Project Wanara

Project Wanara
Chapter 51. Teknik Pernapasan


__ADS_3

Pelatihan khusus telah berakhir. Banyak kejadian tidak terduga selama proses pelatihan berlangsung. Meskipun begitu, seluruh anggota Project Wanara telah mengerahkan seluruh kemampuan yang mereka miliki untuk dapat menyelesaikan pelatihan.


Satu hari setelah pelatihan khusus berakhir, Julia dan Darma mengumpulkan seluruh anggota di aula untuk menyampaikan hasil evaluasi dan peningkatan masing-masing anggota.


Julia dan Darma menyampaikan bahwa pada dasarnya seluruh anggota tim telah mengalami banyak sekali peningkatan. Tapi ada beberapa hal yang perlu Julia dan Darma sampaikan agar dapat menjadi evaluasi bagi masing-masing anggota.


-


Ayu mampu menyelesaikan area pertama dengan susah payah. Tapi di balik kesulitannya itu, Ayu berhasil menciptakan beberapa kombinasi serangan baru yang sangat kuat. Serangan dengan jangkauan area yang luas dan daya hancur yang mematikan. Ayu juga berhasil menciptakan teknik baru berupa kubah angin yang tidak hanya dapat melindungi penggunanya, tapi juga memiliki daya hancur yang besar bagi siapapun yang berani menyerangnya. Hanya saja Ayu belum berhasil menyelesaikan area keempat dan terluka parah. Beberapa aspek yang perlu Ayu perbaiki adalah ketakutannya pada kegagalan, kekhawatiran yang berlebihan dan konsentrasi yang lemah.


-


Galih adalah salah satu anggota dengan peningkatan kemampuan terbaik pada pelatihan khusus kali ini. Galih memiliki keunggulan dalam pertahanan, tapi pada pelatihan khusus ini dia berhasil menciptakan Pedang Rapier yang sangat hebat, tameng pelindung yang tidak hanya dapat memperkuat pertahanan, tapi juga melakukan serangan berputar yang luar biasa. Galih memiliki kemampuan analisa yang baik sehingga mampu mengantisipasi setiap serangan. Hanya saja Galih kurang ahli dalam beradaptasi pada perubahan pola serangan. Membuat rencana untuk mengantisipasi segala sesuatu memang sangat baik, tapi kita juga harus cukup adaptif dalam menghadapi sesuatu yang tidak terduga.


-


Dirga memiliki kemampuan yang hebat dan sangat berguna dalam pertarungan sesungguhnya. Matanya yang dapat menampilkan analisa gerak dan serangan lawan serta kemampuannya untuk bergerak cepat melebihi kemampuan mata manusia dalam menangkap gerakan sehingga Dirga yang sebetulnya hanya berlari pun seakan menghilang dari pandangan. Dirga juga mendapatkan kemampuan yang bisa digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Meskipun Dirga berhasil menyelesaikan area ketiga, tapi dia pergi dengan meninggalkan banyak luka. Dirga perlu meningkatkan kemampuan pertahanannya.


-


Rama yang memiliki nilai potensi paling rendah justru menunjukkan kemampuan paling hebat dalam pelatihan khusus ini. Latihan pernapasan dapat diselesaikan dengan mudah. Area kelima juga diselesaikan dengan baik, meskipun ada sedikit insiden yang membuat mesin kapsul virtual rusak dan tidak dapat digunakan oleh anggota tim lain. Area pertama dan kedua berhasil diselesaikan dengan sangat cepat. Sedangkan area ketiga tidak memberinya banyak kendala. Meskipun begitu, Rama masih belum dapat menggunakan seluruh kekuatan yang dia miliki. Rama perlu banyak berlatih agar bisa mengoptimalkan seluruh kemampuannya.


-


Yuna juga salah satu anggota yang mengalami perkembangan dengan sangat pesat. Sebelum pelatihan khusus dilakukan, Yuna mengalami kendala dalam mengendalikan energinya. Tapi pada saat pelatihan khusus berlangsung, Yuna justru menunjukkan taringnya. Kemampuan pengendalian energinya meningkat drastis. Yuna menunjukkan beberapa bentuk manipulasi energi yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Tidak hanya manipulasi energi biasa, bahkan manipulasi energi yang sangat kompleks pun berhasil dia ciptakan. Tidak salah jika Yuna memiliki nilai potensi paling tinggi. Perubahan yang Yuna tunjukkan memang sangat luar biasa, tapi dia perlu melatih kemampuannya itu secara terus menerus agar menjadi jauh lebih hebat.


