
“Yuna, Galih, pergi menjauh..!” Teriak Rama.
Duaaar… Duaaar… Bledar… Energi petir berkekuatan besar tercipta dan menghantam kubah pelindung Julia.
Serangan yang dilakukan Rama membuat area itu dipenuhi dengan kepulan debu yang menghalangi pandangan semua orang. Tanpa diduga Darma memanfaatkan situasi tersebut dengan baik. Dia mengeluarkan rantai belenggu dan menyerang Rama.
Rama yang tidak menyadari kedatangan rantai belenggu pun berhasil terlilit dan menghentikan pergerakannya.
Tidak hanya Rama, rantai belenggu pun bergerak menyerang Yuna yang sedang lengah karena berusaha menghindari kekuatan Rama tadi.
Galih berhasil menghalau rantai yang menyerang Yuna, namun dia gagal menghindari rantai yang menyerang dirinya sendiri hingga membuatnya terlilit juga oleh rantai belenggu itu.
Kepulan debu yang bertebaran perlahan mulai menghilang. Seluruh anggota terkejut dengan daya hancur yang diberikan oleh petir milik Rama. Seluruh area disekitar pelindung energi Julia mengalami kerusakan yang sangat besar. Hanya saja pelindung milik Julia terlihat masih berdiri kokoh.
Namun tanpa mereka sadari, sebetulnya pelindung Julia telah sedikit mengalami keretakan di beberapa sisi. Hanya karena kerusakannya tidak terlalu besar, orang yang melihatnya tidak akan menyadari adanya kerusakan itu.
“Selain Yuna, kalian semua telah terlilit rantai belenggu ku. Apa hanya sebatas ini kemampuan kalian?” tanya Darma kepada seluruh anggota tim.
“Sepertinya kita sudahi saja pertarungan ini.” Tambahnya.
Yuna, Dirga, Galih dan Ayu tertunduk lesu karena telah gagal menyelesaikan tugas yang diberikan kepada mereka. Tapi tidak dengan Rama.
Rama terlihat masih ingin terus berjuang untuk menghancurkan kubah pelindung milik Julia.
“Tidak…! Aku masih belum kalah!” Ujar Rama dengan tatapan yang sangat tajam.
Darma sedikit terkejut dengan apa yang Rama ucapkan. Tapi dia tahu bahwa mereka yang telah terlilit rantai belenggu miliknya tidak akan mampu lagi mengeluarkan energi. Itu artinya pertarungan berakhir.
“Apa yang bisa kamu lakukan? Energi mu telah terbelenggu.” Darma menanggapi perkataan Rama.
“10%... Itu adalah batas yang di izinkan. Bagaimana jika ku keluarkan lebih dari itu?” tanya Rama masih dengan tatapan yang sangat tajam.
Darma tersentak saat mendengar ucapan itu.
Aaaaargggghhh…… Tiba-tiba saja Darma berteriak dengan sangat kencang. Seluruh anggota terkejut saat mendengar teriakan Darma.
Rama tersenyum dingin.
Darma tidak kuat lagi menahan energi besar yang dikeluarkan oleh Rama dan segera melepaskan rantai belenggu yang melilit tubuh Rama.
Saat rantai belenggu terlepas, Rama kembali membatasi energinya dan berlari cepat menuju ke arah Yuna yang juga tidak terlilit rantai belenggu.
Darma yang tengah mengalami kesakitan masih tetap mempertahankan rantai yang mengikat Dirga, Galih dan Ayu. Darma kembali mencoba melakukan serangan kepada Rama dan Yuna. Karena kondisi tubuh Darma yang melemah, Rama dapat dengan mudah menghancurkan rantai-rantai itu menggunakan cakarnya.
“Yuna, bisa kamu bekukan lagi kubah pelindung itu?” bisik Rama kepada Yuna.
“Tentu.” Jawab Yuna dengan lugas.
Yuna segera berlari menuju kubah pelindung untuk membekukannya lagi. Darma yang mengerti rencana mereka pun dengan cepat mengeluarkan rantai untuk menyerang Yuna. Namun Rama dengan sigap mengantisipasi hal tersebut dan melindungi Yuna dari rantai-rantai yang menyerangnya. Hingga akhirnya Yuna berhasil mencapai kubah pelindung dan dengan cepat membekukannya.
