
Pelatihan pengendalian CORE dimulai saat Rama terbangun dari tidurnya. Hal pertama yang harus dikuasai untuk dapat mengendalikan CORE adalah pernapasan dasar. Pernapasan ini akan membantu membangkitkan energi CORE dari dalam tubuh.
“Kesulitan yang paling umum ditemui didalam teknik pernapasan adalah pengendalian diri dan kontrol energi bahkan untuk seorang ahli bela diri kuno sekalipun. Selama 1 bulan penuh tuan dan nona telah melakukan pelatihan peningkatan fisik, hal itu diperlukan agar tuan dan nona dapat melakukan pengendalian CORE dengan lebih baik” Ungkap Julia.
“Ada sesuatu yang tidak dimiliki oleh ahli bela diri kuno terdahulu namun tuan dan nona miliki saat ini. Itu adalah partikel nano Black Onyx Stone. Keberadaan partikel nano tersebut akan sangat membantu tuan dan nona didalam membangkitkan dan mengendalikan energi CORE.” tambahnya.
“Tahap pertama, tuan dan nona silahkan duduk bersila dengan punggung tangan diletakkan dilutut dan telapak tangan menghadap keatas.” Julia memulai penjelasan teknis pernafasan dasar untuk membangkitkan energi CORE. Seluruh anggota tim mengikuti instruksi Julia.
“Posisikan tubuh senyaman mungkin. Tapi jangan sampai tertidur ya..” ujar Julia melihat Rama dengan tersenyum. Rama tersipu malu dengan perkataan Julia.
“Pejamkan mata, tenangkan hati dan kosongkan pikiran tuan dan nona. Kemudian tarik nafas panjang dan buang secara perlahan. Lakukan hal ini secara terus menerus dan tunggu instruksi berikutnya.” tambah Julia.
5 Menit berselang….
“Kenapa lama sekali?” pikir Rama.
Dengan rasa penasaran, Rama sedikit membuka matanya untuk melihat kondisi sekitar. Alangkah terkejutnya Rama saat melihat Julia berada dihadapannya.
“Fokus….. Pejamkan Mata….” Ujar Julia kepada Rama.
Rama kembali memejamkan mata dan melanjutkan teknik pernapasannya dengan perasaan gelisah memikirkan wajah Julia tadi.
“Fokus Ramaa… Fokus….!” Pikir Rama didalam hatinya. Rama terus berkonsentrasi dan berusaha terus fokus pada pernapasannya
10 Menit kemudian…..
“Awal yang baik, kesabaran, ketenangan dan pengendalian diri adalah kunci keberhasilan kebangkitan CORE tuan dan nona.” Puji Julia kepada seluruh anggota tim.
“Sekarang perhatikan, angkat tangan kanan tuan dan nona ke atas secara perlahan sebagai tanda bahwa tuan dan nona masih mendengarkan instruksi saya.” Pinta Julia.
Seluruh anggota tim secara perlahan mengangkat tangan kanannya keatas.
“Bagus….. Tempatkan kembali tangan di posisi semula” ujar Julia.
“Kemudian pusatkan fokus tuan dan nona kebagian ulu hati, disitulah letak CORE. Rasakan desakan energi yang terasa akan meledak dari sana, itu adalah energi Black Onyx Stone. Pada tahap kebangkitan CORE, tuan dan nona akan sangat kesulitan merasakan energi, itu lah fungsi Black Onyx Stone. Energi Black Onyx Stone akan merangsang kebangkitan energi CORE yang tuan dan nona miliki” tambahnya.
“Jika tuan dan nona telah merasakan energi tersebut, angkat tangan kanan setinggi bahu, dan alirkan secara perlahan energi tersebut ke ujung jemari tangan. Pertahankan posisi ini hingga instruksi berikutnya” ujar Julia.
“Kemudian letakkan tangan kanan tuan dan nona di bagian ulu hati, alirkan energi tersebut kembali ke ulu hati. Lakukan secara terus menerus.” Julia menjelaskan dengan perlahan.
