Project Wanara

Project Wanara
Chapter 26. Windhi Ayundari (Part 3) - Kubah Angin


__ADS_3

Keesokan harinya, Ayu melakukan pelatihan khusus di area kedua untuk meningkatkan kemampuan pertarungan jarak jauh. Pada pelatihan kali ini, Ayu tidak mendapatkan banyak kesulitan karena memang Ayu memiliki spesialisasi dalam serangan jarak jauh. Dia memiliki banyak pola serangan jarak jauh yang bisa diandalkan dalam pelatihan ini. Mulai dari serangan bulu tajam, serangan angin baik dengan adanya pusaran maupun tanpa membuat pusaran sama sekali, juga serangan kombinasi bulu tajam dan angin yang sangat mematikan.


Akurasi dari setiap serangan yang dimiliki Ayu juga sangatlah baik sehingga semua serangan yang dilakukannya tidak hanya kuat, tapi juga sangat akurat.


Pelatihan khusus di hari ke dua ini seperti halnya taman bermain bagi Ayu. Sangat menyenangkan. Dia dapat menyelesaikan semua tugasnya dengan sangat baik dan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Pelatihan khusus ini dapat diselesaikan oleh Ayu bahkan sebelum waktu makan siang tiba.


Teeeeet……


“Selamat Nona Ayu, anda berhasil menyelesaikan pelatihan khusus area kedua dengan sangat baik. Nona Ayu dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk berlatih secara mandiri.” Ujar Julia dari balik pengeras suara.


Ayu sangat senang. Ayu keluar dari ruang pelatihan dengan langkah tegap dan wajah bangga.


Selepas menyantap makan siang, Ayu melakukan pelatihan secara mandiri untuk menjaga dan meningkatkan performanya. Hari kedua dihabiskan Ayu dengan beberapa latihan fisik dan pernapasan dasar.










Hari Ketiga, Ayu bersiap melakukan pelatihan khusus selanjutnya, yaitu pelatihan untuk meningkatkan kemampuan bertahan para anggota project wanara. Kini Ayu telah berada di ruang pelatihan khusus area ketiga. Dia berdiri tegak di tengah ruangan itu dan mempersiapkan diri untuk menerima semua serangan yang akan diberikan.


Di area ketiga ini, para anggota project hanya diperbolehkan untuk bertahan dan menerima semua serangan yang datang. Tidak diperbolehkan adanya serangan balasan dalam bentuk apapun.


Mengingat pertarungan di area pertama, Ayu sangat percaya diri dalam menyelesaikan pelatihan khusus kali ini. Dia berfikir bahwa kemampuan bertahannya sudah cukup kuat untuk mengatasi semua serangan yang akan datang. Kemudian Ayu menyelimuti seluruh tubuh menggunakan kedua sayapnya dan siap untuk menerima semua serangan. Dia tersenyum bangga.


Serangan pertama datang dan Arrghhhh….


Ayu menjerit dengan keras. Senyum di wajahnya berubah menjadi ringis kesakitan.


Ternyata dugaannya salah. Sayap miliknya tidak cukup kuat untuk dapat mempertahankan diri dari serangan yang datang. Kini lengan kanannya tertusuk panah tajam dan mengalir darah segar.


Syut….


Serangan kembali datang, kali ini melesat dengan cepat sebuah belati tajam. Ayu berhasil menghindari serangan tersebut. Tidak lama kemudian datang lagi sebuah anak panah yang tepat mengarah ke tempat Ayu berdiri. Ayu kembali berhasil menghindar. Serangan-serangan tadi tidak datang secara bersamaan, melainkan satu per satu dengan jeda waktu kurang lebih 5 detik untuk setiap serangannya. Tapi anehnya, 5 detik berikutnya tidak ada serangan apapun.


“Nona Ayu, tugas anda disini untuk mempertahankan diri dari semua serangan, bukan menghindarinya.” Ujar Julia dari pengeras suara.


“Tapi jika aku tidak menghindar, itu sama saja dengan bunuh diri, Kak Julia.” Ayu menanggapi perkataan Julia.


“Anda harus menemukan cara untuk dapat bertahan. Untuk itulah pelatihan ini dilakukan.” Ucap Julia.

__ADS_1


Ayu terdiam dan tidak menanggapi pernyataan tersebut. Dia paham dengan tujuan pelatihan khusus ini, tapi nyatanya memang dia tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mempertahankan diri.


“Jika anda terus menghindar, itu artinya anda telah menyerah untuk menjadi lebih kuat.” Ujar Julia yang melihat Ayu terdiam.


