Project Wanara

Project Wanara
Chapter 64. Jinn


__ADS_3

Pertandingan final akan mempertemukan Project Dasamuka dan Wanara. Hanya saja pertandingan akan dilakukan keesokan harinya.


Seluruh anggota tim Project Wanara, termasuk juga Ayu yang telah sadarkan diri, tidak langsung beristirahat tapi justru melakukan diskusi singkat terkait dengan jalannya pertandingan hari itu di tempat pelatihan yang disediakan khusus untuk Project Wanara.


Julia menjelaskan tentang kemampuan yang dimiliki oleh Indra serta alasan dia begitu kesal kepada Caraka dan Project Dasamuka.


“Kemampuan yang dimiliki oleh Indra adalah teknik terlarang yang tidak seharusnya dia miliki. Manusia mana pun tidak akan mampu melakukan sesuatu seperti itu jika tidak mendapatkan bantuan dari pihak lain.” Ujar Julia.


“Apa maksudnya?” Tanya Galih.


“Mungkin sudah saatnya tuan dan nona tahu.”


Julia menarik napas panjang dan melanjutkan penjelasannya.


“Apa tuan dan nona ingat bencana yang terjadi beberapa tahun  lalu? Bencana yang sampai detik ini masih diperdebatkan penyebabnya. Ada yang berpendapat bencana terjadi karena adanya ledakan gas bawah tanah. Ada yang menduga karena retakan lempengan bumi. Bahkan ada yang mengira bahwa bencana itu terjadi karena aksi terorisme sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Tapi tidak ada yang dapat menjelaskan penyebab terjadinya perubahan sikap orang-orang yang menjadi sangat agresif dan menyerang orang lain tanpa pandang bulu. Kerusuhan yang terjadi semakin memperparah keadaan saat itu.”


“Apa yang dapat tuan dan nona simpulkan?”


“Seseorang memiliki kemampuan seperti Indra dan mengendalikan orang-orang kala itu.” Ujar Dirga.


“Lebih tepatnya ‘sesuatu’.”


“Sesuatu?” Tanya Dirga bingung.


“Apa ada yang aneh pada video yang saya berikan?” Tanya Julia.


“Makhluk asing?” Tanya Dirga.


“Tepat sekali. Bencana yang terjadi, perubahan sikap orang-orang, dan kematian Raka disebabkan olah ulah makhluk asing bernama Jinn.”


Yuna, Galih dan Ayu bahkan juga Darma tersentak saat mendengar informasi ini. Tapi Dirga dan Rama yang telah melihat isi video itu pun telah menduganya sehingga tidak membuat mereka terkejut.


“Jinn? Omong kosong apa ini, Julia?” Tanya Darma.


“Informasi ini hanya diketahui oleh segelintir orang saja. Wajar jika Pak Darma juga tidak tahu. Selain saya dan Para Pandawa, sepertinya beberapa orang dari Project Dasamuka telah mengetahuinya.”


“Indra, Lisa dan Caraka.” Ujar Darma lirih.


“Benar. Mereka bahkan mendapat bantuan dari bangsa Jinn untuk meningkatkan kemampuan mereka saat ini.”


Suasana menjadi sangat hening. Fakta yang baru saja mereka dengar jauh dari akal sehat yang dapat mereka terima.


“Jika benar bangsa Jinn itu nyata dan penyebab kehancuran kala itu adalah mereka, kita harus membalas apa yang telah mereka perbuat.” Ujar Darma kesal.


“Tenanglah, Pak Darma.” Pinta Julia.

__ADS_1


“Sebenarnya aku masih tidak percaya bahwa bangsa Jinn itu nyata.” Ungkap Yuna.


“Hal ini memang sulit dipercaya karena kalian belum melihatnya sendiri. Atau mungkin kalian sudah melihatnya tapi sama sekali tidak menduga bahwa kekuatan itu merupakan kemampuan dari bangsa Jinn.”


“Aku tidak mengerti.”


“Baiklah, diantara kalian berlima, apakah ada orang yang kekuatannya tidak dapat diprediksi dan melampaui batas kemampuan yang dapat dijangkau manusia pada umumnya?” Tanya Julia.


Sontak semua orang terkejut dan mengalihkan pandangan ke arah Rama.


“Hey, kenapa kalian melihatku seperti itu?” Tanya Rama bingung.


“Ternyata kekuatan mengerikan mu itu berasal dari bangsa Jinn. Bangsa yang bertanggung jawab atas bencana yang hampir menghancurkan umat manusia.” Teriak Darma kesal sambil mengeluarkan rantainya untuk menyerang Rama.


“Hentikan. Jangan gegabah.” Ujar Julia dingin.


“Mulanya saya mengira bahwa Rama juga mendapat bantuan dari bangsa Jinn, tapi ternyata tidak. Kemampuan itu murni miliknya sendiri. Aku berkata seperti tadi untuk mengingatkan kalian bahwa bangsa Jinn itu adalah makhluk yang kuat. Kemampuan mereka mungkin sekuat Rama saat ini.” Tambahnya.


Lagi-lagi suasana hening. Yuna, Galih, Ayu dan Dirga merasa kecil hati dan khawatir jika sewaktu-waktu harus menghadapi bangsa Jinn yang luar biasa kuat.


“Rama, selanjutnya coba kamu jelaskan apa yang kamu ketahui.” Pinta Julia.


“Maksudnya tentang kemampuan yang dimiliki Saras?” Tanya Rama diikuti anggukan kepala Julia. Anggota tim lainnya memperhatikan Rama dengan seksama.


Rama pun berusaha menjelaskan apa yang dia rasakan saat Saras bertarung melawan Ayu.


