Project Wanara

Project Wanara
Chapter 21. Pertarungan Tim


__ADS_3

Hari ke tujuh pelatihan pengendalian energi CORE. Seluruh anggota tim berkumpul di aula mansion Project Wanara.


“Selamat pagi.” Darma dan Julia menyapa seluruh anggota.


“Seperti yang sudah kita jadwalkan, ini adalah hari terakhir latihan dasar pengendalian energi CORE. Setelah ini kita akan fokus untuk meningkatkan dan mengembangkan kekuatan yang telah kalian miliki.” Darma membuka pembicaraan.


“Kami telah menyiapkan tempat latihan yang dirancang khusus untuk dapat mengoptimalkan potensi dan kemampuan yang telah kalian miliki.” Ujar Darma menjelaskan.


“Kami belum menyampaikan perihal ini kepada kalian, bahwasanya setiap Project yang dijalankan oleh Pandawa Group memiliki teknik pengajaran dan pelatihan yang berbeda-beda. Tempat latihan selanjutnya adalah tempat yang dirancang khusus untuk kalian dan tidak dimiliki oleh project lain.” Tambahnya dengan bangga.


“Karena kita adalah project dengan prioritas terendah, apa itu artinya fasilitas pelatihan ini juga memiliki kualitas yang rendah pak?” tanya Rama dengan polos.


Darma nampak kesal dengan pertanyaan Rama. Namun dia juga memaklumi munculnya pikiran tersebut karena memang Project Wanara berada di kelas paling rendah dibandingkan dengan project lainnya.


“Hush..” Galih menyikut Rama dengan maksud mengingatkan agar lebih berhati-hati dengan perkataannya itu.


Rama pun mengerti dengan maksud yang hendak disampaikan oleh Galih dan berusaha memperbaiki situasi yang terasa kurang nyaman karena ucapannya tadi.


“Maaf Pak Darma, aku tidak ada maksud apapun. Hanya saja sedari awal aku sama sekali tidak mengerti kenapa harus ada perbedaan perlakuan untuk masing-masing project yang dijalankan.” Ujar Rama berusaha  menjelaskan.


“Tidak masalah, tuan. Sangat wajar jika Tuan Rama mempertanyakan hal tersebut.” Julia menanggapi pernyataan Rama dengan ramah.


“Sebetulnya tidak banyak perbedaan perlakuan antar project. Sistem prioritas ini dijalankan hanya untuk membuat kelompok sesuai dengan nilai potensi yang dimiliki. Memang secara naluri manusia akan cenderung lebih menghormati orang-orang yang lebih kuat. Namun bukan berarti kita memandang rendah orang yang lebih lemah.” Julia memberi penjelasan dengan sangat baik dan tutur kata yang sopan.


“Tuan Rama tidak perlu khawatir dengan fasilitas dan cara pelatihan yang telah tuan terima. Kami akan membuat tuan dan nona menjadi lebih hebat dibandingkan dengan anggota tim project lain.” Ucap Julia dengan sangat antusias memberi semangat kepada seluruh anggota.


“Jujur, aku sama sekali tidak khawatir. Justru sebaliknya, aku sangat bersyukur dapat bertemu dengan kalian semua.” Ujar Rama dengan senyum optimis.


“Terutama kamu, Julia.” Bisik Galih kepada Rama. Hal tersebut membuat wajah Rama memerah. Rama berusaha untuk tetap tenang agar tidak kembali merusak suasana. Namun tetap saja kecanggungan itu nampak jelas di wajahnya.


“Dan satu lagi, tempat pelatihan berikutnya dirancang khusus oleh Julia sendiri. Orang yang paling mengerti bagaimana cara meningkatkan potensi yang kalian miliki dengan cepat dan akurat.” Darma menambahkan penjelasan Julia.


Perkataan yang baru saja Darma utarakan tidak lantas membuat Rama menjadi bersemangat. Tapi sebaliknya, hal itu membuat Rama menjadi semakin tidak enak hati.


