Project Wanara

Project Wanara
Chapter 20. Tumbuh, Berkembang dan Tak Tertandingi


__ADS_3

Pertarungan antara Galih dan Ayu belum berakhir. Bahkan pertarungan sebenarnya baru saja akan dimulai. Galih dengan kekuatan baju zirahnya dan Ayu dengan kepakan sayapnya.


“Kak Galih, ayo kita lanjutkan.” Ucap Ayu.


“Sekarang kita berdua telah berhasil melakukan manipulasi energi. Bukankah sebelum bertarung kita sepakat untuk menghentikan pertarungan saat kita telah mampu melakukannya?” Galih menanggapi perkataan Ayu.


“Apa Kak Galih tidak penasaran dengan kemampuan kita saat ini?” tanya Ayu.


“Seperti yang ku harapkan. Ayo kita lanjutkan.” Galih menanggapi dengan tersenyum.


Pertarungan pun berlanjut. Galih dan Ayu kembali mengambil posisi untuk membuat serangan.


Ayu kembali mengeluarkan sepasang sayap dan melayang di udara. Kali ini Ayu tidak melakukan serangan jarak dekat namun berusaha tetap menjaga jarak agar dapat terhindar dari serangan fatal.


Ayu mengepakkan sayapnya dan tiba-tiba keluar banyak bulu tajam yang menyerang Galih dengan sangat cepat secara bersamaan. Nampaknya Ayu berusaha meniru pola serangan duri milik Julia.


Galih menyadari pola itu dan dengan sigap menghindari bulu-bulu tersebut karena khawatir akan membuat ledakan yang serupa.


“Loh?” Ayu yang mengira bahwa bulu itu akan membuat ledakan pun sedikit terkejut karena apa yang di pikirkan tidak terjadi.


“Ternyata tidak ada ledakan. Tapi aku harus tetap waspada.” Pikir Galih


Walapun tidak membuat ledakan, bulu-bulu energi miliknya dapat membuat serangan dengan tingkat kerusakan yang cukup besar. Bulu energi itu menancap di tanah dengan kuat dan meninggalkan banyak lubang.


“Sepertinya karakteristik masing-masing energi juga berbeda. Tidak hanya kekuatannya, tapi juga efek yang ditimbulkan dari energi tersebut.” Pikir Ayu.


Galih yang sedari tadi terus bertahan, mulai melakukan pergerakan untuk menyerang. Dengan cepat Galih berlari ke arah Ayu dan melompat dengan sangat tinggi. Hal itu dilakukan untuk dapat menjangkau Ayu yang terbang di udara.


Namun Ayu dengan mudah menghindari serangan itu. Dia terbang dengan lebih tinggi dan memperlebar jarak antara keduanya.


“Ayo ke sini Kak Galih. Tangkap aku kalau bisa. Ha Ha Ha…” Ayu tertawa sambil meledek Galih yang tidak dapat mendekatinya sama sekali.


“Sial, itu curang. Dia bisa terbang dengan bebas sedangkan aku hanya bisa melihatnya dari bawah sini. Ditambah lagi dia bisa melakukan serangan jarak jauh yang kuat.” Pikir Galih.


“Kalau Kak Galih tidak menyerang, biar aku yang melakukan serangan.” Ujar Ayu dengan semangat.


Ayu kembali mengepakkan sayapnya dan mengeluarkan bulu-bulu tajam untuk menyerang Galih. Kali ini sedikit berbeda, Galih sama sekali tidak berusaha menghindar. Galih ingin menguji sejauh mana daya tahan baju zirahnya itu.


Semua bulu itu berhasil menyerang Galih. Tapi tidak ada satupun yang dapat melukainya. Galih tersenyum. Ternyata kekuatan zirahnya cukup besar untuk dapat menahan semua serangan yang dilakukan Ayu.


Berkali-kali Ayu mengepakkan sayap dan membuat serangan dengan skala besar. Namun masih saja gagal.


“Ha ha ha… Ayo serang lagi, Yu.” Kali ini Galih yang tertawa lepas.


Galih dan Ayu mengalami kebuntuan. Galih tidak dapat menjangkau Ayu yang terbang bebas di udara. Namun serangan-serangan Ayu pun tidak cukup kuat untuk menembus baju zirah miliki Galih.


