Project Wanara

Project Wanara
Chapter 55. Berkumpulnya Seluruh Project


__ADS_3

Tim Project Wanara memasuki mansion Project Dasamuka dan langsung menuju ke aula mansion. Sepanjang jalan, mereka terkagum-kagum dengan tata ruang, dekorasi dan betapa luasnya mansion itu. Mansion Project Dasamuka sama sekali tidak dapat dibandingkan dengan mansion Project Wanara.


Setibanya mereka di aula, lagi-lagi mereka sangat terkejut. Aula itu memiliki luas area sekitar tiga kali lipat luas aula mansion Project Wanara. Seluruh anggota project telah berkumpul di aula itu. Rupanya Project Wanara datang sedikit terlambat. Sekretaris Pandawa Group juga telah berdiri dihadapan seluruh anggota project yang berbaris rapi.


“Julia, Darma, kenapa kalian lama sekali?” Teriak Sekretaris Pandawa.


“Kami mohon maaf nona, kami harus berlari menuruni puncak gunung karena kami tidak memiliki helipad di sana. Maka dari itu kami agak sedikit terlambat.” Ujar Julia menundukkan kepalanya. Darma juga melakukan hal yang sama, menundukkan kepala sebagai permintaan maaf.


“Sudahlah, bariskan anggota tim mu. Para Pandawa telah menunggu kalian sedari tadi. Berani-beraninya kalian membuat mereka menunggu lama?”


“Sekali lagi kami mohon maaf.” Balas Julia dan segera meminta seluruh nanggota timnya untuk berbaris rapi.


Langkah Rama tiba-tiba saja terhenti saat melihat seseorang yang dia kenal. Tangannya mengepal dan wajahnya nampak sangat kesal.


“Apa yang terjadi Rama?” Tanya Julia. Rama pun masih terdiam dan tidak memberi tanggapan sama sekali.


Julia melihat ke arah Rama memandang. Dua orang yang sangat dibenci Rama sedang berdiri di barisan Project Dasamuka. Dua orang itu adalah pemilik Kertarajasa Group saat ini, mantan istri dan kakak iparnya.


Julia memahami kekesalan yang dirasakan oleh Rama. Julia memegang pundak Rama dan berbicara perlahan kepadanya.


“Jangan terbawa emosi. Jangan permalukan dirimu sendiri. Ada saatnya kamu akan membalas perlakuan mereka berdua.” Ujar Julia.


Rama menatap Julia dengan tajam. Rasa kesalnya perlahan memudar saat melihat senyuman Julia.


Kemudian Rama pun masuk ke barisan Project Wanara. Darma dan Julia memimpin barisan, sedangkan Rama berdiri pada posisi paling belakang. Dirga berdiri tepat di depan Rama.


“Apa yang terjadi?” Tanya Dirga pelan.


“Hanya masalah pribadi saja.” Ujar Rama.


“Katakan saja jika kamu butuh bantuan.”


“Terima kasih Dirga.”


Dong…. Dong…. Dong….


“Pandawa Kesatu, Yasa Dameswara sponsor Project Dasamuka, memasuki ruangan.” Teriak Pengawal Pandawa kesatu.


“Pandawa Kedua, Barata Sujiwa sponsor Project Anantareja, memasuki ruangan.” Teriak Pengawal Pandawa kedua.


“Pandawa Ketiga, Arya Jayagiri sponsor Project Dewabrata, memasuki ruangan.” Teriak Pengawal Pandawa ketiga.


“Pandawa Keempat, Nara Winayasa sponsor Project Punakawan, memasuki ruangan.” Teriak Pengawal Pandawa keempat.


“Pandawa Kelima, Sarwa Palaka sponsor Project Brahma, memasuki ruangan.” Teriak Pengawal Pandawa kelima.