Setelah seluruh sisi kubah pelindung dilapisi dengan es, Rama segera menarik tubuh Yuna untuk menjauh dari area itu.
“Yuna, bisakah kamu menciptakan stalagmit seperti kemarin?” tanya Rama.
“Akan aku coba.” Ujar Yuna yang mengerti maksud dari perkataan Rama.
__ADS_1
Yuna kembali berkonsentrasi dan mengeluarkan seluruh energi yang dia miliki. Yuna membuat gambaran stalagmit di pikirannya dan berupaya untuk merealisasikan gambaran itu menggunakan energi yang dia keluarkan.
“Aku siap!” Teriak Yuna.
Saat mendengar teriakan Yuna, Rama dengan cepat mengeluarkan energi petir seperti yang tercipta sebelumnya dan memusatkan energi tersebut di kedua tangannya.
“Serang!” Teriak Rama
Yuna berhasil mengeluarkan stalagmit tajam, tapi stalagmit yang kali ini dibuatnya terlihat tidak sekuat stalagmit yang kemarin tanpa sadar dia ciptakan.
Bersamaan dengan stalagmit itu, Rama juga mengeluarkan kekuatan petirnya. Energi dingin stalagmit es dan energi panas petir saling berpadu untuk menghancurkan kubah energi milik Julia.
Dari dalam kubah pelindung, terlihat Julia tersenyum bangga saat melihat gabungan kekuatan Yuna dan Rama.
Duaaaaaar…… Benturan energi yang sangat besar pun terjadi. Perlahan terlihat kubah pelindung Julia mulai hancur dan menghilang.
Bersamaan dengan hancurnya kubah pelindung Julia, Darma juga melepaskan lilitan rantai belenggu dari tubuh Dirga, Galih dan Ayu.
“Berhasil…!” teriak Ayu yang tidak menyangka bahwa kubah pelindung kokoh itu dapat dihancurkan.
Dirga dan Galih pun ikut tersenyum bahagia. Meskipun bukan mereka yang secara langsung menghancurkan kubah pelindung itu, tapi mereka menyadari bahwa kubah pelindung itu tidak akan dapat dihancurkan jika bukan karena kerjasama dari seluruh anggota tim.
“Kita berhasil Yuna….” Ujar Rama kepada Yuna dengan penuh suka cita.
“Yuna…!” Teriak Rama saat melihat Yuna sudah terbaring di lantai.
Teriakan Rama mengejutkan Dirga, Galih dan Ayu. Mereka baru tersadar bahwa Yuna sedang dalam kondisi yang tidak baik.
Dirga, Galih dan Ayu dengan sigap berlari menuju ke tempat dimana Yuna terbaring untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepadanya.
“Nona Yuna hanya kelelahan akibat dari penggunaan energi yang berlebihan. Dia hanya perlu istirahat sebentar untuk memulihkan energinya kembali.” Julia memberikan penjelasan kepada seluruh anggota tim untuk menghilangkan kekhawatiran mereka.
“Tadi adalah pertarungan yang sangat menyenangkan. Kalian benar-benar tidak pernah mengecewakan kami.” Ujar Darma.
“Menyenangkan?” Tanya Dirga dengan tatapan dingin.
“Tentu saja. Tidak ada yang lebih menyenangkan dari keberhasilan yang diperoleh setelah kita berjuang sangat keras.” Darma menanggapi perkataan Dirga.
“….” Semua orang terdiam.
“Eh, apa kalian tidak merasa ini menyenangkan?” tanya Darma.
“Tidak….!” Semua anggota serempak memberikan jawaban yang sama.
“Kita memang senang karena telah berhasil, tapi pertarungan tadi sama sekali tidak menyenangkan pak.” Ucap Galih.
“Ubahlah pola pikir kalian. Jangan hanya menikmati keberhasilan, tapi nikmatilah setiap proses yang sedang kalian lakukan.” Darma menanggapi perkataan Galih dengan tetap memberikan senyum bangga kepada seluruh anggota.