“Pertarungan selesai…!” Darma yang melihat kondisi tersebut segera mengambil alih dan menghentikan pertarungan. Hal itu mengejutkan Galih dan Ayu, namun tidak ada penolakan dari keduanya sebab mereka pun mengerti alasan Darma menghentikan pertarungan.


Galih dan Ayu berhenti dan berjalan menuju tempat mereka berkumpul sebelumnya.


“Kau hebat Kak Galih.” Bisik Ayu kepada Galih.


“Ayu jauh lebih hebat.” Galih menanggapi pujian Ayu.

__ADS_1


Keduanya berhasil melakukan manipulasi energi dan mendapatkan kemampuan yang hebat. Hal tersebut merupakan salah satu pencapaian yang luar biasa.


-


-


-


-


Seluruh anggota tim telah kembali berkumpul. Kondisi Dirga yang sedari tadi dirawat di dalam kepompong energi milik Julia pun telah mengalami kemajuan yang signifikan dan membaik dengan cepat. Oleh sebab itu, Julia menghentikan perawatan dan mengeluarkan Dirga dari kepompong energi miliknya. Tidak berapa lama kemudian Dirga pun siuman dan mampu mengikuti pelatihan selanjutnya.


Rama, Galih, Yuna dan Ayu kembali merasa terkesan dengan kemampuan Julia. Tidak disangka, Dirga yang tadi mengalami luka serius dapat pulih dengan sangat cepat.


Setelah itu Julia mengeluarkan partikel energi serbuk sari untuk menyembuhkan luka di tangan Ayu. Tidak butuh waktu lama, tangan Ayu pun sembuh dan kembali pulih seperti sedia kala.


“Jika Julia membuka praktek pengobatan, sepertinya dia bisa kaya raya dengan cepat.” Pikir Rama saat itu.


“Aku harus bisa melakukan hal serupa.” tambahnya dengan berapi-api.


Darma melakukan evaluasi atas hasil pertarungan yang telah mereka lakukan. Pertarungan antara Rama dan Julia, Dirga dan Yuna, serta Galih dan Ayu.


“Kalian telah berhasil melakukan manipulasi energi. Rama dengan cakar dan energi gelapnya. Dirga dengan kecepatan dan kemampuannya memprediksi serangan lawan. Yuna yang ternyata memiliki kemampuan menciptakan es. Galih dengan zirah energi dan Ayu dengan kedua sayapnya.” Darma mulai melakukan evaluasi. Seluruh anggota tim memperhatikan dengan seksama.


“Rama memiliki potensi yang luar biasa. Walapun data menunjukkan bahwa nilai potensi Rama sangatlah rendah, namun fakta yang kita saksikan jauh berbeda. Rama memiliki energi yang tidak biasa. Warna energi yang hitam pekat dan disertai dengan aliran energi menyerupai petir. Itu adalah sesuatu yang baru pertama kali aku saksikan. Potensi milikmu sangat luar biasa Rama.”


“Dirga juga sama hebatnya. Dia memiliki kecepatan yang luar biasa. Karena kecepatannya itu, pergerakan Dirga menjadi sangat sulit untuk diikuti. Terlebih lagi sepertinya Dirga memiliki kemampuan unik yang dapat memprediksi serangan lawan. Apa itu benar Dirga?” tanya Darma.


“Betul sekali Pak Darma. Di mataku pergerakan lawan terlihat sangat lambat. Aku bisa melihat lintasan arah gerak dan lintasan serang yang akan dilakukan oleh lawan. Selain itu, aku juga bisa melihat opsi-opsi serangan disertai dengan persentase keberhasilannya. Ditambah lagi aku bisa membuat kerambit sebagai alat bantu serangan.” Dirga memberi penjelasan dengan perlahan.


“Bukankah itu kemampuan yang sangat curang. Dengan kemampuan itu kamu bisa dengan mudah menghindari semua serangan lawan dan melancarkan serangan balik yang mematikan. Kemampuan yang membuat lawan seperti sedang menari-nari diatas telapak tangan mu.” Ucap Rama dengan lugas.