“Tidak perlu risau tuan. Cukup lakukan yang terbaik di pelatihan selanjutnya.” Ujar Julia kepada Rama seperti mengerti isi hatinya saat ini. Perkataan Julia menenangkan Rama dan memotivasi dirinya untuk dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya kepada Julia.


Setelah itu, Darma dan Julia membawa seluruh anggota tim menuju ke tempat pelatihan berikutnya yang terletak di bawah tanah mansion. Tempat pelatihan itu terbagi menjadi 5 area berbeda.


Area pertama adalah sebuah tempat yang dirancang untuk meningkatkan serangan jarak dekat. Di dalam ruang tersebut berdiri 3 buah boneka kayu berbentuk manusia yang telah diperkuat oleh energi black onyx stone. Boneka kayu itu telah dimodifikasi sehingga mampu melakukan serangan sesuai dengan pola yang telah ditetapkan.

__ADS_1


Selain itu, di dalam ruangan ini juga terdapat banyak mesin lontar yang akan mengeluarkan senjata tajam seperti pisau dan panah yang juga telah diperkuat oleh energi black onyx stone. Mesin-mesin lontar itu tersembunyi di balik tembok dan secara acak akan keluar untuk melakukan serangan. Karena letaknya yang tersembunyi dan pola serangannya yang acak, diperlukan insting dan refleks yang baik untuk dapat menghadapinya.


“Tugas tuan dan nona di area pertama ini adalah untuk mengalahkan 3 buah boneka kayu itu dan menghalau semua serangan yang dilancarkan oleh mesin lontar.” Julia mulai memberi penjelasan.


“Senjata didalam mesin itu memang telah diperkuat, tapi jika tuan dan nona mengalirkan energi ke seluruh tubuh, tuan dan nona tidak akan terluka sama sekali.”


“Hal yang paling sulit adalah mengalahkan ketiga boneka kayu itu. Mereka telah dirancang untuk melakukan serangan jarak dekat dengan kekuatan yang bisa melukai tuan dan nona bahkan jika tubuh telah diperkuat oleh energi. Jadi berhati-hatilah.”


“Di area ini tuan dan nona sama sekali tidak diijinkan untuk menggunakan serangan jarak jauh. Tuan dan nona hanya boleh melakukan serangan jarak dekat. Jika pelatihan ini berhasil maka tuan dan nona akan memiliki insting dan refleks yang hebat serta memiliki serangan jarak dekat yang kuat.” Ujar Julia mengakhiri penjelasan untuk latihan di area pertama.


Area kedua adalah sebuah tempat yang dirancang untuk meningkatkan serangan jarak jauh. Berbeda dari area pertama dimana anggota tim harus mengalahkan boneka kayu dan menghalau serangan mesin lontar sehingga memungkinkan mereka mengalami luka, di area kedua ini sama sekali tidak ada serangan yang akan mereka terima. Area ini seperti halnya tempat untuk melatih kemampuan menembak dan memanah.


“Tugas tuan dan nona di area kedua hanyalah menghancurkan semua benda yang dilemparkan oleh mesin lontar.” Julia mulai memberi penjelasan tentang latihan di area kedua.


“Benda akan dilemparkan secara acak dengan kecepatan yang bervariasi dan arah lemparan yang berubah. Sehingga kemampuan memprediksi arah dan kecepatan lemparan dibutuhkan untuk dapat menghancurkan semua benda.Terdengar sangat mudah, namun benda-benda itu juga telah diperkuat dengan energi black onyx stone sehingga walaupun tuan dan nona berhasil menyerang tepat sasaran, belum tentu dapat menghancurkannya.” Ujar Julia mengakhiri penjelasan untuk latihan di area kedua.


Area ketiga adalah area yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan bertahan. Area ini masih menggunakan mesin lontar sebagai media pelatihannya. Sama seperti pada area pertama, mesin lontar di area ini akan mengeluarkan berbagai macam senjata tajam. Tidak hanya itu, senjata tajam yang dikeluarkan memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan area pertama.


