
Yuna Angela merupakan anggota dengan nilai potensi paling tinggi diantara seluruh anggota yang bergabung bersama Project Wanara. Yuna memiliki karakter yang tenang dan sedikit pendiam seperti halnya Dirga.
Yuna memiliki paras yang cantik, rambut panjang hitam berkilau, mata kecil dengan lirikan tajam, dan kulit putih kemerahan. Sifatnya yang lembut dan pendiam menambah kesan anggun pada dirinya. Gambaran seorang ‘mojang priangan’ yang cantik, anggun dan lembut melekat erat pada sosok Yuna.
Sama seperti anggota tim lain, selain Rama, Yuna berasal dari keluarga kaya yang terhormat. Meski begitu, ayah dan ibunya termasuk orang tua yang sangat perhatian dan peduli dengan masa depan anak-anaknya. Yuna hidup didalam keluarga yang sangat disiplin. Tata kerama juga sangat penting bagi mereka. Hal itu pula yang membentuk karakter Yuna saat ini.
Hari ini Yuna akan memulai latihan khususnya. Dia mengawali latihan khusus dari area kelima, yaitu latihan untuk menghadapi ketakutan, kekhawatiran dan trauma masa lalu yang dia miliki menggunakan kapsul virtual.
Julia dan Darma menyambut kedatangan Yuna di area kelima serta menjelaskan tata cara pelatihan disana. Yuna hanya perlu tidur dan masuk ke alam mimpi. Di sana Yuna akan melihat gambaran masa lalu yang dapat menjadi penghambat kemajuan dan peningkatan kemampuannya saat ini. Tugas Yuna hanyalah menghadapi ketakutan, kekhawatiran dan trauma masa lalu itu. Setelah berhasil menghadapi ketakutan, kekhawatiran dan trauma masa lalu, sistem akan memberi pilihan kepada Yuna untu melanjutkan pelatihan atau berhenti. Jika pilihannya berhenti, maka pelatihan selesai. Jika Yuna memilih untuk melanjutkan pelatihan, maka dia akan dihadapkan dengan orang terkuat yang ada di benaknya, dan harus mengalahkan orang tersebut dalam durasi waktu yang telah ditentukan.
Yuna memasuki kapsul virtual, sebuah kejutan listrik kecil memaksa Yuna untuk tidur dan pelatihan pun dimulai.
Cahaya terang menyilaukan mata Yuna sehingga dia tidak dapat melihat dengan jelas. Perlahan cahaya mulai pudar dan Yuna kembali ke masa kecilnya. Yuna adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak dan adiknya juga memiliki paras yang tidak kalah cantiknya.
Ternyata Yuna kecil bukanlah sosok gadis pendiam, melainkan sangat periang seperti halnya Ayu. Hanya saja, pola asuh kedua orang tua Yuna membuatnya menjadi lebih sedikit bicara dan pendiam. Yuna juga selalu berada pada bayang-bayang kakaknya, Alia.
Alia adalah sosok kakak yang sempurna di matanya dan kedua orang tuanya. Cantik, anggun, pintar dan cerdas. Usia Yuna dan Alia hanya terpaut satu tahun saja, tapi cara berpikir Alia jauh lebih dewasa dibandingkan Yuna.
Alia juga anak yang berprestasi, baik dalam hal akademis maupun non akademis. Sejak pertama kali masuk sekolah, Alia tidak pernah memberikan peringkat pertama kepada orang lain. Setiap kali mengikuti kompetisi pun Alia selalu menjadi yang terbaik. Kompetisi menyanyi, seni teatrikal, musikalisasi puisi, debat bahasa inggris bahkan seni bela diri pencak silat pun dapat dimenangkan oleh Alia. Bakat yang dimiliki Alia memang sangat luar biasa. Semua orang memuji, mengandalkan dan merasa sangat bangga kepada sosok Alia.
