Project Wanara

Project Wanara
Chapter 15. Teridentidikasi


__ADS_3

Yuna, Dirga, Galih dan Ayu sangat terpacu untuk dapat segera mengidentifikasi energi didalam benda-benda dihadapan mereka. Pemicunya tidak lain dan tidak bukan adalah Rama yang mampu mengidentifikasi semua benda dengan tepat dan akurat pada kesempatan pertamanya mencoba.


Hal tersebut bukanlah sesuatu yang wajar. Julia merupakan orang tercepat yang mampu mengidentifikasi semua benda di hari pertamanya. Pada saat itu Julia sudah dianggap sebagai orang yang sangat berbakat. Namun apa yang baru saja terjadi membuat bakat Julia seakan bukanlah sesuatu yang istimewa.


Yuna, Dirga, Galih dan Ayu menjalankan waktu istirahat mereka dengan gelisah. Tidak sabar ingin segera melanjutkan latihan. Namun istirahat itu sendiri merupakan bagian dari latihan. Jika tubuh terlalu dipaksa untuk terus bergerak dan berlatih tanpa ada jeda istirahat, maka akan berdampak buruk bagi tubuh itu sendiri.


“Pak Darma, apa kita tidak bisa mulai latihan lebih cepat?” tanya Ayu.


“Jangan terburu-buru. Sabar dan tenangkan diri kalian. Untuk bisa mengendalikan energi CORE dengan lebih baik, kalian tentu harus mampu mengendalikan diri kalian sendiri.” jawab Darma.


Waktu istirahat pun selesai. Seluruh anggota kembali berlatih mengalirkan energi CORE ke bagian mata untuk dapat mengidentifikasi energi yang diberikan pada benda-benda dihadapan mereka.


Tidak lama setelah latihan dimulai kembali, Yuna berhasil melihat dan mengidentifikasi benda pertamanya yaitu vas bunga yang memiliki intensitas energi paling besar.


“Berhasil…. Aku bisa melihat energi pada vas bunga itu” ujar Yuna sambil menunjuk vas bunga dengan sangat semangat.


“Energi itu berwarna merah muda dan terlihat seperti kepulan asap yang menyelimuti benda tersebut.” tambahnya.


“Bagus sekali, lanjutkan mengidentifikasi benda lainnya.” ujar Darma.


“Baik…!!” sahut Yuna dengan semangat.


Dirga, Galih dan Ayu semakin terpacu untuk dapat melihat energi-energi pada benda tersebut. Seluruh pandangan terpusat pada vas bunga. Mereka berusaha mengidentifikasi benda yang memiliki energi paling besar. Namun hingga 3 jam berikutnya belum ada lagi berhasil.


Saat ini Yuna telah berhasil mengidentifikasi 4 benda. Hal tersebut membuat anggota tim lainnya sedikit frustrasi. Keinginan dan kekhawatiran bercampur menjadi satu.


Disisi lain, Rama yang sedari awal telah mampu mengidentifikasi seluruh benda, saat ini melatih hal yang berbeda. Dia diminta memisahkan diri dan berlatih secara khusus bersama Julia. Rama telah berada selangkah didepan teman-temannya.


Didalam pengawasan Julia, Rama berlatih mengalirkan energi ke bagian tubuh lain. Saat ini energi dialirkan kebagian kaki. Dengan begitu Rama dapat memperkuat kakinya dan berlari dengan sangat kencang. Seperti sebelumnya, Rama berhasil melakukan hal tersebut dengan hanya sekali mencoba.


Selanjutnya energi dialirkan ke bagian tangan. Berbeda dengan pembentukan bola energi, aliran yang saat ini dilakukan memenuhi seluruh area tangannya. Dari ujung jari hingga bagian sendi pada pundaknya. Dengan melakukan itu pukulan yang dilakukan Rama dipenuhi dengan energi CORE. Rama dapat membuat lubang kecil di tembok hanya dengan menggunakan tinjunya.


Saat Rama melakukan itu, anggota tim lainnya hanya bisa tertegun dan terpana. Hal tersebut juga semakin memicu semangat mereka.


Waktu istirahat kembali tiba…


“Rama…. itu tadi sangat gila….! Kamu bisa membuat lubang di tembok keras itu…! Hebat…!” Ujar Galih saat menghampiri Rama di jam istirahat.

__ADS_1


“Aku tidak sengaja membuat lubang.” ujar Rama dengan bangganya.


“Bodoh…! Jangan pernah lakukan itu lagi. Kamu pikir gedung ini punya nenek moyang kamu..??!!” teriak Darma.


“Maaf Pak, tadi aku hanya mencoba karena penasaran saja.” ujar Rama dengan perasaan tidak menentu.


“Sudahlah Pak Darma, saya juga salah karena membiarkan Tuan Rama memukul tembok itu. Saya tidak menyangka kalau dia bisa melakukan itu dalam percobaan pertamanya.” ujar Julia membela Rama.