-


“Selamat karena kalian telah berhasil menyelesaikan seluruh tantangan pada pelatihan khusus dengan sangat baik. Tapi jangan pernah berpuas diri. Teruslah berlatih dan berjuang untuk meningkatkan kemampuan yang saat ini telah kalian miliki.” Ujar Darma.


“Pak Darma, saya ingin bertanya. Apa benar Rama yang menyebabkan mesin virtual rusak? Tapi bagaimana mungkin, bukankah seharusnya pengguna mesin hanya perlu berbaring didalamnya?” Tanya Galih kritis.


“Hal ini terlalu rumit untuk dijelaskan. Masalahnya bukan pada Rama, tapi mesin itu memang mengalami sedikit kendala teknis dan kebetulan Rama yang sedang menggunakannya.” Jawab Darma ragu.


“Jadi mesin itu rusak ya? Ternyata andai pun aku tidak terluka, aku tetap tidak bisa menggunakan mesin virtual.” Pikir Ayu kecewa.


“Kak Rama, bagaimana cara kamu menggunakan mesin itu sih? Kok bisa sampai rusak begitu?” Tanya Ayu kepada Rama dengan berusaha tetap tersenyum.


“Hey Ayu, apa kamu tidak mendengar penjelasan Pak Darma barusan?” Jawab Rama kesal.


Ayu tertawa kecil. Dia selalu senang saat melihat reaksi kesal yang ditunjukkan oleh Rama.


“Kak Julia, aku juga mau tanya. Bagaimana cara menyelesaikan area keempat ya? Aku merasa perlu tahu sebab kegagalan ku itu.” Tanya Ayu.


“Kak Julia? Sejak kapan kamu begitu hormat pada Julia? Siapa yang mengajarkan tata krama itu?” Tanya Rama yang balik menggoda Ayu. Seketika wajah Galih terlintas di benak Ayu dan membuat pipinya merah merona.


“Kenapa pipi mu merah?” Rama terus menggoda Ayu.


“Galih….” Ujar Rama. Ayu pun terkejut dan wajahnya semakin merona.


“Hey Galih, apa kamu memang sudah sedekat itu dengan Ayu?” Tanya Rama yang masih terus menggoda Ayu.


“Eh…?” Galih tidak menjawab dan malah merasa bingung.


“Rama, sudahlah. Jangan goda Nona Ayu terus.” Ujar Julia membela Ayu sambil tersenyum.


“Kenapa Julia, kan seru?” Tanya Rama kecewa.


“Apapun hubungan Tuan Galih dan Nona Ayu bukanlah urusan kita, Rama.” Jawa Julia.


“Baiklah. Maaf ya Ayu, Galih.” Ucap Rama.


Galih merasa ada yang aneh dalam percakapan itu.


“Julia…” Galih memanggil Julia.


“Ya, Tuan Galih? Ada yang ingin anda tanyakan?” Sahut Julia.

__ADS_1


Galih pun menyadari letak keanehan yang baru saja dia rasakan. Kemudian Galih melihat Rama dengan senyum jahat.


“Kenapa melihatku begitu?” Tanya Rama terkejut.


“Hey Rama, apa kamu memang sudah sedekat itu dengan Julia?” Tanya Galih berbalik menggoda Rama.


“Eh?” Rama terlihat salah tingkah.


“Apa maksudmu?” Tanya Rama kikuk.


“Julia memanggil kami dengan sapaan tuan dan nona. Tapi kok ke kamu tidak ya?” Tanya Galih. Rama semakin salah tingkah.


“Dan lagi, percakapan kalian tadi terasa sangat hangat loh.” Galih terus menggoda Rama yang sama sekali tidak memberi tanggapan. Kini wajah Rama yang berubah merah. Di sisi lain, Yuna nampak mengernyitkan dahinya.


“Tentu saja mereka sangat dekat. Jalan saja harus rangkul-rangkulan.” Ucap Dirga tanpa rasa bersalah.


“Kurang ajar kau Dirga. Kau kan sudah janji akan merahasia….” Spontan Rama berteriak kepada Dirga. Kata-kata Rama terhenti karena dia sadar tidak seharusnya mengucapkan kalimat itu.


“Rangkul-rangkulan? Merahasiakan?” Ucap Galih dengan senyum jahatnya terus menggoda Rama.