Tapi banyak yang tidak tahu bahwa segala prestasi yang didapatkan oleh Alia bukan hanya karena adanya bakat, melainkan juga karena adanya usaha dan kerja keras tanpa henti yang dilakukan oleh Alia. Alia selalu bangun lebih pagi dibandingkan orang kebanyakan, membuka buku dan belajar. Dia juga selalu tidur lebih malam dibandingkan dengan orang-orang seusianya, membuka buku dan mempelajari hal lain. Alia hampir tidak memiliki waktu senggang hanya untuk bersenang-senang dan menikmati hidupnya. Tapi Alia tidak pernah mengeluh, dia selalu nampak ceria. Alia percaya bahwa kebahagiaan akan datang dengan sendirinya melalui kerja keras yang dia lakukan.
Kedua orang tua Yuna merasa sangat bangga kepada Alia. Awalnya Yuna pun merasakan kebanggaan yang sama, hingga kemudian Yuna juga dituntut untuk dapat menyamai prestasi yang didapatkan oleh Alia. Yuna dipaksa untuk bekerja keras dan diberikan jadwal yang padat oleh kedua orang tuanya. Les bahasa inggris, matematika, musik bahkan bela diri. Belum lagi Yuna harus bangun sangat pagi untuk mulai belajar. Jika Yuna tidak bangun, maka kedua orang tuanya akan membangunkan Yuna secara paksa dan mengawasi secara langsung proses belajar yang dia lakukan. Semua hal itu membuat Yuna lelah dan sangat kesal.
Sebelum semua ini terjadi, hubungan antara Yuna dan Alia sangatlah dekat. Mereka saling menyayangi satu sama lain. Tapi kini tidak lagi, Yuna tidak pernah mau lagi berbicara dengan Alia, bahkan menyapa saja tidak pernah. Rasa bangga Yuna kepada kakaknya telah berubah menjadi benci. Yuna menyalahkan Alia atas semua penderitaan yang kini Yuna rasakan. Sejak saat itu, senyum dan keceriaan Yuna pun menghilang dan tidak lagi pernah terlihat. Rumah yang semula hangat, berubah menjadi dingin.
Hanya saja kedua orang tua Yuna tidak menyadari perubahan itu. Mereka masih saja memaksa Yuna untuk bekerja keras dan belajar lebih giat agar dapat menjamin masa depannya. Mereka berkaca pada masa lalu yang pernah mereka jalani. Kedua orang tua Yuna dulu adalah orang yang sangat miskin. Akan tetapi mereka berjuang dengan sangat keras untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Hingga akhirnya bisa menjadi orang yang sukses seperti sekarang ini.
Kerja keras dan kedisiplinan adalah prinsip kesuksesan kedua orang tua Yuna. Prinsip itu yang ingin mereka tularkan kepadanya. Hanya saja mereka tidak menyadari bahwa setiap anak itu unik dan memiliki potensi yang berbeda-beda. Memaksakan kehendaknya tanpa memahami keinginan seorang anak adalah kesalahan fatal bagi banyak orang tua, termasuk orang tua Yuna.
Berbeda dengan kedua orang tuanya yang tidak menyadari perubahan sikap Yuna, Alia justru menyadarinya sejak awal. Beberapa kali Alia berusaha mendekati Yuna. Dia berusaha memperbaiki hubungan yang mulai retak. Akan tetapi, Yuna yang saat itu masih belum dewasa pun mengabaikan semua usaha yang telah dilakukan Alia. Bahkan kebencian Yuna malah menjadi semakin besar.
Yuna menjadi wanita yang benar-benar berbeda. Dia mulai memberontak. Tidak lagi patuh kepada kedua orang tuanya. Jika Alia identik dengan pujian dan prestasi, Yuna justru identik dengan keluhan dan kenakalan.
Pada masa putih abu-abu, Yuna bergabung dengan sebuah geng wanita di sekolahnya. Berbekal kemampuan bela diri yang dia miliki, Yuna berhasil menjadi pimpinan geng tersebut.