“Jika kamu sebut kemampuan ini curang. Bagaimana dengan kamu sendiri Rama? Hanya dengan 10% kekuatan saja kamu dapat bertarung dengan Julia bahkan membuat Pak Darma kewalahan.” Dirga menanggapi pernyataan Rama.


Suasana hening seketika….


“Kalian berdua curang tuan. Kalian berkata seperti ini tanpa memperhatikan perasaan Pak Darma.” Ujar Julia yang berusaha menengahi.


“Hey apa maksud mu, Julia?!!” Teriak Darma.


“Maaf Pak Darma. Saya tidak ada maksud apapun.” Julia terbata-bata menanggapi perkataan Darma.


Ha ha ha…. Seluruh anggota tim tertawa dan suasana kembali terasa hangat.


“Ehm.. Baik akan ku lanjutkan.” Ucap Darma.


“Yuna memiliki kemampuan dasar yang sangat baik. Hanya dengan pengendalian energi biasa saja dia telah menunjukkan sesuatu yang mengagumkan. Kekuatan dan kecepatannya juga cukup hebat. Hal yang paling mengejutkan adalah saat Yuna tanpa sengaja menciptakan stalagmit es dan menutupi area pertarungan dengan salju. Sama halnya dengan Rama, Yuna memiliki kekuatan tersembunyi yang sangat luar biasa. Mungkin saat ini Yuna belum mampu mengendalikannya. Namun suatu saat nanti, jika kemampuan itu telah benar-benar dapat dia kendalikan. Yuna akan menjadi wanita yang sangat hebat, bahkan mungkin lebih hebat dibandingkan dengan Julia.” Darma kembali memberi penjelasan.


“Ehm…” Julia mendeham. Darma terlihat salah tingkah dan berusaha untuk mengabaikan Julia.


“Baiklah, selanjutnya Galih. Sejak awal Galih telah mampu melakukan manipulasi energi. Bahkan sebelum pertandingan dimulai, Galih telah mengeluarkan baju zirahnya. Kesalahan yang dilakukan oleh Ayu adalah kurangnya pengalaman. Ayu tidak mengalirkan energi ke bagian mata dan tidak menyadari kekuatan yang dimiliki oleh Galih.” Darma melanjutkan penjelasan.


“Galih memiliki baju zirah yang sangat kuat. Pertahannya sangat sulit untuk ditembus oleh lawan. Semua serangan yang dilakukan oleh Ayu sama sekali tidak memberikan dampak buruk bagi tubuhnya. Namun Galih tidak memiliki serangan jarak jauh sehingga dia mengalami kesulitan saat harus melawan Ayu yang bisa terbang bebas di

__ADS_1


udara. Hal ini adalah masalah yang harus diperbaiki oleh Galih. Jika saja Galih memiliki suatu cara untuk melancarkan serangan jarak jauh yang mematikan, maka dia akan menjadi sosok petarung yang lengkap. Daya tahan yang tangguh dan daya serang yang mematikan.” Ujar Darma melengkapi evaluasi terhadap kemampuan


Galih.


“Terakhir adalah Ayu. Kemampuan yang luar biasa dan sangat indah. Sepasang sayap yang membuatnya dapat terbang dengan bebas. Kekuatannya itu memberikan banyak keuntungan saat bertarung. Keleluasaan untuk menyerang dan menghindari serangan lawan. Jika lawan tidak memiliki kemampuan serangan jarak jauh seperti Galih tadi, maka Ayu akan sangat diuntungkan. Tapi sayangnya Ayu tidak memiliki serangan dan pertahanan yang cukup kuat untuk dapat mengalahkan Galih dengan baju zirahnya. Hal tersebut membuat pertarungan tadi menemui kebuntuan. Terlebih lagi sepertinya Ayu terlalu berusaha untuk meniru kekuatan Julia. Itu adalah hal yang kurang baik. Hal tersebut akan membatasi perkembangan kalian. Jadilah diri sendiri. Jika saja Ayu juga memiliki kemampuan penyerangan dan pertahanan yang kuat. Ayu akan bisa mengendalikan semua pertarungan sesuai dengan keinginannya.” Ujar Darma memberi evaluasi terhadap kemampuan Ayu.


