
Anggun menghentikan perseteruan Lisa dan Yuna serta memperingatkan mereka untuk selalu mematuhi aturan yang ditetapkan pada kompetisi ini. Jika ada yang melanggar aturan yang telah dibuat, maka diskualifikasi adalah ganjaran yang harus diterima.
Masih dengan emosi yang meledak-ledak, Lisa naik ke arena pertandingan. Dia sudah sangat tidak sabar ingin mengalahkan Yuna dan menghancurkan Project Wanara.
“Jangan membuang waktu. Ayo kita mulai.” Teriak Lisa.
Yuna pun tak tinggal diam dan segera naik ke atas arena. Tapi sebelumnya, Rama membisikkan sesuatu yang membuat Yuna nampak sedikit terkejut.
“Berhati-hatilah.” Pinta Rama lirih. Yuna mengerti dan kemudian melangkah naik.
Tak lama kemudian pertandingan dimulai. Tanpa basa-basi, Lisa mengeluarkan energi yang cukup besar dan memusatkan energi itu ke bagian mata. Tapi Lisa sedikit bingung karena melihat Yuna masih memejamkan matanya.
“Jangan main-main. Buka matamu dan bertarunglah dengan benar.” Teriak Lisa kesal.
“Ilusi.” Ujar Yuna yang membuat Lisa tersentak.
“Apa maksudmu?”
“Kamu tidak akan bisa mengelabuiku. Aku tahu kalau kamu mendapat bantuan dari bangsa Jinn. Berkat bantuan itu, kamu dapat menciptakan ilusi dan membuat orang terperangkap di dalam ilusi hanya dengan menatapnya.”
“Sial…!” Umpat Lisa yang kemudian bergerak maju dan berusaha menyerang Yuna dari jarak dekat.
“Apa kamu bisa mengalahkanku dengan mata tertutup?” Lisa tertawa lebar.
Yuna mengeluarkan tembok es dan berlindung didalamnya.
“Aku memang tidak bisa melihat, tapi kamu juga tidak akan bisa menghancurkan tembok ini.”
Lisa memperkuat beberapa bagian tubuhnya dan berusaha menghancurkan
tembok pelindung yang dibuat Yuna. Tapi sebanyak apapun dia mencoba, tembok itu masih berdiri kokoh tanpa cela sedikitpun.
“Sekarang giliranku.”
Yuna menciptakan partikel salju. Sebagian partikel berubah menjadi jarum es tajam. Jarum-jarum es itu melesat dan menyerang Lisa. Namun Lisa juga dapat membuat pelindung energi yang terbuat dari cairan asam yang sangat korosif. Jarum-jarum es Yuna seketika hancur saat menyentuh pelindung milik Lisa.
__ADS_1
“Ternyata hanya seperti ini.” Ujar Lisa.
Lisa kembali mengeluarkan cairan asamnya. Dia mengendalikan cairan itu dengan sangat lihai dan menyerang tembok pelindung Yuna. Tembok yang sedari tadi berdiri kokoh, langsung terkikis dan hancur saat cairan asam itu menyentuhnya. Tapi serangan Lisa tidak berhenti di situ. Dia kembali mengeluarkan cairan asamnya dan menyerang Yuna dengan meniru pola serangan yang Yuna lakukan sebelumnya.
Cairan-cairan asam itu berubah menyerupai ribuan jarum tajam lalu melesat dengan sangat cepat. Bahkan jarum es Yuna tidak sebanding dengan jarum-jarum yang diciptakan Lisa dari cairan asamnya. Dari segi jumlah, kekuatan dan kecepatan, jarum es Yuna kalah telak. Tidak hanya itu, cairan asam milik Lisa juga mengandung racun yang mematikan sehingga selain bersifat korosif, racun miliknya juga dapat langsung menyebar ke seluruh tubuh mangsanya.
Yuna berusaha menghindari ribuan jarum itu. Terlebih lagi dia harus berhati-hati dengan tatapan mata Lisa. Tapi dia menyadari kalau tidak ada waktu untuk menghindar, sehingga Yuna memutuskan untuk menciptakan beberapa lapis tembok es.
Kekuatan Lisa sangat luar biasa. Meskipun Yuna telah menciptakan tembok es yang sangat tebal, jarum asam milik Lisa benar-benar korosif dan membuat tembok es itu melemah. Hingga akhirnya tembok es tidak mampu bertahan dan sepenuhnya hancur. Sialnya lagi, jarum-jarum asam itu masih terus menyerang Yuna yang tidak lagi memiliki pelindung.
Tapi Yuna tidak menyerah. Dia segera mengeluarkan pedang dan partikel saljunya. Partikel-partikel salju itu berguna untuk menghambat laju serangan. Sedangkan jarum lainnya akan berusaha dihalau menggunakan teknik pedang yang dia miliki. Selain itu, Yuna juga mengeluarkan beberapa stalagmit yang dia gunakan untuk melindungi diri.
Yuna bergerak dengan sangat lincah. Dia berusaha menghalau semua jarum yang menyerangnya. Tapi hal itu menghabiskan banyak sekali tenaga. Jarum asam masih terus menyerang dan Yuna sudah merasa kelelahan. Gerakannya pun melambat dan beberapa jarum asam menggores tubuhnya. Goresan itu tidak terlalu besar, tapi memberi rasa sakit yang luar biasa hebat. Yuna terjatuh dan Lisa menghentikan serangan. Sejak saat itu, Yuna duduk berlutut dan tidak bergerak sama sekali.
