
Setelah beberapa menit berada di dalam pelukan Mike, Miki melepaskan pelukannya seraya menghapus air matanya dengan kasar menggunakan punggung tangannya.
“Maaf telah membangunkan tidurmu.” Ucap Miki pelan.
“Tidak apa-apa, kemari mendekatlah,” pinta Mike.
Perlahan Miki mendekatkan wajahnya pada pria itu. “Ada apa?” seru Miki pelan.
Mike tidak menjawab, tetapi dia menempelkan kedua hati tangannya di wajah Miki yang penuh dengan keringat. Dengan perlahan dan lembut Mike menghapus keringat dan air mata yang tersisa di wajah Miki.
“Terima kasih.” Ucap Miki tersenyum melihat Mike membatunya menghapus air matanya.
“Semua yang aku lakukan saat ini tidaklah gratis,” ucap Mike tiba-tiba.
Apa yang dia pikirkan di saat seperti ini? Tapi anehnya mengapa aku merasa sangat bahagia melihatnya seperti ini. Seru batin Miki.
“Baiklah, katakan apa yang kau inginkan?” seru Miki.
“Kau mendekatlah,” pinta Mike.
“Aku sudah berada dekat denganmu.”
“Lebih mendekat lagi.” Pinta Mike seraya mengerakkan ujung jarinya.
Dengan polosnya Miki merangkak dan bergerak sangat dekat sekali dengan Mike. Miki memajukan wajahnya hingga berada sangat dekat di wajah Mike.
Dag…dig…dug. Suara detak jantung Mike saat melihat wajah cantik Miki berada sangat dekat dengan wajahnya.
Ini saatnya. Batin Mike.
Dengan cepat tangan Mike meraih tengkuk Miki dan menekannya hingga bibir mereka bersentuhan. Kemudian Mike melepaskan ciumannya dengan berkata. “Miki, aku ingin kau memenuhi hasratku sekarang?”
Tidak ada jawaban dari Miki, dia hanya mengangguk pelan seraya mengedipkan matanya beberapa kali menatap mata pria itu dengan sangat dalam.
Dag…dig…dug. Suara detak jantung Miki. Kali ini sungguh dia akan melakukannya.
“Aku akan melakukannya dengan lembut.” Ucap Mike.
Kemudian dia mendaratkan ciumannya dengan lembut di bibir Miki. Bertubi-tubi ciuman yang di daratkan Mike hingga bibir Miki yang kering menjadi lembab karena ciuman pria itu.
“Um…” desah Miki dengan lembut.
Mendengar suara lembut Miki membuat Mike semakin bergairah dan bersemangat dan apalagi Miki sudah mulai pintar membalas ciumannya.
__ADS_1
“Kau sudah pandai berciuman sekarang,” ucap Mike sekilas dan kemudian kembali mencium Miki hingga ke leher-leher.
Perlahan tangan Mike menarik T-shirt yang di kenakan Miki ke atas sehingga terlepas, dengan lembut dia terus menciumi Miki hingga puas dan kemudian tangannya melepaskan bokser yang digunakan Miki dengan berkata. “Aku sangat suka saat kau memakai pakaianku.”
Miki hanya tersenyum mendengar perkataan pria itu, lalu dia merasakan sakit di lehernya “Aaahh,” teriaknya.
Seketika Mike menghentikan ciumannya mendengar Miki menjerit seraya berkata. “Apakah kau siap?” tanya Mike.
Perlahan Miki menarik nafasnya, lalu menganggukkan kepalanya pelan. “Baiklah aku akan melakukannya sekarang.” ucap Mike.
“Aaahh,” jerit Miki.
Seketika Mike menutup mulut Miki dengan tangannya untuk membukam mulut wanita itu. Dengan perlahan Mike Melakukannya dan kali ini mereka benar-benar melakukan hubungan intim. Malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi keduanya.
***
Matahari sudah terbit satu jam yang lalu, sedangkan Miki masih betah berbaring di atas ranjang tertidur dengan nyenyak. Saat dia mengerakkan tubuhnya seketika dia terbangun karena rasa sakit yang dia rasakan di sekujur tubuhnya. “Aw…” Miki meringis kesakitan.
“Apakah kau baik-baik saja?” suara Mike benar-benar membangunkan Miki dari rasa kantuknya.
“Em…” Miki menganggukkan kepalanya perlahan.
