Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
79. Gadis Pemalu


__ADS_3

Enam tahun kemudian, New York, di kediaman keluarga Sea.


Suara bising yang tiba-tiba saja menerobos pintu kamar Mike membuatnya terbangun dari tidurnya.


“Paman ayo bangun, kau sudah terlambat ke kantor.” Ucap gadis kecil yang berusia lima tahun yang melompat-lompat di atas ranjang tempat tidur Mike.


“Oh...Come on Lily,” kesal Mike pada gadis kecil tersebut.


“Paman ayo cepat bangun sekarang, apakah kau lupa jika hari ini adalah hari peringatan kematian Tante Miki?” seru Lily duduk di samping Mike yang sedang terbaring.


Mike memasang wajah kusutnya tanpa senyuman saat mendengar apa yang di katakan Lily padanya.


“Paman, apakah kau menangis?”


“Tentu saja tidak,”


“Paman yakin?” tanya Lily sembari menaikkan salah satu alisnya ke atas.


“Em…seperti yang kau lihat,” sahut Mike.


“Mami…lihat Paman Mike sedang menangis…” teriak Lily pada ibunya.


“Lily, apa yang kau katakan? Paman tidak menangis, jadi berhentilah berteriak seperti itu pada ibumu.” Kata Mike yang langsung beranjak duduk dari tidurnya.


“Tidak, sebelum paman bangun dan mandi Lily tidak akan berhenti. Mami…” teriak Lily kembali.


“Stop Lily, paman bangun sekarang oke.” Kata Mike.


“Ya, cepat siap-siap sekarang jika tidak, Mami yang akan memaksa Paman.” Ancam Lily.


“Oke, Paman pergi mandi dulu dan kau cepat katakan pada Mami mu jika paman akan turun sebentar lagi.”


“Oke siap paman.” Jawab Lily sembari memberi hormat kepada Mike.


Mike turun dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi seraya berkata. “Ibu dan anak sama saja, dua-duanya sangat menyebalkan sekali.” Gerutu Mike.


“Paman, aku bisa mendengarkan mu...” ucap Lily yang berada di tempat tidur.


“Ops...sorry, Paman kira kau sudah pergi, dasar gadis kecil yang menyebalkan.” Kata Mike yang langsung menutup pintu kamar mandinya.


“Pamannnn!!” teriak Lily yang merasa kesal.


Sekilas Mike kembali membuka pintu kamar mandinya sembari berkata. “Oh ya, jangan lupa tutup pintunya, terima kasih.” Mike kembali menutup pintu kamarnya.


“What ever…” Lily mencebirkan lidahnya keluar kemudian dia pergi keluar dari kamar Mike tanpa menutupkan pintunya.


***


Keluarga besar Sea sudah berkumpul di meja makan, hanya Mike yang belum menduduki kursinya.


“Lily, di mana Paman mu?” tanya Lucy.


“Kata Paman, sebentar lagi dia akan turun.” jawab Lily dengan mengemaskan.


Lucy menghelakan nafasnya dengan kesal, setiap pagi mereka harus menunda sarapan pagi mereka hanya demi menunggu Mike.

__ADS_1


“Sayang coba kau susul dia di kamarnya,” pinta Lucy pada Joe.


“Tidak perlu,” Timpal Mike yang menuruni tangga.


“Kenapa kau sangat lama sekali turunnya?” seru Lucy yang kesal.


Mike hanya mengangkat kedua bahunya untuk menanggapi pertanyaan dari Lucy, dia malas untuk menjawabnya karena jika dia menjawab maka perdebatan di antara mereka tidak akan Pernah selesai. Demi untuk menjaga mood-Nya, Mike memilih diam dan duduk di kursi makannya dengan tenang.


Setelah Mike duduk dan ternyata dia masih tidak lolos dari ocehan keluarganya itu walaupun lolos dari Lucy kini Darwin yang membuatnya harus mendengarkan pembicaraan yang membosankan. Setiap pagi Mike harus mendengarkan Darwin membicarakan soal wanita yang ingin dia jodohkan dengannya.