Tiba-tiba saja muncul luka gores di pipi Yuna. Luka gores terus bertambah di beberapa bagian tubuhnya. Sedikit demi sedikit, sekujur tubuh Yuna dipenuhi dengan luka. Tapi Yuna masih tetap diam dan tidak bergerak.
“Yuna, apa yang kamu lakukan?” Teriak Rama.
“Percuma saja kamu berteriak. Wanita itu sedang bersenang-senang di dalam ilusi yang ku buat.” Sahut Lisa.
“Yuna sadarlah…!” Julia ikut berteriak. Tapi Yuna tidak bereaksi sedikitpun. Teriakan itu justru membuat Lisa tertawa terbahak-bahak.
“Bagaimana ini Julia?” Tanya Darma.
“Situasi ini sangat rumit. Pertandingan hanya akan dihentikan jika salah satu peserta menyerah atau kalah. Jika kita menyerang Lisa secara paksa, kita akan didiskualifikasi dan tidak ada jaminan Yuna dapat terbebas dari jeratan ilusi.”
“Apa kemampuan Rama dalam mendestruksi energi dapat membebaskan Yuna secara paksa?” Tanya Darma.
“Hanya itu cara yang paling rasional.” Jawab Julia.
“Baiklah, Yuna akan ku selamatkan.” Sahut Rama.
Kemudian Rama mengeluarkan pancaran energi untuk mendestruksi kemampuan yang dimiliki Lisa dan membebaskan Yuna dari jeratan ilusi. Belum sempat Rama melangkahkan kakinya, Julia menghentikan Rama.
Julia melihat Yuna menggerakkan jari telunjuknya. Dia mengerti bahwa ternyata Yuna juga sedang berusaha untuk membebaskan diri dari ilusi itu.
__ADS_1
Lisa yang menyadari pemberontakan Yuna pun memperbesar intensitas energi yang dia gunakan untuk mengendalikan ilusi. Gerakan jari Yuna berhenti dan dia kembali terperangkap dalam jurang ilusi.
Tiba-tiba Yuna mengeluarkan energi yang tidak biasa. Energi itu terasa sangat halus hingga terlihat seperti kepulan asap tipis. Semakin lama, energi yang dikeluarkan Yuna bertambah tebal dan Yuna kembali dapat menggerakkan jari-jari tangannya.
Lisa nampak bingung dengan apa yang terjadi. Dia sangat yakin tidak akan ada satu orang pun yang dapat membebaskan diri dari ilusi yang dia ciptakan.
Untuk mengantisipasi kemungkinan Yuna dapat membebaskan diri, Lisa kembali memperkuat intensitas energinya. Pancaran energi yang Lisa tunjukkan kali ini sangatlah besar. Di dalam pancaran energi itu, samar-samar terlihat siluet makhluk seperti manusia dengan setengah badannya menyerupai ular.
“Blorong.” Ucap Julia Lirih.
“Blorong? Maksudmu Nyi Blorong dari pantai selatan yang mitosnya memiliki kemampuan luar biasa?” Tanya Darma
“Bukan hanya mitos. Makhluk itu benar-benar ada. Dia adalah golongan bangsa Jinn yang berada dibawah komando Azazil.”
Sosok Nyi Blorong yang tadi hanya berupa siluet, kini terlihat dengan jelas dan begitu nyata. Energi yang dikeluarkan pun sangatlah besar. Bahkan dia dapat berkomunikasi dengan Lisa secara langsung.
Semua orang terkejut dengan kejadian luar biasa yang baru pertama kali mereka lihat. Bahkan Para Pandawa pun tidak dapat menutupi raut wajah keterkejutannya. Tapi ada raut lain yang mereka tunjukkan. Raut wajah kesal penuh amarah.
“Manusia bodoh. Bahkan dengan kekuatan yang telah kuberikan, kamu masih kesulitan mempertahankan ruang ilusi.” Umpat Blorong.
“Maafkan aku Nyai.” Jawab Lisa menundukkan kepalanya.
Kemudian Blorong mengeluarkan energi gelap dari kedua tangannya. Energi itu dia masukkan ke dalam tubuh Lisa dan membuat energinya meledak-ledak.
“Gawat. Rama bantu Yuna sekarang.” Teriak Julia.
“Sarwa, panggil dia.” Pinta Yasa kepada Sarwa.
Rama bergegas mengeluarkan kemampuan yang dapat mendestruksi energi lawan dan menjadikan Lisa dan Blorong sebagai objek. Tapi siapa sangka cahaya yang begitu terang tiba-tiba saja muncul dari atas arena dan menyilaukan mata semua orang. Serangan Rama terhenti oleh kilauan cahaya itu.
Perlahan cahaya mulai redup dan sesuatu yang mengejutkan terjadi. Yuna berhasil keluar dari jeratan ilusi dan kini berdiri tegak di atas arena dengan memancarkan energi yang sangat besar. Energi yang dipancarkan Yuna juga menampakkan siluet sesosok makhluk. Makhluk itu terlihat seperti seorang wanita berambut panjang dengan mahkota menghiasi kepalanya. Dia menggunakan pakaian yang tidak umum digunakan pada masa itu. Pakaian tradisional yang sudah sangat jarang dikenakan.
Perlahan siluet makhluk itu terlihat jelas. Wajah cantik dan rupawan dengan rambut hitam panjang berhiaskan mahkota emas yang berkilauan. Kulit kuning langsat yang indah bercahaya. Kebaya hijau mewah yang memberi kesan anggun dan bermartabat.
“Kanjeng Ratu…!”.
__ADS_1