Para Pandawa yang mengenakan jas hitam formal memasuki aula bersama dengan pengawal-pengawalnya. Tepat di depan barisan anggota project terdapat podium besar dengan lima buah kursi yang diperuntukkan bagi Lima Pandawa. Para Pandawa menduduki kursi mereka masing-masing dan para pengawal berdiri di belakangnya.


“Selamat Datang Para Pandawa.” Teriak Julia, Darma dan penanggung jawab tim project lainnya secara serempak sambil menundukkan kepalanya.


“Apa yang terjadi?” Rama nampak kebingungan.


“Kenapa hanya kita yang tidak punya sponsor?” Tanya Rama pelan.


“Entahlah. Aku sendiri baru tahu kalau project lain disponsori langsung oleh Para Pandawa.” Jawab Dirga. Yuna, Galih dan Ayu pun terlihat sama bingungnya.

__ADS_1


Pandawa kesatu, Yasa, berdiri dari duduknya dan menyambut kedatangan seluruh anggota project. Yasa nampak rendah hati dan bersahabat. Dia menyampaikan rasa bahagianya karena dapat melihat orang-orang hebat yang saat ini berdiri di hadapannya. Tapi Yasa juga tipe orang yang sangat tegas. Dia ingin melihat langsung seberapa jauh kemampuan masing-masing project.


“Kalian adalah orang-orang yang memiliki latar belakang hebat. Tapi di hadapan kami, kalian tidak lebih dari seorang bayi yang baru belajar merangkak. Kami hanya ingin melihat kemampuan dan perkembangan kalian. Kami sama sekali tidak peduli dengan latar belakang kalian.” Ujar Yasa.


“Selama beberapa hari kedepan, kalian akan melakukan kompetisi untuk menjadi yang terbaik. Tunjukkan semua kemampuan yang kalian miliki. Tentu kami akan memberikan hadiah yang luar biasa bagi project terbaik.”


“Tapi sebelum itu, kami ingin menguji sedikit kemampuan yang kalian miliki. Kami minta satu orang perwakilan anggota project untuk maju ke depan barisan.”


Masing-masing penangung jawab project segera menunjuk satu orang untuk maju kedepan. Orang yang mewakili Project Wanara adalah Yuna.


“Perkenalkan nama kalian.” Pinta Yasa.


“Saya Davin, perwakilan Project Dasamuka.”


“Saya Firza, perwakilan Project Anantareja.”


“Saya Bayu, perwakilan Project Dewabrata.”


“Saya Rindra, perwakilan Project Punakawan.”


“Saya Dewi, perwakilan Project Brahma.”


“Saya Yuna, perwakilan Project Wanara.”


Suasana berubah sedikit riuh saat Yuna memperkenalkan dirinya. Beberapa orang bahkan memuji kecantikan Yuna secara terang-terangan.


“Yuna, sepertinya kamu memiliki beberapa penggemar.” Ujar Yasa.


“Terima kasih, tuan.” Jawab Yuna sopan dan tak lupa menunjukkan senyum lebarnya.


“Siap…” Seluruh perwakilan menjawab serempak.


“Mulai.” Ujar Yasa yang tiba-tiba saja mengeluarkan pancaran energi yang sangat besar dan kuat.


Seketika itu juga, seluruh anggota project merasa terintimidasi. Tubuh mereka menjadi sangat berat dan sulit untuk digerakkan.


“Sepertinya Yasa sedikit berlebihan.” Ujar Bara.


“Kamu seperti tidak tahu dia saja.” Balas Arya.


Seluruh anggota project jatuh berlutut. Jangankan untuk berdiri, menggerakkan badan saja mereka tidak sanggup. Selain para penanggung jawab project, ada satu orang anggota yang masih berdiri tegak dan seperti tidak merasakan dampak pancaran energi sama sekali, itu adalah Rama. Rama malah nampak bingung saat melihat anggota project lainnya jatuh berlutut. Julia pun tersenyum melihat itu.