Di sekolah Yuna ada dua geng kuat yang berkuasa, Viper yang didominasi para pria, dan Black Rose yang hanya menerima anggota perempuan saja. Meskipun begitu, kedua geng itu tidak pernah berselisih paham dan malah bekerjasama dalam membangun sistem premanisme. Pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak karena pimpinan geng Viper merupakan anak dari pemilik sekolah itu sendiri. Satu-satunya orang yang berani dan tanpa ragu melawan Viper dan Black Rose adalah Alia.
Alia yang merupakan salah satu murid berpengaruh disana pun sering menjadi penghalang aktivitas Viper dan Black Rose. Bahkan Alia memiliki kelompok sendiri yang bertugas menjaga keamanan para siswa dari tindakan premanisme dan kesewenang-wenangan yang dilakukan Viper dan Black Rose.
__ADS_1
Yuna merasa kesal dengan permainan ‘super hero’ yang dilakukan oleh kakaknya itu dan berusaha untuk menjatuhkannya. Viper dan Black Rose bekerja sama untuk menghabisi seluruh anggota kelompok Alia satu per satu hingga akhirnya Alia tidak lagi memiliki satupun dukungan.
Apa yang Yuna lakukan tidak berhenti disitu, dia juga meminta seluruh siswa untuk mengucilkan Alia. Jika seseorang terlihat membantu dan mendekati Alia, maka orang itu pun akan dihabisi dan dikucilkan. Sekarang Alia tidak hanya kehilangan dukungan, tapi juga kehilangan teman dan sahabat.
Tapi Alia tidak menyerah begitu saja. Pendekatan persuasif terus Alia lakukan kepada Yuna. Seburuk apapun kelakuan Yuna, Alia tidak dapat membencinya karena bagaimanapun juga, Yuna tetaplah adik kecil yang dia sayangi.
Sayangnya niat baik Alia disalahartikan sebagai ‘sok’ dan ‘sombong’ oleh Yuna dan malah menambah kebencian dihatinya. Sejak saat itu, setiap harinya, Alia selalu mendapatkan perlakuan buruk disekolah. Dihina, dicaci maki, dan direndahkan sudah menjadi makanan sehari-hari Alia. Alia bukannya tidak bisa membalas, kemampuan bela diri Alia juga sangat baik. Hanya saja mustahil baginya untuk melawan banyak orang sekaligus, terutama jika berhadapan dengan anak-anak dari geng Viper.
Pada suatu hari, Alia sudah sangat geram dengan apa yang dia terima dan menceritakan semua hal tersebut kepada kedua orang tuanya. Tentu saja kedua orang tuanya marah besar dengan apa yang Yuna perbuat kepada Alia. Dihari tersebut, setibanya Yuna dirumah, kedua orang tuanya langsung membentak-bentak Yuna hingga terjadilah pertikaian besar antara Yuna dan kedua orang tuanya. Semua fasilitas yang diberikan kepada Yuna di ambil. Tidak ada lagi mobil, uang belanja, bahkan kartu kredit milik Yuna pun dibekukan.
Keesokan harinya Yuna menceritakan kejadian yang dia alami kepada pimpinan geng Viper. Cerita itu membuat pimpinan geng Viper menjadi sangat marah kepada Alia. Sejak saat itu, kekerasan yang dialami Alia tidak lagi hanya sebatas verbal, tapi juga fisik, bahkan beberapa kali Alia mendapatkan pelecehan tanpa diketahui oleh Yuna.
Kondisi mental Alia semakin buruk. Alia menjadi sering sakit dan tidak masuk sekolah. Sekalinya dia masuk sekolah, dia kembali menerima perlakuan buruk itu.
Alia sempat berpikir untuk pindah sekolah, tapi dia mengurungkan niat tersebut karena tidak ingin membuat kedua orang tuanya khawatir. Hingga suatu ketika, Alia mengalami sesuatu yang paling kelam dalam hidupnya. Beberapa anggota geng Viper memperkosanya secara bergantian. Yuna tidak terlibat sama sekali pada insiden ini. Bahkan dia tidak tahu bahwa selama ini Alia mengalami pelecehan. Seburuk-buruknya Yuna, dia tidak akan pernah melakukan hal keji itu kepada kakaknya sendiri.
