miki langsung melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut. Dengan kedua kaki yang lemas Miki terus melangkah dan tidak peduli dengan semuanya. Karena merasa tidak tahan lagi Miki menghentikan langkah kakinya, dia tidak sanggup lagi untuk melangkah. Baru kali ini Miki menahan emosi dan tangisnya, dia menggenggam erat kedua tangannya hingga puncak kukuhnya memutih.


Aku kau harus kuat, jangan menangis. Semua yang di katakan Chef Junior hanya sebuah kebohongan. Batin Miki.


Setelah menguatkan dirinya, Miki kembali melangkahkan kakinya. Dia berusaha kuat dan tidak menangis di jalanan.


“Miki tunggu,” Teriak Junior yang menyusul Miki dengan mengendarai mobilnya.


Miki menghentikan langkah kakinya, kemudian Junior turun dari dalam Mobilnya untuk menghampiri Miki.


“Miki masuklah ke dalam mobil, biar saya antar kau pulang.”


“Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri.” Tolak Miki.


“Miki saya mohon, biarkan saya mengantarmu pulang. Jika Lucy tahu saya membiarkan kamu pulang sendirian dia akan marah besar.”


Lama Miki berpikir, dia sangat tahu apa yang di katakan pria ini memang benar. Jika Lucy sampai tahu maka semuanya akan semakin sulit.


“Baiklah,”


Miki masuk ke dalam mobil Junior, tetapi dia lebih memilih untuk duduk di belakang di bandingkan duduk di depan bersama Junior.


Setiba di Villa Miki langsung keluar dari mobil tanpa kata dan rasa terima kasihnya. Seakan Miki menganggap Junior sebagai orang asing sepenuhnya.


“Miki tunggu sebentar,” Junior keluar dari Mobil menyusul Miki.


“Ada apa lagi?”


“Saya harap suatu saat nanti kau mau mendengarkan penjelasan kami. Jika kau sudah siap mendengarkannya kau bisa hubungi saya di nomor ini.”


Junior memberikan kartu namanya kepada Miki, kemudian dia masuk kembali ke dalam mobilnya meninggalkan Villa.


***


“Mr. Fred, apakah Miki sudah pulang?” seru Mike.

__ADS_1


“Ya Tuan, Nona Chloe sudah ada di Villa pukul lima sore tadi.”


Ternyata dia pulang lebih awal. Sekarang sudah pukul dua malam, apakah dia sudah tidur sekarang?. seru batin Mike.


Fred menatap kaca spion mobil untuk melihat Mike yang duduk di kursi belangkang. Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan karena proyek pembangunan hotel mewah di Santa Monica sudah mulai di bangun, sehingga banyak sekali hal yang harus Mike urusi dan tanda tangani.


“Tuan, Anda istirahat saja sekarang, jika sudah sampai Villa nanti saya akan bangunkan.”


“Tidak apa-apa Mr. Fred, saya baik-baik saja.”


“Tuan Anda terlihat sangat lelah, kenapa Anda tidak mencoba untuk beristirahat sebentar.”


Mike menyandarkan punggungnya dengan nyaman seraya menutup matanya. “Hanya untuk sesaat Mr. Fred, jika sudah sampai beritahu saya.”


“Baik Tuan.”


Fred terus menyetir mobil seraya tersenyum, dia melihat dari kaca spion jika Tuannya itu sedikit keras kepala.


Kenapa Tuan sangat susuh sekali mendengarkan perkataan orang lain. Padahal sudah sangat jelas jika dia sangat lelah setelah bekerja seharian. Batin Fred.


***


Villa, pukul 02,30 p.m.


Dalam keadaan mengantuk Mike berusaha berjalan menelusuri ruangan gelap. Sayup-sayup dia mendengar suara seseorang bersenandung di ruang tengah yang gelap. Penasaran dengan suara tersebut Mike membuka lebar-lebar matanya untuk melihat siapa orang tersebut.


Tek, Mike menyalakan lampu di ruangan tengah.


Mike melihat Miki berbaring di atas sofa dengan menggunakan headset di telengnya mendengarkan musik.


“Aku tidak bisa tertidur.” Miki melepas headset dan duduk dengan benar di atas sofa.


“Apakah kau bermimpi buruk lagi?”


“Tidak, aku hanya tidak bisa tidur.”


Mike mendekat dan duduk di samping Miki. Dengan sangat lelah dia melepas jasnya dan melepaskan dasinya yang melingkar di lehernya.


“Katakan alasanmu kenapa kau tidak bisa tidur kalau bukan karena mimpi buruk?”


“Tidak ada alasan lain, aku memang sering mengalami gangguan tidak bisa tidur semenjak berusia lima belas tahun. Jadi kau tidak usah khawatir.”


“Baiklah kalau begitu, kau masuk ke kamarmu sekarang. Hari sudah sangat larut malam dan aku juga sangat lelah sekali.” Perintah Mike.


Melihat Mike, mengingatkan Miki akan suatu hal.


“Tunggu sebentar, apakah kau yang mengirim kak Lucy dan Joe ke London?”

__ADS_1


“Ia.” Jawab Mike singkat.


“Kenapa?”


“Kau tidak perlu khawatir, aku mengirim mereka ke London bukan untuk menyusahkan mereka.”


“Terus kenapa?”


Astaga, sejak kapan dia banyak berbicara begini? Terakhir kali dia tidak seperti ini. Batin Mike.


“Sebenarnya aku mengirim mereka ke London untuk memberi tugas pada Joe. Dari pada kau sibuk bertanya hal yang tidak penting seperti ini lebih baik kau tidur sana.”


Dasar tukang perintah, kondisi begini dia masih saja memerintah ku. Batin Miki.


“Baiklah, aku masuk sekarang,” Miki beranjak dari duduknya untuk pergi ke kamarnya.


Tiba-tiba…


“Tunggu sebentar,” Mike menghentikan Miki.


“Ada apa lagi?”


“Kau melupakan ciuman selamat tidur padaku.” Ucap Mike dengan tersenyum.


Ih, ada apa dengannya? Kenapa dia begitu mesum sekali. Aku tidak habis pikir di saat seperti ini dia masih mengambil keuntungan dariku. Dasar pria mesum. Kesal batin Miki.


“Kenapa kau diam saja? Ayo cepat sini cium aku dulu baru pergi.”


“Maaf Tuan, hari sudah sangat malam jadi aku harus cepat tidur.” Tolak Miki.


“Oh ayolah, hanya satu kali ciuman saja,” pinta Mike.


“Tidak bisa aku sudah sangat mengantuk sekali, jadi selama malam.”


Miki melangkahkan kakinya menjauhi pria itu. Namun, Mike tidak membiarkan Miki lolos begitu saja darinya, dengan satu kali tarik Mike mencuri satu kali ciuman di bibir Miki.


“Selamat malam sayangku,”


Kemudian Mike melepaskan Miki lalu pergi ke kamarnya meninggalkan wanita itu di ruang tamu sendirian. Tersenyum senang terlukis jelas di wajah lelah Mike.


Siapa suruh kau begitu manis sekali, jadi maafkan aku jika tidak bisa menahannya. Batin Mike.


Miki masuk ke dalam kamarnya sesuai dengan perintah suaminya itu. sedangkan Mike sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang tanpa berganti baju terlebih dahulu. Dia langsung tertidur lelap dengan pakai kerjanya.


“Aku sangat lelah sekali hari ini, untuk berduaan dengan istriku saja aku tidak bisa.” Guma Mike dalam keadaan tertidur.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2