Putra Sulung

Putra Sulung
Tugas Pertama Sebagai Agen 2


__ADS_3

Hanya sebentar saja Ray membaca dan melihat profil dari ketiga perusahaan yang akan bekerjasama dengan perusahaannya, hanya saja Ray merasa terusik dengan jenis usaha dari ketiga perusahaan tersebut yang kesemuanya bergerak dalam bidang perhotelan, pariwisata dan bisnis casino sedangkan rencana investasi mereka dengan perusahaan Ray adalah dalam bidang teknologi perangkat lunak yang dijalankan oleh Departemen Technology & Information Db & C International Company yang membawahi beberapa anak perusahaan technologi.


Ray kemudian mengingat tugas yang baru saja diterimanya tadi pagi yang lokasinya sama berada dengan asal ketiga perusahaan yang akan bekerjasama dengan perusahaannya yaitu Kota Los Princes, dia kembali meneliti nama-nama para pemimpin perusahaan itu serta semua assisten pribadi mereka juga ada beberapa owner dari ketiga perusahaan tersebut yang akan mengikuti pertemuan mereka.


Ray tidak begitu curiga karena kategori tugas yang akan dilaksanakan adalah kategori 'Yellow Mission' yang berarti Misi Ringan, sedangkan kategori 'Blue Mission' adalah Misi Berat dan terakhir adalah kategori 'Red Mission' yang berarti Misi Darurat dengan resiko kehilangan nyawa sedangkan kode FFF adalah semboyan dari Organisasi Shadow yaitu 'Free for Freedom'.


Ray kemudian akan mencari celah dalam pertemuan ini untuk bisa memanfaatkan para tamunya yang akan bertemu dengannya itu agar dia bisa berkunjung ke Kota Los Princes dengan alasan bisnis, sekaligus akan menyelidiki leih alam tentang kejanggalan bisnis dari ketiga perusahaan tersebut.


Menjelang waktu yang sudah dijanjikan Ray mempersiapkan dirinya dengan berganti pakaian dengan sebuah setelan resmi lengkap yang sudah tersedia didalam ruangan kerjanya, dari penampilan seorang mahasiswa saat ini Ray berubah drastis dengan setelan yang dia kenakan karena terlihat sebagai seorang pebisnis muda yang mapan dan tampan.


Jonathan sendiri sampai terperangah saat mendatangi ruangan CEO yang akan menjemput Ray untuk bersama turun ke lantai 3 ditempat pelaksanaan pertemuan bisnis tersebut, aura sebagai seorang pemimpin yang berkharisma terpancar jelas dari wajah Ray yang terlihat sangat berwibawa saat mulai berjalan bersama Jonathan menuju lift khusus CEO.


Kathrine, Sandra dan Diane yang kebetulan juga sedang berada di gang yang sama menuju lift, sampai tak percaya bahwa sosok yang sedang berjalan didepan mereka itu adalah Ray sahabat mereka dan masing-masing mengagumi penampilan Ray saat itu.


"Bosku ini memang benar-benar tampan, ahh..., seandainya aku belum bersama Kenny, sudah kurayu dia habis-habisan!" kata Kathrine dalam hati.

__ADS_1


"OMG...!, Ray benar-benar sangat menggoda, ketegasan wajahnya membuatku sampai meleleh, ahh..., seandainya dulu aku mengenalnya dengan baik pasti aku sedang berada disampingnya saat ini" kata Sandra yang bergumam dalam hatinya.


"Aduh machonya seorang Ray...!, seandainya aku bertemu dengannya lebih awal, mungkin kini aku sudah menikah dengannya, tampan, kaya juga berkharisma!" kata Diane dalam hati.


"Tutup mulut kalian ladies...?, sayang kalau sampai kemasukan lalat ijo!, nanti kalian semua jangan dulu kembali karena ada sesuatu yang akan kubicarakan bersama kalian setelah pertemuan bisnisku dilantai 3, katakan kepada para kekasih kalian juga!, oke...?" kata Ray sambil berlalu bersama Jonathan dan masuk kedalam lift khusus CEO.


Kathrine, Sandra dan Diane sampai tersentak dari keterkejutan mereka karena tidak sadar dengan sikap mereka ketika mengagumi pesona sorang Ray yang berpenampilan resmi tersebut, mereka juga sampai lupa membalas ucapakan Ray terhadap mereka dan hanya kebingungan sampai Ray menghilang kedalam pintu lift.


Ray dan Jonathan tiba di restoran mewah tempat yang ditetapkan oleh Jonathan untuk melakukan pertemuan bisnis dengan tamu-tamunya dari Kota Los Princes, sudah ada 6 sosok lainnya dimeja yang dipersiapkan untuk pertemuan tersebut ketika Ray dan Jonathan masuk kelam restoran tersebut.


"Selamat bertemu Tuan Ray, saya Daniel Zuerker CEO Immortal Enterprise, dan ini assisten pribadi saya David Longley!" kata seorang pria dewasa yang seumuran dengan ayahnya Tomy Debeur.