Rama tertunduk malu. Julia tersenyum kecil melihat tingkah laku Galih dan Rama. Sedangkan Yuna terlihat agak kesal.


“Dan lagi, kenapa kamu nampak kesal begitu Yuna?” Tanya Galih kepada Yuna secara tiba-tiba.


Yuna yang terkejut dengan ucapan Galih pun segera memalingkan wajah. Tapi sekilas terlihat wajah kesalnya berubah menjadi malu.


“Apa ini yang disebut cinta segitiga ya?” Tanya Galih lirih.


“Kak Galih, sudahlah. Jangan menggoda mereka lagi.” Ujar Ayu dengan wajah serius sambil memegang pundak Galih.


“Kalau memang ada cinta segitiga diantara mereka, tim ini kan jadi lebih seru.” Ayu melanjutkan kalimatnya itu dengan senyum lebar diwajahnya. Galih dan Ayu tertawa bersama.


“Apa yang kalian tunjukkan membuatku sangat geli.” Ujar Dirga. Perkataannya itu lantas membuat Ayu dan Galih tertawa semakin lebar.


“Ehm…” Darma mendeham.


“Oh iya betul sekali. Bagaimana menyelesaikan area keempat ya?” Julia menginformasikan pertanyaan Ayu.


“Betul Julia.” Ucap Darma.


“Area keempat adalah tempat untuk tuan dan nona melatih teknik pernapasan. Jika tuan dan nona berhasil menyelesaikan tantangan di area tersebut, maka itu artinya teknik pernapasan tuan dan nona telah memasuki tahap lanjutan.”


“Teknik pernapasan dasar adalah teknik yang digunakan dalam mengendalikan energi CORE. Sedangkan teknik pernapasan lanjutan dapat digunakan lebih dari itu. Tuan dan nona dapat menggunakan teknik pernapasan lanjutan untuk berbagai jenis kebutuhan sesuai karakteristik energi yang tuan dan nona miliki. Hal yang paling sederhana dan dapat dilakukan oleh semua orang adalah kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan suhu ruangan dengan sangat cepat. Itulah sebabnya area keempat memiliki perubahan suhu ekstrim.”


“Tapi beberapa orang dari kalian telah menguasai teknik pernapasan lanjutan bahkan sebelum mendapatkan pelatihan di area keempat.”


“Siapa itu?” Tanya Ayu penasaran.


“Tuan Dirga dan Nona Yuna.” Jawab Julia.


“Nona Yuna mampu mengeluarkan energi dingin menggunakan teknik pernapasannya. Energi dingin itu menyelimuti seluruh ruangan pelatihan. Suhu panas dapat di eliminir oleh energi dingin tersebut. Sedangkan suhu dingin ruangan justru beresonansi dengan energi dinginnya sehingga menghasilkan lingkungan yang nyaman bagi Nona Yuna.”


“Teknik pernapasan lanjutan milik Tuan Dirga agak sedikit berbeda. Tuan Dirga memanfaatkan energi yang mengalir didalam tubuhnya. Saat suhu ruangan menjadi panas, tubuhnya akan menyeimbangkan diri dan beradaptasi dengan kondisi sekitarnya. Proses adaptasi berjalan dengan sangat cepat sehingga Tuan Dirga sama sekali tidak merasa kesulitan. Selain itu, teknik pernapasan lanjutan milik Tuan Dirga membuatnya mampu meregenerasi sel tubuh yang rusak. Dapat disimpulkan bahwa inti dari teknik milik Tuan Dirga adalah menstabilkan kondisi tubuh.”


“Hebat sekali…” Ujar Ayu terpukau.


“Lalu bagaimana dengan ku, Julia?” Tanya Rama.


“Aku tidak mengetahui tentang teknik pernapasan lanjutan. Aku juga tidak tahu telah terjadi perubahan suhu ekstrim. Hal yang ku tahu hanyalah suhu ruangan berubah, dari panas ke dingin dan begitu pun selanjutnya. Perubahan suhunya pun masih dalam batas normal.” Sambungnya.


“Aku juga tidak tahu pasti, Rama. Tapi aku punya sebuah prediksi.” Ujar Julia.


“Apa itu?”


“Tanpa sadar kamu memiliki kemampuan seperti Tuan Dirga. Jika Tuan Dirga harus mengendalikan energi itu agar dapat menstabilkan tubuh, energi milikmu justru mengalir secara otomatis saat terjadi anomali di lingkungan sekitar dan segera mengatasi anomali tersebut tanpa perlu kamu kendalikan.”


