Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu

Pria Kaya Menginginkan Gadis Pemalu
52. Pria Kaya


__ADS_3

Pelukan hangat Mike membuat Miki nyaman dan merasa terlindungi. Setelah pertengkaran singkat mereka berdua pada akhirnya berujung manis.


“Sayang apakah kau ada kelas memasak hari ini?” seru Mike.


“Hari ini aku tidak ada kelas memasak, memang kenapa?”


Miki melepaskan pelukannya dan mendongkak ke atas untuk menatap wajah suaminya itu.


“Apakah ada sesuatu yang ingin kau lakukan hari ini bersamaku?”


“Em…ada, aku ingin berenang.”


“Bagaimana jika kita berenang di kolam renang belakang Villa saja.” Ucap Mike.


“Tidak, aku maunya berenang di pantai karena lebih seru dari pada berenang di kolam.” Sahut Miki.


“Oke baiklah, lima menit lagi kita pergi ke pantai. Sebelum pergi lebih baik kamu siap-siap.” Pinta Mike.


“Em…baiklah.”


Dengan cepat Miki berlari naik ke atas menuju kamarnya untuk bersiap-siap seperti yang di perintahkan Mike padanya.


Kenapa semakin hari dia semakin membuatku tidak bisa menjauh darinya walaupun hanya sesaat. Batin Mike.


Kemudian Mike juga pergi ke kamarnya, di sana dia tidak melakukan apa pun selain mengambil beberapa helai baju untuk dia pakai nanti saat berenang di pantai. setelah selesai Mike turun kembali ke lantai dasar dan menunggu Miki di ruangan tengah seraya duduk di sofa. Beberapa saat Mike duduk di sofa tiba-tiba ponselnya bergetar.


“Halo.” Ujar Mike.


“Mike temani aku pergi jalan-jalan hari ini?” seru Agatha di ujung sana.


“Maaf Agatha hari ini aku tidak bisa,”


“Kenapa?”


“Karena hari ini aku sudah ada janji dengan seseorang, jadi maaf aku tidak bisa.” Ucap Mike dan kemudian dia memutuskan sambungan telepon begitu saja.


Tepat Mike mematikan ponselnya Miki turun dan menghampiri Mike yang duduk di sofa.


“Ayo kita berangkat sekarang,” ajak Miki yang bersemangat.


“Baiklah kita berangkat sekarang.”


Mike beranjak berdiri dari sofa, lalu dia meraih dan menggenggam tangan Miki. Selama dalam perjalanan menuju mobil Mike terus menggandeng tangan Miki tanpa melepasnya.


***


Pantai Santa Monica State Beach.


Suara riuh dari pengunjung pantai membuat suara riak ombak dan angin tidak terdengar. Terik sinar matahari yang menyilaukan lautan yang terbentang luas. Karena cahaya yang berlebihan membuat Miki menutup matanya seraya menoleh ke samping, saat menoleh Miki di kejutkan dengan visual suaminya yang sudah berpakai ala pantai serta kaca mata hitam menutupi matanya.


“Sejak kapan kau berganti pakaian?” tanya Miki terkejut.


“Beberapa menit yang lalu,” jawab Mike singkat.


“Kenapa tidak beritahu aku jika mengganti pakaian,” kesal Miki.


“Sudah aku beritahu, kau saja yang tidak mendengar saat aku berbicara dan malah sibuk melamun.”


Dasar suami yang tidak perhatian. Kesal batin Miki.


“Baiklah aku mau ganti baju dulu, dan kau tunggu di sini jangan ke mana-mana.”


Kemudian Miki berjalan menuju mobil untuk mengambil tasnya, lalu pergi menuju kamar ganti umum. Saat berada di depan kamar ganti umum, antreannya panjang sekali, jika menunggu sampai dua jam pun tidak akan mungkin bagi Miki dapat mengganti bajunya.


Karena tidak mau menunggu terlalu lama Miki kembali menghampiri Mike di tempat sebelumnya.

__ADS_1


“Sayang kenapa belum mengganti pakaianmu?” tanya Mike.


“Antrean kamar gantinya panjang sekali, jadi aku malas untuk menunggu.”


Terlihat jelas wajah Miki sangat kesal sekali di tambah cuaca yang panas, belum lagi pakai yang di pakai Miki saat ini terbilang sangat tebal sekali.


Dasar bodoh, ganti pakaian saja sangat ribet sekali. Batin Mike.


“Kemari ikut denganku sekarang,” kata Mike seraya menarik tangan Miki kembali ke mobil.


“Mike, kenapa malah ajak aku kembali ke mobil sih?” seru Miki kesal.


Karena tidak tahan melihat istrinya itu loading-Nya lama, Mike menjitak pelan kepala Miki seraya berkata. “Dasar bodoh, kau bisa mengganti pakaian di dalam mobil. Mengerti?”


“Aaahh…kadang-kadang suamiku sangat pintar juga ya.” Tawa Miki yang baru mengerti maksud dari Mike.


“Aku adalah seorang CEO perusahaan besar, mana Mungkin aku memiliki otak bodoh sepertimu.”


Sempat-sempatnya dia pamer, dasar pria sombong. Batin Miki.


“Astaga…kenapa kau diam saja? Ayo cepat ganti pakaianmu sekarang.” perintah Mike.


“Ia, aku ganti sekarang.”


Kemudian Miki masuk ke dalam Mobil untuk mengganti bajunya. Saat hendak membuka kancing kemejanya, Miki melihat Mike memperhatikannya dengan mata yang terbuka lebar menatap ke arahnya.


“Apa yang kau lihat?” seru Miki seraya membuka kaca mobil.


“Tidak perlu malu, karena aku sudah melihat semuanya.”


