Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
26. Pria Kaya


__ADS_3

Lima belas jam, sebelum Miki dan Lucy terpisah di Klub malam.


“Maaf Tuan, mengganggu waktu Anda sebentar.” kata Fred yang memasuki ruangan Mike.


“Katakan ada apa?” Mike berhenti sejenak menandatangani berkas penting yang ada di mejanya.


“Tuan, saya dapat laporan dari orang yang saya utus untuk mengikuti Nona Chloe,” sejenak Fred berhenti berkata untuk memastikan Tuannya itu mengizinkannya untuk melanjutkan kata-katanya.


“Teruskan.” Mike mengangkat kedua tangannya di atas meja, seakan dia menyiapkan dirinya untuk mendengarkan.


“Saya mendapat kabar jika Nona Chloe di bawah pergi oleh Nona mudah, istri Tuan Joe.”


“Adik ipar Lucy,” ucap Mike yang seakan menyerap apa yang terjadi sebenarnya.


“Benar Tuan,” sahut Fred membungkuk.


“Baiklah, biarkan mereka pergi. Perintahkan orang suruhanmu terus mengikuti mereka berdua, jangan sampai mereka kehilangan kedua wanita itu.” Perintah Mike pada Fred.


“Baik Taun, saya mengerti.” Fred menunduk hormat dan mengundurkan diri dari hadapan Tuanya itu.


Kenapa bisa Lucy datang menemui Miki? Bukannya dia sedang pergi berbulan madu bersama Joe. Batin Mike.


Merasa ada yang tidak beres, Mike mengambil ponselnya untuk menghubungi Joe adiknya. Ketika telepon tersabung tanpa basa-basi Mike langsung berbicara.


“Kenapa istrimu bisa ada di Santa Monica sekarang?” seru Mike langsung ketika telepon tersambung.


“Apa!!” terdengar Joe sangat kaget mendengar istrinya ada di Santa Monica.


“Kenapa kau kaget mendengar istrimu ada di sini?” tanya Mike pada Joe di ujung sana.


“Saat ini aku tengah mencarinya, aku tidak mengira jika dia bisa nekat pergi ke sana.” Kata Joe di dalam telepon.


“Cepat kau kemari jemput istrimu sekarang juga. Aku tidak ingin dia membawa kabur Miki.” Pinta Mike pada Joe.


“Mike bisakah kau bantu aku awasi dia untuk sementara waktu? Aku tidak bisa jemput dia saat ini.” ujar Joe di dalam telepon.


“Apa kau sudah gila? Aku juga sangat sibuk saat ini.” Mike merasa sangat pusing dengan apa yang terjadi. “Baiklah kau jangan khawatir aku sudah mengirim seseorang mengikuti mereka. Jadi kau selesaikan urusanmu secepatnya, aku tunggu kau di sini.” Mike langsung mematikan ponselnya.

__ADS_1


Sangat merepotkan, jika kau bukan adikku sudah aku suruh seorang menghajarmu. Gerutu batin Mike yang kesal.


Kemudian Mike melanjutkan perkerjaannya yang sempat tertunda. Dia menjadi bersemangat untuk menyelesaikan perkerjaannya secepat mungkin, dia tidak sabar untuk membuat perhitungan terhadap Miki.


***


Malam hari, di hari yang sama. Mike sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan Joe tidak juga datang. Mike sangat emosi sekali kenapa adiknya itu tidak datang sampai sekarang.


“Kenapa dia tidak datang juga!!” Mike menghantam meja kerjanya dengan tangannya karena kesal.


Karena tidak bisa menunggu lebih lama lagi, dengan kesal dia mengambil ponselnya untuk menghubungi Joe. Tetapi saat dia menyalakan layar ponselnya, sekretaris Fred datang.


“Maaf Tuan mengganggu waktu Anda, saya dapat laporan jika Nona Chloe dan Nona Mudah masuk ke klub malam.” Sekilas Fred menatap wajah Tuanya.


Astaga…Tuan terlihat sangat marah, aku rasa akan terjadi masalah besar malam ini. Batin Fred.


“Katakan Klub malam di mana mereka berada?” seru Mike dingin.


“Klub malam yang sering Tuan datangi setiap malam.” Fred bersikap tenang seakan dia biasa saja di depan Tuannya itu.


“Siapkan mobil saya sekarang.” Mike menggenggam kedua tangannya dengan Kuat. Dia marah besar terhadap Miki yang berani memasuki Klub malam tanpa seizin darinya.


Saat berada di pintu keluar perusahaan Joe datang tepat waktu. Joe berjalan menghampiri Mike yang sangat emosi mendengar wanita kecil itu bertingkah.


