
Manik mata Mike terpusat menatap manik mata yang memiliki paras cantik alami walaupun tanpa menggunakan make up. Dia merangkum wajah cantik itu dengan kedua tangannya yang di perban dengan kasa, terlihat bibir ranum miliki Mike ragu-ragu untuk mengatakan sesuatu pada istrinya itu.
“Jangan ragu-ragu, katakan saja apa yang ingin kau katakan.” Ucap Miki yang menyadari jika suaminya itu ingin mengatakan sesuatu padanya.
“Sayang ada yang aku beri tahukan padamu,” ucap Mike serius.
Miki menarik kedua kakinya ke atas ranjang dan kemudian melipatnya untuk duduk dengan nyaman menghadap suaminya itu.
“Baiklah aku siap untuk mendengarnya,”
Mike mengulum bibir keringnya hingga lembab, kemudian dia merogoh saku celananya untuk mengeluarkan amplop berwarna merah muda yang berisikan surat yang di tuliskan oleh Cindy sebelum meninggalkan Villa tadi siang.
“Ini buatmu,” Mike memberikan amplop berwarna merah muda itu kepada istrinya itu.
“Ini apa?”
“Itu surat dari Cindy,”
“Kenapa tiba-tiba Cindy memberikan surat padaku?”
Miki belum mengambil amplop tersebut dari tangannya Mike, dia masih bertaut dengan rasa penasarannya.
“Ambil dulu surat ini dan baca isinya, terus baru bertanya.” Ucap Mike seraya mengayunkan tangannya untuk meletakan amplop merah muda itu di tangan istrinya.
Pipi Miki menggelembung kesal karena suaminya itu mengabaikan pertanyaan darinya, dan malah memintanya untuk membaca surat yang berikan padanya.
“Baiklah aku baca sekarang, Puas?”
Iris Mata Mike seakan tersenyum mengikuti pergerakan bibirnya yang melengkung ke atas saat melihat istrinya itu kesal lantaran sikapnya yang sedikit jahil.
Dear Miki. Saat kau membaca surat ini, aku sudah pergi dari Villa. Aku menulis surat ini untuk mengakhiri kisah cintaku yang seharusnya aku akhiri semenjak dulu. Seperti yang kau katakan sebelumnya, menyerah adalah hal yang harus aku lakukan saat ini. Cinta sepihak yang aku pertahankan selama ini tidak membuahkan hasil yang bahagia karena hati orang yang aku cintai sepenuhnya sudah di miliki oleh dirimu. Sungguh saat aku mengetahui jika kau menikah dengannya membuatku sangat hancur, sempat aku berpikir kenapa harus dirimu yang dia pilih menjadi wanita spesial di dalam hatinya, dan kenapa harus dirimu yang sudah seperti teman bagiku harus membuat hatiku hancur hanya karena cinta yang selama ini aku harapkan tak kunjung membalas, Menghancurkan semuanya begitu saja dalam waktu singkat. Aku sudah kehilangan semuanya termasuk teman seperti dirimu hanya karena cinta sepihakku. Miki maafkan aku, dan terima kasih untuk semuanya. Aku harap kau dan Mike akan selalu bersama untuk selamanya. Selamat tinggal Miki, aku harap di dunia selanjutnya kita bisa menjadi sahabat tanpa ada hubungan rumit seperti yang kita alami saat ini. Salam manis, Cindy.
Manik mata indahnya Miki meneteskan air mata hingga memberi noda basah di surat yang ada di tangannya itu. Sekilas Miki menghapus air matanya menggunakan punggung tangannya dengan lembut.
“Sayang apakah kau baik-baik saja?” tanya Mike pelan.
“Em…aku baik-baik saja.” Angguk Miki pelan sebari menghapus air matanya yang terus mengalir pelan di wajahnya.
“Kemarilah,” pinta Mike seraya melentangkan kedua tangannya untuk memberi sebuah pelukan pada istrinya itu.
Miki mengayunkan tubuhnya ke dalam pelukan suaminya itu, dengan sangat erat Mike mendekap tubuh yang lebih kecil dari tubuhnya dengan lembut dan hangat. “Dasar cengeng.” Ucap Mike.
Miki, ini yang terakhir kalinya aku membiarkanmu menangis seperti ini. ke depannya tidak akan aku biarkan kau meneteskan air matamu. Batin Mike.
Setelah beberapa detik kemudian keduanya melepaskan pelukan mereka satu sama lain. Kemudian Miki menatap Mike dengan keraguan akan sesuatu yang ingin dia katakan.
