Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
47. Gadis Pemalu


__ADS_3

Pagi hari, Mike sudah di suguhi dengan pemandangan yang indah. Yang mana pemandangan indah ini sangat langkah sekali terjadi. Pemandangan indah itu, Mike melihat Miki duduk di kursi makan bersamanya dan yang lebih membuat pagi harinya lebih indah adalah semua makanan yang terhidang di atas meja makan Miki yang membuatnya.


“Kau kenapa tidak pergi kelas memasakmu?” Mike tersenyum.


“Hari ini aku tidak pergi,”


“Kenapa?” Mike masih tersenyum.


“Karena aku ikut Mr. Fred mengantar kak Lucy ke bandara.”


“Oh…” Mike semakin tersenyum puas.


Kenapa dia terus tersenyum seperti itu, apakah dia tidak sadar jika dia terlihat sangat bodoh sekarang. Batin Miki.


“Tidak bisakah istriku ini saja yang memasakan makanan untukku tiap hari?”


Perkataan Mike membuat Miki membulatkan matanya, dia tidak mengira jika pria ini akan memintanya memasakan makanan untuknya setiap hari.


“Kan sudah ada Chef profesional, kenapa harus aku yang memasakanmu makanan setiap hari?”


“Karena kau harus menjalankan kewajibanmu sebagai istri sahku.”


Secepat Kilat Miki menutup mulut Mike dengan menggunakan tangannya. Dia menjelitkan matanya setajam mungkin pada Mike. “Pelankan suaramu, nanti ada yang mendengarnya.” Bisik Miki di telinga Mike.


Um...mah…Mike mencium telapak tangan Miki.


“Apa yang kau lakukan?” Miki kaget dan langsung menarik tangannya dari wajah Mike.


“Bagaimana, apakah kau menyukainya?”


“Apa yang kau katakan? Kau tidak sadar jika yang barusan kau lakukan sangat murahan dan menjijikkan.”


“Hahaha, apa kau bercanda? Semua wanita sangat ingin aku cium, hanya kau yang mengatakan ciumanku menjijikkan.”


Apakah dia senarsis ini, jujur aku hampir gila dengan sikapnya yang spontan seperti ini. batin Miki.


“Terserah apa yang kau katakan, aku tidak peduli.”


Miki membuang mukanya dan pergi meninggalkan meja makan. Semua yang berada di ruangan tersebut terkejut dan tidak menyangka jika Mike dan Miki sudah menikah. Seketika kabar pernikahan Mike dan Miki menjadi berita hangat di antara sesama pelayan yang tinggal di Villa.


***

__ADS_1


Tak…tik…tuk, suara denting jam. Sudah hampir tengah malam Miki tidak bisa tertidur. Sejak dari pagi tadi Miki terus berada di kamarnya dan tidak pergi ke mana-mana. Gelisah menyelimuti dirinya, sehingga matanya pun enggan untuk tertidur.


Pada akhirnya Miki memutuskan keluar dari kamarnya. Dia melihat seluruh ruangan gelap gulita, hanya ada satu ruangan yang pintunya terbuka dan lampunya masih menyalah. Di mana ruangan tersebut adalah ruangan kerja Mike.


Entah mengapa melihat ruangan tersebut tanpa sadar Miki berjalan mendekati ruangan itu. bukannya tidak sadar, tapi memang dia ingin melihat pria itu yang tak lain adalah suaminya sendiri.


Tok…tok…tok.


“Boleh aku masuk?” seru Miki.


Mata Mike tertuju menatap Miki yang sedang berada di depan pintu ruangan kerjanya, dia terlihat tersenyum dan tidak percaya jika Miki berada di sana. “Tentu, kemarilah,” Pinta Mike seraya beranjak berdiri dari kursi kerjanya.


Miki melangkah masuk dan mendekati Mike yang berdiri tegap dengan penampilan yang berantakan, dan wajahnya terlihat sangat lelah. Entah mengapa Miki sangat ingin sekali memeluk suaminya itu seerat mungkin.


“Emh…” Miki langsung memeluk erat Mike.


Ada apa dengannya? Kenapa tiba-tiba dia memelukku begini?. Seru batin Mike.


“Apa terjadi sesuatu?” suara Mike terdengar pelan dan lemah lembut.


