
Julia meminta Darma dan anggota timnya maju untuk menjadi sukarelawan dalam membangkitkan energi negatif mereka masing-masing. Lalu dia menjelaskan teknis pembangkitan secara singkat.
Anggota tim Project Wanara beserta Darma hanya perlu duduk bersila dan melakukan pernapasan dasar untuk mengalirkan energi CORE ke seluruh tubuh. Lalu Julia akan mengalirkan energi negatif miliknya untuk memicu pembangkitan energi negatif milik mereka.
Saat proses itu dilakukan, energi di dalam tubuh akan bergejolak dan menjadi tidak stabil. Mereka perlu menjaga konsentrasi untuk membuat energi itu menjadi lebih stabil. Setelah energi menjadi lebih stabil, perlahan energi negatif akan keluar dan membanjiri CORE atau wadah energi di dalam tubuh. Energi negatif akan berusaha mendominasi dan melahap energi positif. Anggota tim Project Wanara hanya perlu menjaga keseimbangan energi itu hingga keduanya benar-benar menyatu sempurna dan saling melengkapi satu sama lain.
“Saat energi negatif dibangkitkan dan keluar dari wadah energi, maka tubuh kalian akan merasakan dingin yang menusuk tulang. Rasa dingin itu hanya bisa dinetralkan oleh energi positif. Tapi jika kalian terlalu memaksakan diri dan memperkuat energi positif secara berlebihan, maka tubuh kalian akan terbakar oleh energi kalian sendiri. Kalian harus bisa menjaga keseimbangan kedua energi itu untuk dapat melakukan teknik fusi dengan baik. Aku yakin kalian sudah sangat paham bagaimana cara menyeimbangkan kedua energi itu.” Ujar Julia sambil tersenyum.
“Ini seperti latihan khusus area keempat ya?” Tanya Ayu.
“Tepat sekali, latihan khusus itu adalah simulasi untuk dapat membangkitkan energi negatif di dalam tubuh kalian. Jika kalian berhasil melewati latihan itu dengan baik, maka proses pembangkitan energi negatif akan sangat mudah dilakukan.”
“Tapi aku gagal.”
“Kamu tidak gagal, Ayu. Kamu hanya perlu lebih fokus dengan apa yang sedang kamu hadapi. Aku sangat yakin kali ini kamu dapat melakukannya dengan baik.”
“Tentu saja.” Sahut Ayu bersemangat.
“Lalu bagaimana dengan Pak Darma yang belum pernah mengikuti latihan khusus?” Tanya Dirga.
“Apa menurutmu kami akan melakukan latihan khusus tanpa mengujinya terlebih dulu? Pak Darma telah mencoba semua latihan khusus kecuali kapsul virtual yang saat itu belum siap digunakan.”
“Jadi begitu. Secara tidak langsung Pak Darma juga telah melakukan latihan khusus dan berhasil menyelesaikan semua latihan itu dengan baik.”
“Tidak hanya baik, tapi luar biasa. Pak Darma berhasil menyelesaikan semua tantangan bahkan sebelum makan siang tiba.”
Anggota tim Project Wanara sangat terkejut dengan ucapan Julia.
“Hey, kenapa kalian begitu terkejut? Apa kalian pikir aku ini lemah?” Teriak Darma kesal. Respons yang diperlihatkan Darma membuat mereka tertawa lebar dan menghangatkan suasana.
__ADS_1
Kemudian Darma, Ayu, Yuna, Dirga dan Galih pun duduk bersila untuk melakukan teknik pernapasan dasar. Energi CORE keluar dan mengalir hingga menyelimuti seluruh tubuh mereka. Energi CORE itu adalah energi positif.
Julia memberi aba-aba kepada Darma dan anggota timnya untuk bersiap-siap. Tidak berapa lama kemudian dia mengeluarkan energi negatif dan mengalirkannya. Jika energi positif Julia berwarna pink, energi negatifnya berwarna merah darah yang terlihat begitu gelap dan mengerikan. Energi itu perlahan masuk ke dalam tubuh Darma, Dirga, Galih, Yuna dan Ayu secara bersamaan.
Saat proses itu berlangsung, seketika energi negatif mereka bangkit dan keluar dari dalam tubuh. Itu artinya, mereka dapat langsung menstabilkan kedua energi yang keluar dari dalam tubuh mereka masing-masing. Awal yang sangat baik.
Setelah itu energi negatif mulai melahap keberadaan energi positif. Perlahan tapi pasti, energi positif mulai menghilang dan digantikan dengan energi negatif. Anggota timnya mulai terlihat menggigil kedinginan.
“Konsentrasi lebih dalam. Lawan dominasi energi negatif, tapi jangan terlalu berlebihan dan malah membahayakan nyawa kalian sendiri.” Ujar Julia.
Setelah itu energi negatif Darma, Yuna dan Dirga berhenti mendominasi. Energi positif pun kembali muncul untuk menciptakan keseimbangan. Tidak lama berselang Galih pun dapat melakukan hal yang sama. Akan tetapi kedua energi itu saling berbenturan dan kembali tidak stabil. Yuna, Dirga dan Galih mulai mengeluarkan keringat dingin.
“Kuatkan tekad kalian. Gunakan cara yang sederhana dengan mengucapkan beberapa kata yang dapat memperkuat tekad kalian itu. Bara mencontohkan dengan kata ‘fusion’.”
“Fusion.” Ucap Darma, Galih, Yuna dan Dirga secara bersamaan.
Seketika kedua energi itu berhenti bergejolak dan bergabung untuk membentuk sebuah energi baru. Mereka berempat berhasil melakukan teknik fusi dengan sangat baik. Tersisa Ayu yang masih tenggelam di dalam dominasi energi negatif.
