Project Wanara

Project Wanara
Chapter 14. Identifikasi Energi


__ADS_3

Setelah Rama berhasil mengendalikan 10% energi CORE miliknya. Julia menghilangkan kubah pembatas yang melindungi mereka sebelumnya. Darma, Julia dan Rama pun kembali menghampiri anggota tim lainnya.


“Latihan pengendalian hari ini selesai” ujar Darma.


“Kita akan lanjutkan besok. Seperti yang sebelumnya aku sampaikan, kita akan fokus melatih CORE kalian hingga tujuh hari kedepan. Pelatihan fisik akan kita tunda atau kalian bisa berlatih sendiri disela-sela waktu luang” tambahnya.


“Seperti biasa sarapan akan tersedia jam 7 pagi dan kami harap besok tuan dan nona sudah berada di aula ini pukul 8 pagi” ujar Julia.


“Sekarang silahkan tuan dan nona beristirahat” tambahnya.


Seluruh anggota tim meninggalkan aula pelatihan dan kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Namun langkah Rama terhenti sesaat sebelum meninggalkan aula.


“Pak darma, apa aku bisa lanjut melatih pengendalian CORE ku malam ini?” tanya Rama.


“Kenapa terburu-buru begitu?” tanya Rama.


“Galih, Dirga, Yuna dan Ayu telah mampu mengendalikan seluruh energi CORE nya. Tapi aku bahkan hanya bisa menggunakan 10% saja. Aku tidak ingin semakin jauh tertinggal” ujar Rama menjelaskan.


“……..” Darma tertegun dan terdiam.


“Tuan Rama, menurut tuan kenapa kami hanya izinkan 10% saja bahkan setelah dibantu dengan rantai pengendali miliki Pak Darma?” tanya Julia kepada Rama.


“Bukankan karena energi CORE milikku tidak terkendali” jawab Rama.


“Lalu….?” Julia kembali bertanya.


Rama terdiam dan coba mencerna perkataan Julia. Dia pun memikirkan semua kejadian yang telah terjadi saat dia mencoba mengendalikan energi CORE. Seketika Rama tersentak saat menyadari kondisinya saat ini.


“Apa anda sudah mengerti?” tanya Julia.


“Sepertinya begitu Julia.” Rama memberi tanggapan.


“Energi yang anda miliki jauh diluar perkiraan kita. Bahkan kami sendiri tidak bisa memprediksi seberapa kuatnya itu.” Julia memberi penjelasan.


“10% adalah batasan yang bisa diterima oleh Pak Darma untuk dapat mengendalikan energi CORE anda tuan. Itu artinya 10% energi yang anda keluarkan setara dengan seluruh energi yang dikeluarkan oleh Pak Darma” tambahnya.


“Tepat sekali.” Ujar Darma.


“Jika kamu mengeluarkan lebih dari 10%, akan sangat sulit untuk aku kendalikan” tambahnya.


“Jadi berbanggalah, energi yang dapat kamu kendalikan saat ini sudah jauh lebih kuat dibandingkan anggota lainnya. Bahkan sudah setara dengan energi milik ku” Darma kembali memberi penjelasan.


“Aku mengerti Pak Darma, Julia. Aku sangat bersyukur kalian lah yang menjadi pelatih di project ini” Ucap Rama sambil menundukkan kepalanya kepada Julia dan Darma sebagai tanda penghormatan.


Julia dan Darma tersenyum haru melihat apa yang Rama perbuat. Sikap yang ditunjukkan Rama diluar dugaan dan tidak seperti yang Julia dan Darma bayangkan. Mereka sempat berfikir jika Rama akan kembali bersikap konyol dengan menyombongkan dirinya sendiri.


“Sudahlah, kembali ke kamarmu dan istirahatlah” Ucap Darma dengan senyum bangga di wajahnya.


Keesokan hari atau lebih tepatnya hari kedua dari tujuh hari yang ditargetkan, seluruh anggota tim bersama Darma dan Julia telah hadir dan bersiap melanjutkan pelatihan pengendalian CORE.


Sebelum masuk ke inti pelatihan, seluruh anggota tim melakukan pemanasan dasar dan berlari mengelilingi aula sebanyak dua kali.