Miki menggelengkan kepalanya pelan dan semakin mengeratkan pelukannya. “Boleh aku tidur di kamarmu?”


“Tentu saja, kau adalah istriku.” Mike tersenyum dan memeluk erat Miki dengan lembut.


“Pekerjaanku masih banyak,”


“Terus kapan kau selesainya?”


“Begini saja, kau duluan saja tidurnya jika pekerjaanku sudah selesai nanti aku akan menyusul.”


“Tidak mau, aku maunya kau temani aku tidur sekarang.”


Entah mengapa Miki bertingkah manja sekali kepada Mike saat ini. dia menempeli Mike dan tidak ingin melepaskan pelukannya pada pria itu.


“Hanya sebentar saja, setelah itu aku akan menyusulmu di kamar.” Ucap Mike.


“Tidak mau,” tolak Miki, dia terus memeluk erat Mike.


“Miki dengarkan aku,” ucap Mike.


Dia melepaskan pelukan Miki dan kedua tangannya memegangi kedua bahu wanita itu dengan sedikit tegas. Pada awalnya Miki yang tidak mau mendengarkan perkataan Mike, hingga akhirnya dia hanya bisa memasang wajah cemberutnya untuk mendengarkan ucapan dari suaminya itu.

__ADS_1


“Biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku sekarang, setelah itu aku akan menemanimu, oke.” Suara Mike terdengar tegas.


“Baiklah,” Lirih Miki.


Aku yang minta dia malah menolak, dasar pria tidak punya pendirian. Batin Miki.


Dengan kesal Miki berjalan melewati pintu rahasia menuju kamar Mike. Setelah berada di kamar Mike, Miki menuju lemari pakaian untuk mengganti baju yang di pakai sekarang dengan T-shirt putih dan bokser milik Mike. Selesai mengganti bajunya Miki menuju tempat tidur dan berbaring sisi bibir ranjang, dengan sangat nyaman Miki memeluk erat guling di sisinya itu.


Bau guling ini seperti bau wangi tubuh Mike, terasa lembut dan nyaman saat tercium oleh hidung. Batin Miki.


Hampir sepuluh menit mencoba menutup matanya, Miki tidak juga tidak bisa tertidur. Belok sana dan belok sini posisi tidurnya, tetap saja dia tidak bisa tertidur.


“Apakah dia masih lama?”


Miki beranjak turun dari ranjang untuk melihat Mike yang tengah berada di ruangan kerjanya. Di balik pintu rahasia Miki mengintip Mike yang tengah sibuk di depan komputernya itu. semenjak dari tadi pria itu tidak juga menyelesaikan pekerjaan.


“Apakah kau masih lama?” seru Miki berdiri di depan pintu rahasia.


Sesaat Mike menghentikan pekerjaannya dan menatap ke arah Miki. Dia melihat wanita itu sudah berganti baju dengan mengenakan pakaian miliknya.


“Kenapa? Apakah kau tidak bisa tertidur?”


“Em…aku tidak bisa tertidur.” Lirih Miki pelan.


“Baiklah, aku temani kau tidur sekarang.”


“Benarkah?”


Mike mengalah dan menghentikan pekerjaannya, dia beranjak berdiri dan menghampiri Miki di dekat pintu rahasia. “Kemari biarkan aku mengendongmu,”


Miki kaget dan tidak menyaka jika Mike akan langsung mengendongnya. Kali ini dia tidak menolak sedikit pun saat Mike menyentuhnya, dia malah tersenyum saat Mike mengendongnya menuju tempat tidur.


Sesampai di sana Mike membaringkan Miki di atas ranjang dengan perlahan, kemudian dia juga berbaring di samping wanita itu. Sedangkan Miki terus menatap pria itu saat berbaring di sampingnya.


“Kemarilah, biarkan aku memelukmu.” Pinta Mike.


Bibir Miki tertarik ke atas saat melihat Mike membentangkan ke dua tangannya untuk memeluknya. Dia tahu apa yang di pikirkan Mike, tidur dalam pelukan pria itu adalah sebuah ide yang bagus, siapa tahu dia bisa tertidur lelap di dalam pelukan pria itu.


Tanpa berpikir panjang Miki merangkak ke dalam pelukan Mike, dia melingkarkan kedua tangannya di pinggang pria itu dengan erat dan kemudian dia menutup matanya untuk tidur.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2