
Suasana Kota Ningxiang pada pagi hari terasa sangat sejuk dan terlihat belum banyak aktivitas para penduduknya karena waktu juga baru menunjukkan pukul 06:00, dengan berpakaian ringkas seperti kebanyakan orang Tiongkok Ray dan Bao Ming berjalan menyusuri Kota menuju ke kawasan pemukiman yang berada di pinggiran sebelah barat.
Kawasan pemukiman tersebut dahulunya hanya terdapat beberapa rumah penduduk dan 3 buah gedung perguruan, dan salah satunya adalah Perguruan Naga Hitam milik keluarga Ming atau lebih dikenal dengan Klan Naga Hitam. Disepanjang jalan menuju lokasi pemukiman tersebut sudah terlihat sangat berbeda dengan keadaan 50 tahun sebelumnya, karena saat ini sudah berderet bangunan-bangunan rumah penduduk yang terlihat mewah karena hampir semua kediaman itu berlantai 2.
Bao Ming yang melihat keadaan itu sangat kagum dengan pesatnya perkembangan kota kecil tempat tinggalnya dulu, dan sepanjang perjalanan dia menceritakan semua perbandingan keadaan yang mereka lihat dengan masa lalunya kepada Ray.
"Disekitar sini dahulunya hanya ada hamparan lahan kosong yang selalu menjadi tempat dilaksanakannya festival adu ketangkasan antar 3 Perguruan Beladiri yang berada di Kota Ningxiang ini, mereka adalah Perguruan Klan Liu, Perguruan Klan Zhou dan Perguruan Klan Ming atau lebih dikenal dengan Klan Naga Hitam!" kata Bao Ming menjelaskan.
"Master!, perguruan mana yang terbaik saat itu?" tanya Ray yang penasaran dengan situasi pemukiman tersebut diwaktu itu.
"Masing-masing memiliki kelebihannya!, Klan Zhou yang memiliki murid lebih dari 200 orang dianggap yang terkuat, karena saat itu mereka mendapat dukungan sumber daya dari Penguasa Kota yang saat itu adalah salah satu dari anggota keluarga dan Klan Xiang!, kemudian disusul oleh Klan Liu dengan kekayaan yang mereka miliki?, berhasil membuat perguruan menjadi sangat kuat dengan murid lebih dari 100 orang, kemudian Perguruan Klan Ming yang dikenal Perguruan Rakyat karena hampir semua muridnya adalah anak dari rakyat biasa, dan juga para guru yang mengajar dengan sukarela dan tidak mendapat upah! jumlah muridnya hampir mencapai 500 orang pada saat itu, kemudian tambah berkembang ditahun-tahun berikutnya sampai pecah peperangan!" kata Bao Ming menceritakan keadaan dimasa lalu.
"Apakah saat ini para penduduk kota ini masih tekun berlatih?, karena di sepanjang perjalanan kita, aku belum melihat adanya sebuah Dojo atau gedung perguruan?"
"Sepertinya kawasan ini sudah berubah menjadi kawasan tempat tinggal, tapi sebentar lagi kita akan melihat lokasi berdirinya perguruan-perguruan dahulu, itu...!, tempatnya yang ada sebuah klenteng tua, dahulunya tempat itu adalah bagian dari markas Klan Liu, dan 200 meter kearah utara adalah tempatnya Klan Ming atau Perguruan Naga Hitam!"
Mereka berdua berjalan terus menyusuri jalan yang menuju ke lokasi yang dimaksud oleh Bao Ming, walaupun sudah 50 tahun dia tinggalkan tapi ingatan Bao Ming masih jelas bisa menentukan tempat dimana gedung Klan Ming atau Perguruan Naga Hitam berada.
__ADS_1
Dari kejauhan dia mulai mengenali sebuah gedung yang sepertinya telah direnovasi menjadi sebuah rumah makan, tapi dari bentuk dan corak ornamen-ornamen kuno yang masih melekat pada tiang penyangga dan dinding gedung tersebut sangat familiar dengan keberadaan Perguruan Naga Hitam.
"Hmm..., ini adalah tempatnya Ray!, coba lihat gambar dan tulisan itu sama seperti kalung yang kamu pakai!, itu artinya adalah Hei Long atau Naga Hitam!" kata Bao Ming menjelaskan.
"Tapi ini adalah sebuah rumah makan master!, bagaimana mungkin?, apakah temat ini sudah dijual oleh pemiliknya dahulu?" kata Ray yang bingung melihat kenyataan yang ada didepan matanya.
"Mari kita masuk!, dan kita akan coba bertanya kepada pemiliknya untuk mencari tahu" kata Bao Ming kemudian mengajak Ray masuk kedalam rumah makan tersebut.