“Aku tidak menyerah. Hanya saja aku tidak tahu apa yang harus ku perbuat.” Ucap Ayu.


“Pelatihan kali ini tidak meminta anda untuk melakukan serangan bukan tanpa alasan. Kami ingin agar anda dapat fokus menggunakan energi hanya untuk bertahan. Anda bukannya tidak mampu, anda hanya belum mencoba mengeluarkan semua energi yang anda miliki untuk memperkuat pertahanan.”


Ayu tersentak. Memang benar apa yang baru saja Julia katakan. Ayu tidak menggunakan seluruh energi nya untuk bertahan. Dia terbiasa membagi energi yang dia miliki untuk membuat pertahanan dan melakukan penyerangan. Hal itu adalah sesuatu yang secara tidak sadar dia lakukan. Ayu pun kini mengerti bahwa sampai saat ini sebenarnya dia belum mengelola energi nya dengan baik.


“Aku mengerti. Ayo kita coba lagi Kak Julia.” Ujar Ayu.


“Baiklah, kita akan mulai lagi. Persiapkan diri anda nona.” Ucap Julia menanggapi perkataan Ayu.


Ayu dengan cepat kembali mengepak kan sayap dan menyelimuti seluruh tubuhnya.


“Kali ini akan ku keluarkan seluruh energi hanya untuk bertahan.” Pikir Ayu.


Tidak lama kemudian serangan kembali datang. Sebuah panah tajam menyerang Ayu dengan sangat cepat. Berbeda dengan serangan sebelumnya yang tidak mampu Ayu hentikan dan menembus sayapnya hingga membuat lengannya terluka, kali ini panah tersebut berhasil dihentikan dan tidak melukai tubuh Ayu sama sekali. Panah itu hanya sedikit menembus sayap energi miliknya.


Walaupun panah itu tidak dihentikan dengan sempurna, paling tidak Ayu masih memiliki harapan untuk dapat terus bertahan dan menyelesaikan pelatihan ini.


Setiap 5 detik serangan kembali di lontarkan. Ayu terus menerus mempertahankan fokus dan berkonsentrasi untuk dapat menghentikan semua serangan. Jika sedikit saja dia kehilangan fokus dalam mengendalikan energinya, maka bisa dipastikan bahwa panah dan pisau belati tajam akan menghujam tubuhnya lagi.


Satu jam, dua jam, tiga jam berlalu hingga tiba waktunya beristirahat.


Teeeet….. “Pelatihan dihentikan. Waktunya beristirahat.” Ujar Darma.


“Ayu, saatnya istirahat.” Ucap Darma yang melihat Ayu masih terus mengeluarkan sayapnya untuk bertahan. Tapi Ayu tidak memberikan tanggapan sedikitpun.


“Aneh, aku akan menghampirinya.” Ucap Julia. Kemudian dengan cepat dia berlari menuju ruang pelatihan area ketiga.


Tidak perlu waktu lama bagi Julia untuk sampai di ruangan itu. Kini dia telah berada tepat di hadapan Ayu.


“Ada apa Julia?” Tanya Darma dari balik pengeras suara.


“Ayu kehilangan kesadaran. Alam bawah sadarnya yang kini mengendalikan energi untuk terus menjaga pertahanan nya.” Julia memberi penjelasan.


“Itu tidak mungkin.” Darma menanggapi perkataan Julia.


“Hal itu mungkin saja terjadi jika Ayu memiliki trauma masa lalu yang masih membekas hingga saat ini. Tubuhnya sudah lelah, energi nya sudah habis terkuras hanya untuk bertahan, ditambah lagi trauma masa lalu yang mungkin


mempengaruhi mentalnya. Hal tersebut membuat alam bawah sadarnya melakukan pertahanan diri bahkan saat dia kehilangan kesadaran seperti saat ini.” Ujar Julia.


“Lalu apa yang harus kita lakukan?” tanya Darma.


“Tenanglah, ini bukan masalah yang serius.” Julia menanggapi dengan tenang.


Julia mengeluarkan akar energi dan melilit tubuh Ayu yang masih dilindungi sayapnya. Akar energi itu membelenggu kekuatan Ayu hingga akhirnya kedua sayapnya pun menghilang.


Kemudian Julia mengeluarkan partikel serbuk sari untuk memulihkan psikis Ayu yang mungkin saja saat ini sedang terganggu. Bersamaan dengan hal tersebut, Julia mengambil kotak medis yang tersimpan di setiap ruangan. Dia mencabut panah yang masih menembus lengan Ayu, kemudian membersihkan dan mengobati lukanya dengan sangat terampil.

