
Pertarungan kedua akan mempertemukan Saras yang merupakan perwakilan dari Project Punakawan dan Ayu dari Project Wanara. Meskipun Wanara adalah project dengan prioritas terendah dan dianggap paling lemah, kemampuan yang ditunjukan Yuna saat menghadapi tantangan yang diberikan oleh Yasa dan kehebatan yang dipertontonkan Dirga saat melawan Rindra, membuktikan bahwa Project Wanara bukanlah project yang dapat dipandang sebelah mata. Terlebih lagi Julia adalah orang hebat dan paling disegani yang seharusnya memimpin jalannya Project Dasamuka. Namun atas keinginannya sendiri, Julia menawarkan diri untuk menggawangi Project Wanara bersama Darma.
Pertarungan kedua akan segera dimulai. Ayu nampak begitu gugup dan khawatir. Dia sedikit kurang percaya diri karena beranggapan dirinya adalah orang yang paling lemah diantara anggota Project Wanara lainnya. Namun semangat dan motivasi yang diberikan oleh rekan timnya, membuat dia yakin dan melangkah dengan pasti memasuki arena. Kini Saras dan Ayu telah berada di atas arena pertandingan.
Davin, Yuda dan Rita nampak iri saat melihat kekompakan Project Wanara. Mereka melihat sebuah keluarga yang hangat. Berbeda dengan kehidupan mereka di Project Dasamuka yang penuh dengan konflik dan perdebatan. Penanggung jawab Project Dasamuka adalah Caraka dan Vanti, namun dominasi mereka diruntuhkan oleh Lisa dan Indra yang begitu angkuh.
Pertandingan pun dimulai, Ayu mengeluarkan sayap indahnya dan membuat semua orang terpukau. Ayu sama sekali tidak menyangka akan mendapat respon seperti itu. Hatinya begitu senang dan berbunga-bunga.
Saras pun tidak ingin kalah, dia menunjukkan kemampuannya dalam melakukan manipulasi energi. Visualisasi manipulasi energinya adalah mewujudkan kehidupan. Saras dapat menciptakan kumpulan serigala berbulu perak yang memiliki insting berburu tajam menggunakan energi CORE nya. Serigala-serigala itu juga dapat bergerak bebas tanpa perlu dikendalikan oleh Saras.
Semua orang terkejut, termasuk juga Julia. Julia belum pernah melihat orang yang mampu menciptakan makhluk yang dapat bergerak bebas tanpa harus dikendalikan oleh pemilik kemampuan. Bahkan Dandelion miliknya yang dapat bertebaran bebas pun tetap harus dia kendalikan agar dapat digunakan dengan baik.
“Bagaimana dia melakukan itu?” Tanya Julia lirih.
“Ada yang aneh.” Ucap Rama pelan kepada Julia. Rama tidak ingin pembicaraannya ini didengar oleh anggota tim lainnya.
“Kenapa?” Tanya Julia.
“Aku tidak yakin, tapi aku merasa ada sesuatu yang aneh saat dia menggunakan kekuatannya.”
“Apa kamu tahu sesuatu?”
“Entahlah Julia. Aku belum bisa menerkanya. Aku hanya merasa ada sesuatu yang ganjil.”
Ayu memang terkejut dengan kemampuan yang Saras tunjukkan, tapi dia tidak ambil pusing. Ayu mengepakkan sayapnya dan terbang tinggi untuk menghindari kumpulan serigala buas itu. Dia melakukan serangan pertama. Ayu menembakkan bulu-bulu tajamnya untuk menghabisi semua serigala. Namun ternyata serigala-serigala itu sangat gesit dan mampu menghindari semua serangannya.
Kumpulan serigala itu melakukan serangan balasan, berlari kencang dan melompat untuk menjangkau Ayu. Namun karena Ayu terbang cukup tinggi, kumpulan serigala itu sama sekali tidak dapat menyentuhnya. Saat mereka berusaha untuk menyerang, Ayu memanfaatkannya untuk kembali menembakkan bulu-bulu tajam tepat saat mereka melompat. Benar saja, cara itu berhasil dan membuat beberapa serigala menghilang saat terkena serangan. Ayu tersenyum bangga.
“Terlalu dini untuk tersenyum.” Ujar Saras.
__ADS_1
“Mati satu tumbuh seribu. Apa kamu tidak pernah mendengar peribahasa itu?” Sambungnya yang kemudian kembali menciptakan serigala lain dengan jumlah yang jauh lebih banyak.
“Ternyata begitu. Sebanyak apapun aku membunuh serigala-serigala itu, pada dasarnya mereka hanyalah kumpulan energi saja. Untuk memenangkan pertandingan ini, aku hanya perlu menyerang pemilik kemampuan.” Pikir Ayu.
Ayu kembali menembakkan bulu-bulu tajamnya. Tapi kini target serangannya adalah Saras, orang yang mengendalikan kumpulan serigala itu. Belum sempat serangan Ayu mengenai tubuh saras, beberapa ekor serigala bergerak mundur dan mengorbankan diri untuk melindungi saras.
“Ternyata kamu cukup pintar. Tapi aku juga bukan orang bodoh yang mengabaikan pertahanan diri.”
Teknik yang digunakan Saras memang cukup efektif tapi terkesan brutal. Bertolak belakang dengan keindahan yang ditampilkan Ayu. Semakin banyak Ayu menyerang, semakin banyak serigala yang mengorbankan dirinya untuk melindungi Saras.
“Kita sudahi permainan ini.” Ujar Saras dengan sangat percaya diri.
