
Yuna masih melakukan pernapasan dasar yang di dalamnya mengalir energi fusi. Sebenarnya Yuna juga mendengar semua percakapan yang dilakukan oleh orang-orang disekitarnya, tapi dia tidak ingin ikut berkomentar. Yuna lebih memilih untuk terus fokus dan berupaya memahami lebih jauh tentang cara menggunakan metode
Rasuk yang harus dia kuasai secepat mungkin, terlebih lagi setelah mengetahui bahwa rekan-rekannya telah menguasai metode itu dengan baik.
“Kanjeng Ratu tidak dapat menggunakan metode Rasuk karena adanya energi pelindung yang ditanamkan oleh seseorang agar sesuatu di dalam tubuhku tidak memberontak. Sesuatu yang disebut energi beast. Aku harus cari tahu apa itu energi beast.”
Yuna mengalirkan energi fusi ke seluruh tubuh. Aliran energi itu berpusat di sekitar titik keluarnya energi CORE. Dia berusaha merasakan setiap inci aliran energi yang mengalir di dalam tubuhnya. Yuna dapat mendengar gemercik
darah yang mengalir deras di nadinya, jantung yang berdetak dengan irama yang konstan, juga hembusan udara yang keluar masuk dengan lembut ke dalam tubuhnya.
Tidak hanya itu, sensitivitas seluruh indra tubuhnya meningkat pesat. Yuna kini dapat merasakan setiap gerakan yang terjadi di sekitarnya. Tidak hanya gerakan besar dan kasar, bahkan langkah kaki pasukan semut merah kecil
yang sedang berbaris di tembok pojok ruangan pun terasa dengan jelas.
“Apa ini kemampuan energi fusi?” Pikir Yuna penasaran.
Yuna mengabaikan rasa penasarannya dan kembali fokus pada titik keluarnya energi CORE untuk mengetahui kebenaran tentang energi pelindung dan energi beast yang dikatakan oleh Kanjeng Ratu Kidul sebelumnya. Hanya saja dia tidak menemukan apapun. Yuna tidak merasakan adanya energi lain di dalam tubuhnya selain energi miliknya sendiri.
Tapi Yuna tidak menyerah, dia mencobanya sekali lagi. Yuna meningkatkan intensitas energi, mengalirkannya ke seluruh tubuh dan memusatkan energi tersebut ke titik keluar energi CORE. Seberkas cahaya kuning keemasan pun berpendar mengitari pusat energi CORE di dalam tubuhnya. Yuna sempat terkesima dan kehilangan fokus, namun dengan konsentrasi yang tinggi, dia kembali memusatkan seluruh indranya untuk menelaah cahaya tersebut.
Seiring dengan konsentrasinya yang meningkat, cahaya itu pun terlihat semakin berkilau, mengorbit pada pusat energi CORE dengan percepatan konstan. Samar-samar terlihat pantulan cahaya lain yang nampak seperti bola kaca besar yang menyelimuti pusat energinya. Sedangkan cahaya keemasan tadi melintang ditengah bola kaca besar itu layaknya garis khatulistiwa yang membentang dan membagi bumi menjadi dua bagian.
Yuna dapat merasakan energi bernuansa positif dan negatif mengalir keluar, menembus bola kaca besar itu. Sedangkan energi fusi yang merupakan gabungan kedua energi tersebut mengalir masuk ke dalam pusat energi sehingga tercipta siklus energi yang lembut dan kuat. Dua energi keluar untuk bergabung menjadi satu
kekuatan besar dan kembali masuk untuk diedarkan ke seluruh tubuh.
__ADS_1
“Jadi begini cara kerja teknik fusi. Umumnya kita hanya menggunakan energi positif yang disebut juga dengan energi CORE. Setelah energi negatif dibangkitkan, pusat energi pun mengeluarkan energi negatif yang sangat kuat. Teknik Fusi menggabungkan kedua energi itu menjadi sebuah energi baru yang lebih mematikan dan mengedarkannya ke seluruh tubuh.” Pikir Yuna.
“Dengan mengetahui cara kerja teknik fusi sedetail ini, seharusnya aku bisa memanfaatkan energi itu dengan lebih baik. Aku juga sangat yakin bahwa cahaya keemasan itu adalah energi pelindung yang dikatakan oleh Kanjeng Ratu tadi.” Sambungnya.
Setelah mengetahui kebenaran tentang adanya energi pelindung, Yuna kembali memusatkan konsentrasi untuk mencari kebenaran tentang adanya energi beast. Tapi sayangnya Yuna tidak dapat menemukan apa yang sedang dia cari. Sama sekali tidak ada tanda-tanda keberadaan energi beast yang dimaksud Kanjeng Ratu tadi.