“Aku mengerti Pak.” Ujar Galih.
“Baiklah… Saya dan Pak Darma akan membawa Nona Yuna ke ruang medis untuk beristirahat. Kita akan diskusikan hasil pertarungan tadi di ruang makan saat makan siang tiba.” Ujar Julia.
“Maaf Julia, kenapa Yuna tidak langsung dipulihkan saja menggunakan kekuatan yang kamu miliki?” Tanya Dirga.
“Nona Yuna tidak dalam kondisi kritis. Dia hanya kelelahan saja. Saya lebih memilih membiarkan tubuhnya pulih dengan sendirinya. Hal itu akan lebih baik bagi imunitas dan daya tahan tubuhnya.” Julia memberi penjelasan.
__ADS_1
“Jika karena luka kecil saja kalian harus mendapatkan perawatan khusus dari Julia, maka itu akan mengganggu kemampuan tubuh kalian untuk mengembangkan daya tahan alaminya.” Darma memberi penjelasan tambahan.
-
-
-
Tidak lama berselang, seluruh anggota tim telah berkumpul di ruang makan untuk menyantap makan siang dan melakukan diskusi hasil pertarungan tim yang baru saja mereka lakukan.
Julia dan Darma memberikan apresiasi kepada seluruh anggota karena telah melakukan kerja sama tim yang sangat baik. Masing-masing individu tidak mengedepankan egonya sehingga semua kemampuan dapat dimanfaatkan dengan baik.
“Tuan Dirga dan Nona Ayu berhasil membuat kombinasi serangan yang dapat menyulitkan pergerakan Pak Darma. Kalian berdua telah mengalami perkembangan yang sangat pesat.” Puji Julia kepada Dirga dan Ayu.
“Nona Ayu berhasil memodifikasi kemampuannya dan menciptakan sebuah pola serangan baru. Sedangkan Tuan Dirga masih konsisten dengan kemampuan yang dimilikinya. Hal itu adalah sesuatu yang sangat baik karena itu artinya Tuan Dirga memiliki kepercayaan diri yang tinggi dengan kemampuan yang dimilikinya saat ini. Tuan Dirga berhasil mengembangkan satu pola serangan dan membuatnya jauh lebih mematikan. Kalian berdua hebat sekali.” Julia kembali memberi pujian.
“Kemudian Tuan Galih. Saya pribadi sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Tuan Galih. Anda berjuang sangat keras hanya untuk melindungi rekan tim anda. Kemampuan pertahanan anda juga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Walaupun dipertarungan ini saya tidak terlalu melihat kemampuan penyerangan anda, tapi untuk saat ini hal tersebut bukanlah masalah besar. Seiring berjalannya waktu, saya yakin anda pasti akan menemukan kemampuan menyerang yang juga tidak kalah hebat dengan kemampuan bertahan anda tuan.” Julia juga memberi pujian kepada Galih.
“Terakhir adalah Yuna dan Rama. Kalian berdua terlihat sangat menonjol karena berhasil menggabungkan kekuatan untuk menghancurkan kubah pelindung. Ditambah lagi kalian berhasil menemukan kekuatan baru. Rama berhasil menciptakan energi petir yang dahsyat, dan Yuna berhasil mengendalikan es nya dengan baik.” Julia memuji apa yang telah dilakukan Rama dan Yuna.
“Saya telah melihat jiwa kepemimpinan didalam diri Tuan Rama. Tetap tenang dalam pertarungan dan mampu menganalisa situasi dengan baik serta pantang menyerah saat menghadapi rintangan yang sepertinya mustahil untuk dilalui. Anda luar biasa tuan.” Julia memberi pujian khusus untuk Rama.
“Ehmmm….” Galih mendeham diikuti dengan Rama yang terlihat salah tingkah.
“Tadi adalah keunggulan dari masing-masing anggota. Sekarang saya akan sampaikan kekurangan yang tuan dan nona miliki. Saya harap dengan mengetahui ini, tuan dan nona dapat memperbaikinya dan menjadi lebih kuat.” Julia kembali memulai penjelasan.