__ADS_1


Julia kembali memilih mengobati luka dengan alat medis dibandingkan harus menggunakan kekuatannya. Kekuatan yang Julia miliki memang sangat praktis, namun Julia tidak ingin anggota timnya menjadi ketergantungan dengan


kekuatannya saat ini. Julia hanya akan menggunakan kekuatannya jika luka yang dialami sangatlah serius dan mengancam nyawa anggota timnya.


Tidak lama kemudian Ayu pun sadar dan terkejut saat melihat Julia sedang merawatnya.


“Apa yang terjadi Kak Julia?” tanya Ayu keheranan.


“Tidak ada masalah serius nona. Tadi anda hanya kelelahan dan tidak sadarkan diri. Tapi syukurlah anda tidak terluka saat anda kehilangan kesadaran.” Ujar Julia.


“Bagaimana keadaan tubuh anda? Apa anda dapat melanjutkan pelatihan?” Tanya Julia.


“Tentu saja, aku tidak akan pernah menyerah.” Ayu menanggapi dengan senyuman.


“Baiklah, jika begitu anda hanya perlu istirahat sebentar untuk memulihkan energi.” Julia membalas senyum Ayu.


“Saya pergi dulu nona. Makanan telah disiapkan, silahkan anda makan dan beristirahat sejenak.” Ujar Julia sembari pergi meninggalkan ruangan pelatihan.


Tepat didepan pintu keluar, Julia menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Ayu.


“Nona Ayu, apakah anda hanya memiliki sayap untuk bertahan?” Julia tersenyum dan kembali melangkah keluar.


Pertanyaan Julia kembali membuat Ayu tersentak. Sampai saat ini Ayu berpikir bahwa sayapnya adalah tameng yang dapat dia gunakan untuk bertahan. Tapi pertanyaan Julia membuatnya mengubah pola pikir itu. Dia menyadari bahwa saat pertarungan area pertama berlangsung, pusaran angin nya lah yang menghentikan semua serangan mesin lontar di saat-saat terakhir pertarungan. Karena pusaran angin itu juga dia mampu mengimbangi kekuatan pedang milik boneka kayu. Juga karena angin yang ada di tangannya, Ayu mampu bertahan dari setiap serangan fatal yang dilakukan oleh boneka kayu.


Hal itu membuat ayu menjadi tidak sabar untuk melanjutkan pelatihan. Tapi dia tidak ingin terburu-buru. Dia masih perlu beristirahat untuk mengembalikan energi nya.


Setelah makan siang dan beristirahat. Pelatihan kembali dimulai.


Tanpa basa-basi, Ayu membentangkan sayap dan kembali menyelimuti tubuhnya. Hal itu dia lakukan hanya untuk berjaga-jaga saja. Kemudian Ayu membuat pusaran angin dan menjadikan tubuhnya sebagai poros.


“Pusaran angin yang biasa ku buat telah ku rancang untuk dapat melakukan serangan mematikan. Lalu bagaimana cara menjadikan angin ini sebagai pelindung?” pikir Ayu.


Lagi-lagi Ayu teringat dengan kekuatan yang dimiliki Julia.


“Sebuah kubah? Baiklah akan ku coba.” Pikirnya.


Ayu berusaha memanipulasi pusaran angin tersebut. Dia membuat pusaran yang lebih halus dan mengubah bentuknya menjadi sebuah kubah seperti halnya kubah pelindung milik Julia.


Ayu memang meniru bentuk manipulasi yang dilakukan oleh Julia. Namun dia melakukan modifikasi dan menciptakan karakteristik energi miliknya sendiri. Ayu berhasil membuat sebuah kubah dari pusaran angin yang berputar dengan sangat cepat. Pusaran angin pada kubah milik Ayu sangatlah halus hingga tidak terlihat sama sekali kalau kubah itu sebetulnya adalah angin yang sedang berputar dengan cepat.


Kini Ayu hanya perlu menunggu serangan datang. Tak berapa lama kemudian sebuah panah melesat cepat menuju arahnya. Ayu memperkuat sayapnya karena khawatir kubah anginnya tidak cukup kuat untuk menghentikan panah itu.


Draaak….


Panah yang tadi menyerang pun patah dan hancur saat berbenturan dengan kubah angin. Ayu terkejut dan tidak menyangka bahwa kubah angin miliknya ternyata sangatlah kuat. Tidak hanya daya tahan, kubah angin itu juga memiliki daya hancur yang luar biasa.


Ayu tersenyum lega dan bangga.


\~\~\~\~


***

__ADS_1


__ADS_2