Project Wanara

Project Wanara
Chapter 76. Jinn Pendamping


__ADS_3

Hari itu seluruh anggota project melakukan dua kali percobaan pembangkitan energi negatif, namun keduanya berbuah kegagalan dan mengakibatkan kondisi tubuh mereka semakin buruk. Maka dari itu, Julia dan Para Pandawa memutuskan untuk mengakhiri proses pembangkitan di hari tersebut dan akan dilanjutkan keesokan harinya.


Meskipun proses pembangkitan berakhir, seluruh anggota project diminta untuk terus berlatih melakukan pernapasan dasar untuk memperkuat kemampuan mereka dalam mengendalikan energi positif.


Hari pun berganti dan seluruh anggota project kembali bersiap diri untuk membangkitkan energi negatif.


Hari itu mereka terlihat lebih siap dan mampu mengendalikan energi dengan lebih baik. Beberapa orang berhasil menstabilkan energi negatif yang keluar, tapi tetap gagal menghentikan dominasi energi tersebut. Hanya saja persentase keberhasilan sangatlah kecil. Sebagian besar dari mereka masih belum banyak berkembang. Pembangkitan kembali diakhiri saat mereka melakukan dua kali percobaan.


Hari ketiga dan keempat berakhir dengan kegagalan yang sama. Beberapa orang terlihat sedikit frustrasi dengan kegagalan demi kegagalan yang mereka dapatkan.


Julia berusaha memberi motivasi agar mereka tetap bersemangat dan dapat terus berjuang. Jika mereka semakin tenggelam di dalam perasaan ini, Julia khawatir mereka tidak akan pernah berhasil membangkitkan energi negatif dan melakukan teknik fusi. Bahkan bisa saja mereka malah mendapatkan dampak buruk dari kegagalan proses pembangkitan ini.


Nampaknya perasaan rendah diri dan kecewa telah tumbuh cukup besar. Vanti sebagai penanggung jawab Project Dasamuka pun mencoba menyuarakan isi hatinya.


“Julia, Project Wanara bisa melakukan teknik fusi hanya dalam satu kali pembangkitan karena mereka telah mendapat pelatihan khusus untuk menghadapi hal ini. Apa kamu tidak bisa membuat pelatihan yang sama dengan cara kamu melatih Project Wanara?” Tanya Vanti yang terlihat putus asa.


“Kalian telah lihat sendiri bagaimana kondisi Puncak Mandalawangi saat ini. Tidak tersisa sedikitpun fasilitas yang dapat kita gunakan. Untuk membuat fasilitas pelatihan yang sama akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, terlebih lagi sumber daya yang dibutuhkan sangat sulit didapatkan. Maka dari itu, mau tidak mau, suka tidak suka, kali ini kalian harus membangkitkan energi negatif dengan cara yang sulit tanpa persiapan sedikitpun.”


“Lalu kenapa hanya Project Wanara? Kenapa Dasamuka yang jadi project prioritas malah tidak dapat metode pelatihan yang didapatkan Project Wanara?”


“Apa kalian sanggup bertanggung jawab jika terjadi sesuatu hal yang tidak dapat kalian tangani sendiri?” Jawaban Julia membuat Vanti terdiam.


“Kami bukannya tidak ingin kalian mendapat pelatihan khusus yang sama, tapi kami lebih khawatir dengan resiko yang mungkin muncul.” Sambung Julia.


Saat Vanti terdiam dan tidak mampu menanggapi perkataan Julia, Sukma, penanggung jawab Project Anantareja ikut mempertanyakan apa yang Vanti tanyakan.


“Julia, bukankah kamu bisa melatih kami terlebih dulu agar kami memiliki kompetensi yang baik untuk menjalankan pelatihan tersebut?”


“Bagaimana cara kamu mengatasi orang seperti Caraka? Bagaimana jika ada Caraka-Caraka lain diantara kita?” Kali ini Sukma pun terdiam.


“Kalian tidak perlu memikirkan hal-hal yang tidak perlu. Lebih baik kita fokus dengan pelatihan kali ini.” Sambung Julia.


“Beruntung sekali aku bisa bergabung dengan Project Wanara dan bertemu Julia.” Pikir Galih.


Setelah itu Julia meminta semua orang untuk kembali ke kamar masing-masing dan beristirahat. Julia juga meminta agar mereka terus melatih kemampuannya dalam mengendalikan energi CORE mereka saat ini.


Saat project lain telah keluar dari aula mansion, Julia, Para Pandawa dan Project Wanara berdiskusi tentang pelaksanaan pelatihan teknik fusi yang telah mereka lakukan selama empat hari ini.


