Project Wanara

Project Wanara
Chapter 69. Penguasa Pantai Selatan


__ADS_3

Tanpa disangka-sangka, Ratu Penguasa Pantai Selatan yang biasa dipanggil Kanjeng Ratu Kidul muncul di hadapan semua orang. Belum hilang keterkejutan mereka dengan hadirnya Blorong, kini Ratu Pantai Selatan pun turut hadir.


“Kanjeng Ratu…!” Blorong nampak terkejut.


“Pergi dari sini.” Ujar Yuna dingin. Meskipun kata-kata itu keluar dari mulut Yuna, tapi sebenarnya itu adalah ucapan Kanjeng Ratu Kidul.


“Saya memang menghormati Kanjeng Ratu, tapi saya tidak perlu lagi patuh pada perintah anda.”


“Bodoh…!” Teriak Yuna.


Tanpa berpanjang lebar, Yuna yang mendapat bantuan dari Kanjeng Ratu Kidul pun mengeluarkan kekuatannya. Kali ini bukan Es, melainkan air. Yuna mengeluarkan air berbentuk naga dan menyerang Lisa dengan kekuatan barunya ini.


Lisa yang telah mendapat bantuan dari Nyi Blorong pun tidak ingin kalah. Dia kembali mengeluarkan cairan asam beracun. Kini cairan itu berubah menjadi ular besar yang menerjang naga air Yuna.


Pertarungan hebat pun terjadi. Ular dan Naga saling bertempur hingga menghasilkan benturan energi yang luar biasa kuat.


Sebenarnya kekuatan Kanjeng Ratu Kidul jauh lebih besar dibandingkan dengan Nyi Blorong. Tapi karena Nyi Blorong dan Lisa telah membuat kontrak dan melakukan perjanjian sebelumnya, kekuatan Blorong dan Lisa dapat sepenuhnya menyatu. Berbeda dengan Yuna yang hanya mendapatkan bantuan dari sebagian kecil kekuatan yang dimiliki Kanjeng Ratu Kidul.


Karena perbedaan kekuatan itu, naga air Yuna akhirnya kalah dan menghilang. Sedangkan ular milik Lisa kini berusaha menyerang Yuna secara langsung.


Ukuran ular itu sangat besar. Hampir mustahil untuk menghindarinya. Maka dari itu, Yuna mengeluarkan pedang es untuk melawan ular Lisa. Dengan bantuan energi dari Kanjeng Ratu Kidul, kekuatan, kecepatan dan daya tahan Yuna meningkat drastis. Dia berhasil bertahan dan mengimbangi serangan Lisa dengan cukup baik.


Tapi Yuna sadar, jika dia terus mempertahankan cara bertarung seperti ini, lambat laun dia akan kehabisan tenaga. Maka dari itu, Yuna berusaha untuk langsung menyerang Lisa yang mengendalikan pergerakan ular besar itu.


Yuna berlari cepat menghampiri Lisa dan menebaskan pedangnya. Tapi Lisa cukup waspada, dia kembali menciptakan pelindung dari cairan asam. Lagi-lagi serangan Yuna gagal. Pedangnya seketika hancur saat menyentuh pelindung Lisa. Sialnya lagi, Lisa dapat menciptakan jarum-jarum asam dengan cepat dan segera melakukan serangan balasan. Yuna berhasil menghindari serangan itu dengan susah payah. Tapi naas, ular Lisa menerkamnya dari belakang.


Sesaat sebelum ular itu menelan Yuna dan membuatnya tenggelam di dalam cairan asam, Kanjeng Ratu Kidul berhasil menciptakan pelindung air yang menyelimuti tubuh Yuna sehingga membuatnya terhindar dari bahaya.


Kemudian Yuna pun bergerak menjauhi Lisa dan ularnya serta kembali mengeluarkan naga air untuk menyerang Lisa.

__ADS_1


Pertempuran antara ular dan naga kembali terulang. Tapi kali ini terjadi sesuatu yang cukup menarik. Setiap kali ular dan naga berbenturan untuk saling adu kekuatan, ular Lisa menjadi semakin lambat hingga akhirnya sama sekali tidak bergerak.


Yuna memanfaatkan hal itu dengan sangat baik. Naga Yuna menerjang ular Lisa hingga membuat ular itu hancur dan lenyap. Ternyata saat pertempuran tadi, Yuna mengalirkan energi es untuk membekukan beberapa bagian tubuh ular secara perlahan. Hal itulah yang membuat ular menjadi lambat dan tiba-tiba diam tak bergerak.