“Pada prinsipnya kalian semua telah melakukan manipulasi energi dengan sangat baik. Namun kemampuan manipulasi kalian belum terasah. Tugas kalian adalah untuk meningkatkan kemampuan tersebut.” Ujar Darma.


“Selain itu, kalian harus meningkatkan kemampuan yang kalian miliki saat ini. Ciptakan variasi-variasi manipulasi energi lain untuk memperkaya strategi serang dan pertahanan kalian.” Tambahnya.


Setelah sesi evaluasi hasil pertarungan. Darma dan Julia melakukan pemetaan terhadap peningkatan nilai potensi yang dicapai oleh masing-masing anggota.


“Sekarang saatnya kita melihat peningkatan nilai potensi yang telah tuan dan nona capai. Sehingga kita bisa mengetahui data statistik kekuatan seluruh anggota tim.” Julia mengawali pembicaraan.


 “Tuan dan nona silahkan lihat dan sebutkan nilai potensi masing-masing.” Tambahnya.


Seluruh anggota melihat ke arah jam tangan masing-masing untuk mengetahui nilai potensi mereka saat ini. Jam tangan itu memang memberikan notifikasi apabila terdapat peningkatan potensi, namun terkadang beberapa orang tidak menyadari adanya notifikasi tersebut dikarenakan terlalu fokus dengan latihan atau pertarungan yang sedang mereka lakukan.


Latihan yang mereka lakukan sejauh ini memberikan peningkatan yang besar terhadap nilai potensi masing-masing anggota.


Dirga mengalami peningkatan paling besar yakni 336% dengan nilai potensi 427.


Galih mengalami peningkatan sebanyak 299% dengan nilai potensi 379.


Ayu mengalami peningkatan sebanyak 284% dengan nilai potensi 351.


Yuna mengalami peningkatan sebanyak 115% dengan nilai potensi 637.


Rama mengalami peningkatan sebanyak 50% dengan nilai potensi 15.


“Seluruh anggota tim selain Tuan Rama telah mencapai tingkat Sahasra. Sedangkan Tuan Rama sendiri telah mencapai tingkat Sata. Saya ucapkan selamat atas peningkatan yang tuan dan nona capai.” Ujar Julia.


Nilai potensi Rama masih jauh tertinggal dibandingkan dengan anggota tim lainnya. Namun semua orang tahu bahwa pengukuran nilai potensi tidaklah begitu akurat untuk Rama. Dengan nilai potensi 15, tidak mungkin Rama dapat menunjukkan kemampuan yang telah mereka saksikan sejauh ini.


“Evaluasi selesai. Ada yang ingin ditanyakan?” Tanya Darma kepada seluruh anggota tim.


“Apa yang akan terjadi jika Ayu bertarung dengan Rama, Pak? Sebab Rama memiliki serangan jarak jauh yang mematikan.” Tanya Yuna.


Seketika semua terdiam dan menantikan jawaban Darma. Sepertinya pertanyaan Yuna juga menjadi pertanyaan semua orang.


“Manusia adalah makhluk yang memiliki daya juang tinggi. Manusia mampu beradaptasi dengan cepat tergantung dari situasi dan kondisi yang sedang mereka hadapi. Dengan memahami konsep tersebut, kita tidak akan tahu bagaimana hasil dari pertarungan itu sebelum kita mencobanya sendiri.” Jawab Darma.


“Maka jangan pernah merasa puas dengan kemampuan yang kalian miliki saat ini. Selalu ada langit di atas langit. Tetaplah rendah hati. Hal tersebut akan membuat kalian dapat terus tumbuh, berkembang dan tak tertandingi.” Darma mengakhiri jawabannya dengan pernyataan yang sangat bijak. Seluruh anggota tim memperhatikan ucapan Darma dengan sangat baik.


Latihan hari itu pun berakhir dengan kata-kata Darma yang terpatri didalam hati seluruh anggota tim.


***


-----------------------------------------------


Penanggung Jawab Project Wanara


1. Darma Sasongko [Darma] (Male) - 35 tahun

__ADS_1


2. Julia Pramitha [Julia] (Female) - 28 Tahun


-----------------------------------------------


__ADS_2