“Mike, Daddy sudah mengatur kencan buta untukmu lagi dengan wanita dari keluarga pemilik perusahaan maskapai penerbangan. Jadi tolong kau datang tepat waktu ya, hari ini jam 8 malam di pantai Santa Monica State Beach.” Kata Darwin sembari menyuap daging asap ke dalam mulutnya.


“Dad, Mike kan sudah bilang berulang kali jika Mike tidak mau di jodoh-jodohkan. Daddy kan tahu jika Mike masih belum ingin menikah lagi.”


“Sampai kapan kau akan seperti ini? Kakek mu sudah meninggal dua tahun yang lalu dan apakah kau ingin melihat kakek mu tidak tenang di atas sana karena kau masih tidak ingin menikah lagi hanya kesalahan yang pernah kakek mu buat?” Seru Darwin.


“Dad, Mike mohon jangan bawah-bawah mendiang kakek di dalam pembicaraan kita ini oke.” Kata Mike sembari meletakan sendok dan garpunya di atas meja.


“Mike, apa yang ayah mertua katakan benar.” Timpal Lucy.


Seketika Mike menoleh ke arah Lucy dengan sorot mata yang kecewa. Dia merasa kecewa jika Lucy mendukung apa yang di inginkan Darwin padanya.


“Grandpa. Lily tidak setuju jika Paman menikah lagi, jika Paman menikah lagi bagaimana dengan Tante Miki?” Lily mencoba untuk membela Pamannya itu.


“Lily, kau memang keponakan Paman yang setia tidak seperti mereka yang memaksa Paman.” Kata Mike tersenyum kepada Lily yang duduk di depannya.


“Lily jangan ikut campur urusan orang dewasa, kamu masih terlalu kecil untuk semua ini.” timpal Lucy.


Lily beranjak berdiri di atas kursinya sembari berkacak pinggang dengan berkata. “Lily bukan anak kecil, Lily sudah cukup dewasa untuk mengerti semua yang di bicarakan orang dewasa di sini.”


“Good Girl, kemarilah Lily biarkan Paman memelukmu.” Kata Mike yang melebarkan kedua tangannya.


Seketika Lily kaget dan mulai ketakutan saat melihat Darwin yang marah. Dia langsung memeluk Joe yang duduk di sampingnya itu. “Daddy” ucap Lily.


“Joe, tolong kau bawah Lily pergi dari sini.” Pinta Darwin.


“Baik Dad,”


Joe langsung beranjak menjauh meninggalkan meja makan sembari mengendong Lily, begitu juga dengan Lucy, dia juga ikut pergi meninggal meja makan untuk memberi kesempatan kepada Darwin dan Mike untuk berbicara serius.


“Dad, sampai kapan kau akan memaksa Mike begini?”


“Sampai kau mau berkencan buta dan menikah lagi.” Jawab Darwin.


“Oke baiklah, Mike mau berkencan buta, tapi kalau menikah beri waktu kepada Mike untuk memikirkannya kembali.”


“Oke setuju, ingat jangan lupa hari ini di Santa Monica jam 8 malam kau harus datang tepat waktu.” Kata Darwin yang tersenyum kepada Mike.


“Dad, kenapa harus bertemu di Santa Monica?”


“Karena saat ini wanita yang akan berkencan buta dengan mu sedang berada di sana, saat ini dia sedang berlibur di pantai Santa Monica State Beach.” Jawab Darwin.


Mike menghelakan nafas panjangnya sekilas dan menjawab. “Baiklah Mike mengerti.” Kemudian Mike beranjak berdiri dari Kursi makannya.


“Kau mau pergi ke mana?” tanya Darwin.

