Project Wanara

Project Wanara
Chapter 50. Yuna Angela (Last Part) - Jadilah Kuat dan Tersenyumlah


__ADS_3

Setelah pelatihan khusus hari pertama berakhir, Julia berinisiatif untuk menemui Yuna yang sedang berdiam diri dikamarnya.


Tok… tok… tok…


“Selamat sore Nona Yuna.”


Yuna yang mendengar suara Julia pun segera membuka pintu untuk menemuinya.


“Apa anda baik-baik saja, nona?” Tanya Julia.


“Aku baik-baik saja. Terima kasih telah mengkhawatirkan ku, Julia.” Jawab Yuna.


“Kalau begitu, bisakah nona ikut dengan saya? Ada sesuatu yang ingin saya tunjukkan.” Pinta Julia.


“Kemana?”


“Ikut saja dulu, anda akan segera tahu.” Ujar Julia. Yuna pun mengangguk dan mengikuti langkah Julia.


Mereka berdua pergi meninggalkan mansion dan berjalan menyusuri lebatnya hutan. Julia membawa Yuna pergi ke tempat rahasia yang hanya diketahui olehnya. Tempat yang biasa dia gunakan untuk berlatih dan mengasingkan diri.


“Kita akan pergi kemana, Julia?”


“Nona lihat saja. Sebentar lagi kita sampai.”


Setibanya mereka di tempat yang dituju, Yuna terpukau dengan pemandangan yang dia lihat. Pepohonan di tempat itu tidak lagi lebat, hanya ada padang rumput yang dihiasi berbagai jenis bunga yang bermekaran. Di sana terdapat sebuah batu besar. Tepat di depan batu besar itu terdapat jurang yang sangat dalam.


“Selamat datang ditempat rahasia ku.” Ujar Julia sambil tersenyum.


Julia melangkah naik ke atas batu besar itu dan kemudian duduk di atasnya. Julia juga memberi isyarat kepada Yuna untuk mengikutinya.


“Apa anda pernah menikmati matahari terbenam di puncak gunung ini, nona?” Tanya Julia diikuti dengan gelengan kepala Yuna.


“Di tempat ini, kita bisa menikmati keindahan alam yang diciptakan oleh Sang Maha Pencipta. Angin yang berhembus dengan lembut, udara yang begitu segar, kabut-kabut yang membuat kita merasa tenang, dan matahari terbenam yang memanjakan mata.” Ujar Julia.


Yuna pun mendengarkan ucapan Julia dengan seksama.


“Tapi tidak hanya itu, tepat di depan kita ada jurang yang sangat dalam dan terjal. Jika tidak berhati-hati, bisa saja kita terjatuh ke dalam jurang itu. Begitu juga kehidupan ini, nona. Kita telah diberikan nikmat yang tidak terhingga oleh Sang Maha Pencipta. Segala sesuatu yang kita butuhkan telah tersedia. Beberapa dari kita bersyukur atas segala nikmat itu, tapi beberapa orang lainnya justru berlaku sebaliknya.”


“Batasan antara keduanya sangatlah tipis. Jika kita bersyukur, maka kita bisa menikmatinya seperti yang sedang kita lakukan sekarang ini. Tapi jika sebaliknya, kita akan terjerumus ke dalam jurang seperti yang ada dihadapan kita.”


“Kenapa kamu mengatakan hal-hal semacam itu, Julia?” Tanya Yuna.


“Saat ini anda sedang berdiri di ujung jurang, nona. Satu keputusan kecil akan berdampak besar pada kehidupan anda.” Jawab Julia. Yuna pun terdiam.


“Apa aku benar? Ada yang ingin anda ceritakan, nona?” Tanya Julia.


“Aku bingung harus berkata apa, Julia.” Yuna memberi tanggapan.

__ADS_1


“Selama ini, kenangan masa lalu itu terus saja menghantuiku. Betapa bodoh dan jahatnya aku dulu. Pada pelatihan tadi, aku bertemu dengan kakak ku yang telah lama pergi. Aku pun berjanji kepadanya untuk terus tersenyum dan menjalani hidup ini dengan bahagia. Tapi aku tahu itu semua tidak nyata. Janji yang ku ucapkan terasa hampa.” Ujar Yuna.


“Aku punya cerita yang cukup menarik. Apa anda mau mendengarnya?” Tanya Julia diikuti dengan anggukan kepala Yuna.


“Jaman dulu kala, ada seorang pendosa yang sangat jahat. Dia adalah orang yang sangat kuat dan ditakuti oleh orang-orang disekitarnya. Dia tidak akan pernah segan untuk menghabisi orang-orang yang tidak sejalan dengan pemikirannya. Bahkan dia juga tega mengubur bayi perempuannya hidup-hidup sesaat setelah dilahirkan hanya karena dia ingin mendapatkan bayi laki-laki. Dosa yang dia perbuat sudah tidak terhitung jumlahnya.”