Akan tetapi Julia memberi isyarat kepada Rama untuk berpura-pura kesulitan agar tidak terlihat menonjol. Rama pun seakan memahami isyarat yang diberikan oleh Julia. Dia segera menjatuhkan dirinya dan berpura-pura menunjukkan raut wajah kesakitan.


“Apa orang itu yang Nona Julia maksud?” Pikir Yasa yang mengetahui kepura-puraan Rama. Tatapan Para Pandawa lain pun tertuju kepada Rama.


“Apa hanya sebatas ini kemampuan kalian? Aku kecewa.” Teriak Yasa.


Yuna yang mendengar perkataan itu pun menggunakan teknik pernapasan dan mengalirkan energinya. Yuna berdiri secara perlahan dan berjalan tertatih-tatih ke arah podium.


“Bagus, ada satu orang yang membuatku cukup bangga. Yuna dari Project Wanara.”


“Apa hanya Yuna saja? Apa kalian tidak malu karena kalah dari Project Wanara?” Teriak Yasa memprovokasi.


Davin, Firza, Bayu, Rindra dan Dewi berusaha mati-matian hanya untuk bangkit. Pada akhirnya mereka semua berhasil. Tapi sayangnya, saat mereka berdiri dan hendak melangkahkan kaki, Yuna telah berdiri tepat dihadapan Yasa. Yasa pun menghilangkan pancaran energinya.

__ADS_1


“Sepertinya kita semua sudah tahu siapa yang terbaik diantara kalian. Bukan dari Project Dasamuka, melainkan dari project yang ada di urutan terakhir dan dianggap paling lemah, Project Wanara.”


“Selamat Yuna. Kamu bisa kembali ke barisan.” Puji Yasa.


Setelah Yuna kembali ke barisan. Sarwa pun berdiri dari duduknya dan menyampaikan rasa kecewanya.


“Sepertinya kami terlalu memanjakan kalian. Kalian bahkan dikalahkan oleh orang yang tidak mendapat sponsor dari Para Pandawa. Fasilitas yang kami berikan selama kompetisi ini akan kami ubah. Fasilitas kelas utama yang saat ini diterima oleh Project Dasamuka akan diambil alih oleh Project Wanara. Sedangkan Project lainnya, masing masing akan turun satu kelas. Fasilitas kelas terendah akan didapatkan oleh Project Brahma.” Ujar Sarwa.


“Apa Para Pandawa setuju?” Tanya Sarwa diikuti dengan anggukan kepala seluruh Pandawa.


“Maaf, Tuan Sarwa. Sepertinya ini terlalu berlebihan. Aku tidak terima kalau project rendahan itu mendapatkan fasilitas terbaik di gedung ini.” Ujar Caraka, penanggung jawab Project Dasamuka.


“Tidak tahu malu. Anak didik mu tidak berkutik sedikitpun dan kamu masih bilang Wanara adalah project rendahan?” Teriak Sarwa.


“Tapi tuan, aku yakin kemampuan seluruh anggota saat ini belum cukup kuat untuk bertahan dari pancaran energi itu. Aku juga yakin kalau Julia pasti mengajarkan anak itu sebuah trik kotor untuk memperkuat energinya.” Caraka masih tidak mengakui kekalahannya.


“Ha ha ha….” Tiba-tiba saja Rama tertawa terbahak-bahak dan membuat semua orang terkejut.


“Ada apa denganmu anak muda?” Tanya Yasa.


“Saya mohon maaf tuan. Saya tidak bisa menahan tawa melihat tingkah konyol orang itu. Tadinya saya pikir Project Wanara adalah project terlemah. Bahkan kami sempat ragu untuk ikut kompetisi ini. Tapi setelah menyaksikan semua hal yang terjadi, saya bisa bilang kalau kami adalah yang terbaik. Terlebih lagi saat melihat orang itu tidak mau mengakui kekalahannya. Hanya orang pengecut saja yang akan menyalahkan orang lain atas kelemahan yang dia miliki.” Ujar Rama dengan sangat lugas.


