
Rama, Galih, Dirga, Yuna dan Ayu akhirnya bisa beristirahat dan tertidur lelap di kamarnya masing-masing setelah melalui perjalanan yang melelahkan untuk menuju Puncak Mandalawangi.
Keesokan harinya….
“Jangan Malas..!!! Lari yang kencang..!!” Darma berteriak keras. Terlihat Rama, Galih, Dirga dan Yuna berlari mengitari sebuah tanah lapang dengan ukuran seluas lapangan sepak bola yang berada di belakang mansion Project Wanara.
Rama berada di posisi terdepan diikuti Galih, Dirga dan Yuna. Semua orang telah nampak sangat lelah dan bermandikan keringat. Galih, Dirga dan Yuna telah berlari 10 putaran sedangkan Rama telah berlari 10 putaran lebih awal sehingga saat ini Rama telah berlari 20 putaran.
“Pak Darma…. Sampai kapan lari terus begini..??!!” tanya Rama kepada Darma.
“Ini adalah putaran terakhir.” Jawab Darma.
“Syukurlah….” Pikir Rama.
Setelah satu putaran berlalu...
“Rama tambah 2 putaran, yang lain berhenti dan istirahat.” ujar Darma.
“Pak Darma, apa-apaan ini..!!??” protes Rama tidak terima.
“Tambah 4 putaran….!!” Ujar Darma.
“Tidak Adil..!! Yang lain sudah berhenti tapi kenapa aku masih harus lari..!!!”
“Lagi pula apa-apaan dengan si Ayu itu..!!” Rama semakin kesal saat melihat Ayu yang hanya duduk manis dan meminum segelas teh hangat bersama Julia sambil melihat anggota tim lain berlari.
“Aduuuhhhh….. Sepertinya kaki Ayu semakin bengkak nih” ujar Ayu berpura-pura terlihat kesakitan.
“……….” Rama melihat Ayu dengan perasaan kesal.
“Tambah 6 putaran…!!” ujar Darma.
“Aaargghhhhh Siaaaal…!!”
“Tambah 8 putaran...!!” Ujar Darma.
“Woooooyyyy….!!!” Teriak Rama.
“Tambah 10 putaran..!!” Ujar Darma.
“Cukup-cukup maaf… Siap 10 Putaran…!!” teriak Rama pasrah dan dengan terpaksa berlari 10 putaran lagi.
“Semangat kak Rama…” teriak Ayu menyemangati Rama.
“Ayo Rama…. Semangat… Ha Ha Ha…” teriak Galih sambil tertawa.
“Hey.. kurang ajar kau Galih…!!” ujar Rama.
“Tambah…..” kata-kata Darma tehenti.
“Tidak tidak..... maaaaaaaaf…..” ujar Rama memotong ucapan Darma sambil mempercepat larinya.
Akhirnya 10 putaran tambahan bagi Rama pun selesai. Rama tergeletak dengan napas tesengal-sengal. Anggota tim lain nampak terlihat lebih segar sebab telah mendapat istirahat yang cukup saat menunggu Rama selesai berlari.
“Pemanasan kalian selesai, kita lanjutkan latihan berikutnya…” teriak Darma.
“Pemanasan…??!!” Rama terkejut dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Darma.
“Pak Darma maaaaaaaf…. Saya boleh istirahat dulu?” tanya Rama dengan sopan.
__ADS_1
“Tam….” Lagi-lagi ucapan Darma terhenti.
“Tidak….!!! Ayo lanjut latihan berikutnya…!” teriak Rama berpura-pura semangat.
“Baguuuss…!” sahut Darma
“Tadinya aku mau bilang, tampaknya kamu memang perlu waktu untuk istirahat. Tapi aku tidak mau menurunkan semangat kamu Rama. Ayo kita lanjutkan…!” ucap Darma tanpa rasa berdosa.
“……….” Rama tercengang.
“Argghhhhh…” teriak Rama diikuti dengan suara tawa anggota tim lainnya.
