Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
71. Gadis Pemalu


__ADS_3

Lima menit sebelum kedatangan Mike.


Miki mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Saat teleponnya tersambung dia langsung berkata. “Jika terjadi sesuatu padaku, tolong bawa aku pergi tanpa di ketahui oleh siapa pun terutama Mike.” ucapnya dan kemudian dia mematikan ponselnya. Entah siapa yang di hubungi Miki saat ini, tapi yang pasti wanita ini sudah menyiapkan sesuatu yang besar secara diam-diam.


Setelah menghubungi seseorang tersebut Miki mulai merasa tidak tahan lagi dengan semuanya, Miki berjalan ke dalam kamar mandi. di sana dia membuka ranselnya dengan tergesa-gesa dan mengambil botol obat tidur yang selalu dia bawah ke mana pun dia pergi.


Sepertinya dia mulai berhalusinasi lagi mendengar suara-suara aneh di telinganya. Karena tidak tahan dengan suara-suara tersebut, Miki lebih memilih mengkonsumsi obat tidur. Dengan tangan yang bergetar Miki berusaha membuka tutup obat tersebut hingga berjatuhan di mana-mana. Entah berapa butir obat tidur yang di minum Miki saat ini, tapi yang pasti saat dia mengeluarkan obat tersebut di atas tangannya lebih kurang lima sampai tujuh butir.


Setelah menelan obat tersebut sekretaris Fred datang membawakan obat penenang dan obat tidur yang sudah di campurkan di dalam air susu yang dia bawah. Miki yang menyadari kehadiran Fred, dia bersikap seolah dia baik-baik saja padahal obat tidur yang dia minum barusan sudah mulai bekerja pada tubuhnya.


Dengan sempoyongan Miki berusaha keluar dari kamar Mandi untuk menghampiri sekretaris Fred.


“Nona, tolong di minum susunya.” Ucap Fred sembari mengulurkan segelas susu yang telah tercampur obat.


Tanpa menolak Miki mengambil segelas susu tersebut dan meminumnya begitu saja hingga tak bersisa. Tepat setelah itu, gelas yang berada di tangannya terjatuh begitu saja, sepertinya obat tidur yang di minum Miki sebelumnya sudah benar-benar bekerja pada tubuhnya.


Brukk…


Tubuh Miki ambruk seketika di hadapan Fred. Pria paruh baya tersebut tidak percaya jika obat yang dia berikan bekerja begitu cepat. Tanpa curiga sedikit pun Fred memindahkan Nonanya itu di atas ranjang, dan setelah dia meletakan Miki di atas ranjang tiba-tiba Mike datang dengan nafas tersengal-sengal. Dia menatap ke arah Miki yang sudah terbaring lemah di atas ranjang dengan wajah pucat.


“Tuan, Kenapa Anda kembali lagi?”


“Mr. Fred berapa butir obat yang kau berikan padanya?” Tanya Mike dengan nafas berat.


“Saya hanya memberi Nona satu butir obat penenang dan satu butir lagi obat tidur, tapi saya merasa aneh kenapa bisa obat tidurnya bekerja begitu sangat cepat setelah Nona meminumnya.” Kata Fred bingung.


“Tidak Mungkin dia__” kata-kata Mike terhenti dan kemudian dia berjalan menuju ke kamar mandi. Saat Mike membuka pintu kamar Mandi, dia melihat ada banyak sekali obat tidur yang berserakan di atas lantai.


Dengan sangat panik Mike berteriak pada Fred. “Mr. Fred cepat siapkan mobilnya, kita harus membawa Miki ke rumah sakit sekarang.”


“Ada apa Tuan?” Tanya Fred yang bingung.


“Cepat Mr. Fred siapkan mobilnya sekarang, sepertinya dia mengkonsumsi obat tidur terlalu banyak.”


“Baik Tuan.” Ucap Fred yang langsung pergi menyiapkan mobilnya.


Sedangkan Mike mengangkat Tubuh Miki dalam gendongannya dan keluar dari apartemen menuju mobil.


***


Rumah Sakit Lenox Hill, New York.