Kalimat sederhana yang diutarakan Julia memberikan perubahan besar pada Ayu. Perlahan energi positif kembali muncul dan membesar hingga menciptakan benturan energi yang dahsyat.
“Fusion.”
Energi negatif dan positif mulai terkendali hingga keduanya menyatu sempurna dan menciptakan aliran energi baru yang sangat kuat.
Energi positif hijau daun menyelimuti tubuh Darma sedangkan energi negatif membentuk rantai panjang yang mengitari tubuhnya. Warna rantai itu terlihat seperti warna batu giok yang sangat menawan.
Tubuh Yuna diselimuti aliran energi positif berwarna perak dan dikelilingi dengan aliran energi negatif berwarna putih gelap berbentuk partikel salju. Yuna yang memiliki wajah cantik pun kini terlihat begitu indah layaknya bidadari.
Energi positif berwarna merah terang memenuhi tubuh Dirga. Sedangkan warna energi negatifnya adalah merah gelap yang cenderung transparan. Meskipun begitu, energi negatifnya masih terlihat dengan jelas. Kombinasi warna itu membuat tubuh Dirga terlihat seperti sedang diselimuti api yang menyala.
__ADS_1
Galih memiliki energi positif berwarna biru langit yang kini mengalir deras menyelimuti tubuhnya. Di antara energi positif itu, terlihat energi negatif berwarna biru navy yang sangat halus dan tajam seperti pisau.
Sedangkan kombinasi warna energi Ayu terlihat paling indah. Energi positif berwarna kuning cerah menyelimuti tubuhnya diikuti dengan dan bulu-bulu keemasan disekitarnya. Keindahan energi itu membuat semua orang terpukau.
“Luar biasa, kalian tidak hanya berhasil melakukan teknik fusi, tapi juga berhasil menyatukan kedua energi itu dengan sempurna hingga menciptakan energi baru yang siap digunakan untuk bertempur. Apa yang memotivasi kalian hingga dapat mencapai tahap ini?” Tanya Yasa.
“Rama.” Jawab mereka serempak.
Darma, Yuna, Galih, Dirga dan Ayu terkejut dengan jawaban yang mereka lontarkan. Mereka tidak menyangka kalau akan memberi jawaban yang sama. Bagi mereka, Project Wanara tidak lagi hanya sebatas project. Hati mereka telah terikat dan terpaut satu sama lain. Julia pun tersenyum bangga melihat capaian yang diperoleh Darma dan anggota timnya.
“Kini giliran kalian semua.” Ujar Bara kepada anggota project lainnya.
“Berkumpullah dengan sponsor Project kalian masing-masing. Merekalah yang akan membantu kalian untuk membangkitkan energi negatif dan melakukan teknik fusi. Aku peringatkan untuk tidak gegabah, proses yang akan kalian hadapi jauh lebih berat dibandingkan yang terlihat. Kita hanya punya waktu satu minggu untuk menyelesaikan pelatihan ini. Jadi berjuanglah dengan sungguh-sungguh” Sambung Bara.
Kemudian masing-masing Project berkumpul dengan sponsor mereka. Project Dasamuka akan dipandu oleh Yasa, Pandawa Pertama. Project Anantareja oleh Bara, Pandawa Kedua. Project Dewabrata oleh Arya, Pandawa Ketiga. Project Punakawan oleh Nara, Pandawa Keempat. Sedangkan Project Brahma akan dibimbing oleh Sarwa, Pandawa Kelima.
Masing-masing sponsor akan didampingi oleh perwakilan dari Project Wanara untuk membantu Para Pandawa dalam mengawasi jalannya pembangkitan energi negatif yang sangat berbahaya. Darma akan mendampingi Sarwa, Ayu mendampingi Nara, Galih mendampingi Arya, Dirga mendampingi Bara dan Yuna mendampingi Yasa.
Tidak satu orang pun menolak kehadiran perwakilan Project Wanara karena mereka telah mengetahui kemampuan dari masing-masing anggota Project.
Julia memberi arahan singkat kepada Darma dan anggota timnya. Dia menyampaikan hal-hal yang harus mereka lakukan untuk membantu anggota project lainnya.
Proses pembangkitan energi memang sangatlah sulit. Sesaat setelah Para Pandawa membangkitkan energi negatif masing-masing anggota tim, banyak yang berteriak kesakitan pertanda adanya ketidakstabilan energi.
Perwakilan anggota Project Wanara pun mengeluarkan energinya untuk membantu menstabilkan energi negatif orang-orang. Tapi jumlah mereka terlalu banyak untuk dapat ditangani oleh satu orang saja. Beberapa dari mereka mengalami gejala hipotermia dan frostbite, beberapa orang lainnya sampai memutahkan darah segar dari mulutnya, bahkan sebagian lagi sampai tak sadarkan diri karena gagal menstabilkan energi negatif di dalam dirinya.
Melihat kondisi yang begitu mengkhawatirkan, Julia mengeluarkan partikel energi dalam jumlah besar dan menyebarkannya ke seluruh penjuru ruangan. Partikel energi itu dapat membantu proses pemulihan bagi orang-orang yang terluka.
Karena Julia mengeluarkan energi dalam jumlah besar dengan penyebaran yang luas, efektivitas pemulihan pun menurun. Tapi itu masih jauh lebih baik dibandingkan tidak sama sekali.
__ADS_1
Proses pembangkitan pun dihentikan hingga semua orang kembali siap. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau pembangkitan energi negatif akan sangat sulit dan menyakitkan. Mengetahui fakta itu, mereka menjadi begitu kagum dengan kemampuan yang dimiliki oleh Project Wanara.
***