Besok adalah hari terakhir pelatihan teknik fusi. Mengingat perkembangan mereka sangatlah lambat, Julia memutuskan untuk menggunakan cara yang sedikit ekstrim agar mereka dapat melakukan teknik fusi dengan cepat.


“Cara ini membutuhkan kerja sama dari kalian semua karena ini adalah metode yang berbahaya dan dapat membahayakan nyawa kalian.”


“Apa Anda berniat melakukan Rasuk?” Tanya Bara.


“Benar sekali.”


“Maaf Nona, tapi aku menolak cara itu. Metode Rasuk tidak hanya berbahaya bagi orang yang hendak dibangkitkan, tapi juga bagi orang yang membantu proses pembangkitan.” Ujar Bara.

__ADS_1


“Itulah kenapa kita berkumpul di sini, aku butuh kesediaan kalian, terutama anggota tim Project Wanara. Kalianlah yang nanti akan menjalankan Rasuk.”


“Kamu tidak perlu persetujuan kami, jika kamu membutuhkan sesuatu, kami akan selalu siap membantumu.” Ucap Yuna diikuti anggukan kepala anggota tim lain dengan senyum lebar menghiasi wajah mereka.


Julia senang dan terharu dengan tanggapan yang diberikan oleh anggota timnya. Julia membalas senyuman mereka dengan sangat tulus.


Kemudian Julia menjelaskan tentang apa itu Rasuk. Rasuk adalah sebuah metode yang dapat digunakan seseorang untuk mengontrol dan mengendalikan energi milik orang lain secara penuh.


Metode ini termasuk ke dalam kategori teknik terlarang yang dapat membahayakan kedua belah pihak. Jika metode ini tidak dilakukan dengan baik, maka kedua belah pihak akan kehilangan kendali terhadap tubuh mereka sendiri. Tubuh mereka hanya akan menjadi cangkang kosong yang tidak dapat digunakan sama sekali. Kematian jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi tersebut.


Jika pengguna metode Rasuk memiliki niat buruk dan jauh lebih kuat dibanding target. Maka target akan kehilangan kendali penuh terhadap tubuhnya sendiri, sedangkan pengguna Rasuk dapat memanfaatkan tubuh itu dengan leluasa.


“Apa itu sama dengan yang dilakukan Indra kepada Yudis sebelumnya?” Tanya Dirga.


“Tidak, ini sedikit berbeda. Apa yang dilakukan indra adalah mengendalikan kesadaran Yudis sehingga Yudis akan selalu patuh dengan apa yang Indra ucapkan. Sedangkan metode Rasuk lebih berbahaya dari itu. Target tidak akan kehilangan kesadaran, tapi dia kehilangan kendali terhadap tubuhnya sendiri. Apa kamu ingat dengan apa yang terjadi pada Raka?”


Pertanyaan Julia membuat Dirga terkejut dan tersentak.


“Apa maksudmu Raka masih hidup saat Azazil mengambil alih tubuhnya?”


“Betul. Tapi karena perbedaan kekuatan yang begitu besar, Azazil membunuh Raka tidak lama setelah dia berhasil mengendalikan tubuhnya.”


“Bangsat…!” Hardik Dirga kesal.


Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk dapat menggunakan metode Rasuk. Pertama kesepakatan kedua belah pihak. Kedua, pengguna harus mampu menguasai metode fusi dengan baik. Ketiga, tidak boleh ada intervensi dari pihak lain. Jika ada orang lain yang mengganggu prosesi Rasuk dan ternyata memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan pengguna itu sendiri, maka akan sangat membahayakan pengguna dan target. Tapi jika pengguna memiliki kemampuan lebih tinggi, maka dia dapat memproteksi diri dari gangguan yang terjadi.


“Aku tidak punya jawaban pasti untuk pertanyaan itu. Tapi kemungkinan besar memang Raka setuju untuk bekerja sama dengan Azazil, lalu kemudian dia dikhianati. Atau mungkin saja Azazil memiliki metode khusus untuk mengendalikan tubuh Raka secara paksa bahkan tanpa perlu persetujuannya.”


Dirga terdiam. Entah kemungkinan mana yang harus dia percaya. Tapi Dirga sangat yakin kalau Raka tidak mungkin membiarkan dirinya dikendalikan, terutama jika dia tahu kalau Azazil berniat untuk menghancurkan peradaban manusia.


“Untuk dapat menggunakan metode Rasuk, kalian harus merasakan sendiri bagaimana rasanya menjadi target yang dikendalikan. Dengan begitu, kalian akan memahami apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh kalian sendiri dan dapat menerapkannya pada tubuh target kalian.”