Proses pelatihan pengendalian CORE dilakukan seperti pada hari sebelumnya. Anggota tim harus membentuk sebuah bola energi dan mempertahankan bola energi tersebut dalam rentang waktu yang telah ditetapkan.


Pelatihan dilakukan menggunakan skema 3 banding 1 yang artinya pelatihan pengendalian energi dilakukan selama tiga jam penuh lalu kemudian istirahat selama satu jam. Siklus tersebut dilakukan terus menerus hingga malam hari tiba dan pelatihan berakhir.


Seperti yang terjadi pada hari pertama, Rama tidak berlatih bersama dengan anggota tim lainnya melainkan bersama dengan Darma dan Julia untuk memastikan Rama tidak lagi kehilangan kendali.


Pada awalnya Dirga dan Ayu sempat merasa iri dengan perlakuan khusus yang diterima oleh Rama. Namun setelah Julia dan Darma memberi pengertian kepada seluruh anggota tim, mereka pun memaklumi hal tersebut.


Rama mendapatkan perlakuan khusus tidak semata-mata karena keinginan Rama sendiri, melainkan karena memang hal tersebut sangat dibutuhkan agar Rama dapat mengendalikan energi dengan lebih baik serta menghindari kejadian-kejadian yang tidak diharapkan.


Hari kedua pun berakhir dengan baik tanpa ada kendala apapun. Begitu juga dengan pelatihan pada hari ke tiga.

__ADS_1


Seluruh anggota tim mengalami perkembangan yang sangat pesat hanya dalam rentang waktu tiga hari saja. Hal itu terjadi karena munculnya jiwa kompetisi pada diri seluruh anggota tim. Keinginan untuk terus berjuang, keinginan untuk terus tumbuh, keinginan untuk tidak tertinggal dari anggota lainnya menimbulkan dampak positif bagi seluruh anggota. Mereka berjuang tidak untuk menjadi yang terbaik dan mengalahkan satu sama lain, tapi justru untuk dapat saling melindungi.


Di hari ketiga Rama sudah tidak lagi membutuhkan bantuan dari rantai pengendali. Dia telah mampu mengendalikan 10% energinya dengan sangat baik. Namun hal tersebut tidak serta merta membuat Julia dan Darma meninggalkan Rama. Mereka masih mendampingi Rama untuk menghindari terjadinya ledakan energi.


Keesokan harinya…


“Ini adalah hari ke empat pelatihan pengendalian energi CORE. Kalian telah menunjukkan kemajuan yang sangat luar biasa. Maka dari itu, hari ini kita akan melakukan sesuatu yang sedikit berbeda” Darma memberi penjelasan.


“Kalian pasti bertanya-tanya kenapa hari ini ada banyak benda di dalam aula. Benda-benda ini adalah bagian dari pelatihan lanjutan yang akan kalian lakukan” Ujar Darma sambil menunjuk 10 benda yang ada di hadapannya.


“Sepuluh benda dihadapan kalian saat ini telah diberikan energi CORE milik Julia. Tugas kalian sekarang adalah untuk merasakan dan melihat energi CORE tersebut” Darma menambahkan penjelasannya.


“Untuk dapat melihat energi CORE milik orang lain, kalian harus mampu melakukan manipulasi dasar terhadap energi CORE milik kalian sendiri. Cara paling mudah adalah dengan  mengalirkan energi CORE ke bagian mata kalian” Ucap Darma.


“Selama tiga hari ini kalian telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Aku yakin hal ini tidak lah terlalu sulit untuk dilakukan” tambahnya.


“Selanjutnya Julia akan menjelaskan bagaimana cara untuk melakukan hal tersebut” ujar Darma.


“Baiklah, sekarang tuan dan nona perhatikan instruksi yang akan saya berikan.” Julia mulai memberi penjelasan.


“Tapi sebelumnya saya ingin bertanya, apa yang tuan dan nona lakukan sehingga bisa membuat bola energi dengan baik?” tanya Julia.


“Aku hanya mengalirkan energi dari ulu hati menuju kedua tangan. Kemudian memusatkan energi tersebut untuk membentuk sebuah bola energi yang keluar dari telapak tangan” jawab Dirga.