“Energi itu memang kecil dan samar, tapi aku masih bisa merasakannya. Tapi berbeda dengan Indra yang dapat


mengendalikan kekuatannya dengan baik, Saras bahkan tidak tahu adanya energi lain yang membuatnya menjadi jauh lebih kuat. Aku menduga bahwa Saras juga mendapat bantuan dari bangsa Jinn, tapi dia sendiri tidak menyadarinya. Hal yang paling mengerikan dari energi itu adalah kemampuannya dalam mengubah bentuk fisik penggunanya seperti yang Saras tunjukkan.”


Julia pun menambahkan penjelasan Rama, “Mulanya saya juga tidak menyadari itu, tapi saat Rama terlihat sangat panik, saya mulai menelaah lebih jauh dan apa yang saya dapatkan sangat mengejutkan. Semua yang disampaikan oleh Rama sangat tepat. Terlebih lagi, perubahan bentuk yang dilakukan oleh Saras akan memberi dampak buruk bagi tubuhnya. Jika Saras terlalu sering menggunakan kekuatan itu, dia tidak akan dapat kembali ke bentuk manusianya.”


“Apa…!” Semua orang terkejut.


“Dari dua kasus yang kita temui, bisa disimpulkan bahwa bangsa Jinn sudah mulai bergerak dan menyusupi project-project milik Pandawa Group.” Sambung Julia.


“Apa itu artinya mereka juga telah masuk ke lingkungan Project Wanara?” Tanya Yuna khawatir.


“Tenang saja, saya telah memeriksa kemampuan kalian satu per satu. Tidak ada satu pun kekuatan bangsa Jinn yang menyusupi kalian.”


Julia masih terus menjelaskan segala sesuatu yang dia ketahui tentang bangsa Jinn. Termasuk juga alasan sebenarnya Para Pandawa membuat project pengembangan potensi dan kemampuan manusia.


Bencana yang terjadi beberapa tahun yang lalu berhasil memorak-porandakan dunia hanya dalam waktu kurang dari satu jam saja. Pusat kekuatan bangsa Jinn kala itu ada di kota Pasundan, itu juga yang menjadi alasan pelaksanaan project berpusat di kota ini.


“Menurut tuan dan nona, kenapa mereka menghilang begitu saja dan tidak langsung membinasakan umat manusia?” Tanya Julia.

__ADS_1


“Batas waktu.” Ujar Dirga.


“Coba jelaskan.” Pinta Julia.


“Menurut beberapa sumber yang pernah ku baca, bangsa Jinn tidak dapat masuk ke dunia manusia secara langsung. Kalaupun mereka dapat melakukannya, energi yang dibutuhkan sangatlah besar. Mungkin mereka kehabisan energi dan pergi begitu saja.”


“Tepat sekali. Itulah mengapa mereka tiba-tiba menghilang. Lalu menurut tuan dan nona, apa yang akan terjadi jika mereka dapat pergi ke dunia kita dengan bebas tanpa adanya batasan?” Tanya Julia.


“Kehancuran dan kepunahan umat manusia.” Ucap Rama lirih.


“Benar.” Ujar Julia singkat.


Semua orang tersentak. Suasana menjadi sangat suram. Ketakutan dan kekhawatiran menghantui pikiran mereka


“Hanya jika kita tidak siap.” Sambung Julia untuk menenangkan anggota timnya.


Julia menjelaskan bahwa keberadaan mereka di sini adalah untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pertempuran besar itu. Dia juga menyampaikan bahwa Pandawa Group tidak hanya menjalankan project di Kota Pasundan, tapi juga di beberapa kota lain, bahkan di seluruh dunia. Di Kota Pasundan ada enam Project yang dijalankan, sedangkan ditempat lain hanya ada satu project saja. Masing-masing project berjuang keras untuk meningkatkan kemampuan anggotanya agar jika sewaktu-waktu bencana kembali muncul, mereka dapat memberi perlawanan.


“Julia, kenapa kita tidak mengajarkan kemampuan ini kepada semua orang? Kenapa harus melalui project-project tertentu? Bukankah semakin banyak orang yang dapat mengendalikan energi CORE, umat manusia akan menjadi lebih kuat?” Tanya Yuna.


“Lalu siapa yang akan memandu dan memantau orang sebanyak itu? Alih-alih menjadi kuat, umat manusia justru akan hancur dengan sendirinya.” Jawab Julia.


“Aku mengerti.”


“Julia…” Rama nampak ragu untuk melanjutkan ucapannya.


“Kamu mendapatkan semua informasi ini dari Asoka, kan? Siapa sebenarnya dia? Kenapa dia bisa muncul di mimpiku saat menggunakan kapsul virtual?” Ujar Rama yang memberanikan diri untuk bertanya.


Julia terdiam dan tidak memberi tanggapan sama sekali.


“Jangan hanya diam. Kita sudah tahu sebanyak ini, ku harap tidak ada lagi informasi yang kamu sembunyikan.” Tambahnya.


Julia masih saja diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Rama terlihat kecewa, sedangkan anggota tim lain masih menyimak pembicaraan itu.


“Asoka adalah guruku.”


“Aku tahu itu. Tapi siapa dia sebenarnya?” Rama mendesak Julia.


“Dia adalah pemimpin bangsa Jinn, dia dijuluki King of Jinn.”


“Apa…?!” Lagi-lagi informasi ini membuat semua orang terkejut.


Darma menunjukkan raut wajah yang berbeda. Dia nampak sangat kesal dan marah.


“Aku tidak mengerti. Bangsa Jinn berusaha menghancurkan dunia kita, tapi justru kemampuan yang kita miliki bersumber dari mereka.”

__ADS_1


“Apa kamu bercanda Julia?!” Teriak Darma meluapkan emosinya.


***


__ADS_2