“Mike mau pergi ke mana?” seru Joe santai.


“Kita pergi ke klub malam sekarang, Miki dan Lucy ada di sana saat ini.” Ucap Mike yang langsung masuk ke dalam mobilnya, dan secara khusus Mike menyetir sendiri mobilnya. Sedangkan mobil Joe berada di belakang mobilnya Mike, menuju Miki dan Lucy.


***


“Kak Lucy.” Teriak Miki yang terpisah dari kakaknya. Tubuhnya tertarik ke belakang, sekan ada yang menyekapnya dari belakang.


Ketika Miki hendak berteriak, mulutnya di bekap dengan menggunakan tangan. “Aku sudah menemukannya, kita ketamuan di pintu belakang.” Terdengar suara pria.


Miki berusaha untuk membalik tubuhnya untuk melihat orang yang membekap mulutnya, tetapi di waktu yang sama pria itu mengangkat tubuhnya ke atas pundaknya. Merasa sangat terkejut tiba-tiba tubuhnya sudah berada di atas pundak pria yang tidak dia kenal, Miki langsung mengamuk di atas pundak pria tersebut.


“Lepaskan aku brengsek!!” pekik Miki yang tergantung dia atas pundak pria itu.

__ADS_1


“Kau bilang apa?” seru Pria tersebut seraya menurunkan tubuh Miki. “Tadi kau bilang apa padaku?”


Miki terbelalak melihat pria yang menculiknya itu adalah Mike. Seketika dia menutup mulutnya dengan menggunakan tangannya. “Kau_” Miki menghentikan kata-katanya.


“Katakan padaku kenapa kau datang ke tempat ini tanpa izin dariku?” tanya Mike yang mendekati Miki.


Miki membisu, dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari pria ini. Melihat wajahnya saja Miki tidak berani, apalagi menjawab pertanyaannya.


“Kenapa kau diam?” seru Mike yang semakin memepet tubuh Miki. “Kau sangat berani sekali padaku, apakah kau tidak takut sama sekali padaku?” Mike terus melontarkan pertanyaan pada Miki.


Miki terus membungkam mulutnya dengan kedua tangannya, dia takut menjawab pertanyaan yang di lontarkan Mike padanya.


“Jika kau terus menutup mulutmu itu, biar aku yang membuatmu bersuara.” Mike menarik dagu Miki dengan telunjuk jarinya. “Katakan padaku, untuk apa kau datang ke tempat ini?” tanya Mike dingin. Semakin dekat wajah mereka berdua sehingga Miki bisa merasakan nafas Mike yang mengenai wajahnya. “Apakah kau ingin aku menciummu terlebih dahulu, agar kau mau menjawab pertanyaanku?” Mike mulai mendekatkan bibirnya pada bibir Miki, tetapi pada saat Mike hendak mencium Miki terdengar suara pertengkaran Lucy dan Joe.


“Lepaskan aku!” teriak Lucy yang berhasil menghentikan Mike, dan melepaskan Miki begitu saja.


“Kakak,” Miki membuka suaranya. Mike yang berada di sampingnya mendongak melihatnya yang bersuara.


Lucy terlihat sangat marah terhadap Joe. Pertengkaran suami istri tidak bisa di campuri oleh siapa pun termasuk Miki dan Mike. Mereka berdua hanya bisa diam saja dan memperhatikan pertengkaran suami istri itu.


“Lucy, ikut aku pulang sekarang.” kata Joe pada Lucy.


“Tidak, aku tidak ingin pulang bersama pria brengsek seperti dirimu.” Tolak Miki.


Joe melangkah maju mendekati Lucy, dan memaksa istrinya itu masuk ke dalam mobilnya. Sedangkan Miki yang melihat kakaknya di paksa tidak terima.


“Lepaskan kakakku!” pekik Miki melangkah maju karena tidak terima kakaknya di paksa.


Dengan cepat Mike menarik lengan Miki. “Kau diam saja di sini, jangan ikut campur urusan suami istri itu. Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri.” Ucap Mike yang terus menahan tangan Miki.


Setelah melihat Lucy dan Joe pergi, Mike menarik Miki masuk ke dalam Mobilnya. “Masuk.” Perintah Mike pada Miki.


Tanpa melawan Miki menuruti apa yang di katakan pria itu padanya. Selama dalam perjalanan pulang ke Villa, mereka berdua tidak sedikit pun berbicara. Hanya suara stereo yang membalut kebisuan dan suasana canggung di dalam mobil.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2