“Ada yang melakukan hal yang berbeda?” Julia kembali bertanya.


“Sepertinya semua sama, sebab memang itu instruksi yang Julia berikan” ucap Galih.


“Julia…. Sepertinya aku sedikit berbeda” Ujar Yuna.


“Lanjutkan…” pinta Julia.


“Yang aku lakukan bukanlah fokus untuk membuat bola energi, melainkan hanya fokus untuk mengeluarkan energi melalui telapak tangan saja. Tanpa aku sadari, tiba-tiba energi tersebut sudah membentuk sebuah bola energi” Yuna memberi penjelasan.


“Sebetulnya apa yang kalian lakukan sebelumnya hanyalah mengalirkan energi di kedua telapak tangan kalian. Aliran energi yang keluar dari tangan kiri dan kanan saling bertemu sehingga membentuk sebuah gumpalan yang kita sebut dengan bola energi” Julia memberi penjelasan.


“Aku masih belum mengerti Julia…” ucap Ayu.


“Begini….. Apa yang akan terjadi jika tuan dan nona tidak memfokuskan energi tersebut menuju telapak tangan, melainkan ke bagian tubuh lain?” tanya Julia.


Semua orang tersentak dengan pertanyaan tersebut. Pertanyaan sederhana yang mampu membuka pikiran mereka.


Julia dan Darma tersenyum dengan reaksi yang ditunjukkan oleh seluruh anggota tim.


“Sekarang lakukan seperti yang sebelumnya telah tuan dan nona lakukan. Namun alirkan energi CORE tersebut menuju bagian mata kalian. Lakukan itu secara perlahan secara konsisten” Ujar Julia.


“Jika tuan dan nona telah berhasil, tuan dan nona pasti melihat adanya aliran energi pada sepuluh benda yang ada dihadapan tuan dan nona saat ini. Masing-masing benda memiliki intensitas energi yang berbeda-beda. Semakin besar intensitas energi, semakin mudah untuk dilihat dan diidentifikasi” Tambah Julia.


“Siapapun yang telah mampu melihat dan mengidentifikasinya, acungkan tangan dan ceritakan tentang apa yang kalian lihat. Kami harap saat ini kalian telah mampu melihat energi dengan intensitas paling besar.” ucap Darma menambahkan penjelasan Julia.


5 Menit berlalu….


10 Menit berlalu….


30 Menit berlalu….


60 Menit berlalu….


Bahkan setelah 3 jam berlalu belum ada satu anggota pun yang mampu mengidentifikasi aliran energi yang terdapat pada benda-benda dihadapan mereka.


“Istirahat…..” ucap Darma.


“Seperti biasa, lakukan istirahat selama 1 jam setelah kalian melakukan pelatihan selama 3 jam.” Tambahnya.

__ADS_1


“Pak Darma, ini jauh lebih sulit dibandingkan yang kita lakukan sebelumnya” Ucap Galih.


“Tentu saja…” Ucap Darma dengan Lugas.


“Sebetulnya hanya sedikit orang yang bisa melakukan ini pada kesempatan pertamanya. Aku saja butuh waktu 1 hari penuh untuk mampu mengidentifikasi benda pertama ku dan butuh waktu 2 hari untuk bisa mengidentifikasi semua benda. Jadi kalian tidak perlu khawatir. Fokus saja dengan latihan kalian” tambahnya.


“Itu karena Pak Darma terlalu malas berlatih. Saya saja bisa mengidentifikasi semua benda di hari pertama” Ujar Julia dengan sedikit tertawa kecil.


“Hey Julia…. Jangan buat aku terlihat bodoh…..” teriak Darma.


Ha ha ha… semua orang tertawa mendengar kelakar yang diutarakan oleh Julia kepada Darma.


Tiba-tiba terasa aura gelap yang sangat besar menyelimuti aula. Tatapan mata tajam Darma terasa sangat menusuk. Seluruh anggota tim tersentak dan terdiam seketika.


“Ehmmmm…..” Darma mendeham.