“Pada area ketiga, tugas tuan dan nona hanyalah diam dan menerima semua serangan yang dilancarkan oleh mesin lontar. Mesin lontar ini akan mengeluarkan senjata tajam yang sangat kuat. Penguatan fisik biasa tidak akan dapat menghentikan kekuatan senjata-senjata itu.” Ujar Julia memulai penjelasan area ketiga.


“Baju zirah Tuan Galih juga belum tentu dapat menghentikannya. Tapi paling tidak Tuan Galih memiliki keunggulan di area ini.” Julia mengakhiri penjelasan di area ketiga.


“Tugas tuan dan nona di area ini hanyalah untuk melatih pernapasan. Tuan dan nona memang sudah mencapai tahap manipulasi energi, namun pernapasan dasar tetap harus terus dilatih karena tubuh juga harus dapat beradaptasi dengan peningkatan yang tuan dan nona capai.” Ujar Julia mengakhiri penjelasan di area ke empat.


Area terakhir atau kelima adalah ruangan yang berisi sebuah kapsul. Bentuk kapsul tersebut mirip dengan kapsul Saktih, namun memiliki fungsi yang berbeda. Kapsul ini akan membawa anggota tim kedalam ruang virtual yang akan menunjukkan jati diri yang sebenarnya.


“Di area ini tuan dan nona akan masuk kedalam dunia virtual yang tidak lain dan tidak bukan adalah dunia di dalam pikiran tuan dan nona sendiri.” Julia mulai memberi penjelasan untuk pelatihan di area kelima.


“Kapsul ini akan menunjukkan jati diri tuan dan nona yang sebenarnya. Motivasi, kekhawatiran, ketakutan bahkan trauma masa lalu yang masih membekas dipikiran tuan dan nona hingga saat ini. ”


“Terdapat sebuah ungkapan yang sangat relevan bagi kita semua yakni musuh terbesar dan terkuat yang harus kita hadapi adalah diri kita sendiri. Tugas tuan dan nona adalah menghadapi itu semua. Hancurkan semua tembok penghalang yang dapat menghambat perkembangan dan kemajuan tuan dan nona.” Tambah Julia.


“Apabila tuan dan nona telah berhasil mengalahkan hal-hal yang dapat menghambat perkembangan diri, maka kapsul akan otomatis melakukan perubahan program. Program selanjutnya adalah pelatihan virtual. Tuan dan nona akan menghadapi orang yang menurut tuan dan nona adalah orang yang sangat kuat dan sulit untuk dihadapi. Aturlah strategi, buat pola serangan, cari titik lemah dan tingkatkan kemampuan tuan dan nona didalam dunia virtual tersebut. Seiring dengan meningkatnya kemampuan tuan dan nona di dunia virtual, maka kemampuan tuan dan nona di dunia nyata pun akan meningkat.” Julia mengakhiri penjelasan di area kelima.


Setelah berkeliling ke seluruh area pelatihan dan menerima semua penjelasan yang dilakukan oleh Julia, Darma menjelaskan skema latihan yang akan dilakukan.


“Kita memiliki 5 anggota dan 5 area pelatihan. Pelatihan akan dilakukan selama 5 hari. Setiap harinya masing-masing anggota akan mendapatkan pelatihan yang berbeda-beda. Pelatihan ini akan kita mulai besok.” Ujar Darma.


“Sekarang akan kita tetapkan urutan pelatihan. Hari pertama Ayu akan melatih serangan jarak dekat, Galih serangan jarak jauh, Dirga pertahanan, Rama pernapasan dan Yuna masuk ke dunia virtual. Dihari berikutnya urutan pelatihan diubah mengikuti urutan area. Ayu melatih serangan jarak jauh, Galih pertahanan, Dirga pernapasan, Rama dunia virtual dan Yuna serangan jarak dekat. Begitupun seterusnya hingga hari kelima.” Tambahnya.

__ADS_1


“Maaf pak, kenapa tidak kita mulai hari ini ya?” tanya Ayu dengan antusias.