Julia dan Darma mengaktifkan mode deteksi menggunakan CORE untuk melihat laju energi yang dialirkan oleh setiap anggota. Yuna memiliki pengendalian yang sangat baik, seluruh energi mengalir dengan halus dan perlahan secara konsisten.
Ayu dan Dirga memiliki sedikit kendala di tahap pelepasan energi Black Onyx Stone sehingga tidak seluruh energi disalurkan dengan baik. Galih memiliki sedikit kendala saat mengembalikan energi dari tangan ke ulu hati sehingga terdapat sumbatan energi yang perlu diatasi.
__ADS_1
Namun hal yang membuat Darma dan Julia terkejut adalah Rama. Mereka sama sekali tidak merasakan adanya aliran energi di dalam tubuh Rama. Seharusnya bagi siapapun yang telah memiliki partikel nano Black Onyx Stone didalam tubuhnya, pengendalian energi ini sangat mudah untuk dilakukan.
Darma menyalurkan energi miliknya kepada Galih untuk menghilangkan sumbatan energi yang dialami Galih, sedangkan Julia membantu Ayu dan Dirga untuk melepaskan seluruh energi Black Onyx Stone yang mereka miliki. Setelah itu secara bersama-sama Julia dan Darma mengalirkan energi kepada Rama untuk menstimulasi CORE nya. Energi milik Ayu, Dirga dan Galih mengalir dengan sangat baik, namun hal tersebut tidak berhasil untuk Rama. Darma dan Julia masih belum bisa merasakan aliran energi milik Rama.
“Apa yang terjadi?” bisik Darma kepada Julia.
“Entahlah, sedari awal orang ini agak sedikit berbeda. Sebaiknya kita lanjutkan dulu ke tahap berikutnya” jawab Julia.
“Seluruh energi tuan dan nona telah mengalir dengan sangat baik. Kumpulkan kembali energi tersebut di ulu hati. Pertahankan agar energi tidak kembali tersebar sebelum seluruh energi terkumpul.” Julia melanjutkan instruksinya.
“Setelah energi terkumpul, kembalikan posisi tangan tuan dan nona ke tempat semula, pertahankan selama 10 detik dan lepaskan seluruh energi ke bagian kepala tuan dan nona, tepatnya dibagian kening. Saat itu terjadi, tuan dan nona akan memasuki kondisi tidak stabil yang membuat energi CORE berhamburan keluar tubuh secara tidak terkendali. Tugas tuan dan nona adalah mempertahankan keseimbangan energi tersebut dan mengalirkannya ke seluruh bagian tubuh. Jika tuan dan nona gagal dalam tahap ini, tuan dan nona akan kehilangan kesadaran untuk sementara waktu dan harus memulai kembali tahapan pembangkitan dari awal.” lanjut Julia.
Seluruh anggota tim berhasil mengumpulkan kembali seluruh energi Black Onyx Stone ke ulu hati dan mulai mengalirkan energi tersebut menuju kepala. Seketika seluruh anggota tim memasuki kondisi tidak stabil. Hal tersebut berlangsung cukup lama sehingga membuat fisik beberapa orang terlihat lemas karena kehilangan cukup banyak energi secara tiba-tiba.
Setelah 10 menit berlalu, Yuna dan Dirga berhasil menjaga keseimbangan aliran energi dan mengalirkannya keseluruh tubuh. 1 menit kemudian Ayu dan Galih pun mampu melakukan hal serupa. Namun hingga saat ini, Julia dan Darma masih belum mampu melihat aliran energi Rama. Mereka tidak tahu apakah Rama dapat mengikuti instruksi dengan baik atau tidak.
“Kurang ajar, Jangan-jangan dia tidur lagi?” pikir Darma saat itu sambil memperhatikan Rama.
“Aku tahu apa yang kamu pikirkan Darma, tapi lihatlah dia… Dia nampak mengikuti instruksi kita dengan baik” ujar Julia kepada Darma yang nampak kesal melihat Rama.
“……….” Darma terdiam.
“Jika kalian merasa telah berhasil mengalirkan energi ke seluruh tubuh, buka mata kalian” Ujar Julia.
“Tetap fokus…. pertahankan aliran energi tersebut selama 10 menit dengan mata terbuka” tambahnya.