Pada akhirnya Yuna pun memutuskan untuk mengakhiri pencariannya dan langsung bertanya kepada Kanjeng Ratu Kidul tentang kebenaran energi beast.
Yuna pun membuka mata dan kesadarannya hilang seketika.
Baaam…!
Tubuh mengeluarkan ledakan energi yang sangat dahsyat hingga menghempaskan semua orang, termasuk juga Julia, Para Pandawa dan Jinn Pendamping.
“Apa yang terjadi?” Tanya Darma.
Baaam….!
Lagi-lagi tubuh Yuna mengeluarkan ledakan energi yang sangat dahsyat. Meskipun telah mengeluarkan energi untuk berlindung, dampak ledakan itu masih dapat dirasakan oleh Darma, Dirga, Galih dan Ayu.
Tiba-tiba energi dingin menyelimuti tubuh Yuna dan tidak lama kemudian menyebar ke penjuru ruangan. Saking dinginnya, air minum yang dibawa anggota tim pun langsung membeku dan berubah menjadi es. Butiran-butiran salju pun tercipta dengan sendirinya.
“Kekuatan yang luar biasa.” Pikir Dirga.
Tanpa berpikir panjang, Eyang Merapi berusaha menstabilkan kondisi ruangan dengan kemampuan yang dia miliki. Tubuh Eyang merapi diselimuti oleh api yang menyala-nyala. Kehangatan mulai terasa. Seluruh es mulai mencair dan butiran-butiran salju pun lenyap.
__ADS_1
Yuna kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri. Dia bergerak cepat dan menyerang Eyang Merapi secara membabi buta. Namun Eyang Merapa tidak terlihat kesulitan sama sekali. Dia membalas serangan Yuna dengan sebuah pukulan ringan yang menghujamkan tubuh Yuna ke tanah dengan sangat keras.
“Gila! Ini kah kemampuan dari bangsa Jinn yang sebenarnya? Kekuatan sebesar itu dapat dipatahkan hanya dengan satu gerakan saja.” Pikir Dirga.
Yuna nampak semakin beringas layaknya binatang buas yang sedang kelaparan. Hal itu terlihat sangat jelas dari raut wajah yang Yuna tunjukkan. Melihat kondisi itu, Kanjeng Ratu bergegas mendekati Yuna dan mengalirkan energi fusi untuk meredam kekuatan yang Yuna miliki. Raut wajah Yuna perlahan berubah dan kembali seperti sedia kala. Tidak lama kemudian Yuna pun terjatuh dan tidak bergerak sama sekali.
“Julia, apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Galih.
“Karena sesuatu hal, energi beast di dalam tubuh Yuna pun bangkit dan menerobos pelindung yang telah ditanamkan sebelumnya. Energi beast sangat berbahaya dan begitu sulit dikendalikan. Itulah mengapa seseorang menanaman pelindung untuk menjaga Yuna dari ganasnya energi tersebut.”
“Apa kita semua memiliki energi beast yang sama dengan Yuna?”
“Tidak. Energi beast itu adalah energi eksternal yang menyatu dengan energi milik kita sendiri. Ada banyak faktor yang membuat seseorang dapat memiliki energi beast. Tapi kita tidak akan bahas itu sekarang. Dengan kemampuan kalian saat ini, keberadaan energi beast akan sangat berbahaya.”
“Sepertinya Yuna juga memiliki latar belakang yang rumit.” Ucap Dirga.
“Kamu benar, kami akan selidiki lebih jauh siapa sebenarnya Yuna dan darimana dia mendapatkan energi beast itu.” Sahut Yasa.
Beberapa waktu kemudian, para Jinn Pendamping pamit pergi untuk kembali ke dunia mereka sendiri. Energi mereka sudah terkuras cukup banyak hanya untuk datang ke dunia manusia. Dirga, Ayu dan Galih kembali mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah mereka dapatkan.
Sebenarnya Kanjeng Ratu Kidul masih ingin menemani Yuna dan membantunya memahami metode Rasuk. Namun kondisi memang tidak memungkinkan. Yuna masih tidak sadarkan diri sedangkan waktu yang dimiliki Kanjeng Ratu Kidul sangat terbatas.
Setelah para Jinn Pendamping pergi, Julia menciptakan kepompong energi untuk memulihkan kondisi Yuna. Tapi baru saja Julia mengeluarkan kepompongnya, Yuna terbangun dan berteriak.
“Ramaaa…!”
__ADS_1
***