Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
55. Gadis Pemalu


__ADS_3

Astaga…apa yang harus aku lakukan sekarang? Jika kabur sudah tidak sempat lagi, dia sudah tepat di hadapan ku sekarang. Batin Miki.


Yang benar saja, tubuh besar Junior sudah berdiri tegap menghadang jalannya Miki untuk keluar kelas. Sudah hampir dua Minggu dia menghindari Junior dan kali ini dia tidak bisa menghindar lagi karena dia kalah cepat dari pria itu.


“Bisakah kau beri jalan untuk ku?” seru Miki canggung.


“Tidak,”


Junior semakin kokoh dan berdiri dengan tegap untuk memenuhi pintu agar Miki tidak bisa keluar.


“Apa yang kau inginkan dariku?”


“Untuk satu kali saja, dengarkan penjelasanku,” pinta Junior.


Tiba-tiba Miki gugup, jantungnya mulai berdetak kencang. Sesungguhnya Miki masih belum siap untuk mendengarkan penjelasan dari Junior.


“Maaf, aku tidak memiliki waktu untuk mendengarkan penjelasanmu.” Ucap Miki dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Junior hingga posisinya yang memenuhi pintu bergeser, sehingga dengan leluasa Miki melangkahkan kakinya keluar dari kelas.


“Apakah kau tahu demi menyelamatkanmu Mamiku meninggal sepuluh tahun yang lalu!” suara Junior bergema di setiap sudut koridor.


Miki membeku di tempatnya, dia tidak percaya jika sepuluh tahun yang lalu dia membuat seseorang meninggal. Kedua tangan Miki mulai bergetar, dadanya mulai terasa sesak, dan matanya mulai berkaca-kaca membedung air mata. Dia tidak berani membalik badannya untuk menatap junior yang berada di belakangnya.


“Demi menyelamatkanmu dia jatuh dari tangga dan meninggal, bukan hanya kau saja yang menderita selama ini, kami juga sangat menderita setelah kejadian sepuluh tahun lalu.” Suara junior parau, seperti menahan tangis.


Tidak, tidak, tidak, semua ini tidak nyata. Apa yang di katakannya tidak benar, mana mungkin aku membuat orang meninggal dunia. Tolak batin Miki.


“Kau berbohong padaku, apa yang kau katakan semuanya hanya omong kosong!” teriak Miki histeris.


“Tentu saja kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan, kau sudah melupakan dan menghapus semua detail ingatan yang terjadi pada hari itu.” kata Junior seraya melangkah maju mendekati Miki.


“Jangan mendekat!” bentak Miki.


Junior tidak mendengarkan apa yang di katakan Miki padanya, dia tetap melangkah maju ke arah wanita itu.


“Aku bilang jangan mendekat!” teriak Miki.


Tanpa sadar air mata Miki menetes membasahi pipinya, dia tidak bisa lagi menahan isak tangisnya lagi. Dengan langkah kaki tertatih Miki mencoba melangkahkan kakinya menjauhi Junior.


“Jika kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan, aku bisa menujukan buktinya kalau apa yang aku katakan adalah kebenaran.” Cetus junior saat melihat Miki menjauhinya.


Langkah kaki Miki kembali terhenti. “Cukup!!” teriak Miki sekuat tenaga, dan Kali ini Miki tidak mendengarkan apa yang di katakan pria itu padanya. Miki tetap melanjutkan langkahnya meninggal pria itu sejauh mungkin yang dia bisa.


“Miki kau tidak bisa menghindar, kau harus terima kenyataan jika apa yang aku katakan adalah kebenaran!” Teriak Junior pada Miki yang sudah berada sangat jauh darinya dan kemudian menghilang dari pandangannya.


***


Setiba di Villa Miki langsung keluar dari Mobil. dia berlari menuju kamarnya, saat berpapasan dengan Mike di atas tangga dia tidak peduli sama sekali saat melihat suaminya itu. karena tidak ingin Mike mengetahui dia sedang menangis, dengan cepat Miki berlari masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya agar tidak ada yang bisa masuk.


Setelah mengunci rapat kamarnya, Miki langsung masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci di dirinya di dalam sana agar tidak ada yang bisa mendengar isak tangisnya walaupun dia menangis sekeras mungkin.


“Miki! Ada apa denganmu?” teriak Mike di luar pintu kamarnya.


Mike mencoba membuka pintu kamar Miki dengan menggunakan kunci cadangan, tetapi tetap saja Mike tidak bisa masuk karena Miki memblokir pintu kamarnya dengan menggunakan beberapa benda seperti meja dan sofa di balik pintu kamarnya.


“Miki buka pintunya!” sekuat tenaga Mike mendobrak pintu kamar itu, tetapi tetap saja tidak bisa.


“Miki! Aku bilang buka pintunya sekarang juga!” teriak Mike yang semakin khawatir.

__ADS_1


Miki yang berada di dalam kamar mandi hanya bisa menahan isak tangisnya, air matanya terus mengalir tanpa henti. Suara Mike yang keras hanya terdengar sayup-sayup di telinganya karena isak tangisnya memenuhi kamar mandi dari pada suara teriakan suaminya itu di luar sana.


Demi melindungimu, dia jatuh dari tangan hingga meninggal. Kata-kata itu terus terdengar di telinga Miki dan berputar di kepalanya.


Rasa bersalah dari dalam diri Miki membuatnya merasa terpuruk. Rasa yang dia rasakan saat ini persis saat yang dia rasakan sepuluh tahun yang lalu. Jika perasaan ini terus berlarut-larut Miki rasakan, besar kemungkinan dia akan kembali depresi berat.