Latihan terus dilanjutkan hingga tiba waktu istirahat makan siang untuk memulihkan energi. Setelah istirahat dan makan, latihan dilanjutkan kembali hingga sore hari. Dihari itu Rama telah berlari sebanyak 50 putaran, melakukan
push up dan sit up sebanyak 50 kali, serta latihan-latihan fisik lain yang Rama sendiri tidak menghitung jumlahnya. Namun tentu porsi yang diberikan Rama lebih banyak dibandingkan anggota tim lain. Hal itu dilakukan untuk mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki Rama.
Latihan seperti ini terus dilakukan secara berulang dan konsisten selama 1 bulan dengan peningkatan porsi latihan sebanyak 2 kali lipat setiap 2 minggu. Ayu yang baru bisa melakukan pelatihan fisik pada hari ke tiga berusaha dengan sangat keras untuk mampu mengejar ketertinggalannya.
Satu Bulan Kemudian….
“Aku lelaaaaaaaah…..” ujar Rama.
Tiiiiingggg….. [ 9 ]
“Huft… Setidaknya nilai potensi sialan ini naik satu angka” tambahnya sembari melihat jam tangan miliknya.
“Kalian telah melatih fisik kalian secara konsisten selama satu bulan penuh. Sore ini akan sedikit berbeda…” ujar Darma.
“Apa kita akan tambah porsi latihan lagi Pak Darma…?” tanya Rama tertunduk lesu dan pasrah.
“Tidak…” Jawab Darma tegas.
“Sekarang kami akan ajarkan kalian tentang CORE” tambahnya.
“Apa itu?” tanya Yuna membuka percakapan.
“Coba kalian lihat pohon besar disana” ucap Darma sembari menunjuk salah satu pohon besar yang berada di area tersebut.
Darma mengangkat tangannya sejajar dengan bahu, menunjuk pohon dengan jari telunjuk kanannya dan tiba-tiba…
Duuuaaaaarrrrr…… Sebuah ledakan besar menghancurkan pohon tersebut dan mengejutkan semua orang.
“……….” seluruh anggota tim tercengan dan tidak tahu apa yang baru saja terjadi.
“Gila… apa itu..?!!” Teriak Galih.
“Ledakan itu dihasilkan dari manipulasi CORE. Singkatnya, CORE bisa disebut sebagai energi tenaga dalam atau inner power.” Darma memulai penjelasan.
“Mulai saat ini kalian akan mempelajari hal tersebut. Seharusnya fisik kalian sudah cukup terlatih untuk dapat mempelajari CORE” tambahnya.
“Hebaaaaat…. Itu hebat sekali Pak Darma” teriak Rama dengan sangat semangat hingga ia melupakan lelahnya.
“Jadi nanti kita semua bisa melakukan itu ya pak?” tanya Ayu.
“Tentu, bahkan sesuatu yang lebih hebat dari pada itu” jawab Darma.
“Waaaaaaaw……” Ayu sangat kagum.
“Kalau begitu ayo kita mulai Pak Darma, tunggu apa lagi…!!!!” tanya Rama.
__ADS_1
“Huft… Dasar tidak sabaran” ucap Darma
“Kalian istirahat lah terlebih dahulu. Kita akan berkumpul di aula pukul 7 malam.” Tambahnya.
“Baiiikkkk……!” Teriak seluruh anggota secara serempak.
Tepat jam 7 malam, seluruh anggota tim telah berkumpul di aula yang terletak didalam mansion. Darma dan Julia telah bersiap untuk memberikan pelatihan selanjutnya.
“Seperti yang sudah tuan dan nona ketahui, sekarang kami akan ajarkan kepada kalian tentang bagaimana melatih CORE.” Julia membuka penjelasan.
“Tadi sore Pak Darma telah menunjukkan cara kerja CORE dengan meledakkan sebuah pohon besar. Itu adalah hasil dari manipulasi CORE yang dilakukan oleh Pak Darma” tambahnya.