Tidak tanggung-tanggung Mike membawa Miki ke rumah sakit termahal dan termewah di New York.


Setelah melakukan pemeriksaan dan menjalani berbagai perawatan untuk mengeluarkan obat tidur dan obat penenang dari dalam tubuh Miki yang kemungkinan besar akan membahayakan janin yang ada di dalam perut wanita itu.


“Tuan, apakah Nona Chloe mengkonsumsi obat depresi selain obat tidur dan obat penenang?” Tanya dokter yang menangani Miki.

__ADS_1


“Dia mengkonsumsi obat depresi selama ini, tapi beberapa bulan terakhir ini dia tidak lagi mengonsumsinya lagi.” Kata Mike.


“Berapa lama Nona mengkonsumsi obat tersebut?” Tanya dokter itu kembali.


Mike mulai khawatir saat dokter tersebut terus bertanya padanya. “Cukup lama, memang apa yang telah terjadi ?” Tanya Mike yang khawatir.


Dokter tersebut diam sebentar sembari melihat hasil dari pemeriksaannya, dan setelah itu dia berkata pada Mike. “Begini Tuan, saya akan menjelaskan keadaan Nona pada Anda,” katanya yang mengantung.


“Lanjutkan,” pinta Mike yang serius menanggapi perkataan dokter tersebut.


“Sebenarnya janin di dalam kandungan Nona Chloe sangat lemah sekali, begitu juga dengan tubuh Nona Chloe yang tidak kuat untuk mengandung karena akibat dari obat-obatan yang di komsumsinya selama ini.” kata dokter tersebut.


“Terus apa yang akan terjadi?” Tanya Mike yang semakin khawatir dengan keadaan Miki dan janinnya.


“Saya sarankan kepada Tuan untuk mempersiapkan diri karena kapan saja Nona Chloe bisa saja mengalami keguguran dan pendarahan karena tubuhnya yang tidak kuat untuk mengandung.”


Mike mulai panik sembari menggenggam kedua tangannya dengan sangat Kuat karena apa yang di katakana dokter tersebut menampar wajahnya secara tidak langsung.


“Dokter, apa ada jalan untuk mempertahankan janinnya?” Tanya Mike.


“Ada cara untuk mempertahankan janin yang ada di dalam perut Nona Chloe dengan mengkonsumsi obat penguat janin, tapi__” dokter itu menghentikan kata-katanya karena dia tidak yakin.


“Katakan, apa pun itu saya akan tanggung dan siap melakukan apa pun untuk menyelamatkan calon anak saya.”


“Tuan, sebenarnya saya tidak yakin jika Nona Chloe bisa mempertahankan janinnya walau pun dia mengkonsumsi obat penguat janin. Saya khawatir jika Nona Chloe tidak bisa mengontrol kondisi mentalnya. Besar kemungkinan kondisi mental Nona Chloe mempengaruhi janinnya.”


“Baiklah dokter saya mengerti maksud Anda. Resepkan saja obat penguat janinnya, selebihnya saya yang akan urus semuanya.” Perintah Mike kepada dokter tersebut.


Setelah dokter tersebut pergi, Mike memanggil Fred yang berdiri di depan pintu kamar VIP Miki di rawat. “Mr. Fred, kemarilah.” Pintanya.


“Ya Tuan, apa Anda memerlukan sesuatu?” Tanya Fred sembari mendekati Tuannya itu.


“Mr. Fred, tolong kau hubungi Tante Lona, minta dia untuk datang ke New York sekarang juga. Bilang padanya Jika Miki sangat membutuhkannya saat ini.” perintah Mike.


“Baik Tuan,”


“Mr. Fred satu lagi, perintahkan beberapa Bodyguard untuk menjaga di depan pintu kamar Miki di rawat.”


“Baik Tuan, saya mengerti.” Jawab Fred sembari menunduk dan mengerti apa yang di inginkan Tuannya itu.


Setelah Fred pergi, Mike masuk ke dalam kamar rawat Miki. Dia duduk di kursi tepat di samping ranjang Miki terbaring.


