Project Wanara

Project Wanara
Chapter 49. Yuna Angela (Part 4) - Keindahan yang Mengerikan


__ADS_3

Keesokan harinya….


“Selamat pagi Julia, Pak Darma.” Sapa Yuna kepada Darma dan Julia dengan senyum indah merekah diwajahnya saat memasuki ruang pelatihan area pertama.


“Selamat pagi Yuna. Hari ini kamu nampak berbeda. Apa yang terjadi?” Tanya Darma membalas sapaan Yuna.


“Tidak terjadi apapun, Pak. Tadi malam aku hanya merenungkan tentang apa yang ku dapatkan pada saat menggunakan kapsul virtual. Kemarin aku melihat kembali wajah kakakku yang telah lama pergi. Aku pun telah berjanji untuk menjalani kehidupan ini dengan senyum bahagia. Meskipun aku tahu dia tidak nyata, aku tetap akan memegang teguh janji itu.” Jawab Yuna.


“Pelatihan khusus kemarin benar-benar merubah hidupku. Aku memutuskan untuk menutup rapat masa lalu ku dan membuka lembaran baru. Aku juga sangat bersyukur karena dapat bergabung bersama project ini dan bertemu orang-orang seperti kalian. Terima kasih Julia, Pak Darma.” Sambungnya sambil membungkukkan badan.


“Kami senang bisa membantumu, Nona. Kami juga senang karena anda telah berhasil menghadapi trauma masa lalu mu itu.” Ucap Julia.


“Baiklah, apa kamu siap menghadapi latihan hari ini?” Tanya Darma dengan sangat semangat.


“Tentu saja.” Jawab Yuna tersenyum lebar.


Yuna berhasil menghadapi trauma masa lalu yang membuatnya dipenuhi dengan rasa bersalah. Pada dasarnya Yuna memiliki potensi yang sangat tinggi, akan tetapi potensi itu belum dapat dia kembangkan dengan baik. Trauma masa lalunya itu yang menghambat perkembangan Yuna selama ini.


Pelatihan hari pertama dimulai, Yuna akan berhadapan dengan tiga buah boneka kayu yang harus dia hancurkan dan serangan-serangan dari mesin lontar yang akan menghambat setiap pergerakan yang dia lakukan.


Yuna tidak terburu-buru untuk menyelesaikan pelatihan ini. Dia mempelajari dulu pola serangan mesin lontar dan ketiga boneka kayu itu. Yuna melangkah maju dengan perlahan dan mesin lontar pun mulai melakukan serangan. Dia berhasil menghindari serangan itu dengan sangat baik dan melanjutkan langkahnya hingga semakin dekat dengan ketiga boneka kayu.


Setiap kali Yuna melangkah maju, serangan yang dilakukan mesin lontar menjadi semakin banyak dan cepat. Akan tetapi Yuna dapat dengan mudah menghindari semua serangan yang dilontarkan. Satu-satunya hal yang membuat Yuna penasaran adalah ketiga boneka kayu itu. Sejauh ini, mereka belum melakukan pergerakan sama sekali.


Serangan mesin lontar menjadi sangat agresif. Tapi Yuna berhasil menghindari semua serangan sambil terus mendekati ketiga boneka kayu. Hingga akhirnya tanpa sadar Yuna telah memasuki area pergerakan boneka kayu. Tiba-tiba saja ketiga boneka kayu itu melakukan serangan mendadak dengan cepat. Untungnya Yuna masih sempat mempertahankan diri, meskipun dia harus terhempas jauh kebelakang karena menerima serangan langsung ketiga boneka kayu itu.


Saat Yuna terhempas, mesin lontar kembali melakukan serangan. Yuna terkejut dan segera menciptakan tembok es untuk melindungi dirinya. Akhirnya Yuna pun mengerti pola serangan yang di rancang oleh Julia di tempat itu.


“Mesin lontar dan boneka kayu memiliki area pergerakannya masing-masing. Saat aku memasuki area pergerakan mesin lontar, maka mesin-mesin itu akan melakukan serangan. Semakin dekat posisiku dengan boneka kayu, maka intensitas serangannya akan meningkat. Tapi setelah aku memasuki area pergerakan boneka kayu, mesin-mesin itu akan berhenti menyerang dan ketiga boneka kayu itu akan menjalankan tugasnya.” Pikir Yuna.


“Ini mudah sekali. Akan ku mulai.” Ujarnya.


Yuna melakukan manipulasi energi dan menciptakan pedang es ditangannya. Pedang itu mengeluarkan hawa dingin yang terlihat sangat jelas. Setelah itu Yuna kembali melakukan manipulasi energi dan membuat sebuah lorong panjang yang membentang dari tempat dia berdiri sampai ke area pergerakan ketiga boneka kayu. Lorong itu terlihat seperti Rumah Iglo milik orang Eskimo yang tinggal di daerah kutub bumi.


