Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
78. Pria Kaya


__ADS_3

Kesibukan Mike semakin hari semakin padat, tidak ada kesempatan bagi dirinya untuk berleha-leha. Walaupun Mike memiliki waktu untuk beristirahat dia pasti menggunakannya untuk bersenang-senang di klub malam sampai dirinya puas dan bisa melupakan segala yang dia pikirkan dan melupakan orang yang sangat dia rindukan.


Sudah delapan jam dia berada di ruangannya, bekerja dan bekerja yang hanya bisa Mike lakukan saat ini. Dia lupa dengan waktu dan terus menyibukkan dirinya. semenjak kepergian Miki dia tidak pernah lagi memperdulikan pulang cepat karena menurutnya tidak ada lagi orang yang bisa membuatnya ingin pulang lebih cepat.


“Maaf Tuan, ada tamu ingin menemui Anda.” Fred datang memasuki ruangan Mike dengan membawa tamu yang tidak pernah Mike duga akan datang.


Mike menghentikan pekerjaan dan menatap ke arah Fred, dan di sampingnya ada seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Robert Gibson.


“Oh…selamat datang Paman, silakan duduk.” Pinta Mike sembari mendekati Robert.


“Terima kasih.” Ucap Robert dengan tersenyum dan kemudian dia mendaratkan bokongnya dia atas sofa.


Setelah keduanya duduk di atas sofa dengan nyaman dan Mike meminta sekretaris Fred untuk menghidangkan dua cangkir kopi panas di atas meja tempat mereka duduk.


“Paman silakan di minum kopinya,”


“Terima kasih,” ucap Robert. “Mike, kedatangan saya kemarin ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting denganmu.” Sambung Robert dengan serius.


Sekilas Mike menyeruput kopi panasnya dan kemudian dia meletakkan kembali cangkir kopnya di atas meja. “Sesuatu penting apa yang ingin paman bicarakan dengan Mike?” Tanya Mike sembari menyilangkan kakinya yang jenjang itu untuk mencari posisi nyaman.


“Kedatangan saya Kemari ingin mengatakan jika perjanjian pernikahan, saya tidak bisa membatalkannya,”


Apakah dia masih ingin menikahkan Agatha denganku? Seru batin Mike.


“Maaf Paman, saya tidak bisa menikahi Agatha.” Ucap Mike yang langsung menolak sebelum Robert sempat melanjutkan kata-katanya.


“Bukan seperti itu maksud saya Mike,” timpal Robert.


“Terus apa yang paman inginkan dengan berkata seperti itu?” Tanya Mike bingung.


“Sebenarnya, wanita yang telah kau nikahi adalah anak kandung saya,” jawab Robert yang berhasil membuat Mike semakin kebingungan.


“Apa yang Paman katakan?”


“Miki Chloe sebenarnya adalah anak saya, sebulan yang lalu tepat di hari yang sama saat Mike membongkar apa yang telah di lakukan Amanda selama dua puluh lima tahun yang lalu tanpa saya ketahui. Sebelum itu, saya juga baru mengetahui jika Miki Chloe adalah anak saya dari Lona Chloe.” Kata Robert.


“Maksud paman, Miki adalah benar-benar anak kandung Paman sendiri dari Tante Lona?” Tanya Mike.


“Benar, dua puluh lima tahun yang lalu Lona mengandung, tetapi Lona tidak pernah bilang jika anak yang dia kandung itu adalah anak saya. Anak itu Miki Chloe, dia adalah wanita yang telah kau nikahi Mike.” Kata Robert.

__ADS_1


Mike hanya diam saja dan mendengarkan apa yang di katakana Robert padanya. Kenyataan saat ini sangat memilukan hati Mike karena kenapa harus terungkapnya baru sekarang jika Miki adalah anak dari Robert Gibson, setelah kepergiannya.


“Selama satu bulan saya mengetahui jika dia adalah anak saya. Saya tidak pernah memiliki waktu untuk bertemu dengannya walaupun saya sudah pernah bertemu dengannya satu kali.” Robert tersenyum saat memikirkan pertemuannya dan Miki pada hari itu, tetapi tiba-tiba dia merasa sedih saat hari itu juga dia membuat wanita itu hancur.


Mike tetap diam dan terus mendengarkan cerita yang membuat hatinya pilu. Mike hanya membukam mulutnya itu karena dia tidak tahu harus mengatakan apa pada Robert.


“Setelah satu bulan saya menyelesaikan masalah keluarga dan pekerjaan kantor, saya ingin bertemu dengannya. Mike bisakah kau mengaturkan waktu untuk mempertemukan kami?” Tanya Robert yang berharap pada Mike.


Mike meremas kuat kedua tangannya hingga mengeluarkan bercak darah di tangannya itu saat mendengar permintaan dari Robert padanya. Tiba-tiba saja jantungnya terasa berhenti berdetak detik itu juga saat pria paruh baya itu menatapnya dengan penuh harapan.


“Mike, bisakah kau membatu saya untuk bertemu dengan anak saya Miki?” Tanya Robert kembali pada Mike.


Seakan Mike kehilangan suaranya saat ingin menjawab pertanyaan dari Robert kepadanya. Suaranya seakan tidak ingin keluar dari mulutnya walaupun dia ingin bersuara saat itu juga.


“Mike, kenapa kau hanya diam saja saat saya bertanya?” Robert terus mendesak Mike untuk membuka suaranya yang tertahan di tenggorokannya itu.


Ayo Mike kau pasti bisa mengatakannya, kau harus mengatakan yang sejujurnya pada pria yang ada di depanmu ini. dia harus tahu apa yang sebenarnya yang terjadi. Batin Mike.


