Project Wanara

Project Wanara
Chapter 83. Terjebak


__ADS_3

Beberapa saat setelah latihan teknik rasuk dilakukan, Julia meminta Para Pandawa untuk menelusuri latar belakang Yuna lebih jauh. Dia merasa khawatir dengan keberadaan energi beast yang ditanamkan ke dalam tubuh Yuna.


Para Pandawa menelusuri informasi yang mereka miliki di dunia Jinn, sedangkan Julia sendiri kembali menelaah dokumen kepesertaan Project yang tersimpan di dalam database sistem Pandawa Group.


Cukup lama Julia mencari informasi, tapi tidak ada satupun data yang berkaitan dengan keberadaan energi beast.


Karena tak kunjung membuahkan hasil, Julia mengakhiri pencariannya dan berniat melakukan penelusuran ulang keesokan harinya. Julia pun beranjak menuju kamarnya untuk beristirahat.


Alangkah terkejutnya Julia saat melihat pintu kamarnya terbuka lebar. Julia pun segera berlari menghampiri kamarnya itu dan mendapati dua orang yang tidak asing lagi baginya sedang mengobrak-abrik seisi ruangan. Kedua orang itu adalah Indra dan Lisa dari Project Dasamuka.


Indra dan Lisa yang dikejutkan dengan kehadiran Julia pun bersama-sama menyerang Julia dan melarikan diri ditengah-tengah serangannya itu.


Mereka berdua berlari begitu cepat menuju belantara hutan yang gelap tanpa memalingkan wajah sedikitpun. Mereka tahu kalau hidup mereka pasti akan berakhir jika sampai tertangkap.


Julia pun bergegas mengejar Indra dan Lisa ke dalam hutan hingga akhirnya langkah mereka terhenti. Mereka dihadapkan pada jurang terjal yang tidak terlihat dasarnya hingga tidak ada lagi .jalan bagi mereka untuk berlari.


“Apa yang membawa kalian kembali?” Tanya Julia dingin.


“Untuk membawamu ke sini.” Jawab Indra sambil menyeringai.


Tiba-tiba saja muncul sebuah kubah besar berwarna merah darah yang mengurung Julia, Indra dan Lisa di dalamnya. Kubah itu seperti halnya kubah energi milik Julia yang membatasi interaksi orang di dalamnya agar tidak diketahui oleh orang-orang di luar kubah.


Julia memang sedikit terkejut, tapi karena dia juga bisa membuat kubah yang sama dan tahu persis bagaimana cara menghancurkan kubah itu, Julia pun terlihat sangat tenang.


Julia mengangkat tangan kanan ke atas dengan maksud mengeluarkan dandelionnya untuk menghancurkan kubah itu. Hanya saja, kekuatannya tak kunjung muncul.


Julia mulai merasa sedikit khawatir. Kemudian Julia mencoba mengalirkan energi COREnya, tapi sayang, bahkan energi COREnya itu pun tidak dapat dia keluarkan.


“Begitu rupanya, kubah ini memiliki kemampuan seperti rantai pengendali milik Darma.” Pikir Julia mencoba menenangkan diri.

__ADS_1


“Apa yang kalian inginkan?” Tanya Julia kepada Indra dan Lisa.


Seketika Indra pun berlari dan melesat ke depan wajah Julia.


“Coba kau tebak.” Ujar Indra yang kemudian melayangkan pukulan kerasnya ke arah tubuh Julia


Julia yang tidak dapat mengalirkan energi CORE pun terhempas dan menghantam kubah pembatas. Darah segar keluar dari mulutnya dan pandangan matanya pun seketika buram.


“Tidak pernah kubayangkan dapat mengalahkanmu hanya dengan satu pukulan saja.” Indra pun tertawa terbahak-bahak.


Ada sesuatu yang membuat Indra dan Lisa tidak terdampak oleh kubah merah darah itu. Julia pun penasaran dengan hal tersebut.


“Bagaimana kalian melakukan semua ini?” Tanya Julia lirih.


“Manusia biasa tidak akan mampu mengeluarkan kemampuannya di dalam kubah ini.” Jawab Lisa.


Kata-kata Lisa membuat Julia tersadar dan seketika memahami kondisi yang saat ini sedang terjadi.


Indra membalas pernyataan Julia hanya dengan bertepuk tangan sembari menyeringai lebar.


“Ini bukan perjanjian darah biasa, kekuatan ini sepenuhnya menjadi milik kami.” Ucap Lisa yang kemudian mengeluarkan pancaran energinya.


Bersamaan dengan keluarnya pancaran energi itu, di kepala Lisa pun tumbuh dua buah tanduk hitam kecil seperti halnya tanduk yang dimiliki oleh para Jinn muda golongan tertentu.