“Hebat sekali. Beberapa waktu lalu Yuna mengalami kesulitan dalam melakukan manipulasi energi. Tapi sekarang dia mampu melakukannya dengan sangat baik. Bahkan dia menunjukkan beberapa bentuk manipulasi sekaligus.” Ujar Darma dengan sangat semangat.


“Benar sekali, Yuna memang memiliki potensi yang luar biasa.” Ucap Julia dengan tersenyum bangga.


Yuna menyusuri lorong es itu dengan sangat tenang. Mesin lontar masih terus melakukan serangan, akan tetapi tidak satupun serangan yang mampu menembus lorong es yang Yuna buat.


Saat Yuna tiba di ujung lorong, ketiga boneka kayu kembali melakukan serangan kejutan secara bersamaan. Yuna yang telah terbiasa dengan serangan kejutan pun dapat bereaksi dengan baik dan mampu menahan setiap serangan menggunakan pedang yang dia pegang.


Tidak hanya bertahan, Yuna pun melakukan serangan balasan dengan mengayunkan beberapa tebasan pedang. Setiap tebasan yang dia lakukan berhasil memberi goresan kecil kepada tiga boneka kayu itu. Goresan itu sangat kecil sehingga tidak memberikan dampak yang signifikan.

__ADS_1


Ketiga boneka kayu itu kembali bergerak dan melakukan serangan, akan tetapi Yuna tidak berusaha untuk menghindar atau menghalau serangan itu. Yuna berdiri tenang dengan senyum kecil di wajahnya.


“Hey, apa kamu mau mati?” Teriak Darma refleks.


Namun hal yang mengejutkan terjadi tanpa diduga. Belum sempat ketiga boneka kayu itu menyentuh Yuna, tiba-tiba saja pergerakannya terhenti. Dari bekas goresan pedang Yuna tadi muncul es yang menyerupai tanaman merambat dan menjalar dengan sangat cepat ke seluruh tubuh boneka-boneka kayu itu. Kini ketiga boneka kayu itu telah membeku di dalam es yang Yuna ciptakan. Es yang terpahat indah berbentuk kumpulan bunga mawar yang sedang bermekaran, lengkap dengan duri-duri tajamnya.


“Selesai…” Ucap Yuna sambil kembali menebaskan pedangnya dengan gerakan yang halus dan indah. Ketiga boneka kayu itu pun seketika hancur berkeping-keping. Yuna menunjukkan keindahan yang sangat mengerikan.


“Mengagumkan.” Ujar Darma terpukau.


“Bagaimana caranya melakukan itu?” Tanya Darma.


“Yuna mengalirkan energi dingin ke setiap serangan yang dia lakukan. Kemudian energi dingin itu melekat pada tubuh target yang terkena serangannya. Energi yang melekat itu memiliki sifat seperti parasit yang perlahan tumbuh dengan menyerap energi inangnya. Target yang menjadi inangnya akan kehilangan banyak energi dengan sangat cepat. Energi dingin pun tumbuh dan membekukan target seperti yang tadi kita lihat.” Ujar Julia


“Kebanyakan orang pasti memilih untuk membuat teknik yang sederhana dan mematikan. Alih-alih melakukan hal serupa, Yuna justru membuat teknik yang sangat kompleks dan mengerikan. Terlebih lagi dia mampu mengendalikan teknik itu dengan sangat baik. Yuna memang orang yang cerdas.” Sambungnya.


Darma kembali dibuat terpukau dengan penjelasan Julia.


“Tapi kenapa Yuna melakukan semua hal merepotkan itu?” Tanya Darma.


“Teknik itu memang kompleks, tapi memberikan banyak keuntungan bagi penggunanya. Pertama, Yuna tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga hanya untuk membuat serangan fatal. Sedikit saja serangannya mengenai target, maka kemenangan sudah ada di tangannya. Kedua, konsumsi energi yang digunakan cenderung kecil karena teknik itu memanfaatkan energi lawannya. Ketiga, teknik itu sendiri adalah bukti kapabilitasnya dalam melakukan manipulasi energi. Orang-orang yang telah mengetahui kengerian teknik itu pasti akan berpikir dua kali untuk mencari masalah dengan Yuna.” Jawab Julia.


“Yuna memang mengagumkan, tapi kenapa kamu bisa tahu semua hal itu. Apa kamu juga bisa melakukan apa yang baru saja Yuna tunjukkan? Berapa banyak lagi kemampuan yang kamu sembunyikan, Julia?” Tanya Darma.


“Apa?” Teriak Darma terkejut. Julia hanya bisa tersenyum melihat reaksi natural yang ditunjukkan Darma.


“Tidak perlu terkejut begitu. Kebetulan kita berdua memiliki karakteristik energi yang mirip, meskipun sedikit bertolak belakang.” Jawab Julia.


“Meskipun begitu, bagaimana mungkin Yuna bisa berkembang sepesat ini dalam waktu yang sangat singkat.” Ujar Darma.


“Aku setuju padamu. Aku sendiri masih tidak menyangka kalau Yuna mampu mempelajari teknik-teknik baru dalam waktu singkat.” Ucap Julia.


