Project Wanara

Project Wanara
Chapter 72. Portal Dimensi


__ADS_3

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Caraka yang disiksa oleh ilusi milik Kanjeng Ratu Kidul, diketahui bahwa bangsa Jinn telah merencanakan hal ini jauh-jauh hari sebelum kompetisi dilakukan. Secara diam-diam, mereka telah masuk ke seluruh project yang dijalankan oleh Pandawa Group dan membuat perjanjian kerja sama dengan beberapa anggota project yang memiliki kemampuan hebat.


Semua orang yang ditarik masuk ke dalam portal dimensi adalah anggota yang telah membuat perjanjian dengan bangsa Jinn, kecuali Yudis. Caraka sendiri tidak tahu kenapa Yudis juga ikut ditarik.


“Apa tujuan mereka membawa manusia masuk ke dunia Jinn?” Tanya Ratu Kidul.


“Aku tidak tahu.” Jawab Caraka gemetar ketakutan.


“Ternyata kamu masih ingin mengalami siksaan.”


“Aku sungguh tidak tahu. Tolong bebaskan aku.” Caraka merengek dan memohon pengampunan.


Arghhhh… Caraka kembali mendapatkan siksaan. Tubuhnya hancur dan kembali utuh seperti sedia kala.


“Ampuni aku. Aku benar-benar tidak tahu sejauh itu.” Caraka kembali menangis dan merengek.


Arghhhh… Tanpa banyak bicara, Kanjeng Ratu Kidul kembali menyiksa Caraka menggunakan kemampuannya dalam menciptakan ilusi.


Caraka kembali dibenamkan ke dalam kuali besar berisi cairan nanah yang mendidih. Tubuhnya perlahan hancur hingga tersisa tulang belulang dan kemudian kembali utuh.


“Tolong maafkan aku. Aku benar-benar tidak tahu apapun.” Caraka bersujud di kaki Kanjeng Ratu Kidul sambil merengek meminta pengampunan.


Kanjeng Ratu Kidul pun menyadari bahwa ucapan Caraka benar adanya. Caraka adalah bidak catur rendahan yang tidak memiliki banyak informasi. Bahkan dia sendiri sempat kesal karena tidak terpilih untuk membuat perjanjian dengan bangsa Jinn. Padahal dia ingin sekali memiliki kekuatan hebat yang tidak dapat ditandingi oleh manusia lain.


“Tugas ku di sini sudah selesai.”


“Apa aku akan dilepaskan?”


“Tentu.”


“Terima kasih banyak. Terima kasih.” Ucap Caraka sambil menciumi kaki Kanjeng Ratu Kidul sebagai ungkapan syukurnya.


“Manusia bodoh. Bisa-bisanya kamu sujud di bawah kaki makhluk seperti ku.”


Setelah itu Kanjeng Ratu Kidul melepaskan Caraka dari ilusi. Akhirnya Caraka pun dapat kembali ke dunia nyata. Saat dia membuka matanya, sosok Julia telah berdiri tegak dihadapannya.


“Sekarang giliran ku menepati janji.” Ucap Julia dingin.


“Apa maksudmu?” Caraka yang baru saja terbebas dari ilusi, kembali dibuat gemetar ketakutan.


“Tidak ada tempat bagi pengkhianat sepertimu.” Julia menghujamkan duri-duri tajam ke tubuh Caraka. Duri-duri itu menembus tubuh Caraka dan seketika merenggut nyawanya.


Orang-orang baru pertama kali melihat Julia bersikap seperti itu. Sejauh mereka ketahui, Julia adalah sosok wanita yang anggun dan lemah lembut. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa Julia dapat membunuh Caraka tanpa belas kasih sedikit pun.


Setelah kematian Caraka, Kanjeng Ratu Kidul menggunakan kekuatannya untuk mentransfer informasi yang dia dapatkan, langsung ke pikiran semua orang yang hadir di sana dan membuat mereka tercengang.


“Kemampuan ini sungguh praktis dan luar biasa.” Ujar Yuna.


“Sepertinya kemampuan bangsa Jinn memang di atas rata-rata kemampuan manusia.” Sahut Dirga.


“Sepertinya memang begitu.” Ucap Galih.