“Tidak, tidak, tidak.” Ucap Miki berulang kali di bibirnya.


Dengan tubuh bergetar kedinginan Miki memeluk kedua lututnya dengan posisi berdendam di dalam Bathtub yang berisi air.


“Dia hanya berbohong,”


“Dia hanya berbohong,”


“Semua yang dia katakan adalah kebohongan!!” teriak Miki histeris.


Kedua tangan Miki, memukul-mukul air yang ada di dalam Bathtub hingga air tersebut keluar dari Bathtub. Lalu Miki kembali memeluk kedua lututnya dengan sangat erat dan terus menangis.


Sementara itu di sisi luar Mike terus berteriak dan berusaha mendobrak pintu kamar Miki yang terkunci kuat.


“Miki! Tolong buka pintunya!”


Sudah berulang kali Mike berusaha meminta istrinya itu untuk membukakan pintu untuknya. Rasa khawatirnya membuat Mike tidak bisa berpikir dengan jernih lagi, dia hanya akan terus berteriak dan berusaha memukul pintu untuk terus menerus sehingga melukai tangannya.


“Mr. Fred!” teriak Mike.


“Ya Tuan?” seru Fred yang sudah sejak dari tadi menyaksikan Mike yang sudah hampir gila.


“Cepat kau perintah semua Bodyguard dan seluruh pelayan di sini menghancurkan pintu ini.” ucap Mike tidak tenang.


“Baik tuan”


“Cepat hancurkan sekarang juga.” Perintah Mike.


“Baik Tuan,”


Ketika semuanya mulai bergerak untuk menghantam pintu tersebut tiba-tiba Miki membuka pintu kamarnya.


Krekk…


“Apa yang kalian lakukan di sini?” tanya Miki yang seolah-olah dia bersikap baik-baik saja.


“Apa yang kau lakukan di dalam sana? Sehingga kau tidak mendengarkan aku memanggilmu, Hah!!” Mike mencengkeram kedua bahu Miki dengan Kuat.


“Aw…kau menyakitiku Mike.” Rengek Miki kesakitan.


Kemudian Mike melepaskan cengkeramannya di bahu istrinya itu dengan berkata. “Katakan padaku, kenapa kau mengunci pintu kamar ini dan tidak menjawabku barusan?”


“Maafkan aku telah memblokir pintu ini karena aku tahu kau akan menerobos masuk ke dalam kamar ini dengan menggunakan kunci cadangan seperti yang kau lakukan sebelumnya, dan kenapa aku tidak menjawabmu barusan karena aku sedang berendam di Bathtub dengan menggunakan headset di telinga.” Ucap Miki berbohong.


Setelah mendengar penjelasan Miki membuat Mike merasa malu di hadapan semua pelayan yang ada di sekitarnya.


“Ehem, kalian semua pergi dari sini sekarang.” perintah Mike.


Seketika semua pelayan, Bodyguard termasuk sekretaris Fred dan Bret pergi menjalankan tugas mereka masing-masing.


Setelah semuanya pergi, sekilas Miki menatap tangan Mike yang terluka karena terlalu keras memukul pintu.

__ADS_1


“Mike tanganmu terluka.” Ucap Miki panik.


“Sayang jangan khawatir, ini hanya luka kecil.” Ucap Mike berbohong. Terlihat jelas dari wajahnya jika dia sedang menahan sakit.


“Kemarikan tanganmu,” pinta Miki.


Mike mengangkat kedua tangannya yang terluka untuk di perlihatkan pada istrinya itu. Saat Miki memegang kedua tangan suaminya itu, dia bisa merasakan kedua tangan besar itu bergetar. Miki merasa sangat bersalah saat merasakan tangan suaminya bergetar hebat hanya karena khawatir padanya.


“Mike, maafkan aku telah menyebabkan tanganmu luka seperti ini.” ucap Miki seraya memegang kedua tangan suaminya itu.


“Tidak apa-apa sayang, kau lihat kedua tanganku baik-baik saja.”


Mike membolak-balik kedua tangannya di hadapan Miki. Dengan tersenyum Mike menahan sakit di tangannya.


“Dasar pembohong.” Ucap Miki tersenyum.


“Serius tanganku baik-baik saja.” Elak Mike.


Menyadari suami ya itu berbohong, Miki menarik kedua tangan suaminya itu masuk ke dalam kamarnya.


“Aaahh…” jerit Mike kesakitan.


“Masih mau bilang tanganmu baik-baik saja?” sergah Miki.


“Hehehe…” tawa Mike sedikit malu.


Miki meminta Mike duduk di atas ranjang, sedangkan dia membuka laci di samping ranjang untuk mengambil obat P3K. setelah membersihkan luka suaminya lalu Miki memberi sedikit obat merah kemudian membalut kedua tangan besar itu dengan menggunakan kasa.


“Selesai.” Ucapnya dengan tersenyum


“terima kasih sayang.”


Dengan mesra Mike mengucup pipi mulus istrinya itu sekilas.


“Cih, dasar…” ucap Miki tersenyum.


Mike memandang wajah istrinya itu dengan sangat intens. Saat menyadari mata Miki yang bengkak membuat Mike penasaran.


“Sayang apakah kau menangis?” serunya seraya menyentuh lembut mata istrinya itu.


“Aku tidak menangis,”


“Terus kenapa matamu membengkak?”


“Mataku membengkak karena terlalu lama tertidur di dalam mobil selama perjalanan pulang.” Ucap Miki berbohong.


“Aku kira matamu bengkak karena habis menangis,”


“Tentu saja tidak.”


Miki berhasil mengelabui Mike, dia berhasil membuat suaminya tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2