“Dasar pria mesum, berbalik sekarang.” pinta Miki dengan tegas.


“Oke baiklah.”


Mike membalikkan badannya membelakangi Miki, dengan rasa kecewanya Mike menunggu tanpa mengintip sedikit pun. Setelah beberapa menit kemudian Miki selesai mengganti pakaiannya.


Mike berbalik menghadap Miki yang berdiri di dekat mobil, tiba-tiba Mike tersenyum saat melihat Miki yang mengenakan T-shirt berwarna putih berpanduan dengan celana pendek.


“Hahahaha,” tawa Mike.


“Apa yang kau tertawakan?” tanya Miki bingung.


“Apakah kau serius memakai pakaian seperti itu sekarang?”


“Tentu saja, hanya pakaian ini yang bisa aku pakai dari semua pakaian yang aku miliki di dalam lemari. Memangnya kenapa dengan pakaian yang aku kenakan ini?” tanya Miki polos.


Mike melangkahkan kakinya mendekati Miki, kemudian berkata. “Apakah kau tidak lihat wanita-wanita yang ada di pantai ini semuanya mengenakan bikini,”


Dengan lugunya Miki menatap wanita-wanita yang mengenakan bikini di sekitarnya dengan mulut terbuka. Setelah beberapa detik kemudian Miki sadar dengan ucapan Mike padanya.


“Tidak mungkin, aku tidak akan pernah memakai pakaian seperti itu.” ucap Miki seraya berkacak pinggang.


“Apakah kau yakin dengan ucapanmu?” goda Mike.


“Tentu saja, dengan pakaian ini saja aku sudah terlihat sangat seksi tahu.” Ucap Miki pamer.


“Oh, benarkah? Kenapa saat aku melihatmu tidak seksi sama sekali ya?” goda Mike lagi.


Dasar otak mesum, oke baiklah, kita lihat bagaimana reaksimu setelah ini. batin Miki.


Miki menarik ujung T-shirt-Nya kemudian melipatnya hingga memperlihatkan pinggang kecilnya yang seksi, setelah itu Miki mengikat ujung T-shirt-Nya.


Mike yang menyaksikan setiap momen tersebut hanya bisa bengong dengan mulut terbuka lebar. Pinggang kecil Miki yang seksi berhasil membuatnya bergairah.


“Tuan, tolong di lap ilernya yang keluar dari sisi bibirmu itu.” Goda Miki dengan mengedipkan salah satu matanya pada Mike.

__ADS_1


“Apa yang kau lakukan? Turunkan T-shirt mu sekarang juga.” Perintah Mike.


“Perasaan tadi kau yang bilang aku tidak Seksi, dan sekarang kau ingin aku menurunkannya kembali. Jangan harap aku mau menuruti perkataanmu.” Tolak Miki.


“Turunkan T-shirt mu sekarang.” perintah Mike kembali.


“Tidak akan.” Ucap Miki seraya melangkahkan kakinya menuju tepian pantai.


“Miki, kau mau pergi ke mana?”


“Tentu saja pergi berenang, apakah kau akan tetap berdiri di sana?” teriak Miki yang semakin menjauh dari Mike.


Astaga...kenapa dia sangat liar sekali? Belajar dari mana dia hal-hal seperti itu. batin Mike.


Setelah terpaku memperhatikan istrinya yang terlihat seksi di matanya, kemudian Mike melangkahkan kakinya untuk menyusul istrinya itu. Saat melangkah dua langkah kaki tiba-tiba ada yang menahan tangan Mike.


“Agatha sedang apa kau di sini?” seru Mike yang terkejut melihat kehadiran wanita itu.


“Tentu saja untuk bersenang-senang denganmu.” Jawab Agatha.


“Bagaimana kau bisa tahu aku berada di sini?”


“Apakah kau lupa? Aku mempunyai ribuan mata, untuk mengetahui keberadaanmu sanggatlah mudah bagiku.” Kata Agatha seraya merangkul lengan Mike.


“Mike, ayo cepat kemari.” Teriak Miki yang sudah berada di dalam air.


Mata Agatha langsung menatap ke arah Miki, dia menatap tajam Miki seakan memandang Miki sebagai lalat penganggu.


“Siapa dia?” tanya Agatha.


“Dia Miki,” jawab Mike singkat.


“Apakah dia salah satu wanita yang mengincarmu?”


“Bukan, dia adalah istriku.”


Apa yang di ucapkan Mike berhasil membuat Agatha sangat terkejut, dengan rasa tidak percaya apa yang di ucapkan Mike padanya, kemudian Agatha kembali memastikannya.


“Apakah kau serius dengan perkataanmu?”


“Ia aku sangat serius, kami sudah mendaftarkan pernikahan dan mendapatkan sertifikat pernikahan yang sah.” Timpal Mike biasa saja.


“Kenapa kalian bisa menikah?” Agatha masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Mike.


“Terjadi begitu saja.” Jawab Mike singkat.


“Apakah kau mencintainya?”


“Em…aku sangat mencintainya.” Mike menganggukkan kepalanya.


“Mike, ayo cepat kemari.” Teriak Miki menghentikan pembicaraan Mike dan Agatha.


“Maaf Agatha aku harus pergi sekarang, kau nikmati waktumu sekarang dan selamat bersenang-senang.”


Kemudian Mike melangkahkan kakinya berlari menyusul Miki yang berada di dalam air. Sedangkan Agatha hanya bisa melihat dari jauh kebahagiaan antara Mike dan Miki. Dengan kedua tangan terkepal kuat hingga hati tangannya terluka karena ujung kukuhnya menusuk tajam dalam genggamannya.


“Tidak akan aku biarkan wanita itu merebut Mike dariku.” Ucap Agatha dengan sangat marah.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2