Sesuatu yang tidak terduga pun terjadi. Serigala-serigala berbulu perak itu berubah bentuk. Sepasang sayap muncul di punggung mereka. Ayu terbelalak dan bersiap diri untuk memperkuat pertahanannya. Keunggulan yang Ayu miliki saat ini adalah jangkauan serang, tapi jika serigala-serigala itu memiliki sayap dan bisa terbang, maka Ayu tidak akan diuntungkan.
Benar saja, kumpulan serigala itu berlari dengan sangat cepat dan kemudian terbang untuk menyerang Ayu.
Ayu yang telah berlatih keras pun dapat bertahan dari serangan para serigala. Sayapnya sangat kokoh dengan ujung yang begitu tajam. Selain bertahan, Ayu juga mampu mengendalikan sayapnya dengan bebas untuk melakukan serangan.
“Sepertinya saat melawanku kemarin dia belum mengeluarkan seluruh kemampuan yang dia miliki.” Pikir Dirga yang kagum dengan kecepatan, kelincahan, daya tahan dan daya serang yang Ayu miliki.
Saat semua serigala lenyap, masih dengan gerakan memutar, Ayu melesat cepat untuk menyerang Saras.
Saras terkejut dengan serangan Ayu yang begitu cepat. Dia berusaha menciptakan serigala-serigala lain untuk melindungi dirinya. Tapi sayangnya serigala itu tidak cukup kuat untuk menghadang Ayu. Serangan memutar yang Ayu lakukan berhasil menghantam tubuh Saras dan memberi luka yang sangat parah. Saras pun
terhampas dan terkapar tak berdaya.
Namun pertandingan belum berakhir karena Saras belum kehilangan kesadarannya. Dia berusaha untuk berdiri. Darah segar memenuhi sekujur tubuhnya.
“Aku lengah. Seharusnya sejak awal aku menggunakan kekuatan ini.”
__ADS_1
Tiba-tiba energi yang begitu besar mengalir di tubuh Saras. Energi itu tidak meluap, melainkan keluar, berputar disekitar tubuhnya dan kemudian kembali ke dalam. Saat proses itu berlangsung, perlahan Saras berubah. Tubuhnya diselimuti bulu perak yang berkilau. Telinganya memanjang. Kukunya berubah menjadi cakar dan taring tajam nampak jelas di mulutnya. Saras berevolusi menjadi manusia serigala.
“Tidak mungkin.” Ujar Julia dengan mata terbelalak.
Ayu tercengang. Wajahnya pucat dan terlihat ketakutan.
“Ayu, menghindar…!” Teriak Rama.
Ayu sama sekali tidak menyadari pergerakan yang dibuat Saras. Saras berlari dengan sangat cepat dan seketika telah berada di depan mata Ayu dan menyerang dengan cakarnya yang sangat tajam. Ayu berusaha melindungi diri, tapi sayangnya Saras lebih cepat. Cakar tajam Saras merobek tubuh Ayu dan menghempaskannya.
Meskipun mengalami luka yang dapat membahayakan nyawa, Ayu masih berusaha untuk berdiri dan tidak ingin menyerah. Ayu sudah lelah terus dilindungi, kini dia ingin bisa melindungi. Ayu sudah bosan terus dikalahkan, kini dia ingin bisa mengalahkan.
Semangat juangnya membara. Dengan tubuh penuh luka, Ayu kembali mengeluarkan sayapnya dan menembakkan bulu-bulu tajam secara bertubi-tubi. Selain itu, dia juga mengepakkan sayapnya dengan sangat cepat sehingga menghasilkan hembusan angin yang begitu kencang. Selain kencang, angin itu juga dapat memberi sayatan kepada siapapun yang ada di dalamnya. Kombinasi serangan yang memiliki daya hancur hebat berskala besar.
Sayangnya Saras nampak tak bergeming. Angin kencang dan bulu-bulu tajam memang memberi luka di sekujur tubuhnya, namun luka-luka itu terlihat menghilang dengan sangat cepat. Saras kembali berlari untuk menyerang Ayu. Tubuhnya terluka, tapi sembuh seketika. Hal itu terus terjadi hingga Saras berhasil mencapai Ayu dan melakukan serangan.
Ayu pun dengan sigap menciptakan tembok angin. Pelindung yang tidak hanya dapat melindungi, tapi juga melukai orang yang menyentuhnya.
Saras sangat terkejut ketika kuku tajamnya hancur saat menyentuh pelindung angin milik Ayu. Keterkejutannya itu membuatnya lengah dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Ayu. Ayu memotong tangan Saras menggunakan sayapnya yang tidak kalah tajam. Lalu menciptakan pusaran angin di tangan kanannya dan melayangkan pukulan mematikan tepat di wajah Saras. Saras terpental dengan wajah hancur dan kehilangan satu tangannya. Pertarungan yang sangat brutal.
“Sejak kapan anak itu menjadi begitu kejam?” Tanya Dirga.
“Kemampuan Saras dalam memulihkan diri sangat luar biasa. Itulah yang membuat Ayu tidak segan-segan melakukan serangan seperti tadi.” Jawab Galih.
“Coba kamu lihat Saras.” Sambungnya.
“Gila…!” Ucap Dirga lirih saat melihat Saras telah kembali berdiri tanpa terlihat adanya luka sedikitpun.
“Bahaya.” Tiba-tiba saja Rama terlihat panik.
__ADS_1
“Bahaya. Ayu, cepat lari…!”
***