Alia berada pada titik terendah dalam hidupnya. Beban mental yang dia terima sangatlah besar hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara melompat dari lantai tertinggi gedung sekolahnya.
Bruak…
Semua orang menjerit saat melihat Alia jatuh berlumuran darah. Pihak sekolah telah berusaha menghubungi ambulans, tapi nyawa Alia tidak bisa diselamatkan.
-
Saat diperlihatkan kilas balik itu, Yuna kembali menangis histeris. Darma dan Julia juga tak kuasa menahan air matanya.
-
Kabar kematian Alia akhirnya didengar oleh Kedua orang tuanya. Mereka berdua menangis sejadi-jadinya saat mendengar kabar itu. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau anak kesayangannya akan meninggal diusia muda dengan cara yang sangat tragis.
Yuna memang membenci Alia, tapi siapa sangka kalau dia akan merasakan sakit yang begitu besar kepergian kepergian Alia. Hatinya terluka, dipenuhi dengan rasa bersalah atas segala perbuatan yang pernah dia lakukan. Kepergian Alia menyadarkan Yuna akan seluruh kesalahan yang pernah dia perbuat. Tapi Yuna juga merasa ada yang ganjil dengan kematian Alia.
“Alia adalah wanita yang tangguh dan kuat. Bahkan dia terlihat sangat tegar saat mendapatkan perlakuan buruk sekalipun. Tidak mungkin dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri jika tidak ada sesuatu yang benar-benar membuat hidupnya hancur.” Pikir Yuna
Yuna berusaha mencari tahu penyebab kematian Alia yang sebenarnya. Dia ingat kalau Alia sangat senang menulis buku harian. Yuna mencari-cari buku harian tersebut untuk mendapatkan titik terang.
Akhirnya Yuna menemukan buka harian Alia yang disimpan rapi di meja belajarnya. Yuna membuka dan membaca lembar demi lembar buku harian tersebut sambil meneteskan air mata.
-
__ADS_1
Entah kenapa adik kecilku yang dulu sangat manis dan periang, kini berubah menjadi seperti ini. Aku tidak ingin melihat Yuna berada dijalan yang salah. Aku akan membawa kembali Yuna kecilku yang dulu.
-
Viper dan Black Rose benar-benar merubah Yuna. Aku harus menghentikan mereka.
-
Kini aku telah kehilangan teman dan sahabatku. Aku tidak ingin kehilangan adikku juga. Aku harap kamu tidak terjerumus terlalu jauh, adik kecilku.
Yuna menyeka air matanya yang tidak berhenti mengalir.
-
Baru kali ini aku melihat pertengkaran hebat antara ayah, ibu dan Yuna. Aku sangat sedih melihat hal ini. Tapi aku lega. Ku harap Yuna mendapatkan pelajaran dan kembali seperti dulu.
-
Viper kurang ajar. Berani-beraninya mereka berbuat tidak senonoh. Aku harus melaporkan ke pihak sekolah atas apa yang telah mereka lakukan.
“Perbuatan tidak senonoh? Apa maksudnya ini.” Pikir Yuna kesal.
-
Pihak sekolah ada digenggaman tangan Viper. Aku harus lebih berhati-hati.
-
Aku masih bisa terima dengan apa yang telah mereka lakukan selama ini. Tapi kali ini mereka sudah melampaui batas. Pelecehan seksual ini akan ku laporkan kepada pihak berwajib. Apa Yuna juga tahu kalau aku dilecehkan? Semoga dia tidak terlibat.
“Kurang ajar…. Berani-beraninya mereka berbuat seperti ini.”
-
Aku lelah, apa yang harus kulakukan. Apa aku pindah sekolah saja?
-
“Viper bangsat…!” Teriak Yuna sambil menggebrak meja saat membaca tulisan terakhir di buku harian Alia.
__ADS_1
***