__ADS_1


“Itu artinya kita harus berlatih lebih keras untuk setidaknya dapat mengimbangi kemampuan mereka.” Ujar Ayu yang diikuti dengan anggukan kepala seluruh anggota tim Project Wanara.


“Tugasku sudah selesai. Aku akan kembali ke dunia ku. Semakin lama aku di sini, energiku semakin terkuras habis.” Ujar Kanjeng Ratu Kidul kepada Para Pandawa.


“Terima kasih banyak.” Ucap Sarwa.


“Sampai bertemu lagi, Julia dan Para Pandawa.”


Setelah mengucapkan kalimat perpisahan yang semakin memperbesar rasa penasaran Dirga, Kanjeng Ratu Kidul pun menghilang dari pandangan.


Dirga mendekati Julia dan memberanikan diri untuk mempertanyakan semua pertanyaan yang muncul dibenaknya.


“Siapa kamu sebenarnya, Julia?” Dirga bertanya dengan sedikit ragu-ragu. Semua orang di sana menantikan jawaban Julia.


“Aku penanggung jawab Project Wanara.” Jawab Julia tersenyum.


“Jangan berpura-pura. Aku tidak bodoh, Ratu Kidul yang memiliki kekuatan seperti tadi saja begitu hormat kepada Para Pandawa. Sedangkan Para Pandawa terlihat begitu hormat kepadamu. Siapa kamu?”


Belum sempat Julia memberi jawaban. Bara, Pandawa Kedua, tiba-tiba muncul di depan Julia dan Dirga lalu kemudian berlutut dihadapan Julia.


Dirga dan semua orang begitu tercengang saat melihat seorang Pandawa berlutut kepada Julia.


“Nona Julia, aku mendapat informasi tentang keberadaan Rama.” Ucap Bara.


“Lanjutkan.”


“Dia tanpa sengaja masuk ke dalam portal dimensi dan tersesat di dunia Jinn.”


“Syukurlah dia terlempar ke daerah kekuasaan Tuan Asoka dan bertemu dengan penjaga perbatasan. Mulanya sempat ada kesalahpahaman dan membuat mereka menyerang Rama. Tapi justru mereka berdualah yang kalah.”


“Apa? Rama mengalahkan dua penjaga perbatasan?”


“Benar sekali, Nona. Sepertinya kemampuan Rama meningkat drastis ketika berada di dunia Jinn.”


“Tidak mungkin, manusia pada umumnya akan kesulitan beradaptasi di sana.”


“Itu tidaklah mustahil, Nona. Rama mewarisi darah Tuan Asoka. Dia memiliki tubuh sempurna seorang manusia dan kemampuan luar biasa bang Jinn.”


“Kamu benar. Perintahkan penjaga perbatasan untuk membawa Rama ke istana pusat.”


“Laksanakan.”


“Para Pandawa, kita sudah tidak punya banyak waktu. Instruksikan seluruh penanggung jawab project di setiap daerah untuk meningkatkan kekuatan secepat mungkin. Gunakan metode lima pelatihan khusus yang ku kembangkan.”


Julia memberi perintah kepada Para Pandawa dihadapan seluruh anggota project yang hadir. Karena keadaan yang begitu mendesak, Julia tidak lagi ragu untuk membuka jati dirinya. Semua orang masih tidak menyangka dan sangat terkejut dengan terbukanya fakta ini.


“Mulai hari ini, semua orang yang hadir di dini, selain anggota Project Wanara, harus mengikuti pelatihan khusus. Termasuk para penanggung jawab. Sedangkan Project Wanara yang telah mendapat pelatihan khusus akan melakukan latihan lain secara intensif.”


“Baik Nona Julia.” Jawa Yasa.


“Sesuai perintah Nona Julia, semua orang selain Project Wanara, segera mendekat dan berkumpul. Kita akan pergi ke Puncak Mandalawangi untuk melakukan pelatihan khusus.”

__ADS_1


“Siap…!” Jawab semua orang secara serentak.


“Pak Darma, Yuna, Dirga, Galih dan Ayu, ikuti aku. Kita harus segera melanjutkan pelatihan.”


“Julia….” Darma hendak mengucapkan sesuatu. Tapi keragu-raguan menghentikan kata-katanya.