Rama merasa sangat senang dengan pembelaan yang dilakukan Julia kepadanya.


“Julia memang wanita yang sangat baik.” pikir Rama dengan wajah tersipu malu.


“Kak Rama kenapa senyum-senyum sendiri? Pasti sedang memikirkan Julia ya?” ledek Ayu saat melihat Rama.


“Hey anak kecil tahu apa?!!” ujar Rama dengan sedikit malu.


“Ha ha ha sudahlah…. Dari awal kami sudah tahu kalau kamu menyukai Julia kan? Wajah bodoh mu itu tidak pernah bisa berbohong loh…” Ujar Galih yang juga ikut meledek Rama.


“Hey Jangan asal bicara kau….!!” Wajah Rama semakin berwarna merah karena rasa malu yang tidak tertahankan.


“Semakin kamu mengelak, semakin terlihat jelas kebenarannya.” tambah Dirga.


“Aaaaaa……” Teriak Rama.


“Ha ha ha…..” Galih, Dirga dan Ayu tertawa terbahak-bahak sedangkan Yuna tidak banyak berkomentar.


Seluruh anggota tim bercengkerama dengan sangat hangat. Tanpa terasa waktu istirahat pun berakhir. Dengan cekatan seluruh anggota tim kembali berlatih agar segera dapat mengidentifikasi benda-benda dihadapan mereka.


“Aku berhasil melihat energi pada boneka beruang dan pedang kayu.” Ujar Yuna.


Kata-kata Yuna kembali memprovokasi semangat Dirga, Galih dan Ayu yang belum berhasil mengidentifikasi satu benda pun.


“Energi pada sisir wanita berhasil teridentifikasi.” Yuna kembali menyampaikan keberhasilannya.


Dirga, Galih dan Ayu semakin tertekan….


“Energi berada di bagian alas pada gelas kaca.” Yuna mulai menunjukkan kebolehannya.

__ADS_1


“Aaaaaa…. Aku pasti bisa….!” Teriak Galih.


Teriakan tersebut tidak hanya motivasi diri Galih sendiri, melainkan semua anggota tim yang sedang berjuang.


“Akhirnya aku bisa melihat energi pada vas bunga….” Ucap Dirga.


“Berhasil….!!” Teriak Galih dan Ayu secara bersamaan lima menit kemudian.


“Selamat, kalian semua berhasil mengidentifikasi benda pertama kalian. Lanjutkan dengan semua benda yang tersisa” puji Darma.


Latihan terus dilanjutkan hingga malam hari. Pada hari tersebut, ada dua orang yang berhasil mengidentifikasi semua benda yakni Rama dan Yuna.  Rama berhasil mengidentifikasi semua benda pada percobaan pertama, sedangkan Yuna berhasil mengidentifikasi semua benda sesaat sebelum latihan berakhir.


Dirga berhasil mengidentifikasi 6 benda, dari Vas Bunga hingga Lilin Putih. Ayu berhasil mengidentifikasi 4 benda saja sedangkan Galih berhasil mengidentifikasi 5 benda. Walaupun ketiganya belum berhasil mengidentifikasi semua benda, namun tidak nampak sedikitpun kekecewaan di wajah mereka.


Selain itu, Rama juga telah mampu mengalirkan dan memanfaatkan energi CORE dengan baik pada area kaki dan tangannya. Efek yang ditimbulkan saat Rama mengalirkan energi di kakinya adalah kecepatan. Sedangkan efek yang muncul saat energi mengalir ke tangan adalah kekuatan pada pukulan. Rama belum mencoba melakukan tendangan saat energi tersebut mengalir di kakinya, namun efek serupa akan terjadi seperti saat energi mengalir di tangannya.


“Latihan hari ini berakhir. Kalian telah melakukan yang terbaik.” ujar Darma.


“Besok latihan akan kita lanjutkan. Mulai besok Yuna akan bergabung bersama Rama untuk mengikuti latihan tahap selanjutnya. Sedangkan yang lain tetap berkonsentrasi untuk dapat mengidentifikasi semua benda yang tersisa”


tambahnya.


“Silahkan kembali ke kamar masing-masing.” pinta Darma.


“Baik…..” sahut seluruh anggota tim.


“Mereka orang-orang yang hebat.” pikir Darma.


“Selamat beristirahat….” Ujar Julia kepada seluruh anggota tim.


“Julia manis sekali ya?” bisik Galih kepada Rama.


“Hey….!” Teriak Rama.


Galih hanya bisa tertawa melihat tingkah laku temannya itu. Sedangkan anggota tim lain merasa bingung melihat Galih dan Rama. Mereka pun kembali ke kamar masing-masing dan bersiap untuk kembali berlatih esok hari.


 

__ADS_1


***


__ADS_2