Lisa cukup terkejut, tapi dia berusaha tenang. Lisa kembali menciptakan ular asam untuk mengimbangi naga air Yuna. Tapi belum sempat ular itu muncul, sesuatu yang tidak terduga pun terjadi. Tiba-tiba Lisa terjatuh dan memuntahkan darah segar.


“Ada apa ini?” Pikir Lisa kebingungan.


“Aku kehabisan energi dan harus segera kembali.” Ujar Blorong.


“Jangan bercanda? Pertarungan masih berlangsung.”


“Jaga perkataanmu itu.” Hardik Blorong dingin.


Melihat Lisa mengalami kesulitan, Yuna tidak lantah merasa iba. Dia bahkan mengeluarkan beberapa kemampuan sekaligus. Yuna menyerang Lisa menggunakan jarum es, stalagmit dan naga air secara bersamaan.


Lisa tidak dapat berbuat banyak dan siap menemui ajalnya. Namun energi yang sangat besar tiba-tiba datang untuk memberinya perlindungan dari serangan mematikan yang dilancarkan Yuna.


Tidak lama kemudian muncul sebuah lubang besar dengan cahaya yang sangat terang. Ternyata energi yang menolong Lisa tadi keluar dari lubang besar itu.


“Lubang apa itu?” Pikir Rama kebingungan.


Tidak lama kemudian, energi menyerupai tali keluar dari lubang besar itu dan mengikat beberapa orang. Lisa, Bima, Okta, Yoga, Dipta dan Ganesh terikat oleh energi tersebut. Bahkan Indra yang sedang terbaring dan mendapat perawatan pun tidak luput dari serangan itu.


Tali itu juga berusaha mengikat Yuna, hanya saja Kanjeng Ratu Kidul kembali memberi bantuan dan berhasil membebaskan Yuna dari belenggu.


Lalu dua buah tali energi bergerak keluar area kompetisi dengan sangat cepat. Tidak lama berselang, kedua tali itu pun kembali dengan membawa Yudis dan Saras yang sedang tak sadarkan diri.


Semua orang di sana terlihat sangat panik. Orang-orang yang terikat berusaha melepaskan diri, bahkan dibantu oleh rekan timnya masing-masing. Hanya saja tidak satu pun berhasil memotong tali itu.

__ADS_1


Julia mulai bergerak, dia berlari ke tempat Ganesh dan Dipta untuk memotong tali yang mengikat mereka. Tapi Julia yang telah mengerahkan kekuatannya pun tidak berhasil memotong tali itu, bahkan benturan energi yang terjadi membuatnya terpental jauh. Darma pun sangat terkejut dan berlari cepat untuk menolong Julia.


Anggota Project Wanara lain juga ikut membantu. Suasana begitu kacau. Orang-orang yang terikat pun berteriak kesakitan dan meminta pertolongan.


Para Pandawa akhirnya turun tangan. Mereka berpencar dan mengerahkan kemampuannya untuk menolong para anggota Project yang terikat. Tapi belum sempat mereka memberi pertolongan, orang-orang yang tadi terikat pun ditarik masuk ke dalam lubang besar. Setelah semuanya masuk, lubang itu pun menghilang.


“Ifrit terkutuk…!” Teriak Yasa kesal.


“Kenapa kalian Para Pandawa tidak langsung bertindak saat lubang besar tadi muncul?!” Teriak Julia.


“Jangan gegabah, Julia.” Ujar Darma berusaha menenangkan Julia.


“Mereka sudah merencanakan ini. Sebelum lubang itu muncul, mereka diam-diam menciptakan energi penghalang yang memanipulasi penglihatan kami. Apa yang kami saksikan sedari tadi adalah pertarungan antara Yuna dan Lisa. Tapi saat semua orang mulai berteriak, kami baru menyadari adanya energi penghalang itu.” Jawab Sarwa.


“Benar. Perbuatan ini hanya bisa dilakukan oleh Ifrit.” Sahut Nara.


“Apa kalian bahkan tidak menyadari kehadiran Blorong dan Ratu Kidul?” Tanya Julia dingin.


“Hey Julia, bicaralah yang sopan.” Darma kembali mengingatkan Julia.


“Apa?!” Para Pandawa terkejut.


“Sudahlah….” Julia nampak kecewa.


Tiba-tiba saja Dirga berteriak kencang dan memecah keheningan.


“Mana Rama…?!”


***

__ADS_1


__ADS_2