Perlahan Mike meraih dan menggenggam erat tangan Miki dengan penuh penyesalan. Seperkian detiknya Mike terus merasa bersalah terhadap semua yang terjadi pada Miki. Dia sungguh sangat kecewa dengan dirinya sendiri, untuk menjaga wanita yang sangat dia cintai saja tidak bisa.


“Miki sayang maafkan aku, sungguh maafkan aku.” Ucap Mike menyesal sembari menggenggam erat tangan Miki dengan kedua tangannya.


“Hari Ini aku telah melakukan kesalahan besar, hampir saja kehilangan calon bayi kita. Sungguh aku sangat menyesal tolong maafkan aku.” Ucap Mike kembali pada Miki yang masih belum sadarkan diri.

__ADS_1


“Mike jangan pergi…” tiba-tiba Miki mengigau begitu saja.


“Sayang aku di sini,” ucap Mike yang langsung beranjak berdiri.


“Mike kembalilah, Jangan tinggalkan aku sendirian.” Miki kembali mengingau.


“Ssst…Miki sayang aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian, aku janji.” Ucap Mike yang langsung memeluk erat Miki yang terbaring lemah.


Mike bersandar pada Miki yang terbaring tak sadarkan diri, lalu menatap wanitanya itu. “Apa pun yang terjadi aku akan tetap membuatmu selalu berada di sisiku walaupun kau akan membenciku sekali pun.” Mike terus berbicara sendiri seperti orang gila di samping Miki yang tak sadarkan diri.


Seperti yang Mike katakan, dia sudah memantapkan hatinya untuk mempertahankan Miki tetap berada di sisinya apa pun yang terjadi. Di waktu yang sama ponsel Mike bergetar.


“Halo,”


“Agatha apakah kau sedang mabuk?” Tanya Mike sembari beranjak keluar.


Saat Mike mendapat telepon dari Agatha Miki tersadarkan dan bisa mendengarkan jika pria itu menyebutkan nama wanita itu saat pergi.


Perlahan Miki membuka matanya yang di susul butiran air mata yang mengalir di sisi wajahnya. Sejujurnya semenjak dari awal Miki sudah sadar dan mendengar semua yang di katakan Mike padanya. Selama itu juga dia menangis di dalam hati saat mendengar semua yang dikatakan Mike padanya.


Tidak bisa di ungkiri jika seluruh hatinya telah dia berikan kepada Mike, walaupun pria itu menyakitinya dia tetap mencintanya. Ketahuilah semakin Mike menyakiti hatinya, dia semakin mencintai pria itu dengan sangat tulus walaupun hatinya terluka.


“Miki menyerah Mike, Miki tidak bisa bertahan berada di sisimu jika ada wanita lain, Miki tidak bisa terima. Dan yang lebih membuat Miki terluka, kenapa harus Agatha yang kau nikahi dari sekian banyak wanita di dunia ini?” Miki terus menangis meratapi kehancuran di dalam dirinya.


Brakk…


Mike membuka pintu. Miki langsung menutup matanya kembali sembari menghapus air matanya dengan cepat.


“Mr. Fred kemari,” Pinta Mike.


“Ada apa Tuan?” Tanya Fred yang menghampiri Mike di depan pintu.


“Saya mau menjemput Agatha di klub malam sekarang, dan Mr. Fred jaga Miki sebentar selama saya pergi.” Kata Mike yang terdengar di telinga Miki.


“Baik Tuan,” ucap Fred sembari menunduk hormat kepada Tuannya itu.


Setelah itu Mike menutup pintunya kembali karena dia tidak jadi masuk, dan kemudian dia pergi begitu saja untuk menjemput Agatha yang sedang mabuk di klub malam.


Di sisi lain, air mata Miki mengalir saat matanya tertutup. Dia semakin terluka saat menyaksikan pria yang dia cintai sangat memperdulikan wanita lain. Hatinya hancur dan tak bersisa lagi, sama seperti air matanya yang kini habis terkuras dan tak bersisa lagi.


Mike, kau benar-benar sudah berada di luar jangkauan ku. Saat ini jarak di antara kita sudah semakin jauh dan jauh saja, maafkan aku jika tidak bisa bertahan di sisimu. Batin Miki.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2