“Itu mustahil.” Ujar Dirga.

__ADS_1


“Betul sekali, hal itu hampir mustahil tuan. Tapi saya tidak memiliki jawaban lain atas kondisi yang di alami Rama saat ini.”


“Entah kenapa aku sama sekali tidak senang  saat mengetahui energi dalam tubuh ini bergerak dengan sendirinya.” Ujar Rama.


“Sepertinya intuisi mu cukup kuat, Rama. Apa kamu menyadari sesuatu?” Tanya Julia.


“Jika apa yang kamu katakan itu benar, maka ada dua kemungkinan kenapa itu bisa terjadi. Pertama, energi yang ku miliki memang sedikit unik sehingga memiliki kemampuan untuk menyadari adanya anomali. Kedua, ada entitas lain yang membuat energi ini bergerak melindungiku.”


“Entitas apa yang kamu maksud?” Tanya Julia.


Rama terdiam sejenak. Menarik napas panjang dan melanjutkan pembicaraan.


“Ada sesuatu yang mengganjal pikiranku, Julia. Nilai potensi yang sangat rendah sudah tidak lagi ku hiraukan. Karena ku pikir ada sesuatu yang menghalangi mesin pemindai untuk melihat nilai potensi yang ku miliki. Tapi ‘sesuatu’ itulah yang membuatku gelisah.”


“Jangan khawatir Rama. Tidak ada sesuatu pun yang menghalangi mesin pemindai untuk melihat nilai potensi mu. Kita akan bicarakan hal ini lain waktu.” Ujar Julia.


“Baiklah aku mengerti.”


“Dan satu lagi, Julia. Apa kamu tahu siapa itu Asoka?” Tanya Rama.


Julia terkejut dengan pertanyaan itu. Tapi dia berusaha untuk mengendalikan diri dan menutupi keterkejutannya.


Tiba-tiba saja Dirga berlari mendekati Rama dan menarik bajunya dengan wajah penuh amarah.


“Dari mana kamu tahu nama Iblis itu?!” Teriak Dirga.


“Dirga tenanglah. Apa yang terjadi?” Tanya Rama kebingungan.


“Jawab saja pertanyaan ku…!”


Yuna, Galih dan Ayu sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi antara Rama dan Dirga. Meskipun begitu, Galih berusaha untuk melerai mereka.


“Dirga, apa-apan kamu ini?” Tanya Galih.


“Jangan ikut campur urusanku…!” Ujar Dirga sambil mendorong Galih dengan sekuat tenaganya.


Wush… Wush… Wush…


Seketika ruangan itu dipenuhi dengan energi yang terasa mengintimidasi. Energi itu juga membuat Dirga merasa tecekik dan kesulitan untuk bernapas. Dirga terjatuh sambil terbatuk-batuk.


Seluruh anggota merasakan kemunculan energi tersebut. Tapi tidak menunjukkan gejala seperti yang Dirga perlihatkan saat ini. Mereka justru merasa bingung dengan apa yang terjadi pada Dirga.


“Hentikan.” Ucap Julia dingin. Ternyata Julia lah yang mengeluarkan energi itu untuk memberi peringatan kepada Dirga.


Setelah energi itu lenyap, Dirga berusaha untuk berdiri.


“Jangan pernah libatkan masalah pribadi anda di sini. Jika memang ingin bertanya, tanyakan dengan cara yang baik.” Ucap Julia dengan tegas.


“Kurang ajar…!” Teriak Dirga.


“Hey, jaga mulutmu itu.” Darma membalas teriakan Dirga.


Dirga yang masih merasa kesal pun beranjak pergi dan meninggalkan mereka tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


“Asoka bukanlah penyebab kematian Raka.” Ucap Julia kepada Dirga dan membuatnya menghentikan langkah.


“Ternyata kamu memang tahu sesuatu.” Ucap Dirga dengan sangat dingin.


“Asoka justru berusaha menyelamatkan nyawa Raka.” Lanjut Julia.


“Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, Iblis itu yang membunuh Raka.” Ujar Dirga


“Tidak semua yang terlihat adalah kebenaran. Ambil ini.” Ucap Julia sambil melempar sebuah alat penyimpanan data kepada Dirga.


“Disanalah kebenaran tersimpan.” Ujar Julia.


Dirga pun melanjutkan langkahnya dan pergi meninggalkan aula mansion. Rama, Yuna, Galih, Ayu bahkan Darma sekalipun merasa bingung dengan apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


***


__ADS_2