“Sudahlah, setelah istirahat lanjutkan lagi berlatih. Kami harap paling tidak hari ini kalian telah bisa mengidentifikasi benda pertama kalian. Namun jika kalian bisa, identifikasi sebanyak mungkin benda. Seperti halnya Julia yang mampu mengidentifikasi semua benda di hari pertama” Ujar Darma.


“Maaf Pak Darma, Julia….” Rama kembali membuka percakapan.


“Ada apa Rama?” tanya Darma.


“Apakah energi yang dimaksud itu adalah sesuatu berwarna merah muda yang berada di setiap benda itu pak?” Rama kembali melontarkan pertanyaan.


“Teruskan….” Darma menanggapi dengan singkat.


“Seluruh benda memiliki energi berwarna merah muda. Saya akan urutkan dari kiri ke kanan. Benda pertama yang berupa vas bunga memiliki energi diseluruh bagian. Benda kedua yang berupa boneka beruang kecil hanya memiliki energi di bagian kepala. Benda ketiga yang berupa pedang kayu memiliki energi di bagian tengah pedangnya. Benda keempat yang berupa sisir wanita memiliki energi di bagian tangkainya. Benda kelima yang berupa gelas kaca memiliki energi di bagian bawah atau alasnya.” Ujar Rama.


Semua orang terkejut dengan apa yang dikatakan Rama…..


“Selanjutnya benda keenam yang berupa lilin putih memiliki energi dibagian yang meleleh di sebelah kanan jika dilihat dari sudut ini. Energinya tidak terlalu banyak namun masih terlihat. Benda ketujuh yang berupa lampu pijar memiliki energi di bagian kawat dalam yang biasanya menyala. Benda kedelapan yang berupa sepatu bertali memiliki energi dibagian lubang tali paling bawah sebelah kanan. Benda kesembilan yang berupa busur dan panah


memiliki energi di bagian ujung runcing anak panah dan ujung atas busurnya.”


“Untuk yang terakhir, pada awalnya aku sama sekali tidak bisa melihat adanya energi CORE milik Julia didalamnya. Namun setelah beberapa kali ku amati benda tersebut, samar-samar terlihat sedikit sekali energi yang berada di bagian ujung lipstik tersebut. Energi yang dialirkan sangatlah sedikit ditambah lagi energi CORE Julia berwarna merah muda sehingga tersamarkan oleh warna lipstiknya.” Ucap Rama dengan sangat lugas menjelaskan apa yang dia lihat.


Semua orang tidak henti-hentinya terkejut dan terpana. Namun mereka juga ragu dengan apa yang disampaikan Rama. Apakah Rama benar-benar dapat mengidentifikasi semua benda atau hanya asal bicara saja.


“Apakah semua yang dikatakan Rama itu benar?” pikir Galih.


“Luar biasa…. Hebat Sekali…!!! Tidak kurang satu pun. Semuanya tepat dan akurat…!!!” Ucap Darma dengan semangat.


“Apaaaa….!!!!” Seluruh anggota lainnya semakin terkejut dengan jawaban Darma.


“Sepertinya rekor Julia terpecahkan…. Ha ha ha” tambah Darma.


“Lagi-lagi anda membuat saya kagum Tuan Rama” Puji Julia kepada Rama dengan senyum manis di wajahnya.


“Waaaaaah Kak Rama hebat sekali…!!!” puji Ayu.


“Kamu luar biasa Rama” ucap Yuna dengan tenang berusaha menutupi kekagumannya.


“Hey, apa dari awal kamu memang berusaha menyembunyikan kemampuan kamu ya?” tanya Galih pada Rama


“Entahlah, aku pun tidak tahu” Ujar Rama.


Rama sendiri memang tidak mengetahui penyebab dia bisa melihat dengan mudah. Awalnya dia berfikir bahwa semua orang juga akan langsung bisa melakukan apa yang dia lakukan. Tapi ternyata tidak. Itulah yang membuat Rama sempat ragu untuk mengutarakan apa yang telah dia lihat.


“Ku rasa kamu memang orang yang berbakat Rama” ucap Dirga.


“Benarkah?” Rama terkejut Dirga berbicara seperti itu.


“Aku memang hebat… Ha Ha Ha..!!” teriak Rama dengan bangganya.

__ADS_1


***


__ADS_2