“Kurang ajar kau.” Teriak Caraka yang dengan cepat bergerak menyerang Rama.


“Kamu akan tahu akibatnya jika berani menyentuh tim ku.” Ujar Julia yang tiba-tiba mengeluarkan energinya. Hal itu membuat Caraka mengurungkan niatnya untuk menyerang Rama.


“Sial…. Kamu adalah orang yang paling hebat diantara penanggung jawab tim lainnya. Tapi kenapa kamu malah memilih untuk melatih orang-orang lemah itu ketimbang orang-orang dengan potensi besar di Project Dasamuka. Kamu menyia-nyiakan waktumu.” Ujar Caraka.


“Sayangnya orang-orang lemah ini telah mengalahkan orang-orang kuat itu.”Balas Julia dingin.


“Hentikan…!” Teriak Narwa.


“Berani sekali kalian bertikai di depan kami. Keputusan kami sudah bulat. Tidak ada lagi yang perlu didiskusikan.” Sambungnya.


“Maafkan saya, tuan.” Ujar Julia.


Setelah pertikaian itu, Narwa kembali ke kursinya dan Yasa kembali menjelaskan teknis kompetisi yang akan dilakukan selama beberapa hari kedepan.


Masing-masing project akan bertanding untuk menjadi yang terbaik dalam pertarungan individu. Jika salah satu project telah mendapatkan tiga kemenangan, maka pertandingan berakhir. Jika hasil akhir dinyatakan seri, maka


akan dilakukan pertarungan tambahan. Masing-masing project dapat memilih anggota terbaiknya dalam pertarungan tersebut. Kompetisi ini menggunakan sistem gugur modifikasi yang memungkinkan seluruh project dapat bertemu dan bertanding untuk menjadi yang terbaik.


Sistem gugur modifikasi memiliki tiga tahap pertandingan, yaitu tahap pertama, kedua dan final. Masing-masing tahap terdiri atas pertandingan utama dan tantangan.


Pemenang pertandingan utama akan mendapatkan sebuah tiket untuk maju ke tahap berikutnya. Akan tetapi, tim yang kalah dapat mengajukan pertandingan tantangan untuk merebut tiket tim pemenang dari pertandingan utama setelahnya. Pada pertandingan utama terakhir, tim yang kalah dapat mengajukan pertandingan tantangan kepada tim yang memenangkan pertandingan utama pertama kali. Pertandingan tantangan ini bersifat pilihan, jika tim yang kalah masih mau berusaha, maka pertandingan tantangan dapat dilakukan dan tim yang menang harus menerima tantangan itu untuk mempertahankan tiketnya.


Karena jumlah pertandingan tahap pertama yang ganjil, maka pemenang pertandingan terakhir pada tahap pertama akan langsung mendapatkan tiket menuju tahap final. Akan tetapi, tim yang kalah pada tahap kedua, dapat mengajukan tantangan untuk merebut tiket final tersebut.


Setelah skema kompetisi dijelaskan, Para Pandawa melakukan pengundian untuk menentukan format pertandingan utama tahap pertama.


“Pada pertandingan utama tahap pertama, Dasamuka akan bertemu dengan Brahma. Anantareja melawan Dewabrata, dan Punakawan akan berhadapan dengan Wanara.” Ujar Yasa.


“Kompetisi akan kita mulai dua hari lagi. Kalian masih memiliki waktu satu hari untuk berlatih dan mempelajari kemampuan tim project lain. Pertemuan hari ini kita akhiri, silakan bercengkerama dan saling mengenal satu sama lain. Tapi ingat, tidak boleh ada perkelahian diluar arena pertandingan. Setiap pelanggaran akan ada konsekuensinya.” Sambung Yasa dengan sangat tegas.


***

__ADS_1


__ADS_2