Pelatihan khusus hari kedua di area pertama pun berakhir dengan sangat baik bahkan sebelum waktu makan siang tiba.


Keesokan harinya, Yuna melanjutkan pelatihan di area kedua, yaitu area untuk melatih kemampuan bertarung jarak jauhnya. Yuna telah memasuki ruangan pelatihan.


“Kemarin Yuna telah membuatku kagum dengan kemampuan manipulasi energinya. Tapi apa dia juga cukup baik dalam serangan jarak jauh? Terlebih lagi stalagmit es nya masih belum stabil dan menghabiskan cukup banyak energi. Kemampuan yang kurang efisien.” Darma membuka percakapan dengan Julia.


“Apa mungkin orang seperti Yuna hanya memiliki satu pola serangan saja?” Tanya Julia sambil tersenyum.


“Apa kamu juga mengajarkan kemampuan lain?” Tanya Darma.


“Agak berlebihan jika disebut mengajarkan. Hal yang ku lakukan hanyalah memberi tips dan saran tentang bagaimana cara terbaik baginya dalam melakukan manipulasi energi. Hasil yang dia dapatkan saat ini adalah buah dari kecerdasan dan usahanya sendiri.” Julia memberi tanggapan.

__ADS_1


Pelatihan hari ketiga di area kedua pun dimulai. Sebuah benda tajam dilontarkan oleh mesin lontar.


Baaam… Tiba-tiba benda itu hancur.


“Apa ini? Aku sama sekali tidak melihat Yuna bergerak.” Ujar Darma.


“Jangan hanya terpaku pada Yuna, tapi coba kamu lihat area lontaran saat ini.” Ucap Julia.


“Apa maksud….” Kata-kata Darma terhenti saat melihat layar monitor yang menghadap area lontar.


“Apa itu partikel energi seperti milikmu?” Tanya Darma terkejut.


“Mirip tapi berbeda. Itu adalah butiran-butiran salju. Tapi itu bukan salju biasa. Butiran salju itu akan langsung membuat ledakan saat ada yang menyentuhnya.” Julia memberi penjelasan.


“Hebat…. Butiran salju itu bahkan memenuhi seluruh area lontar.” Ujar Darma.


“Tidak hanya itu, Yuna juga mampu menghindari terjadinya rentetan ledakan. Sehingga satu ledakan tidak akan memicu terjadinya ledakkan lain. Hal itu cukup sulit untuk dilakukan.” Jelas Julia.


“Kita anggap saja Yuna telah berhasil menyelesaikan pelatihan ini. Karena setiap benda yang dilontarkan pasti akan langsung hancur saat bersinggungan dengan butiran salju itu.” Tambahnya.


“Apa artinya pelatihan akan kita hentikan?” tanya Darma.


“Lakukan tiga siklus serangan maksimal dan setelah itu hentikan pelatihan.” Pinta Julia.


Darma melakukan apa yang diminta oleh Julia. Benar saja, seluruh benda yang dilontarkan langsung hancur sesaat setelah meninggalkan mesin lontar. Pelatihan itu berakhir setelah tiga siklus serangan maksimal yang berlangsung tidak terlalu lama.


Sebelum pergi meninggalkan ruang pelatihan, Yuna meminta izin menggunakan aulia mansion untuk melanjutkan latihan secara mandiri. Julia dan Darma pun dengan senang hati memberikannya izin.


“Yuna sangat hebat. Sepertinya latihan besok pun akan selesai dengan cepat.” Ujar Darma sesaat setelah Yuna pergi.


“Betul sekali. Pada hari pertama Yuna telah menunjukkan kemampuan pertahanan yang hebat. Tentu saja pelatihan khusus besok tidak akan memberinya banyak kesulitan.” Jawab Julia.


“Julia, aku sempat berpikir apa anak-anak itu memang butuh pelatihan khusus ini ya? Jauh sebelum Yuna, Rama bahkan telah menyelesaikan pelatihan area pertama.” Ujar Darma.


“Itu sangat wajar, bukankah Rama dan Yuna memang anggota terkuat yang kita miliki?” Ucap Julia.


“Kamu benar.” Ucap Darma singkat.


Yuna telah meninggalkan area pelatihan dan hendak menuju aula mansion. Namun Yuna memutuskan untuk keluar mansion sebentar dan menghirup udara segar. Betapa terkejutnya dia saat melihat Rama dan Dirga yang sedang berlatih di lapangan belakang mansion.


“Apa mereka berdua telah menyelesaikan pelatihan khususnya? Ku kira hanya aku yang berhasil menyelesaikan pelatihan dengan cepat. Tapi ternyata mereka pun sama, bahkan lebih cepat. Memang akan selalu ada langit di atas langit.” Pikir Yuna sambil tersenyum.


Hal itu membuatnya semakin termotivasi untuk terus bertambah kuat. Yuna pun kembali ke dalam mansion dan melakukan latihan mandiri dengan semangat menggebu-gebu.

__ADS_1


***


__ADS_2