Robert terus menatap Mike dengan sangat intens menunggu jawaban atas pertanyaannya itu. tak sedetik pun dia melepas pandangannya pada Mike, sembari tersenyum penuh harapan. Pria paruh baya itu sungguh menitikkan harapan satu-satunya pada Mike.


“Paman, maafkan Mike.”


Sesaat Mike menelan ludahnya dalam-dalam dan kemudian menjawab. “Maaf Paman, karena saya tidak bisa mempertemukan kalian.”


“Kenapa tidak bisa, diakan istrimu Mike.” Kata Robert dengan sorot mata yang sedikit kecewa.


“Karena Paman sudah terlambat, dia sudah pergi dan tak akan pernah kembali lagi.” Mike menundukkan kepalanya menatap kedua kakinya, air matanya hampir menetes karena dia tidak bisa menahan rasa sedih saat mengatakan kata-kata yang dia saja tidak bisa menerimanya.


“Apa maksudmu Mike, dia pergi ke mana sehingga kau bilang dia tak akan pernah kembali?” Robert sedikit meninggikan nada suaranya.


Mike semakin meremas tangannya dengan sangat kuat untuk menahan rasa sakit hatinya yang begitu mengiriskan perasaannya saat ini.


“Mike, jawab pertanyaan saya!” bentak Robert kepada Mike yang membisu sembari menunduk dengan kedua tangan membentuk satu gumpalan seakan menumpukkan semua yang di rasakan di sana.


“Mike_”


“Dia sudah meninggal! Miki sudah meninggalkan dunia ini dan pergi meninggalkan aku sendirian!” kata Mike dengan nada suara yang tinggi, dia tidak bisa lagi menahan emosinya.


Seketika Robert terdiam dengan sorot mata yang redup dari cahaya, seakan matanya menujukan keterkejutannya dengan apa yang di katakan Pria muda di hadapannya ini. Tidak percaya dengan apa yang dia dengarkan, tiba-tiba Robert tertawa garing di hadapan Mike sembari berkata. “Mike jangan membohongi saya,”

__ADS_1


“Maafkan saya karena telah mengecewakan Paman, tapi apa yang Mike katakan bukanlah kebohongan. Namun, sebuah kenyataan yang sampai saat ini aku juga tidak bisa menerimanya sampai kapan pun.” jawab Mike dengan sedikit memelankan suaranya.


Robert membisu setelah Mike kembali mengatakan jika apa yang dia katakan bukanlah kebohongan.


“Sebulan yang lalu tepat di hari yang sama, Miki mengalami kecelakaan lalu lintas saat menaiki taksi. Maafkan aku Paman karena tidak bisa menjaganya, sungguh maafkan Mike.” Mike menunjukkan penyesalannya terhadap Robert.


Keterkejutan Robert membuatnya tidak bersuara sedikit pun, dia menatap Mike dengan tatapan kosong. Rasa tidak percayanya mengharuskannya tetap diam selama lima menit lamanya, hingga akhirnya hanya air mata yang berbicara mewakili apa yang di rasakan Robert saat ini.


Sebagai seorang ayah yang tidak pernah memberikan kebahagiaan kepada anaknya pada akhirnya Robert tidak bisa memberikan perlindungan dan kebahagiaan pada anaknya itu. kini hanya penyesalan sangat dalam yang membekas di dalam hati Robert, sama seperti Mike yang menyimpan penyesalan dan kesedihan yang tidak pernah akan berakhir sampai akhir hayatnya.


***


Fred mengerem mobilnya tepat di persimpangan lampu merah di mana kecelakaan itu terjadi, karena merasa tidak nyaman berhenti di tempat yang salah membuat Fred menoleh ke belakang untuk melihat Tuanya itu untuk memastikan apakah Tuannya itu baik-baik saja saat berhenti di tempat di mana kecelakaan tersebut terjadi.


“Tuan, apakah Anda baik-baik saja?” Tanya Fred pada Mike.


“Ya saya baik-baik saja Mr. Fred, ada apa?” Tanya Mike yang seakan tidak terjadi apa-apa.


“Tidak apa-apa Tuanya, saya hanya mau memastikan jika Anda baik-baik saja karena kita berhenti di tempat ini.”


“Tidak apa-apa Mr. Fred, saya baik-baik saja. Kau menyetir saja dengan berhati-hati karena di tempat ini sangat banyak sekali mobil besar dengan kecepatan penuh.” Kata Mike memperingatkan.


“Baik Tuan saya mengerti.” Sahut Fred yang kemudian kembali berkonsentrasi menyetir.


Setelah lampu merah berganti hijau, kemudian Fred kembali menjalankan mobilnya meninggalkan jalanan tersebut. Saat melewati tempat kecelakaan tersebut terlihat wajah Mike yang tegang, dan setelah mereka benar-benar melewatinya Mike menghelakan nafas panjang perlahan. Selama mobil mereka berhenti di lampu merah tersebut Mike menahan nafasnya agar terlihat tenang.


Sesungguhnya saat mobil mereka berhenti di tempat kecelakaan tersebut Mike menahan rasa gelisahnya setengah mati di dalam mobil tersebut. Rasa sakit saat berada di tempat tersebut membuat Mike merasakan kekurangan udara selama berada di dalam mobil.


Mike mengusap kasar wajahnya sembari menarik nafasnya yang terasa sangat berat berulang kali. Mike mencoba sebisa mungkin agar tidak mengila saat berada di tempat tersebut. Karena kejadian hari itu, tempat itu membuat Mike sangat trauma dan tidak bisa bernafas dengan benar saat berada di tempat tersebut.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2