"Saya Marco Ahmad Alljabar CEO Sultan Los Princes Company, senang bisa berkenalan dengan anda Tuan Ray, dan ini assisten pribadi saya Monica Sances!" kata seseorang yang seumuran Jonathan dan berwajah ketimur-timuran sedangkan assisten pribadinya seorang wanita cantik dan masih muda seperti sosok dari negara tetangga.


"Salam tuan Ray, perkenalkan saya Philip Sheldon CEO Plaza Casino Los Princes, dan ini assisten pribadi saya Mathew Jares!" kata seorang pria dewasa bermata biru dengan seorang asistennya pria muda dengan wajah dari timur tengah.

__ADS_1


"Silahkan duduk, dan mari kita mulai pembicaraan kita, saya sudah membaca profil perusahaan tuan-tuan dan saya kira kalau hanya modal investasi saja itu tidak akan cukup untuk lebih mengembangkan perusahaan saya, karena Db & C International Company saya pastikan tidak akan berkekurangan modal, tapi jika saya melihat prospek perusahaan tuan-tuan bisa mendongkrak naik perusahaan milik saya ini maka saya dengan tangan terbuka menerima kerjasama dengan tuan-tuan, untuk itu saya ingin mendengarkan secara langsung dari tuan-tuan jenis bisnis apa yang kira-kira cocok dengan perusahan saya ini ditempat tuan-tuan!" kata Ray membuka pembicaraan dengan penuh wibawanya sebagai seorang CEO muda.


Gaya berbicara Ray yang berkharisma membuat 6 sosok senior didepannya menjadi agak tertunduk apalagi ada sedikit penekanan dalam perkataan Ray, demikian juga dengan pesona Ray membuat mereka kagum karena tidak menyangka sosok anak muda didepan mereka ternyata sudah pandai berinteraksi dalam bisnis tingkat tinggi dengan nilai kontrak yang diperkirakan bisa mencapai miliaran dollar. Tapi mereka juga tidak mengetahui bahwa Ray mempunyai cadangan dana ratusan miliar dollar di account bank miliknya di Swiss, saat ini sebenarnya Ray melempar balik pertanyaan kepada mereka agar menimbulkan niat para CEO tersebut agar mengajaknya datang melihat langsung situasi bisnis yang berada di Kota Los Princes.


Niat terselubung Ray tersebut agar sekaligus dia dapat melakukan tugasnya sebagai Agen Shadow secara tersamar dibelakang sosoknya yang seorang pebisnis muda saat ini, selama hampir 1 jam pembicaraan bisnis itu berlangsung sampai akhirnya Daniel Zuerker CEO dari Immortal Enterprise mengutarakan undangannya kepada Ray.


"Begini saja Tuan Ray!, kalau tuan ada kesempatan bagaimana kalau saya mengundang tuan untuk datang ke Hotel Immortal yang berada di Kota Los Princes?, saya akan berjanji menjamu tuan dan tuan Jonathan dengan baik, sekalian melihat prospek bisnis yang bisa tuan jalankan di Kota kami tersebut!, karena seperti yang tuan Ray katakan sebelumnya bahwa tuan juga memiliki banyak bisnis properti di Kota Zarklando dan Bronxvile dan beberapa kota lainnya!" kata Daniel Zuerker.


"Saya akan mempertimbangkan undangan tuan Daniel itu dan akan memberi kabar secepatnya!, karena saya harus membicarakannya secara internal terlebih dahulu!" kata Ray.


"Terimakasih tuan Ray, kami berharap dengan kunjungan tuan nanti akan lebih memperlancar rencana kerjasama kita, kami dari pihak Plaza Casino Los Princes juga akan menyiapkan tempat terbaik milik kami di Hotel Plaza Los Princes!" kata Philip Sheldon sang CEO Plaza Casino Los Princes.


"Demikian juga dengan kami tuan Ray, akan menyambut kedatangan tuan di Hotel Sultan milik perusahaan kami di Los Princes!" kata Marco Ahmad Alljabar CEO Sultan Los Princes Company.


Pertemuan itu berakhir setelah kurang lebih 1 jam berlangsung dan ketiga CEO beserta assiten pribadi mereka itu akan langsung kembali malam hari ini ke Kota Los Princes, karena mereka belum mendapatkan kesepakatan dengan Db & C International Company dalam hal bisnis investasi. Tapi sebelum keberangkatan mereka, Ray telah memberi perintah kepada Jonathan untuk segera memberitahu kepada para CEO tersebut bahwa besok pagi dia akan pergi ke Kota Los Princes untuk menjajaki bisnis di Kota tersebut.

__ADS_1


Ray juga minta Jonathan agar mempersiapkan Jet pribadinya untuk digunakan dalam perjalanan bisnisnya ini hanya bersama Albert, sedangkan Jonathan diminta untuk tetap tinggal mengawasi operasional perusahaan di Kota Bronxvile.


__ADS_2