Seketika wajah Miki memerah, dia merasa malu karena adegan yang mereka lakukan semalam. Miki memalingkan wajahnya, dia tidak ingin menatap Mike yang berada di sampingnya itu karena merasa malu dan kemudian beranjak berdiri dengan berbalut selimut tipis yang menutupi tubuhnya.
“Aku mau kembali ke kamar,”
Mike bergeser mendekatkan tubuhnya mendekat Miki, kemudian membawah wanita itu ke dalam pelukannya seraya berbisik di telinganya. “Aku mencintaimu.”
Miki membulatkan matanya saat mendengar pengakuan cinta dari Mike. Dia terteguh diam karena tidak percaya dengan apa yang dia dengarkan barusan dari mulut pria tersebut. Untuk memastikan apa yang dia dengar adalah nyata, Miki mencubit pipinya sendiri dengan sangat kuat. “Aw…” Miki merasakan sakit saat mencubit pipinya sendiri.
Apakah aku tidak salah dengar? Dia benaran mengatakan cinta padaku?. Seru batin Miki.
“Dasar bodoh,” Mike menyentilkan jarinya di kepala Miki dengan pelan. “Apakah kau mengira apa yang aku katakan barusan adalah sebuah mimpi?”
Miki hanya menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan Mike padanya. Dia melihat mata Mike yang berseri-seri saat menatapnya.
“Apakah benar yang barusan kau katakan bukanlah mimpi?”
Mike tersenyum melihat wajah polos istrinya itu. Benar-benar sebuah pemandangan yang sangat indah yang pernah di lihat oleh Mike.
“Aku mencintaimu.” Ucap Mike kembali, tetapi kali ini suaranya cukup lebih keras di bandingkan yang pertama.
Astaga dia benar-benar mengatakannya, jantungku, ada apa dengan jantung? Kenapa suaranya terdengar sangat keras sekali. Batin Miki.
__ADS_1
“Bagaimana? Apakah kau sudah percaya?” tanya Mike dengan tersenyum.
Miki menganggukkan kepalanya, dan dia juga merasa sangat malu sekali saat ini. karena malu berlebihan Miki membenamkan wajahnya di dada bidang Mike.
“Miki jadilah istriku untuk selamanya?” seru Mike.
Mendengar perkataan Mike semakin membuat Miki tidak bisa memperlihatkan wajahnya. Dia merasa sangat malu sekali dan sekaligus merasa sangat bahagia sekali mendengar perkataan yang di katakan Mike padanya.
“Hey, kau tidak menjawab pertanyaanku?” bisik Mike di telinga Miki.
“Baiklah.” Ucap Miki sangat pelan sekali, sehingga Mike hampir tidak mendengarnya.
“Apa? Aku tidak bisa mendengarnya?”
“Baiklah, aku bersedia.” Ucap Miki dengan keras.
“Sini biarkan aku menciummu sebagai tanda pengesahan jika kau benar-benar milik ku seutuhnya.”
Tanpa menunggu di cium Miki terlebih dahulu mencium bibir Mike berulang kali tanpa henti. Mike yang mendapat ciuman bertubi-tubi dari istrinya itu langsung membalas mencium hingga kedua bibir keduanya saling bersahutan dengan lembut dan penuh dengan cinta dalam beberapa menit. Kemudian Miki menghentikan ciumannya.
“Wow..” ucapnya.
“Kenapa?”
“Rasanya menakjubkan, dan tidak tergesa-gesa seperti biasanya.” Ucap Miki takjub.
“Oleh karena itu aku melakukan ciuman ini sekarang.”
Mike kembali mencium bibir Miki dengan lembut dan perlahan. Dia masih belum puas mencium istrinya itu hingga beberapa menit berlangsung. Kemudian dia mengakhiri ciumannya dengan mengecup lama bibir Miki hingga puas, lalu melepaskannya.
“Aku sangat mencintaimu.” Ucap Mike seraya mencium kening Miki.
“Aku juga mencintaimu.” Jawab Miki tersenyum bahagia.
Miki tidak henti-hentinya menatap wajah tampan Mike dengan begitu dekat. Sedangkan Mike tersenyum bahagia menatap balik Miki setelah mendapatkan jawaban yang sesuai dengan keinginannya. Sungguh saat ini Mike merasa menjadi manusia yang sangat bahagia karena telah mengatakan perasaan yang sempat membuatnya bingung, dan kini dia bisa menemukan titik terangnya.
Sungguh rasanya membuat aku sangat bahagia sekali. Aku tidak akan mengira jika rasa jatuh cinta akan seindah seperti ini. batin Mike.
.
.
.
__ADS_1