“Akan tetapi Sang Maha Pencipta memberinya kesempatan untuk berubah, dan orang itu pun mengambil kesempatan yang diberikan kepadanya. Dia yang berada di dalam dasar jurang pun berusaha merangkak naik untuk dapat menikmati keindahan dunia ini dan mensyukurinya. Tidak jarang dia menyesali dan menangisi perilakunya dulu. Akan tetapi dia menjadikan kisah masa lalunya itu sebagai pelajaran dan membuatnya semakin termotivasi untuk terus berjuang dan memperbaiki diri. Pada akhirnya, Dia yang dulu menjadi musuh dan sangat ditakuti, kini menjadi teman yang sangat disegani.”


“Sekarang pada kasus anda, apakah nona akan memilih untuk terjun ke dalam jurang dan berdiam diri disana, ataukah terus berjuang untuk dapat menikmati dan mensyukuri keindahan yang telah diciptakan untuk kita?” Tanya Julia.


“Kakak yang datang di mimpi anda mungkin tidaklah nyata, tapi aku yakin janji yang anda ucapkan muncul dari dalam lubuk hati dan jiwa.” Sambungnya.


Yuna terdiam dan termenung mendengarkan kata-kata Julia.


“Jika saja Alia masih hidup dan berada di hadapan anda saat ini, kira-kira apa yang akan dia ucapkan?” Tanya Julia yang melihat Yuna termenung dan terdiam.


Tiba-tiba saja air mata Yuna mengalir. Dia menangis terisak-isak. Setelah itu Yuna menyeka air matanya. Berdiri perlahan dan berjalan mendekati jurang. Yuna mengeluarkan seluruh energinya, udara berubah menjadi sangat dingin dan menghasilkan kristal-kristal es. Tidak lama kemudian kristal-kristal es itu menguap dan menjadi kabut yang sangat pekat hingga menutupi pemandangan matahari yang sedang terbenam. Perlahan kabut itu pun menghilang, cahaya matahari berwarna merah jingga pun kembali terlihat dan menyinari tempat itu.


Yuna membalikkan badannya. Menatap Julia dengan tajam dan memberi senyuman terbaik yang bisa dia tunjukkan.


“Terima kasih, Julia. Aku merasa jauh lebih baik.” Ujar Yuna. Julia membalas senyuman Yuna dengan hati bahagia.


Matahari pun terbenam. Julia dan Yuna kembali ke mansion Project Wanara. Di perjalanan pulang, Julia meminta Yuna untuk menemuinya di aula setelah beristirahat dan berbenah. Masih ada sesuatu yang perlu Julia lakukan.


Hari pertama pelatihan khusus, jam 8 malam di aula mansion Project Wanara. Yuna melihat Julia sedang melakukan latihan pernapasan. Seluruh penjuru aula di penuhi dengan energi hangat yang dikeluarkan oleh Julia.


Yuna mendekati Julia dan bertanya tentang apa yang akan mereka lakukan disana. Julia menjelaskan bahwa dia akan membantu Yuna dalam meningkatkan kemampuan manipulasi energinya.


“Pada prinsipnya, kita berdua memiliki karakteristik energi yang sama, nona. Aku akan memberikan beberapa trik yang mungkin juga dapat anda terapkan dalam hal manipulasi energi.” Ujar Julia.


“Apa benar begitu, Julia. Terima kasih banyak.” Jawab Yuna dengan sangat senang.


“Dengan senang hati, nona.” Ujar Julia.


“Langsung saja kita mulai. Silakan nona ambil sikap duduk teknik pernapasan dasar. Aku akan menunjukkan sesuatu.” Pinta Julia.


Yuna pun segera mengikuti instruksi Julia dan memejamkan matanya. Setelah itu Julia mengeluarkan energinya melalui tangan kanan dan memegang dahi Yuna. Seketika di benak Yuna muncul gambaran beberapa jenis aliran energi dan teknik pengendaliannya. Itu adalah gambaran beberapa teknik yang dimiliki oleh Julia dan bagaimana cara menggunakan teknik tersebut.


30 menit kemudian, proses pembagian informasi itu selesai dan Yuna membuka matanya.


“Apa yang baru saja kamu lakukan sungguh sangat luar biasa, Julia. Dengan begitu kini aku mengerti bagaimana cara kamu mengalirkan energi dan membuat beberapa teknik manipulasi yang sangat hebat. Sepertinya anggota tim lain juga membutuhkan ini, Julia.” Ucap Yuna dengan hati berbunga-bunga.


“Aku hanya bisa menunjukkan ini kepada anda, nona. Jika ku tunjukkan hal ini kepada anggota tim lainnya, sudut pandang mereka akan terbatasi dan mereka hanya akan terpaku pada teknik yang ku tunjukkan, sedangkan karakteristik energi mereka tidak cocok sama sekali. Jika itu terjadi, kemampuan mereka bukannya meningkat, tapi justru akan menurun. Perkembangan mereka juga akan terhambat. Itulah kenapa aku hanya bisa menunjukkannya kepada anda yang memiliki karakteristik energi yang sama denganku.”