“Jangan khawatir, kita akan bahasa masalah ini lain waktu. Sekarang percayalah padaku.”


Julia, bersama anggota Project Wanara pun akhirnya pergi meninggalkan arena kompetisi.


“Selamat jalan Nona Julia.” Ucap Para Pandawa secara bersamaan saat Julia pergi.


Julia, Darma dan anggota Project Wanara kembali ke tempat pelatihan yang khusus disediakan untuk Project Wanara. Julia menjelaskan rencana yang akan mereka lakukan selanjutnya.


Yuna, Dirga, Galih dan Ayu akan melakukan pelatihan khusus lanjutan. Tempat latihan itu ada di dunia Jinn.


Sebenarnya akses untuk menuju tempat pelatihan itu hanya akan diberikan kepada pemenang kompetisi antar Project. Tapi karena situasi dan kondisi telah berubah, Julia memberikan akses itu kepada Project Wanara. Terlebih lagi, meskipun dalam kondisi normal, Julia sangat yakin kalau Project Wanara lah yang akan memenangkan kompetisi.


Untuk menuju tempat pelatihan khusus itu, mereka harus melewati portal dimensi yang mirip dengan lubang besar yang muncul sebelumnya. Hanya saja, portal dimensi ini telah dimodifikasi sehingga baik Jinn maupun manusia yang masuk kedalamnya tidak akan mendapatkan dampak buruk. Bahkan bangsa Jinn tidak akan kehilangan energinya saat melintasi portal dimensi.


“Kenapa kita harus menggunakan portal dimensi itu? Apakah tubuh manusia juga akan mendapatkan dampak buruk saat melintasi portal dimensi biasa?” Tanya Dirga.


“Manusia memiliki tubuh yang sempurna. Portal dimensi tidak akan memberi dampak negatif. Hanya saja, kalian akan merasakan rasa sakit yang luar biasa hebat saat melintasi portal dimensi biasa. Dengan menggunakan portal dimensi ini, rasa sakit itu tidak akan kalian rasakan.” Jawab Julia.


“Berbeda dengan manusia, tubuh bangsa Jinn sendiri pada dasarnya adalah gumpalan energi. Sehingga selain rasa sakit yang luar biasa saat melintasi portal dimensi, tubuh bangsa Jinn akan hancur secara perlahan saat tiba di dimensi yang berbeda. Itulah kenapa Ratu Kidul tidak bisa berlama-lama tinggal di dunia manusia.” Sambungnya.


Terdapat dua buah alat yang dapat digunakan untuk mengaktifkan portal dimensi modifikasi. Kedua alat itu dipegang oleh Julia dan hanya Julia yang dapat menggunakannya.


“Apa kalian siap melihat dunia Jinn?” Tanya Julia.


“Apa disana kita dapat bertemu dengan Rama?” Tanya Yuna.


“Rama ada di istana pusat, tempat tinggal Tuan Asoka. Sedangkan kita akan menuju ke salah satu hutan yang penuh dengan makhluk buas. Di sanalah kalian akan melakukan latihan selanjutnya.”


“Rama adalah bagian dari Project Wanara. Apa kita akan berlatih tanpa dia?” Tanya Dirga.


“Apa kalian pikir Rama masih perlu latihan seperti ini?” Julia menjawab pertanyaan Dirga dengan melontarkan pertanyaan lainnya.


“Apa dia sehebat itu?” Tanya Galih.


“Rama berhasil mengalahkan dua penjaga perbatasan. Mereka tidak lemah. Satu orang penjaga bahkan dapat mengalahkan kalian berempat sekaligus.”


“Gila…” Sahut Darma.


“Bagaimana dengan kekuatanku?” Tanya Darma.


“Setidaknya Pak Darma dapat memberi perlawanan yang cukup sengit.”


Jawaban Julia membuat Darma tertunduk lesu. Selama ini dia telah berlatih dengan sangat keras. Dia merasa sudah cukup kuat untuk dapat diakui oleh Julia. Tapi ternyata kekuatannya tidak dapat dibandingkan bahkan hanya dengan satu penjaga perbatasan.


 

__ADS_1


***


__ADS_2