“Nona Ayu memang menemukan sebuah pola serangan baru, tapi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mempersiapkan kekuatan itu. Jika ini adalah pertarungan sungguhan, Pak Darma pasti tidak akan membiarkan Nona Ayu begitu saja. Nona Ayu perlu memikirkan cara untuk mengatasi masalah itu.” Ujar Julia.
“Kemudian Tuan Dirga. Anda memang terlihat sangat percaya diri dengan kekuatan yang anda miliki. Namun kepercayaan diri itu membuat tuan sedikit lengah sehingga Pak Darma berhasil menghentikan pergerakan anda. Tetap tenang dalam kondisi apapun tuan. Jangan sampai lengah bahkan jika lawan terlihat sudah tidak berdaya.” Ucap Julia.
“Sekarang Tuan Galih. Kemampuan bertahan anda memang sangat hebat, tapi anda terlihat kewalahan melindungi beberapa orang sekaligus. Jika memang anda ingin memiliki persona sebagai orang yang memiliki kemampuan bertahan yang hebat, maka anda perlu menemukan cara yang tepat untuk dapat melindungi banyak orang sekaligus.” Julia memberi masukan kepada Galih.
“Kemudian sang pengendali es, Nona Yuna. Kemampuan yang Nona Yuna miliki memang sangat hebat, tapi anda terlihat belum mampu menguasainya dengan baik. Kekuatan Stalagmit milik anda juga membutuhkan energi yang besar, sehingga satu kali saja anda mengeluarkan kemampuan itu, energi anda habis terkuras. Terlebih lagi stalagmit yang anda tunjukkan di pertarungan ini tidak sekuat stalagmit sebelumnya. Disini terlihat bahwa Nona Yuna perlu mengoptimalkan penggunaan energi yang anda miliki. Banyak sekali energi yang terbuang sia-sia saat anda menciptakan stalagmit tersebut.” Ujar Julia diikuti dengan anggukan kepala Yuna.
“Terakhir adalah Tuan Rama.” Ujar Julia yang hendak melakukan evaluasi terhadap kemampuan Rama.
“Sekali lagi Tuan Rama membuat saya terkejut dengan apa yang anda miliki. Kemampuan anda dalam menganalisa situasi juga sangat baik. Hanya saja anda perlu memberi instruksi lebih jelas kepada rekan tim anda tentang apa yang anda lakukan, sehingga rekan tim anda mampu memahami dan mendukung keputusan anda.”
Ujar Julia.
“Tuan Rama tiba-tiba saja merubah posisi dari menghalau serangan Pak Darma menjadi menghancurkan kubah pelindung milik saya. Anda mencoba beradaptasi dengan situasi yang ada. Itu adalah hal yang baik. Hanya saja keputusan yang anda buat sepertinya tidak diketahui oleh Yuna dan Galih. Apa saya benar?” Tanya Julia.
“Betul sekali Julia.” Rama menjawab dengan singkat.
“Hal tersebut membuat Tuan Galih jadi memiliki beban ekstra. Selain harus melindungi Nona Yuna, Tuan Galih juga harus melindungi anda tuan. Untungnya tuan Galih mampu melakukan tugasnya dengan baik.” Ucap Julia diikuti dengan Rama yang sedikit tertunduk karena merasa bersalah.
“Tuan Rama tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Keputusan anda secara tidak langsung juga menjadi tantangan bagi Tuan Galih untuk meningkatkan kemampuannya.” Julia menambahkan penjelasannya seakan memahami Rama dengan baik.
“Selain dari hal tersebut, tidak ada yang bisa saya komentari untuk Tuan Rama. Kekuatan anda sangat luar biasa.” Ujar Julia.
“Tuan dan nona sangatlah hebat. Kita memiliki tim yang luar biasa.” Julia mengakhiri penjelasannya dengan pujian.
Seluruh anggota tim tersenyum bangga dengan pujian-pujian yang diberikan oleh Julia.
“Setelah makan siang, tidak ada sesi latihan dari kami. Silahkan kalian berlatih sendiri-sendiri. Pahami apa yang tadi disampaikan oleh Julia dan tingkatkan potensi diri kalian masing-masing.” Ujar Darma.
__ADS_1
***