“Bagaimana caranya?” Tanya Yuna.


“Sebenarnya Para Pandawa dapat membantu kalian. Tapi aku punya ide yang lebih menarik.”


“Ide seperti apa?” Sahut Ayu.


“Kami akan pilihkan Jinn terbaik untuk menjadi pendamping kalian. Jinn-Jinn inilah yang nanti akan bertanggung jawab terhadap perkembangan kemampuan kalian.”


“Aku menolak.” Tegas Darma.


“Kenapa?”


“Meskipun Jinn itu ada di pihak kita, aku tetap tidak percaya kepada mereka. Aku akan berjuang dengan kemampuanku sendiri untuk menjadi lebih kuat.”


“Jinn pendamping ini tidak akan membuat kontrak apapun, itu artinya kalian akan tetap berkembang dengan kemampuan kalian sendiri. Tugas mereka hanya melatih kalian.”

__ADS_1


“Aku tetap menolaknya. Jika memang harus memiliki guru, aku lebih memilih dilatih oleh mu Julia.”


“Jika kalian ingin melampuaiku, kalian tidak bisa terus bergantung pada ku. Kalian harus memperkaya pengalaman dan mendapatkan ilmu dari siapapun.”


“Maaf Julia. Aku tidak bersedia. Kenapa tidak kamu saja yang menggunakan metode Rasuk kepada kami?”


“Aku harus selalu mengawasi perkembangan dan memastikan keadaan kalian.”


“Sial.” Umpat Darma.


“Julia, bukankah Para Pandawa adalah Jinn-Jinn terbaik yang memiliki kepercayaan penuh Asoka, kenapa tidak mereka saja yang menjadi guru kami?” Tanya Dirga.


“Tugas dan tanggung jawab mereka sudah sangat berat. Aku tidak ingin membebani mereka lebih jauh hanya untuk melatih kalian secara khusus.”


“Aku mengerti.”


“Aku akan bertanya sekali lagi kepadamu Pak Darma. Apa kamu yakin tidak ingin mendapat pelatihan dari bangsa Jinn?”


“Aku minta maaf, Julia.”


“Aku hormati keputusanmu. Jadi untuk selanjutnya, kamu hanya perlu menyaksikan apa yang akan dilakukan Dirga, Yuna, Galih dan Ayu. Jika kamu mampu memahami apa yang terjadi, maka kamu akan terlibat di pelatihan besok. Jika tidak, maka tidak ada yang bisa kamu lakukan.”


“Aku mengerti Julia.”


Kemudian Julia meminta Para Pandawa untuk mencari Jinn yang akan menjadi pendamping bagi masing-masing anggota timnya. Lalu Para Pandawa berusaha memanggil Jinn-Jinn terkuat dengan karakteristik energi yang sesuai dengan masing-masing anggota tim Project Wanara. Tidak perlu menunggu lama, Jinn-Jinn itu muncul dihadapan mereka.


“Salam hormat kami kepada Para Pandawa.” Ujar Jinn-Jinn itu secara bersamaan.


“Perkenalkan ini adalah Julia dan murid-muridnya.” Ujar Yasa memperkenalkan Julia dan anggota tim Project Wanara.


“Akhirnya kita bisa bertemu. Dulu kami hanya dapat mendengar cerita tentangmu dari Tuan Asoka. Manusia luar biasa yang sangat dia percayai. Senang bertemu denganmu, Nona Julia.” Ujar salah satu Jinn.


“Senang bertemu dengan kalian.” Julia memberi tanggapan.


Yasa menceritakan tentang maksud dan tujuan memanggil mereka. Tanpa berbasa-basi, mereka menyetujui permintaan Yasa dan dengan senang hati membantu anggota tim Julia untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Setelah itu Yasa memperkenalkan Jinn-Jinn itu kepada seluruh anggota Project Wanara.


Jinn yang akan menjadi pendamping Yuna adalah Kanjeng Ratu Kidul, dia adalah penguasa Kerajaan Laut Selatan yang memiliki jutaan pasukan hebat.


Jinn pendamping Dirga adalah Eyang Merapi yang merupakan penguasa Kerajaan Gunung Merapi, kerajaan terkuat dibawah naungan Tuan Asoka.


Jinn pendamping Galih adalah Mbah Purwo yang merupakan penguasa kerajaan terbesar yang memiliki tingkat pertahanan terbaik, yakni Kerajaan Alas Purwo.


Sedangkan Jinn pendamping Ayu adalah Datutinggi Wentira, penguasa kerajaan dengan perkembangan teknologi terbaik dan kekayaan yang melimpah ruah, yaitu Kerajaan Wentira.


***

__ADS_1


__ADS_2