“Mike,” panggil Miki pelan.
“Ada apa?”
“Boleh aku minta sesuatu darimu?”
“Tentu saja, katakan apa yang istriku ini inginkan?”
Mike tersenyum ramah saat menatap istrinya itu, ini pertama kalinya Miki meminta sesuatu padanya semenjak mereka bertemu.
“Apakah boleh aku mengunjungi Mami di California?”
Senyap sesaat, seakan Mike sedang berpikir keras untuk memberi izin atau tidak pada istrinya itu.
“Baiklah, kau boleh mengunjungi Mami mu di California, tapi ingat kau harus menghubungiku setiap saat, oke.”
“Oke setuju.” Sahut Mike tersenyum lega.
“Kapan kau ingin pergi ke California?”
“Besok,” ucap Miki.
“Hahahaha besok, kok cepat banget?” ucap Mike seakan tak ingin istrinya itu pergi secepatnya.
“Mike, aku mohon…biarkan aku berangkat besok.” Pinta Miki seraya memasang wajah memelas.
__ADS_1
“Hem….baiklah, kau boleh berangkat besok ke California, dan ingat hanya tiga hari kau berada di sana.”
“Satu minggu.” Timpal Miki.
“Tiga hari, atau tidak sama sekali.” Tegas Mike.
“Baiklah, tiga hari.” Ucap Miki Lirih.
Seketika raut wajah Miki berubah tidak bersemangat, tiga hari tidak cukup baginya untuk melepas rindu terhadap ibunya.
Apakah aku keterlaluan memberinya waktu tiga hari? Seru batin Mike.
“Oke baiklah, begini saja bagaimana jika aku ikut denganmu ke California selama satu minggu.” Ucap Mike tiba-tiba.
“Benarkah?” seru Miki yang bersemangat.
Drrrt Drrrt Drrrt.
Tiba-tiba ponselnya Mike berbunyi.
“Sebentar ya sayang,” ucap Mike.
Mike mengayunkan kakinya menjauhi Miki untuk mengangkat teleponnya.
“Dad, ada apa?” seru Mike ketika telepon tersambung.
“Oke baiklah, saya mengerti sampai jumpa Dad.” Ucap Mike kemudian mematikan ponselnya.
Setelah selesai menerima telepon tersebut Mike kembali menghampiri Miki yang sedang duduk di atas ranjang menunggunya.
“Ada apa?” tanya Miki ketika Mike beranjak duduk di depannya.
“Sayang maafkan aku, besok aku harus pulang ke New York. Kita tunda saja rencana kita pergi ke California bagaimana?”
Seketika manik mata Miki menunjukkan kekecewaannya terhadap keputusan Mike. Dia ingin kembali ke California bukan untuk bersenang-senang bersama Mike, melainkan dia ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi sepuluh tahun yang lalu. Untuk mengetahui semua itu dia harus mendengarnya sendiri dari ibunya Lona Chloe.
“Baiklah begini saja, kau saja yang berangkat ke California sendirian selama satu minggu bagaimana?”
“Apakah kau serius dengan perkataanmu?” tanya Miki yang kembali bersemangat.
Mike merangkup wajah Miki dengan kedua telapak tangannya. Rasa bahagia melihat wajah Miki yang kembali tersenyum membuat hati Mike terasa seperti berbunga-bunga.
“Terima kasih Mike.” Ucap Miki seraya mengecup satu kali bibir ranum suaminya itu. kemudian dia melepas pagutan bibirnya dengan lembut.
“Sayang ciumannya terlalu singkat, kemarilah biarkan aku menikmati bibirmu lebih lama lagi.”
Mike langsung menarik dan menekat tengkuk Miki hingga bibir mereka bertautan kembali satu sama lain.
“Umh…”
Mike melepas pagutan bibirnya dan bibir Miki, dia menatap dalam mata istrinya itu seraya berkata. “Aku akan sangat merindukanmu,”
Kemudian Mike kembali mencium bibir Miki dengan lembut. Semakin Mike menikmati bibir lembut istrinya itu, semakin dia melahap habis bibir lembut yang mulai membengkak karena ciuman yang di lakukan Mike begitu kuat dan kasar.
“Mike le-lepasssskan!!”
“Nikmati saja sayang.” Balas Mike.
“Emm...Mi-ke!”
Mike merangkul pinggul kecil Miki dengan lembut. Membaringkah tubuh Miki perlahan seraya menyanggahkan salah satu tangannya untuk menopang tubuhnya agar tidak menimpa tubuh istrinya itu. kemudian perlahan-lahan bibir Mike menuruni leher Miki menikmati di setiap inci lekuk tubuh istrinya itu.