“Hari ini kalian akan bertarung melawan kami berdua.” Ujar Darma sambil menunjuk dirinya dan Julia.


“Apaa?!” seluruh anggota terkejut.


“Kemarin kalian telah melakukan pertarungan individu dan mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Hari ini kalian akan bertarung dalam sebuah tim. Pertarungan ini akan menjadi lebih sulit sebab kalian harus dapat memahami karakteristik masing-masing anggota tim dan memanfaatkannya untuk kemenangan tim kalian.” Darma memberi penjelasan.


“Aturannya sangat sederhana, kalian berlima melawan kami berdua dengan seluruh kemampuan kalian. Julia akan bertugas membuat pertahanan dan aku yang bertugas melakukan serangan. Tugas kalian adalah menghindari semua serangan yang aku lakukan dan menghancurkan pertahanan yang dibuat oleh Julia.” Tambahnya.


“Huft, syukurlah bukan Julia yang melakukan serangan.” Ujar Rama dengan sedikit berkelakar.


“Apa maksudmu itu Rama!” Teriak Darma.


“Eh, maaf Pak.” Rama meminta maaf sambil tersenyum.


“Silahkan tuan dan nona menyusun strategi. Kalian harus bekerja sama dan memanfaatkan keunggulan masing-masing anggota untuk dapat mencapai tujuan.” Julia menambahkan penjelasan.


“Baiklah, sekarang mari kita kembali ke aula untuk melakukan pertarungan berikutnya.” Darma dengan semangat mengajak seluruh anggota tim kembali ke aula. Semangat Darma sepertinya tidak menular ke anggota tim project wanara. Mereka nampak pucat pasi dan khawatir dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.


Tidak berapa lama mereka pun telah kembali berada di aula. Rama, Dirga, Galih, Yuna dan Ayu mendapatkan waktu untuk menyusun strategi selama 10 menit. Mereka berusaha memanfaatkan waktu yang mereka miliki dengan baik.


“Sebentar lagi kita akan mulai pertarungan ini. Silahkan tuan dan nona bersiap-siap.” Ujar Julia.


“Ada hal yang perlu tuan dan nona ketahui. Dalam pertarungan kali ini kami tidak akan mengeluarkan seluruh kemampuan yang kami miliki melainkan hanya sejumlah energi yang dimiliki senjata-senjata pada area pelatihan yang tadi telah tuan dan nona lihat. Tujuan dari pertarungan ini adalah agar tuan dan nona dapat memprediksi seberapa sulit latihan yang akan tuan dan nona lakukan selama 5 hari kedepan. Dengan demikian kami berharap tuan dan nona dapat meminimalisir luka saat latihan berlangsung.” Tambahnya dengan sangat ramah.


10 menit kemudian pertarungan pun dimulai.


Rama, Ayu, Yuna, Galih dan Dirga bersiap di posisi masing-masing. Rama, Ayu dan Dirga bertugas menghalau serangan Darma. Sedangkan Yuna dan Galih bertugas menghancurkan pelindung Julia. Galih yang memiliki keunggulan dalam pertahan juga memiliki tugas tambahan untuk melindungi Yuna apabila Darma menyerangnya. Hal itu dilakukan agar Yuna dapat lebih fokus untuk menghancurkan pertahanan yang dibuat Julia.


Disisi lain, Darma dan Julia pun telah mempersiapkan diri. Julia mengeluarkan kubah pelindung dan Darma menunjukkan rantainya yang kuat.


“Tuan dan nona harus dapat menghancurkan kubah ini. Pertarungan berakhir saat kubah ini hancur.” Ujar Julia.


“Selain itu tuan dan nona juga harus mampu menghindari serangan yang dilakukan oleh Pak Darma.” Tambahnya.


Ayu melakukan inisiatif serangan. Dia terbang bebas menggunakan kedua sayapnya dan segera mengeluarkan bulu tajam dengan jumlah yang cukup banyak.


Dar… Dar… Dar… Serangan yang sangat kuat langsung diarahkan ke kubah pelindung milik Julia

__ADS_1


 ***


__ADS_2