“Julia, apa kamu bisa meledakkan pohon besar juga?” tanya Rama dengan sedikit bercanda.
Tiba-tiba Julia mengangkat tangannya setinggi bahu dan menunjuk Rama menggunakan jari telunjukknya…
“Apa Tuan Rama ingin mencobanya?” tanya Julia dengan sedikit tersenyum.
“………..” Rama terkejut dan tidak bisa berkata apapun. Tubuh Rama terasa bergetar ketakutan.
“Maaf membuat mu terkejut Tuan Rama. Saya hanya bercanda” tambah Julia sambil meminta maaf.
“Tadi itu apa? Aku tidak bisa bergerak sedikitpun. Tekanan yang sangat mengerikan.” Pikir Rama dalam hatinya.
“Berbeda dengan Pak Darma, Julia justru terasa lebih menakutkan” Dirga dan anggota tim lain juga berpikiran serupa.
Selanjutnya Julia menjelaskan tentang CORE secara spesifik dan detail. CORE adalah energi tenaga dalam atau inner power yang secara natural telah dimiliki oleh semua orang. Namun hanya sedikit orang yang mampu memanfaatkan dan mengoptimalkannya.
Orang-orang terdahulu yang berlatih seni bela diri memiliki kemampuan mengendalikan CORE dengan sangat baik. Mereka menggunakan seni pernapasan yang didapatkan melalui pelatihan keras selama bertahun-tahun lamanya.
Apa yang mereka lakukan saat itu adalah pencapaian yang luar biasa. Ada yang bisa meringankan tubuh dan berjalan diatas air, ada yang bisa terbang, ada yang bisa membuat ledakan besar, ada yang bisa melakukan regenerasi tubuh, bahkan ada yang bisa melakukan raga sukma. Namun pencapaian yang luar biasa itu hanya sebagian kecil dari kemampuan CORE yang sesungguhnya.
“Itu lah yang dimaksud dengan CORE” ujar Julia.
“Julia, sejauh mana kita bisa memanfaatkan CORE? Tanya Ayu
“Pada dasarnya tidak ada batasan dalam penggunaan CORE. Namun kemampuan CORE tergantung dari kondisi Natural masing-masing orang.” Jawab Julia.
“Sekarang perhatikan dan rasakan….” Julia memejamkan matanya sebentar dan mengalirkan energi CORE ke seluruh penjuru aula mansion.
“Perasaan apa ini? Terasa sangat nyaman….” Pikir Yuna didalam hatinya.
“Hebat, sangat nyaman dan menenangkan. Apa ini juga CORE?” tanya Galih.
“Betul, ini hasil dari manipulasi energi CORE. Berbeda dengan energi pertama yang penuh dengan tekanan negatif, manipulasi kali ini memiliki dampak positif bagi orang-orang yang dikehendaki oleh pengendali CORE” jawab Julia.
“Secara singkat, tuan dan nona bisa menjadikan CORE sebagai energi penghancur, maupun energi penyembuh” tambahnya.
“Grooookk….. Grooookk….”
Terlihat Rama sedang tertidur sambil mendengkur dengan posisi berdiri. Nampaknya energi yang dikeluarkan oleh Julia terasa sangat nyaman bagi Rama.
“Yang benar saja, bisa-bisanya dia tertidur..” pikir Dirga.
“Kak Rama, ayo bangun….” Ujar Ayu berusaha membangunkan Rama. Namun usahanya dihentikan oleh Darma.
“Ssssttt…..” Darma memberikan tanda untuk berhenti dan jangan berisik.
“Rama, tambah 10 putaran…..!!!!” Teriak Darma dengan sangat kencang dan seketika membangunkan Rama.
__ADS_1
“Siaaaaaaaaap……..” Dengan sigap Rama memberi tanggapan atas perintah Darma dan mulai berlari diikuti dengan gelak tawa seluruh anggota tim lainnya.
***