“Sayang kau harus memenuhi hasratku malam ini.” ucap Mike seraya menyanggahkan kedua tangannya untuk menahan tubuhnya agar tetap berada di atas Miki.
“Apakah kau yakin ingin melakukannya malam ini?”
“Satu minggu terlalu lama tidak bertemu denganmu. Oleh karena itu aku ingin bercinta denganmu malam ini.”
“Apakah aku bisa menolak?”
“Tentu saja tidak bisa, sesuai perjanjian kita kau harus memenuhi hasratku kapan pun dan di mana pun jika aku menginginkannya.”
__ADS_1
“Baiklah, lakukan sesuai yang kau inginkan.” Ucap Miki menyetujui.
Mike tersenyum. Bibir ranumnya mulai mendaratkan sebuah ciuman yang penuh dengan hasrat dari dalam diri Mike.
“Umhhh…” desah Miki saat Mike menciumnya tanpa henti dan salah satu tangan terus mencoba melepaskan pakainya dan istrinya itu dalam waktu singkat.
Kenikmatan yang terasa begitu menggairahkan saat Mike memulai adegan ranjang yang tak akan pernah Miki lupakan. Malam yang panas membuat kedua insan tersebut bergadang semalaman. Jika Mike tidak puas maka dia tidak akan pernah membiarkan Miki untuk tertidur sedetik pun.
***
“Pagi sayang,” ucap Mike saat mata Miki terbuka.
Bibir Miki melengkung ke atas saat melihat wajah tampan Mike ketika terbangun dari tidurnya.
“Pagi,” balas Miki tersipu malu.
“Sayang apakah kau baik-baik saja?” tanya Mike yang khawatir.
“Ya, aku baik-baik saja.” Balas Miki biasa saja.
“Apakah kau yakin?”
“Ia aku sangat yakin.” Ucap Miki tersenyum.
“Baiklah kalu begitu, kau mandi dan bersiap-siap sekarang karena kau hanya memiliki waktu tiga puluh menit sebelum berangkat.”
“Astaga…hampir saja aku lupa, terima kasih Mike.” Ucap Miki beranjang duduk dari tidurnya. Dia hendak pergi ke dalam kamar mandi secepatnya.
“Tunggu sebentar,”
“Ada apa?”
“Aku tidak suka kau memanggilku dengan sebutan Mike,”
“Terus aku harus panggil apa coba jika bukan Mike?”
“Mulai sekarang panggil aku sayang, seperti aku memanggilmu dengan sebutan itu.”
“Hahaha, baiklah Mike.”
“Sayang bukan Mike.”
“Baiklah sayang, aku pergi mandi dulu takutnya keburu habis sisa waktu tiga puluh menitnya.”
Miki menurunkan kakinya ke lantai, saat hendak mengayunkan kakinya menuju kamar mandi tiba-tiba Miki merasakan sakit di antara kedua pahanya. “Aw…” jerit Miki refleks.
“Sayang apakah kau baik-baik saja?” tanya Mike sembari menghampiri istrinya itu.
“Ia, aku baik-baik saja.”
Miki kembali mencoba melangkahkan kakinya, tetapi rasa sakit itu kembali terasa saat dia melangkah. “Aw…” rintih Miki kesakitan.
“Sudah aku duga, tidak mungkin kau akan baik-baik saja setelah adegan semalam.” Ucap Mike.
“Itu semua adalah ulahmu, sehingga aku tidak bisa berjalan seperti ini.” kesal Miki.
“Maafkan aku sayang, kau tenang saja aku akan bertanggung jawab atas apa yang telah aku perbuat padamu semalam.”
Seketika Mike mengangkat tubuh Miki dalam gendongannya. “Sayang kau lupa menutupi tubuh indahmu.” Bisik Mike di telinga Miki.
Saat mendengar apa yang di katakan Mike padanya, Miki baru sadar jika tubuhnya tidak ada sehelai pun benang yang menempel pada tubuhnya. Dia lupa untuk menutupi tubuhnya dengan selimut saat turun dari ranjang.
“Tutup matamu, dasar mesum!!” umpat Miki yang mengamuk di dalam gendongan Mike.
Mike hanya tertawa saat melihat reaksi istrinya itu saat menyadari dirinya tidak mengenakan apa pun di tubuhnya. Hingga di dalam kamar mandi Miki hanya bisa pasrah membiarkan Mike menikmati melihat setiap inci lekuk tubuhnya itu.
.
.
.
__ADS_1
.
.