10 menit kemudian….
“Secara perlahan, kembalikan energi ke ulu hati dan hentikan teknik pernapasan dasar” ujar Julia.
“Selamat, tuan dan nona telah berhasil membangkitkan energi CORE.” ucap Julia dengan memberikan senyuman manis kepada seluruh anggota.
“Saat tuan dan nona mengalirkan energi Black Onyx Stone ke bagian kepala, saat itulah energi CORE bangkit dan membuatnya keluar bebas dengan tidak terkendali. Kemudian tuan dan nona berhasil menyeimbangkan energi CORE dan mengalirkannya ke seluruh tubuh.” tambahnya.
“Julia…. Aku mau tanya..” Rama membuka suara.
“Tadi aku mengikuti instruksi mu dengan cukup baik sampai akhir, hanya saja saat kondisi tidak stabil, aku sama sekali tidak bisa merasakan ada energi yang berhamburan keluar tapi justru mengalir deras ke seluruh bagian tubuh. Apa ada yang salah?” tanya Rama.
“Sejak awal kamu memang sebuah kesalahan….” Darma menanggapi dengan tegas.
“Apa maksudnya Pak Darma?” tanya Rama dengan sedikit kesal.
“Kondisi aneh saat kamu memakai Cincin Onyx, Nilai potensi yang begitu rendah dan sekarang kami berdua bahkan tidak bisa merasakan aliran energimu Rama.” Darma memberi penjelasan.
__ADS_1
“Kami sendiri tidak mengerti dengan kondisi Tuan Rama saat ini.” Julia menambahkan ucapan Darma.
“Jadi apa yang harus aku lakukan?” tanya Rama penasaran.
“Kita akan terus lanjutkan ke tahap berikutnya. Kami berharap akan menemukan jawaban atas masalah Tuan Rama dikemudian hari” jawab Julia.
“Baiklah Julia…” Rama menanggapi dengan rasa kecewa.
“Sekarang semua berdiri…!” ujar Darma.
“Kita akan melakukan uji coba sederhana untuk melihat tingkat keberhasilan kebangkitan CORE kalian” ucap Darma.
“Angkat kedua tangan sebatas sikut hingga sejajar dengan ulu hati, posisikan tangan kiri dan kanan saling berhadapan. Alirkan energi dari ulu hati menuju kedua tangan. Jika itu berhasil, maka kalian akan merasa sedang memegang sebuah bola. Itu adalah bola energi hasil manipulasi CORE. Semakin besar bola energi yang kalian pegang, maka semakin besar energi yang kalian miliki.” Darma memberikan penjelasan.
“Waaaaah Ayu berhasil…..” teriak Ayu.
“Yeaaaa…..” Diikuti dengan Galih.
“Ini hebat..” pikir Dirga.
Sedangkan Yuna hanya tersenyum mengetahui seberapa besar bola energi yang ia buat. Sebetulnya mereka belum bisa melihat bola energi secara langsung menggunakan indra penglihatan, mereka baru bisa merasakan kumparan energi menggunakan indra peraba.
Julia melihat Rama dengan penasaran dan berusaha membuka pembicaraan….
“Tuan Rama, kenapa anda tidak mencobanya?” tanya Julia dengan lembut.
“Aku merasa tidak percaya diri Julia….” Jawab Rama.
“Ha ha ha… Kuatkan hatimu anak muda…!” Darma menimpali perkataan Rama dengan kelakar.
“Betul apa yang dikatakan Pak Darma, tidak masalah jika sekarang Tuan Rama gagal, kita bisa coba lagi besok.” Tambah Julia.
“Baiklah aku akan coba…” ucap Rama.
Rama mengangkat kedua tangannya sejajar ulu hati, memposisikan tangan kanan dan kiri saling berhadapan lalu kemudian mengalirkan energi CORE dari ulu hati menuju kedua tangan.
Baaammm…….!
Tiba-tiba terdengar suara ledakan besar dari arah Rama. Rama pun terlempar jauh kebelakang hingga tubuhnya menambrak tembok aula.
“Ramaaaaaaaaaa…..” teriak semua orang.
***
__ADS_1