“Misalnya saja sudut pandang anda juga terbatasi dan anda juga hanya terpaku pada teknik yang baru saja ku tunjukkan sehingga tidak mengembangkan teknik baru, hal itu tidak akan menjadi masalah. Karena teknik pengendalian yang baru saja ku tunjukkan merupakan salah satu teknik terbaik yang pernah ku ciptakan. Aku juga yakin kalau anda pasti dapat menguasai semua teknik ini dengan baik dan menjadikan teknik ini sebagai teknik anda sendiri.”


“Tapi apa tidak masalah jika kamu menunjukkan teknik pengendalian ini dan memberikannya padaku, Julia?”

__ADS_1


“Aku percaya kepada anda, nona.”


Yuna sangat terharu dengan apa yang telah Julia lakukan kepadanya. Tidak hanya memberinya motivasi untuk terus bangkit, Julia juga memberikan beberapa teknik pengendalian yang dapat membantu perkembangan kemampuan Yuna.


“Karakteristik energi kita memang sama, tapi sedikit bertolak belakang. Energi yang ku miliki cenderung hangat, sedangkan anda cenderung dingin. Hal yang perlu anda lakukan saat ini hanyalah melatih teknik pengendalian tadi. Kuasailah semua teknik itu dan internalisasikan dengan energi anda sendiri. Jika anda berhasil, maka anda akan mampu melakukan beberapa bentuk manipulasi energi yang sangat kuat dan selaras dengan karakteristik alami energi CORE anda, nona.” Ujar Julia.


“Aku mengerti, Julia. Entah apa yang bisa ku lakukan untuk membalas semua kebaikan mu ini.” Ujar Yuna.


“Berjanjilah untuk selalu tersenyum. Bangkitlah Yuna. Berjuanglah untuk orang-orang yang kamu cintai, untuk orang-orang yang juga mencintaimu.” Ujar Julia.


Yuna terkejut. Sosok Alia seketika muncul di benaknya. Air mata Yuna kembali mengalir. Dia menundukkan kepalanya kepada Julia dan mengucapkan terima kasih dengan sangat tulus dari lubuk hatinya yang terdalam.


-


-


-


Hari keempat, pelatihan khusus di area ketiga….


Yuna bersiap untuk melakukan latihan peningkatan kemampuan pertahanan. Sesaat sebelum pelatihan di mulai, Yuna sudah menciptakan sebuah kubah pelindung berbentuk Rumah Iglo yang terbuat dari tumpukan es bening yang sangat kuat.


“Yuna, kita bahkan belum mulai dan kamu sudah menunjukkan kemampuan manipulasi energi mu. Kamu sangat bersemangat ya?” Ujar Darma.


“Tentu saja. Aku sudah tidak sabar, pak.” Jawab Yuna dengan senyum lebarnya.


“Kalau begitu ayo kita mulai.” Ucap Darma dengan sangat semangat.


Yuna pun segera memasuki Rumah Iglo dan menutup pintu masuk rumah itu sehingga kini dia benar-benar terlindungi di dalamnya.


Mesin lontar mulai melakukan serangan. Dari lambat menjadi sangat cepat. Dari lemah menjadi sangat kuat. Dari satu serangan menjadi banyak serangan sekaligus. Tapi tidak satu serangan pun mampu menembus pertahanan yang Yuna buat. Hal itu terus berlanjut hingga pelatihan dinyatakan berakhir seperti yang telah diprediksi oleh Julia dan Darma sebelumnya.


Hari berikutnya, Yuna memasuki ruang pelatihan area keempat. Tempat dimana dia akan melakukan pelatihan khusus terakhirnya. Julia menyambut kedatangannya dan kemudian menjelaskan tata cara pelatihan khusus di area tersebut. Yuna memahami dengan baik semua penjelasan yang diberikan oleh Julia dan telah sangat siap untuk memulai pelatihan.


Yuna memejamkan mata dan memulai teknik pernapasan. Sesaat setelah Yuna melakukan teknik pernapasannya, energi dingin mengalir keluar dan memenuhi ruangan tersebut. Itu adalah manifestasi energi yang dihasilkan dari teknik pengendalian yang telah diajarkan oleh Julia. Jika Julia menghasilkan energi hangat, maka Yuna menghasilkan energi dingin.


Suhu di ruangan itu mulai berubah menjadi hangat dan perlahan bertambah panas. Yuna menyadari adanya perubahan suhu itu, akan tetapi energi dingin yang dihasilkan oleh teknik pernapasannya mampu mengeliminir suhu panas diruangan itu sehingga Yuna sama sekali tidak merasa terganggu dengan perubahan suhu yang terjadi.


Dua jam kemudian, suhu panas diruangan itu turun drastis dan menjadi sangat dingin. Yuna juga menyadari perubahan suhu yang terjadi. Akan tetapi, energi dingin yang dikiranya akan memperburuk keadaan justru beresonansi dengan suhu dingin diruangan tersebut sehingga menghasilkan kondisi yang stabil dan nyaman untuknya berlatih.


“Terima kasih banyak, Julia.” Ucap Yuna didalam hatinya.


Julia pun tersenyum bahagia saat melihat kemampuan yang Yuna tunjukkan.


“Jadilah kuat dan buatlah orang-orang disekitarmu tersenyum.” Ucap Julia didalam hatinya.


***

__ADS_1


__ADS_2