__ADS_1


“Mike sudah telat, sebentar lagi ada meeting penting di kantor dan Mike harus pergi sekarang.” jawab Mike sembari membersihkan sisa makanan di sudut bibirnya.


“Baiklah selesaikan pekerjaan mu dengan cepat hari ini, dan setelah itu kau berangkat ke Santa Monica secepat Mungkin.”


“Baiklah Dad,”


Mike membaik badannya dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar dan di saat Mike berada di pintu keluar Lily menghentikannya. “Paman…tunggu Lily sebentar.” Teriak Lily sembari berlari ke arah Mike.


Mike yang melihat gadis kecil itu berlari ke arahnya langsung berjongkok untuk menyejajarkan tinggi mereka. “Ada apa sayang?” serunya.


“Paman, tidakkah kau melupakanku?” seru Lily.


“Tentu saja tidak, kemarilah biarkan Paman memelukmu sebelum pergi.” Kata Mike sembari memeluk gadis kecil itu dengan erat dan mengecup keningnya dengan lembut, kemudian Mike melepaskan pelukannya dari gadis kecil itu.


“Paman ingat, jangan pernah menikahi wanita lain, kau terlihat sempurna jika tetap setia menunggu Tante Miki. Hanya dia yang boleh Paman cintai.” Kata Lily yang berhasil membuat Mike tersenyum.


“Oke baiklah Paman mengerti, sudah waktunya bagi Paman untuk pergi. Selamat tinggal Lily sayang, Paman pergi dulu.” Ucap Mike sembari beranjak berdiri menuju mobil.


“Silakan Tuan,” kata Fred sembari membukakan pintu mobil untuk Mike.


“Terima kasih Mr. Fred.” Kata Mike seraya memasuki mobil dan menurunkan kaca mobilnya. “Bye…Lily sayang.” Mike melambaikan tangannya kepada Lily.


“Bye…Paman, I Love you.” Ucap Lily membalas lambaian tangan Mike dengan tersenyum ceria.


“Jalan sekarang Mr. Fred.” Perintah Mike.


“Baik Tuan.”


Kemudian sekretaris Fred menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga Sea, setelah keluar dari pintu gerbang wajah Mike langsung berubah drastis. Pada awalnya wajah itu masih bisa tersenyum dan kini berubah muram seperti menyimpan kesedihan yang sangat dalam. Karena hari ini adalah hari di mana tragedi kecelakaan itu terjadi genap enam tahun, yang mana membuat suasana hati Mike kembali seperti saat pada hari itu.


Drrrt…drrrt…drrrt.


Ponsel Mike bergetar, tertulis di layar ponsel Mike jika Lucy yang meneleponnya.


“Halo…Lucy,”


“Aku tahu jika kau sedang sedih saat ini, maafkan aku Mike karena telah memaksamu. Kau harus bisa berubah Mike, masa depanmu masih panjang dan Miki akan senang jika melihat mu bisa bahagia.” kata Lucy di ujung sana.


Sedangkan Mike hanya diam saja dan tidak menjawab perkataan dari Lucy. Sebenarnya saat ini Mike tidak ingin memaksakan dirinya untuk berubah pada saat di hari berdukanya, yang Mike inginkan hanya berpikir dengan tenang mengingat kenangannya bersama Miki di masa lalunya.


“Baiklah, aku tutup dulu teleponnya.” Kata Mike saat membuka suaranya.


“Tunggu sebentar Mike,”


“Ada apa lagi?” tanya Mike.


“Aku hanya ingin bilang, nikmati harimu di Santa Monica malam ini. Bye Mike.” Kata Lucy yang langsung memutuskan sambungannya, dan Mike hanya memasang wajah muramnya setelah Lucy menutup teleponnya.


Aku harap apa yang kau katakan padaku Lucy bisa aku lakukan, tetapi nyatanya aku tidak bisa. Maafkan aku Lucy telah mengecewakan mu, karena aku tidak bisa melupakan adikmu sama sekali. Batin Mike.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2