Didalam restoran sederhana tersebut terlihat ada beberapa pengunjung yang sedang menikmati sarapan yang disediakan oleh pihak restoran, kemudian Ray dan Bao Ming mengambil tempat duduk yang dekat dengan bagian kasir yang tempatnya ada selisih beberapa meja dengan pengunjung lainnya.
"Gedung ini benar adalah kediaman Klan Ming dahulu, hanya saja bagian depan yang diluar sudah dirubah, tapi didalamnya masih sama seperti dahulu, tempat ini dahulunya adalah ruangan tamu, dan di bagian belakang dan samping-sampingnya masih ada bagian lain dari gedung Perguruan Naga Hitam!" kata Bao Ming.
"Selamat pagi tuan-tuan!, maaf saya tidak bisa bahasa asing, hanya tuan besar saya yang bisa, tapi saat ini dia sedang bepergian!, silahkan dilihat, ini menu restoran kami hari ini!" kata seorang pelayan yang datang melayani meja dimana Ray dan Bao Ming tempati.
"Ahh..., tidak apa-apa, saya orang sini juga hanya orang muda ini yang tidak mengerti bahasa lokal, mmm..., saya pesan nasi goreng dan untuk orang muda ini saya pesankan sup dan ayam goreng!" kata Bao Ming yang mengerti dengan sikap sang pelayan, karena kebanyakan orang Tiongkok tidak bisa berbahasa asing dan keseharian mereka hanya menggunakan bahasa lokal dan hal itupun dijelaskannya kepada Ray.
"Wah..., nantinya akan sulit bagiku untuk berkomunikasi disini!, apakah ada seseorang yang bisa mengajariku bahasa lokal master?, karena itu adalah hal yang sangat penting untukku dimasa depan!" kata Ray yang merasa bingung dengan masalah komunikasi.
__ADS_1
"Tenang saja, nanti aku carikan orang yang bisa mengajarimu nanti!" kata Bao Ming.
Suasana restoran tersebut kembali sepi dan hanya tersisa Ray dan Bao Ming didalamnya, dan kesempatan itu dimanfaatkan oleh Bao Ming untuk mencari informasi tentang keberadaan restoran tersebut kepada pelayan yang melayani mereka sebelumnya.
Dari sang pelayanan Bao Ming mengetahui bahwa benar gedung tersebut sekarang bukan lagi sebagai gedung Perguruan Naga Hitam, tapi sudah menjadi tempat tinggal keluarga dan sekaligus menjadi tempat usaha restoran dari keluarga tersebut. Pelayan tersebut juga menyebutkan bahwa pemilik gedung tersebut saat ini adalah Steven Ming yang adalah seorang pengusaha di bidang pertanian, dia adalah seorang insinyur pertanian lulusan sebuah universitas terkenal di Hongkong dan kembali ke Kota Ningxiang setelah menyelesaikan kuliahnya.
Bao Ming kemudian membuat janji untuk akan kembali 2 hari kemudian saat Steven Ming sang pemilik restoran tersebut kembali dari perjalanan bersama keluarganya, dengan demikian Ray juga harus menunda waktu kepulangannya ke Negara State untuk menanti kedatangan Steven Ming.
"Sepertinya pemilik gedung dan restoran ini masih bagian dari Klan Naga Hitam!, karena nama keluarganya adalah Ming, hahh...!, mudah-mudahan dia adalah keturunan langsung dari Guru Zhu Ming yang juga adalah ayah angkatku!" kata Bao Ming sambil mendesah.
"Aku pikir itu sudah pasti Master!, karena dia sudah menggunakan nama keluarga Ming sama seperti Master?"
"Tapi bisa saja dia sama sepertiku hanya sebagai seorang anak angkat!, karena ayah angkatku saat itu sudah menikah tapi belum mempunyai keturunan, dan dalam keluarga Ming selain ayah angkatku itu masih ada juga seorang saudari perempuannya yang juga memiliki anggota keluarga, hanya saja aku sudah tidak mengetahui dimana keberadaan Yue Ming dan keluarganya itu!, ahh..., aku berharap saja ini bukan akhir sehingga Klan Ming menjadi Klan yang hilang!"
Akhirnya Ray dan Bao Ming menetap selama 2 hari di Kota Ningxiang dan hal itu juga sudah Ray beritahukan kepada kedua istrinya, dan selama menanti kepulangan sosok Steven Ming mereka mencoba mencari informasi tentang jejak keberadaan perguruan-perguruan beladiri jaman dahulu itu kepada orang-orang tua yang tinggal disekitar pemukiman tersebut.
Usaha Bao Ming dan Ray tidak mendapatkan hasil karena kebanyakan orang yang mereka temui adalah para pendatang yang belum lama tinggal di Kota tersebut, sementara itu Kenny mendapat tugas untuk melihat-lihat potensi industri apa yang cocok dibangun di Kota Ningxiang yang juga ada hubungannya dengan rencana perluasan bisnis Perusahaan Db & C International Company milik Ray.
__ADS_1