Saat Julia melihat kemunculan tanduk di kepala Lisa, seketika dia teringat pada Saras dari Project Punakawan yang dapat mengubah wujudnya menjadi sosok yang berbeda. Hanya saja terdapat perbedaan diantara keduanya. Perubahan wujud Saras memberi dampak jangka panjang yang berbahaya bagi tubuhnya sendiri. Sedangkan kemunculan tanduk Lisa nampak sepenuhnya terkendali dan memberikan kekuatan yang bekali-kali lipat lebih besar.


Julia mencoba mengulur waktu sambil mencari cara untuk keluar dari situasinya saat ini. Julia berada di posisi yang sangat dirugikan. Kekuatannya dibatasi, sedangkan musuh dengan leluasa memamerkan kemampuan barunya.


Dengan suara yang berat, Julia kembali melontarkan pertanyaan tentang alasan mereka melakukan semua ini. Hanya saja, Indra dan Lisa seperti tidak tertarik menanggapi pertanyaan Julia.

__ADS_1


Indra pun mendekati Julia, lalu mencekik leher dan mengangkat tubuh Julia ke atas.


Sambil terus meronta kesakitan, Julia berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Indra. Namun perbedaan kekuatan antara keduanya tidak lagi dapat terukur, terutama sejak Julia tidak dapat menggunakan kemampuannya.


“Kami tahu di mana kamu menyimpan Gapura.” Ucap Indra tanpa melepaskan cekikannya. Julia pun terbelalak oleh ucapan Indra. Dia terus meronta dan berupaya sekuat tenaga untuk melepaskan diri. Tapi nahasnya, cengkeraman Indra justru semakin kuat dan membuatnya hampir kehabisan napas.


Lisa berjalan mendekati Indra dan Julia. Setelah itu Lisa mengeluarkan sebuah energi dari tangan kanannya dan mencengkeram pergelangan tangan kiri Julia dengan sangat erat. Cengkeraman tangan Lisa membuat Julia kejang seperti sedang tersengat listrik.


Kemudian tangan kiri Indra menyentuh dada Julia, mengalirkan semacam energi hitam kedalamnya dan seketika Julia menjerit sejadi-jadinya. Dalam kondisi tercekik, jeritannya itu tertahan dan terdengar seperti erangan kesakitan.


Sebuah stigmata berbentuk melingkar pun muncul di dada Julia yang bersentuhan dengan tangan Indra. Kemunculan stigmata itu diikuti dengan munculnya cahaya yang sangat terang. Cahaya itu perlahan memudar hingga akhirnya menghilang. Saat cahaya menghilang, dua buah Gapura telah berada di genggaman tangan Indra.


Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Indra menghilangkan kubah pelindung dan melempar Julia ke dalam Jurang di hadapan mereka. Saat itu Julia telah kehilangan kesadaran karena Gapura yang ditarik paksa oleh Indra dan Lisa.


Julia terjun bebas ke dalam jurang yang sangat dalam sedangkan Indra dan Lisa menghilang begitu saja.


Beruntung saat itu Eyang Merapi muncul dan melihat Julia yang sedang terjun bebas. Eyang Merapi bergegas menyelamatkan Julia. Hingga akhirnya, Julia pun berhasil terelakkan dari kematian yang telah siap membawanya pergi dari dunia ini.


Dalam kondisi yang masih belum sadarkan diri, Julia dibawa oleh Eyang Merapi ke dunia Jinn, tepatnya ke Kerajaan Merapi, wilayah kekuasaan Eyang Merapi, untuk mendapatkan perawatan lanjutan di sana.


Setelah membawa Julia, Eyang Merapi kembali ke dunia manusia untuk membantu Kanjeng Ratu Kidul, Mbah Purwo dan Datutinggi Wentira. Meskipun energinya sudah banyak terkuras hanya untuk keluar dan masuk dimensi yang berbeda, Eyang Merapi masih berupaya untuk membantu, sebab dia merasakan sesuatu yang sangat berbahaya sedang menunggu rekan-rekannya.


Setibanya kembali di dunia manusia, Eyang Merapi mencari sumber energi milik Dirga yang telah beresonansi dengan energi miliknya dan segera menuju ke sumber energi itu.


Alangkah terkejutnya Eyang Merapi saat dari kejauhan dia melihat Kanjeng Ratu Kidul, Mbah Purwo dan Datutinggi Wentira sedang bertarung dengan sosok yang sudah sangat dia kenal, Azazil. Di sisi lain, dia melihat Rama dan Dirga sedang terkapar sembari memulihkan kondisi tubuh mereka.


Melihat kondisi itu, Eyang Merapi tidak bertindak gegabah. Dia mengamati kondisi terlebih dahulu agar dapat membantu di waktu yang tepat. Hingga suatu ketika, muncul seseorang di belakang Azazil dengan membawa sesuatu yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup umat manusia.


“Sial, aku harus cepat.” Pikir Eyang Merapi yang bergegas menuju area pertarungan dengan kecepatan penuhnya.

__ADS_1


***


__ADS_2